Rose baru sadar, ternyata selama ini dia hanya dijadikan Aurora sebagai alat untuk menghancurkan kehidupan keluarga Marcus.
Dan Sophia, anak yang selama ini dia rawat dengan cinta ternyata bukan anak kandungnya, melainkan anak kakak iparnya, wanita itu sengaja menukar anak mereka agar anaknya mendapatkan warisan keluarga Vale karena Aurora sendiri tidak memiliki hak di keluarga Vale. Sementara anak kandungnya Noah, di buang di panti asuhan oleh wanita itu, dan sialnya dia suka menyiksa anak itu karena anaknya yang diadopsi oleh keluarga kakak kandungnya.
Di ambang kematiannya dia baru tahu semua kebenaran itu, dia berdoa kepada Tuhan, meminta kesempatan kedua agar dia bisa memperbaiki semua kesalahan yang dia lakukan dan juga mencari Noah anak kandungnya dan dia berjanji untuk meninggalkan Marcus dan merawat anaknya sendiri.
Apakah Rose berhasil?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waya520, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mia Menemukan Rose
"Ehm, Rose ini sudah malam sebentar lagi tutup apa kamu tidak pulang?" tanya Sarah yang merasa tidak enak karena Rose terlihat giat sekali saat bekerja, disaat karyawan lain bersantai, anak itu tetap bekerja, memastikan keadaan dapur benar-benar bersih. Bahkan Sarah tidak menyangka jika anak itu sangat terampil mengingat bahwa Rose di besarkan oleh keluarga kaya.
"Sebentar lagi selesai Bu." jawab Rose yang sibuk mengelap bagian kompor, bukan hanya dirinya yang ada disini, ada tiga karyawan yang masih sibuk beres-beres, padahal masih jam setengah tujuh, tapi Sarah merasa sekarang sudah waktunya pulang. Karyawan yang lain menatap heran bos mereka, biasanya juga restoran tutup jam delapan.
Menyadari tatapan aneh karyawan yang lain. "Mulai hari ini restoran tutup jam tujuh, jadi segera selesaikan pekerjaan kalian dan pulang karena Suamiku sudah menunggu di rumah." ucap Sarah cepat.
"Serius kita pulang jam tujuh?" tanya salah satu karyawan di sana.
"Wah bos jadi baik semenjak Rose bekerja disini." jawab karyawan lainnya.
"Terimakasih Rose karena kegigihan mu bekerja membuat bos jadi baik." ucap karyawan itu pada Rose yang sedang malu saat ini. Dia akui dia bekerja keras selama seharian ini, karena dia pikir gajinya sangat banyak jika dia hanya cuci piring. Dulu dia bekerja seharian hanya dapat gaji satu juta.
"Aku senang bekerja disini." dia harus mempertahankan pekerjaan ini, kapan lagi dapat gaji sepuluh juta, dia janji setelah gajian nanti, dia akan menyewa kos-kosan untuk dirinya dan juga Noah. ah anak itu dia tinggal di panti, semoga Vira tidak mengusirnya.
....
"KAU BILANG DIA MAMA MU?" tanya Vira yang terkejut saat Noah bilang jika Tante Rose adalah mamanya.
Anak laki-laki itu mengangguk dengan semangat. Dia saja terkejut apa lagi Vira. Selama tiga belas tahun dia hidup di panti, dia merasa iri dengan anak-anak yang memiliki orangtua lengkap, kadang dia berpikir kenapa dia memiliki nasib yang berbeda dengan mereka.
satu persatu anak panti di adopsi, tapi dia menolak untuk diadopsi karena dia yakin jika orangtuanya akan datang menjemputnya, meskipun terasa mustahil tapi akhirnya terwujud juga.
Meskipun baru pertama kali bertemu dengan mamanya, dia yakin jika wanita itu benar-benar mamanya karena mereka memiliki banyak kesamaan dan juga tanda lahir yang sama.
.....
"Ini." Rose menatap bingung Sarah yang memberikan uang kepadanya.
"Upah harian, aku lupa memberitahumu jika gajimu di bayar setiap hari."
"Ini serius Bu?" tanya Rose ragu. Sarah mengangguk lalu memaksa wanita itu mengambilnya.
"Terimakasih banyak Bu Sarah." Rose bersyukur karena memiliki bos yang sangat baik. Dengan semangat dia segera pamit untuk membeli makan untuk anaknya.
Sarah menatap sendu kepergian Rose, entah kenapa dia menyayangkan nasib anak itu.
Grep...
Sebuah tangan melingkar di pinggangnya, siapa lagi kalau bukan Hary suaminya.
"Kenapa masih berdiri disini?" tanya pria itu yang kesal karena di kurung sampai karyawan mereka pulang, alasannya agar Rose percaya jika toko tutup cepat karena dia merindukan suaminya, padahal sejak awal Hary hanya diam di ruangannya di restoran ini.
"Yah, aku merasa kasihan dengan Rose." ucap Sarah yang diangguki oleh Hary. Jangankan sang istri, dia yang laki-laki saja merasa kasihan dengan nasib Rose yang cukup menyedihkan.
Tidak dianggap oleh suaminya?, anaknya di tukar kakak iparnya dan dia harus mencari anak kandungnya sendiri, belum lagi Rose yang sejak awal putus hubungan dengan keluarga kandungnya.
"Apa kita adopsi saja dia?" tanya Sarah yang di tolak mentah-mentah oleh Hary.
"Kamu mau bermasalah dengan Daniel?" Hary jelas menolak usul sang istri, mau bagaimanapun Rose masih memiliki keluarga lengkap yah meskipun sejak awal Daniel sudah tidak menganggapnya anak, apa pria itu tidak marah saat mereka tiba-tiba mengadopsi Rose yang merupakan anak bungsu mereka.
Hary paham, meskipun Rose suka berbuat salah, tapi Daniel dan juga Isabella tidak mungkin membiarkan orang lain mengadopsi Rose.
"Aku ingin membuatnya bahagia yah, aku yakin setelah dia menikah dengan Marcus, hidupnya pasti tidak bahagia."
....
Rose bersenandung kecil sambil menenteng plastik yang berisi makan malam untuknya dan untuk Noah, tidak lupa dia bawakan makanan yang lain untuk Vira.
Angin malam berhembus kencang malam ini, sepertinya akan hujan, jadi Rose memutuskan untuk mempercepat langkahnya menuju panti yang sudah terlihat di pandangannya.
Klek....
"Mama pulang."
"Eh kalian sedang mengobrol?" tanya Rose yang kaget melihat anaknya dan Vira tengah mengobrol berdua, dia pikir Vira mungkin sedang bertanya-tanya tentang siapa dia pada Noah.
"Mama." dengan semangat Noah menghampiri Rose yang baru pulang dari bekerja hari pertamanya.
"Ini untuk kalian, untungnya mama sudah memiliki pekerjaan tetap." jelas Rose yang membuat Noah senang.
"Jadi Tante mamanya Noah?" tanya Vira yang ingin memastikan.
Rose mengangguk.
"Kenapa baru muncul sekarang?" pergerakan tangan Rose terhenti. Noah menyadari bahwa mamanya tengah sedih apalagi melihat raut wajah yang tadinya ceria berubah menjadi sendu.
Vira juga menyadarinya. "Eh maaf bukan maksudku em maaf Tante aku hanya, hanya ingin tahu saja." cicitnya pelan.
Rose langsung tersadar dari lamunannya dia menatap Vira yang tidak berani menatapnya, sepertinya anak itu takut karena bertanya seperti itu padanya.
"Mau Tante ceritakan?" tawar Rose yang membuat Vira kembali berani menatapnya, anak itu mengangguk semangat.
Rose mengambil nafas dalam-dalam, dia harus memberitahu semuanya pada Noah, berharap anak itu tidak berpikiran buruk padanya.
"Jadi dulu saat aku melahirkan Noah......" Rose terus bercerita tentang dirinya yang melahirkan bayinya lalu kakak iparnya yang sengaja menukar Noah dengan Sophia sampai akhirnya dia menceritakan kehidupannya yang pertama. Entah dua anak itu percaya atau tidak, tapi tidak ada yang dia tutupi.
Mulut Vira ternganga, cerita Tante Rose seperti dongeng. Di otak kecilnya sulit sekali menerima cerita itu, apalagi tentang Tante Rose yang bilang mati terus hidup lagi.
tapi berbeda dengan Noah, mata anak itu berkaca-kaca, dia sedih mendengar cerita mama nya yang sangat menyedihkan juga tragis.
"Jadi aku memiliki saudari ya ma?" tanyanya lagi. Rose mengangguk, dia baru ingat jika Sophia masih liburan dengan Aurora, semoga anak itu tidak mengamuk saat pulang nanti tidak melihat keberadaannya.
Dia harus segera menjemput Sophia yang mungkin dua hari lagi pulang dari liburannya.
Ketiganya kembali fokus makan hingga.
Tok... Tok...
Terdengar suara ketukan pintu yang membuat Vira terperanjat, karena ini pertama kalinya ada orang yang datang ke panti ini.
Vira dan Noah saling bertatapan. "Siapa?" keduanya saling bertanya.
Rose yang merasa paling tua segera beranjak dari duduknya kemudian dengan perlahan membukakan pintu untuk...
"Mia."