Yan Jian— seorang generasi muda yang awalnya terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri bawaan, kini bangkit sebagai Generasi Muda terkuat di Provinsi Chang Yuan.
Setelah melakukan pertarungan panjang yang melelahkan waktu, menepati janji, menorehkan prestasi, hingga dirinya disebut Generasi Muda nomor satu di Provinsi Chang Yuan.
Yan Jian bersama sembilan Generasi Muda perwakilan Provinsi Chang Yuan lainnya berangkat menuju Kota Kekaisaran, tempat Kompetisi terbesar di salah satu Kekaisaran Wilayah Timur. Namun di wilayah timur besar, Provinsi Chang Yuan di anggap sebagai debu berjalan, karena setiap kompetisi, provinsi Chang Yuan selalu menjadi yang terlemah dan selalu berada di peringkat paling rendah.
Mampukah Yan Jian bersama rekan-rekannya mengangkat dan mengharumkan Provinsi Chang Yuan di Kompetisi terbesar Kekaisaran Api Agung itu? Yuk, ikuti kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PKT 2: Chapter 30
"Siapa namamu, adik kecil?" tanya Wang Yuxiu, kepada Yan Jian. Dia tahu bahwa Yan Jian berusia lebih muda dari dirinya yang masih berusia sembilan belas tahun.
Namun, belum sempat Yan Jian menjawab pertanyaan Wang Yuxiu, tiba-tiba Yao Qingyu datang memasuki arena pertarungan.
Yao Qingyu memandang Yan Jian, lalu tersenyum dan mengangguk ringan. Kemudian, ia memalingkan pandangannya kepada Wang Yuxiu.
Yao Qingyu pun berbicara, "Senior Wang!" kata Yao Qingyu sembari menumpukkan kedua tangannya di depan, tubuhnya membungkuk memberi salam hormat.
"Hm! Jenius pemurnian obat dari keluarga kuno Yao, kan?" sahut Wang Yuxiu dengan nada yang dingin.
Yao Qingyu pun tersenyum sembari menganggukkan kepalanya lagi, dan ia pun berbicara, "Benar, Senior Wang! Kita sama-sama mewakili Provinsi Teratai Api dalam kompetisi ini, dan dia... dia adalah temanku, Yan Jian." ucap Yao Qingyu sembari menatap Yan Jian, namun segera kembali menatap ke arah Wang Yuxiu.
Wang Yuxiu yang tengah melayang di udara pun perlahan turun, kakinya menginjak lantai tembok batu bata yang berantakan. Namun, tatapannya terhadap Yao Qingyu saat itu... benar-benar tajam.
"Berani sekali kau memiliki hubungan dengan orang-orang nya Luo Xiang'er! Apa kau ingin mengkhianati Provinsi Teratai Api?" ucap Wang Yuxiu, walaupun membentak, tetapi nadanya begitu dingin, dan tatapannya begitu tajam serta niat membunuh yang terpancar dari pancaran aura di tubuhnya, begitu kuat.
"Yuxiu! Kau memang jenius muda terkuat di Provinsi Teratai Api, tapi jangan kira kau bisa seenaknya membentak adikku seperti itu! Apa kau pikir Provinsi Teratai Api sudah tidak ada orang lagi?" Yao Zhetian tiba-tiba memasuki arena. Dia terbang di atas arena, lalu turun dengan perlahan dan anggun, rok merah pendeknya berkibar tertiup angin, hampir memperlihatkan wilayah intimnya namun dibalut dengan kain ketat berwarna hitam.
"Yao... Zhetian ...?!" kata Wang Yuxiu, raut wajahnya menunjukan kesan bingung, "Kau... kau juga ingin berkhianat?" sambung Wang Yuxiu, bertanya dengan nada yang serius, kepalanya sedikit miring dan matanya menyipit di saat dia berbicara seperti itu.
Yao Zhetian yang baru saja datang pun sontak berdiri di depan adiknya 'Yao Qingyu', dan di sebelahnya ada Yan Jian. Namun, ia tidak terkejut dengan kedatangan Yao Zhetian, karena sebelumnya ia pernah bertemu dengan Yao Zhetian di saat Yao Qingyu membawanya untuk menjenguk Yan Jian.
Saat itu, Yao Zhetian pun memandang ke arah Wang Yuxiu, lalu berbicara, "Berkhianat? Kenapa aku harus berkhianat? Yan Jian adalah murid perwakilan dari Provinsi Chang Yuan... apakah Provinsi Teratai Api kita juga memiliki konflik dengan Chang Yuan? Aku rasa tidak!" ujar Yao Zhetian. Membuat Wang Yuxiu terdiam selama beberapa detik.
Namun, Yan Jian pun maju ke depan, melewati Yao Qingyu, lalu menghadap kepada Yao Zhetian.
Yan Jian pun berbicara, "Senior Zhetian!" ucap Yan Jian, sembari membungkuk dengan kedua tangan yang bertumpuk di depan, sebagai salam hormatnya kepada Yao Zhetian, "Ini adalah masalahku... Senior Zhetian tidak perlu melibatkan diri dalam masalah ini, namun... Yan sangat berterimakasih kepada senior Zhetian yang bersedia untuk membelaku." ucap Yan Jian dengan nada yang begitu sopan.
Namun, Yao Zhetian tiba-tiba terkikik sembari memegangi perutnya. Rambut depannya yang hitam panjang terjatuh melintasi sebelah wajahnya, namun itu tetap tidak bisa menyembunyikan kecantikan seorang Tuan Putri pertama Keluarga Kuno Yao.
"Yan Jian! Kamu adalah laki-laki pertama yang dapat membuat adikku Qingyu, memohon kepadaku. Jadi... aku tidak akan sungkan untuk membantumu. Kamu tenang saja! Semuanya akan baik-baik saja." ucap Yao Zhetian, berbicara dengan segaris senyuman di bibirnya. Dan di saat ia berbicara seperti itu, sebelah tangannya menepuk bahu Yan Jian.
Namun, Yan Jian hanya tersenyum kecil sembari memegangi tengkuknya. Dia tidak mengerti tentang apa yang dimaksud oleh Yao Zhetian, namun memiliki satu rekan lagi, membuat Yan Jian memiliki tambahan pendukung jika memang Aula Darah ingin kembali membuat masalah dengannya.
Setelah Wang Yuxiu mendengar perkataan Yao Zhetian, ia pun berlalu pergi begitu saja. Tanpa sepatah katapun yang terucapkan, tetapi dia melemparkan satu gulungan kertas kepada Yan Jian, dan Yan Jian pun menangkap nya.
Ketika Yan Jian membuka gulungan kertas itu, ia membaca pesan dari Wang Yuxiu, yang berisikan pesan, "Malam ini... Kedai Api di pusat pasar Kota Kekaisaran Api Agung." setelah membaca isi pesan itu, Yan Jian menatap punggung Wang Yuxiu, yang terbang menjauh darinya.
Yan Jian tak mengerti apa yang dimaksud dan apa yang direncanakan oleh Gadis Mawar Neraka itu? Tetapi dia tahu bahwa dia harus datang. Mungkin saja... dia bisa menjadikan Wang Yuxiu sebagai sekutunya, atau mungkin saja pertemuan itu akan menjadi sesuatu yang sangat mematikan bagi Yan Jian.
Di waktu yang sama, Tetua Huo Li pun mengumumkan akan pertandingan selanjutnya yang akan segera di mulai. Di mana Yan Jian akan berhadapan dengan An Lang, jenius dari Provinsi Api Langit, yang pernah ditemui Yan Jian ketika di lembah api gerbang pertama.