" kakak ipar, kamu baik baik saja?"
" menurut mu apa aku masih bisa baik-baik saja setelah melihat suami ku tidur dengan wanita lain?"
~~~~~
" jika kakak berselingkuh kenapa kakak ipar juga tidak melakukan hal yang sama biar adil?"
" apa kamu mau menjadi selingkuhan ku?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 29
" kalo sakit bilang ya?" ujar Haruka sambil mengobati wajah Naoki yang babak belur. Untungnya Alexa membawakan obat obatan yang berguna.
" hmm" gumam Naoki sebagai respon.
Haruka mengobati luka Naoki dengan talenta dan hati hati. Dia juga sesekali meniup nya agar rasa sakitnya berkurang. Sedangkan Naoki malah menikmati nya sambil menatap wajah cantik Haruka yang berjarak sangat dekat dengannya.
Di luar tenda yang lain pada sibuk masak. Mereka hanya memasak mie saja. Lagian masak apa lagi di gunung seperti ini?
" sayang, Naoki kenapa?" tanya alexa pada jiro.
Alexa penasaran karena tiba tiba Naoki pulang dengan wajah babak belur. Tidak mungkin jatuhkan? pasti di pukuli orang. Tapi siapa orangnya? Dan karena apa?
" stt! Nggak boleh kepo sama urusan orang" ujar jiro.
Alexa mendengus sebal. Punya suami suka rahasia rahasiaan. Padahal kan Alexa juga pengen tahu.
meskipun jiro orang nya banyak bicara dan suka nyindir. tapi kalo soal rahasia orang dia akan menutupi nya dengan rapi. Meskipun terkadang dia suka menyindir nyindir.
" kasih tahu lah jiro, Lo nggak asik banget sih" ujar kashi yang juga penasaran.
" dasar cewek cewek kepo, ini tu urusan para lelaki bukan perempuan " ujar jiro.
" ini mienya udah jadi, panggil Naoki sama Haruka saja" ujar hito .
6 porsi mie rebus lengkap dengan telur sudah siap di sajikan. Mereka sudah menatanya di atas tikar yang di gelar di atas tanah.
" biar gw aja" ujar kashi bersemangat.
Tanpa menunggu persetujuan dia segera berdiri dan berjalan menuju tenda Haruka dan Naoki. Kashi tidak langsung masuk atau memanggil, dia mengintip lebih dulu karena menguping pembicaraan kedua pasangan yang ada di dalam.
" bukan gitu cium nya, yang lama jangan cuma di kecup" ujar Naoki protes karena Haruka tidak mau menciumnya. Haruka hanya memberikan kecupan singkat bukan ciuman.
" kamu lagi sakit nao" ujar Haruka .
bukan apa, Haruka malu aja kalo harus mencium duluan. dan sekarang pun kondisi Naoki sedang tidak baik baik saja. Bahkan sudut bibir Naoki terluka. Kalo ciuman pasti sakit kan?
" 1 menit aja" pinta Naoki memasang wajah memelas berharap Haruka kasihan dan mau menuruti permintaan nya.
Haruka menghela nafas panjang " nanti ya? kalo kamu sudah sembuh" ujar Haruka " aku lapar, ayo kita makan" ajaknya lalu bergegas keluar duluan.
Kashi buru buru berlari bergabung kembali bersama hito dan yang lain. Hito mengeleng gelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan tingkah kekasihnya.
" dasar tukang ngintip" ujar jiro.
" isst! Diam!" ujar kashi saat Haruka dan Naoki sudah berjalan ke arah mereka dan bergabung bersama mereka.
" kusut banget tu muka" sindir jiro saat melihat wajah cemberut Naoki.
Yaa, Naoki ngambek karena Haruka tidak mau menuruti nya. Bahkan wajahnya cemberut seperti anak kecil yang marah karena tidak dibelikan mainkan.
" lapar gw" ujar Naoki lalu mengambil satu porsi mie dan memakan nya tanpa minat.
Malam tiba, Naoki dan yang lainya menyalakan api unggun di tengah tengah tenda mereka.
Sedangkan Haruka dan yang lain sibuk memanggang sosis, bakso dan yang lainnya.
" ini sudah matang" ujar Haruka
" tarok disini aja " ujar Alexa memberikan piring pads Haruka.
Haruka mengambil nya lalu meletakkan beberapa makanan yang sudah matang. Dan kashi sibuk mengipasi apinya.
Setelah selesai dan semua nya matang. Mereka duduk mengelilingi api unggun tersebut sambil menikmati hasil panggangan mereka.
" sini lebih dekat" bisik Naoki memeluk pinggang Haruka dan menariknya agar lebih dekat dengan nya " Suapi" pintanya membuka mulut nya.
" jangan aneh aneh nao, ada daiky " ujar Haruka merasa tidak nyaman karena sedari tadi daiky terus memantau mereka dari jarak beberapa meter.
Naoki melirik ke arah tenda daiky dan Hansen. Di sana memang ada daiky yang sedang menatap ke arah mereka dengan tatapan tajam dan dingin. Namun Naoki tidak menghiraukan nya.
" biarkan saja, lagian dia juga sudah tahu" ujar Naoki menatap Haruka dengan tangan nya yang masih melingkar di pinggang Haruka .
" dia sudah tahu? jadi tadi kalian berantem karena itu?" tanya Haruka terlihat cemas.
" hmm, kamu benar" jawab Naoki tanpa ragu.
" aku harus menemui nya" ujar Haruka lalu hendak berdiri untuk menemui daiky. Namun tangan Naoki yang berada di pinggang nya menahan nya dengan kuat.
" untuk apa kamu menemuinya? Kamu kesini Bareng aku bukan bareng dia" ujar Naoki tidak mengizinkan Haruka untuk menemui daiky " tetap disini, anggap saja dia tidak ada" ujar Naoki dengan entengnya.
Haruka menatap Naoki tidak setuju" dia suami aku nao, aku harus menjelaskan pada dia. Kalo sampai dia menyebarkan berita ini ke publik nama kita dan nama keluarga aku akan hancur " ujar Haruka" aku harus menemui nya" ujarnya lagi dengan nada tegas tidak ingin di larang.
Haruka melepaskan paksa tangan Naoki dari pinggang nya. Naoki menatap tajam Haruka menandakan dia tidak suka dengan sikap Haruka. Namun harus juga tidak bisa tinggal diam. Jika daiky nekad dan menyebarkan berita ini. Dia akan benar benar benar hancur.
" mau kemana Haruka?" tanya kashi yang melihat Haruka mau pergi.
" haa? Aku mau ke toilet" jawab Haruka berbohong.
" mau aku temani?" tanya kashi.
" nggak perlu, terimakasih" balas Haruka.
Sebelum pergi, Haruka sempat melirik Naoki yang diam saja menatap api unggun dengan tatapan yang belum pernah Haruka lihat.
Jiro menyenggol hito yang duduk di samping nya. saat hito menoleh kearahnya dia menunjuk ke arah Naoki dengan matanya.
Hito menatap naoki yang terlihat sangat berbeda dari yang tadi. Tatapan nya terlihat sangat berbeda dari biasanya. namun tatapan itu tidak asing bagi mereka.
" Naoki" panggil hito
Naoki tidak menoleh, bahkan tidak terusik sama sekali. Wajahnya dingin dan tatapan nya tajam terlihat sangat menakutkan.
" aizen" panggil jiro.
Naoki menoleh, namun hanya sekilas lalu kembali menatap api unggun di depannya.
" kenapa?" bisik Alexa pada jiro.
" tidak papa, kamu kebiasaan banget kepo sama orang lain" ujar jiro mencubit hidung istrinya.
Mereka pun menghabiskan 2 jam di dekat api unggun menikmati angin malam yang terasa dingin. sudah 1.30 jam Haruka pergi. Namun sampai sekarang Haruka belum juga kembali.
tanpa berkata apapun, Naoki berdiri dari duduknya dan berjalan menuju tendanya. dia masuk kedalam dan kembali menutupi pintu tenda.
" Naoki kenapa sih? tumben sekali dia hanya diam" ujar kashi " dan Haruka kemana? Ko nggak kembali kembali apa Haruka nyasar?"
" oh iyaa Haruka belum pulang, ayo kita cari mungkin dia kesasar " ujar Alexa baru teringat pada Haruka yang belum kembali.
" nggak perlu, kita tidur ajak " ujar jiro " udah malam banget ini nanti ada setan" ujar nya lagi lalu berdiri dan membantu istrinya untuk ikut berdiri.
" tapi Haruka gimana?" tanya alexa.
" dia aman" jawab jiro