NovelToon NovelToon
Dekapan Maut Gadis Manja

Dekapan Maut Gadis Manja

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama
Popularitas:110
Nilai: 5
Nama Author: Cloud_berry

Crystal Kusuma sih bungsu dari keluarga Kusuma yang terobsesi pada sang daddy sejak bayi.
Sedari dalam kandungan bayi mungil berusia dua tahun tersebut selalu ingin berada dekat dengan Jimmy Kusuma sang daddy.
Mereka pikir itu hanya ketertarikan biasa putri kecil pada daddynya. Siapa sangka obsesi tersebut malah berubah menjadi dosa terlarang selama belasan tahun?

Dosa terlarang dimana sang daddy Jimmy Kusuma pun tidak menyadarinya.

Selama ini kematian-kematian pegawai di kantor hukumnya, jimmy kira semata hanya kecelakaan biasa.

Tapi mereka salah, semua itu adalah dosa yang dilakukan Crystal kecil.....

Lalu dosa apa itu? Apa yang bisa dilakukan oleh bayi berusia dua tahun?

Saksikan eklusif disini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cloud_berry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 10

Helena menghempaskan tubuhnya kasar ke kursi kerjanya. Menarik nafasnya dalam-dalam. Mendongakkan kepalanya keatas. Menatap langit-langit mewah penthouses Menara Kusuma. Merebahkan kepalanya keatas meja. Memejamkan matanya sejenak. Rasanya tubuhnya mau remuk. Tulang-tulangnya seakan mau copot dari tubuhnya. Persendiannya juga terasa kaku.

​Andai bukan karena gaji yang sangat mengiurkan. Helena tidak akan mau melakukan pekerjaan diluar jobdesknya. Sejak kapan coba sekretaris utama bertugas mengasuh bayi bosnya? Sekretaris kedua, ketiga, dan selanjutnya pasti juga tidak mau melakukan pekerjaan konyol tersebut. Andai benefit yang didapatnya tak seberapa.

​Jam dinding menunjukkan pukul 15:00 sore. Helena masih mencoba menguatkan tubuhnya untuk bertahan selama dua jam lagi. Sedangkan Crystal duduk santai di sofa dekat meja kerja Helena. Sambil memisahkan biji jagung dan biji kacang hijau kedalam mangkuk.

​"Sekretaris Helena thank you,yah." Ujar salah satu staf wanita mengangkat bungkus Potabee Potato Chips nya yang dibagikan oleh Helena.

​"Aku juga" Sahut beberapa staf lainnya yang mendapatkan camilan favorit mereka secara cuma-cuma.

​Bukan cuma satu atau dua bungkus, Helena membagikan camilan satu kardus perorang sesuai dengan mandat asisten Clyde. Tadinya Helena hanya membeli dua untuk masing-masing temannya dilantai atas.

​Namun saat Helena memasukkan belanjaan nya ke dalam bagasi mobilnya. Asisten Clyde menelponnya menyampaikan pesan bos besarnya. Agar Helena membeli stok camilan Crystal dan rekan kerjanya untuk satu minggu ke depan.

​Dengan terpaksa Helena kembali mendorong troli belanjaannya kedalam GrandLucky. Untung nya Crystal tidak menangis atau berulah. Hanya saja mulut mungilnya terus mengunyah buah-buahan sepanjang Helena berbelanja. Membuat Helena kembali kehilangan mukanya, saat membayar belanjaannya dimeja kasir.

​"Jika ingin mengucapkan terima kasih. Ucapkan terima kasih pada nona muda kita." Kata Helena tak berdaya. Menggeliatkan tubuhnya pegal. Menarik salah satu map yang menumpuk dimeja kerjanya. Lalu mulai membacanya satu persatu.

​"Cantik terima kasih banyak, yah." Staf wanita berpangkat Manajer Senior Keuangan itu menghampiri Crystal, mencubit pipinya gemas.

​Tidak seperti biasanya, Crystal mau duduk di sofa diruang tunggu. Biasanya gadis kecil itu cuma keluar sejenak. Mencari keberadaan Helena meminta dibuatkan susu. Lalu kembali lagi ke dalam ruangan daddynya.

​"Uuuhhhh...." Crystal memutar-mutarkan wajahnya. Agar wanita dihadapannya melepaskan cubitan dipipinya.

​"Namanya siapa?" Tanya staf wanita tersebut basa-basi. Sembari mengunyah potato chips dimulutnya.

​"Crystal Kusuma" jawab Crystal tetap fokus pada mainan baru yang diberikan Helena.

​"Crystal sedang apa?"

​"Menghitung biji jagung" jawabnya lembut.

​"Mau ini gak?" Staf wanita itu menawarkan potato chipsnya pada Crystal.

​"Tidak mau" menggelengkan kepalanya.

​"Sudah kenyang" sambung Crystal.

​"Angel jangan menganggunya!" Tegur Helena mengingatkan wanita dengan jabatan Manajer Senior Keuangan itu. Seberapa berpengaruhnya bocah perempuan dihadapannya. Satu kata dari bibir mungilnya bisa membuat manajer hrd kalang kabut mencari staf pengganti.

​"Aku pikir larangan yang tepat jangan mengganggu pak bos! Jangan membuat nona muda cemburu! Bukan jangan menganggu nona muda" Ucap Angel penuh candaan. Hanya ditanggapi sebuah senyuman halus oleh Helena.

​Helena sedikit merasa tenang staf lama mereka mengerti aturan dasar bekerja di Kusuma Corporation. Jika tidak ia juga harus ikut pusing melihat staf yang silih berganti setiap harinya.

​"Benar tidak mau?" Angel mencoba menawarkan potato chipsnya sekali lagi.

​"Tidak mau" tolaknya pelan. Angel bangkit berjalan keluar dari ruang tunggu berniat kembali keruangannya.

​"Bibi mau susu" teriak Crystal meminta susu pada Helena diseberang sana.

​"Astaga Crystal kamu ini lapar mulu." Keluh Helena melihat lima botol susu kotor ditas Crystal.

​Bukankah saat Angel menawarkan potato chips padanya. Bocah perempuan itu menolaknya karena kenyang. Kalau sudah kenyang kenapa masih minta susu.

​Baru saja Angel mau menawarkan diri untuk menggantikan tugas Helena. Seorang staf wanita keluar dari ruangan presdir. Menyerobot antrean mencari muka pada Crystal. Staf wanita itu adalah Stella sekretaris baru Jimmy. Yang baru bekerja hari ini.

​Angel menggerlingkan matanya malas. Melihat kedatangan Stella. Sedari tadi pagi sekretaris baru itu terus melakukan hal-hal tidak berguna untuk caper. Seperti membuatkan kopi untuk bos besarnya Jimmy. Memberikan bekal makan siangnya pada Jimmy.

​Angel yakin Stella barusan mengantarkan secangkir kopi untuk Jimmy. Menyebalkannya Stella menolak membantu mengerjakan tugas Helena. Berdahli setiap orang sudah mendapatkan tugasnya sendiri-sendiri.

​Bahkan Stella dengan bangga memamerkan bahwa Jimmy menerima kopi buatannya. Tanpa ia tahu Jimmy meminta Angel membuang kopi buatan Stella beserta gelasnya. Saat Angel masuk keruangannya meminta tanda tangan.

​"Biar aku saja yang membuat susunya. Dimana botol susu dan susunya. Aku bisa kok membuat susu bayi." Ucap Stella sambil berlari menyerobot antrean, berniat memikat hati Jimmy melalui putrinya.

​"Dasar rubah ekor satu!" Batin Crystal tak suka melihat kedatangan Stella. Matanya tajam mengamati wajah Stella. Merencanakan sesuatu yang tak terduga.

​"Bibi aku tidak mau susu" Crystal membatalkan keinginannya.

​"Kenapa tidak mau sayang? Bibi bisa kok membuat susu bayi." Tanpa rasa malu Stella menghampiri Crystal yang tengah memisahkan biji jagung. Memegang kedua bahunya lembut sok akrab.

​"Ishh...jangan ganggu!" Crystal menyibakkan kedua tangan Stella dari bahunya.

​"Aww......" Stella pura-pura terjatuh dan kesakitan. Berniat mencemarkan nama Crystal dihadapan para staf dan bos besarnya Jimmy.

​Namun siapa sangka Angel yang masih berada disana. Melihat kejadian itu buru-buru mengangkat Crystal kedalam gendongannya. Membawa gadis kecil itu kedalam ruangan kecil Helena.

​Mendudukan pantat kecil Crystal dikursi staf yang dia ambil sembarangan. Lalu pergi kepantry mencuci botol susu milik Crystal. Dan membuatkan Crystal sebotol susu serta mengupas satu buah jeruk sebagai camilannya.

​"Dasar bocah sialan! Awas saja nanti saat aku berhasil menjadi nyonya Kusuma! Hidupmu dan saudara-saudaramu tidak akan muda! " Maki Stella penuh dendam tanpa tahu bahwa umurnya tak akan panjang lagi.

​"Crystal duduk disini saja,yah. Bersama bibi Helena, jangan pergi kemana-mana!" Angel mewanti-wanti Crystal agar tidak keluyuran sembarangan. Sebab ada kuntilanak baru masuk kekantor mereka.

​"Iya" menganggukkan kepalanya. Sembari meminum susu buatan Angel.

​Segera Angel meninggalkan ruangan milik Helena. Kembali ke ruangannya setelah mewanti-wanti nona mudanya untuk tidak berkeluyuran sembarangan. Angel tidak mau nona muda pembawa keberuntungannya celaka. Karena oknum tidak bertanggung jawab.

​Bagi Angel mendapat camilan gratis dari perusahaan sudah termasuk berkah tersendiri dalam hidupnya. Uang yang biasanya ia gunakan untuk membeli camilan. Jadi dapat dialokasikannya untuk menabung.

​Kan lumayan bisa menambah uang tabungannya sebesar 500 ribu perminggu. Kalau begini terus bisa cepat beli rumah baru ia. Oleh karenanya, Angel akan membantu Helena menjaga putri bosnya mulai hari ini.

​Camilan Gratis Angel datang.

​KRAAKKKKK.......

​Kaca menara Kusuma pecah dengan suara berderak keras saat tubuh seorang staf wanita menabraknya kuat. Hingga tubuhnya terjatuh ke bawah dari lantai 127.

​Staf wanita itu adalah Stella sekretaris baru Jimmy. Awalnya Stella berniat mendekati Crystal yang sedang melamun di dekat kaca. Berniat mencari perhatian bocah perempuan bergaun putih itu.

​Tapi siapa yang tahu lantainya licin, akibat terlalu bersemangat Stella terpeleset. Dan akhirnya tidak sengaja menabrak kaca pembatas dan terjatuh.

​"Bibi selamat tinggal" Bisik Crystal sinis, menyeringai puas melihat Stella terjatuh dari lantai 85.

​Jimmy yang mendengar suara derakkan kaca yang sangat keras dari arah luar. Meminta asisten Clyde keluar melihat apa yang sebenarnya terjadi.

​Alangkah terkejutnya Clyde saat melihat Helena sedang bekerja dimejanya. Bukankah bos mereka belum meminta Helena untuk kembali? Kenapa ia kembali begitu cepat?

​Lalu kemana Crystal? Bukankah harusnya gadis kecil itu bersama dirinya?

​"Helena kenapa kamu sudah pulang? Kemana Crystal?" Cerocos Clyde pada rekannya.

​Jdeerrrrr..........

​Bak disambar petir disiang bolong. Helena panik seketika saat melihat Crystal sudah tak berada disisinya. Kemana bocah itu pergi?

​Jangan-jangan suara derak kaca barusan adalah?

​Secepat cahaya Helena bangkit dari posisi duduknya. Berlari kearah sumber suara derakan kaca.

​Hatinya langsung legah saat melihat Crystal sedang berdiri disana memegang boneka teletubies milik Helena.

​"Crystal....kamu tidak apa-apa nak?" Tanya Helena panik memeriksa sekujur tubuh Crystal.

​Syukurlah nona mudanya itu baik-baik saja. Jika sampai nona mudanya kenapa-napa di bawah pengawasannya. Bisa tamat riwayatnya.

​"Tidak" jawabnya datar. Air mata Helena berlianang mendengarnya. Rasanya ia sangat bahagia mengetahui anak bosnya baik-baik saja.

​Jika Crystal baik-baik saja. Lalu siapa sebenarnya yang menabrak kaca dan terjatuh. Tidak mungkin ada orang yang merusak kaca tersebut tanpa terjatuh.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!