Kehidupan Bryan Lionel Woodrow (30) yang penuh misteri. Pemuda tampan menawan memiliki sejuta pesona dan misteri. Bahkan di setiap langkah pemuda ini selalu menebar senyum tipis menawan, tetapi palsu.
Bryan sendiri adalah seorang Komisaris di Woodrow Corporations sekaligus Dosen baik hati serta jadi idola kaum hawa. Dia adalah sosok sempurna bagi semua orang, tetapi siapa tahu kalau dirinya adalah psychopath sejati yang menakutkan.
Angelica Sonja Cornelius (20) mahasiswa populer, primadona kampus. Gadis baik hati, polos dan ramah. Dia juga memiliki segudang prestasi membuatnya menjadi idol para Mahasiswa.
Siapa sangka Angel sangat mengidolakan sang Dosen (Bryan), hingga suatu hari mengetahui rahasia sang Dosen. Angelica tidak pernah tahu kalau sebenarnya Dosen favoritnya adalah seorang psychopath.
Mampukah Bryan melabuhkan hati serta menjadikan Mahasiswinya sebagai tambatan hati?
Rahasia kelam membuat Bryan menjadi iblis berkedok malaikat. Akankah Angel bisa menerima Bryan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose_Crystal 030199, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PIL - Pain!
Bryan duduk termenung ditemani botol Wine dan rokok. Pandangannya kosong, tidak ada kehidupan didalam-Nya. 10 bungkus rokok sudah habis dan 30 botol Wine - kadar tinggi sudah tandas. Dia tidak peduli dengan apa yang dia lakukan, hanya begini dia mampu menghilangkan rasa sakit di hatinya.
"Kenapa menjadi rumit? Kenapa, Ibu tidak membawaku, bersamamu? Aku tidak mau menjadi Psychopath, ini tidak adil untukku. Tapi, darah bercucuran dari tubuh seseorang tak utuh itu sudah menjadi candu. Bisakah aku bahagia barang sedetik saja? Aku ingin bebas melepas nyawa, tapi aku tidak bisa karena aku sangat mencintainya. Apa pun yang harus ku tanggung, aku akan menjagamu," racau Bryan. Dia menidurkan kepalanya sembari berbantal lengan kanan.
Perlahan dia menangis tersedu dalam kesunyian, Bryan meringkuk menutup mata dan telinganya. Ia menggeleng kuat supaya klise memori tentang masa lalu hilang.
"Hentikan, jangan siksa diriku. Pergi, kumohon ...! Sakit itu sangat sakit untuk diingat. Tuhan, hilangkan memori itu, hiks sakit Tuhan sakit ....," racau Bryan. Perlahan kesadarannya hilang bersamaan dia menyayat lengannya sendiri. Darah mengucur deras dari lengan kekarnya. Bisa di bilang, dia memiliki depresi berat akibat kejadian masa lalu. Kejadian tragis yang merubah dirinya menjadi Psychopath.
Max mendengar pecahan botol langsung panik, pasti terjadi sesuatu. Dia adalah tangan kanan sekaligus sahabat bagi Bryan. Max terpaku melihat tubuh Boss-nya tergeletak mengenaskan. Ia buru-buru menghampiri, Bryan lalu mengangkatnya ke kamar kedua. Sebelum itu dia memerintahkan seseorang untuk menelepon Dokter pribadi keluarga Woodrow.
Setelah sampai, perlahan Max merebahkan Bryan. Ia mengambil handuk kecil untuk menekan luka menganga, Bryan.
"Sampai kapan kamu harus menderita? Kapan kebahagiaan menyertaimu, beberapa saat aku melihatmu tersenyum tulus dan tertawa lepas saat bersama tunanganmu. Sekarang kamu kembali menjadi sosok berbeda lagi. Sebagai orang kepercayaanmu, aku sedih karenamu," jeda Max. Ia menunduk sedih meratapi nasib Bryan.
"kalau boleh berharap, aku ingin membunuh siapa pun yang menyakitimu, termasuk Adikmu. Dia sumber kehancuranmu, tapi dia juga orang yang kamu cintai melebihi nyawamu. Bersamaan itu, kamu juga sangat mencintai tunanganmu melebihi apa pun. Aku berharap dua orang yang kamu cintai balik lagi mencintaimu," gumam Max.
Max dengan segera menetralkan ekspresi tatkala ada Dokter memasuki kamar kedua, Bryan. Dia menyingkir guna memberi akses sang Dokter.
***
Angelica menggeliat pelan dalam tidurnya. Ia mengingat semua kejadian yang menimpanya. Dia kembali menangis untuk yang ke sekian kalinya karena mengingat, Bryan. Dia membenci, Bryan sedalam mungkin. Lelaki psycho yang tega menjebaknya dalam keindahan semata.
"Aku tidak mungkin melapor ke Polisi atau memberitahu semuanya kalau Bryan adalah psycho sadis. Kalau tetap kuberi tahu, pasti keluargaku akan meninggal dan hancur. Demi mereka aku rela sakit dan menderita. Kuharap keajaiban darimu, Tuhan," pinta Angelica sedih.
Angelica berniat untuk pulang ke rumah, tapi hal mengerikan terjadi. Dia melihat Bryan menyayat lengannya sendiri sambil menangis pilu. Dia sangat khawatir, bohong jika dia tidak khawatir karena rasa cinta itu masih ada. Matanya membulat sempurna saat melihat Bryan pingsan. Saat dia mau menghampiri Bryan, ada seseorang yang tidak dia kenal menolong, Bryan. Sungguh, ia sangat khawatir.
Angelica ikut membuntuti seseorang itu ke tempat di mana Bryan di bawa. Dia tidak bisa mendengar suara dari dalam. Dia baru ingat setiap kamar kedap suara lalu bersembunyi saat ada Dokter yang datang.
3 menit kemudian, dia merasakan ada tepukan singkat di pundaknya. Angelica hendak berteriak kencang tetapi tidak jadi karena seseorang membekap mulutnya.
"Nona Angel, ada apa di sini?" tanya Max datar. Dia sudah melepas bekapnya, "apa Anda ingin melihat, Mr Woodrow mati atau belum?" desak Max sembari menatap tajam Angelica.
"Apa yang kamu bicarakan? Aku hanya ingin melihatnya. Kenapa dia begitu?" alibi Angelica dan dia balik bertanya.
"Depresi, sepertinya Bryan pernah memberikan informasi tentang dia yang memiliki depresi berat? Saya berharap Anda tidak meninggalkannya, walau dia seperti itu sejatinya dia adalah orang yang rapuh!" tegas Max memberitahu. Setelah mengatakan itu, Max berlalu meninggalkan Angelica sendiri.
Angelica tercengang mendengar ucapan Max. Apa tadi, soal depresi berat dan orang yang rapuh. Klise memori Bryan menceritakan tentang Adiknya dan depresi berat menyeruak begitu saja, dan saat Bryan begitu rapuh dan meminta pelukannya.
"Kenapa aku tidak bisa mengenalmu begitu baik? Kenapa kamu begitu misterius? Kenapa kamu selalu membuatku ingin berlari ke arahmu? Aku sangat membencimu, Bryan. Tapi, kenapa aku masih mencintaimu, walau redup?" tanya Angelica beruntun pada angin yang berembus.