Kisah cinta Xavier dan Aruna yang harus melewati banyak hal dalam rumah tangga mereka. Xavier adalah tipe suami posesif. sedangkan Aruna adalah istri cuek. sehingga beda sifat mereka kadang membuat mereka berselisih dan berseteru.
Namun hal itu tak membuat cinta keduanya luntur dan menghilang begitu saja. Malah hal itu membuat mereka menjadi semakin saling mencintai.
namun di balik kebahagiaan mereka ternyata ada orang yang ingin memisahkan keduanya. mampukan mereka melewati badai besar dalam rumah tangganya? dan siapakah orang itu....ikuti terus kisah cinta mereka berdua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Xavier-Aruna 18
"Jadi aku mau Barly atau Xavier?" tanya Aruna terkekeh.
"Aku ... Aku sudah kecewa dengan Barly, sehingga aku akan lebih memilih Xavier," jawabnya dengan penuh percaya diri membuat mereka semua tertawa terbahak
bugh
Bugh
Bugh
kraaaak
"Mimpi saja kau lampir! Menji-jikan sekali kau tak tahu diri menginginkan anakku dan berkata seperti itu di depan menantuku! Kau fikir aku keren?" emosi Mami Violet setelah memberikanbebrroa pukulan dan membuat sebelah tangannya sepertinya patah entah remuk. Karena terdengar bunyi retakan yang membuat semua orang meringis.
"Kenapa malah menyiksa ku? Aku salah apa? Kalian benar-benar wanita jahat!" teriak Merlyn membuat Mami Violet kembali akan membuatnya lebih parah. Tapi Aruna menahannya, dan menggeleng kepala karena keadaan Merlyn sudah babak belur.
"Kurung saja dia! kalau berisik sum-pal saja! percuma bicara dengan orang yang otaknya gesrek!" jawab Aruna yang memilih untuk pergi dan memberi kesempatan untuk Merlyn merenung dan memperbaiki dirinya. Jika memang tidak bisa berubah juga maka dia akan memberikan pelajaran lain kepada Merlyn.
"Tapi Nak..." kesal Mami Violet, Aruna mengusap punggung tangan mertuanya yang masih emosi.
"Renungkan baik-baik kesalahanmu Merlyn. Dan perlu kamu ingat aku tak pernah memiliki hubungan apapun dengan pria manapun sebelum aku menikah dengan Xavier. Keputusan ada di tanganmu! Kau tetap pada pendirian dan otak konyolmu itu, atau kamu berjanji akan berubah dan kembali kepada anak dan keluargamu dengan syarat yang akan aku berikan! Aku memberi kamu waktu tiga hari untuk berfikir di dalam sini!" ujar Aruna sebelum pergi.
"Aku memberi kamu kesempatan, karena mengingat kamu punya anak kecil. Karena sejujurnya aku bukanlah wanita yang pemaaf. Aku wanita pendendam!" kembali Aruna bicara sebelum pergi dari sana meninggalkan Merlyn yang tertunduk lesu.
Wanita itu tertawa terbahak kemudian menangis histeris. Entahlah apa yang saat ini dia fikir dan rasakan. Sehingga membuatnya seperti orang gila seperti itu. Namun Aruna dan Mami Violet tak peduli dengan teriakannya. mereka pergi dari sana pemit kepada mereka semua dan kembali menaiki motor masing-masing.
"Mami siap?" ajak Aruna kepada ibu mertuanya.
"Always siap!" teriak Mami Violet bahagia karena hari yang di tunggu-tunggu tiba.
Dia akan balapan di lintasan bersama dengan anak mantu wanitanya. Impian yang akhirnya terwujud. Rasanya dia sangat bahagia, tak bisa di ungkapkan semua kebahagiaannya itu. Sederet rencana yang akan dia lakukan bersama dengan anak perempuan sudah dia siapakan. Dan pastinya satu per satu akan cepat terwujud.
"Menang kalah, mami akan traktir kamu perawatan di salon! Tapi percayalah mami tak akan mengalah padamu! Dua putaran!" kekeh Mami Violet.
"Okey! Aku setuju!" jawab Aruna mengacungkan jempolnya.
Bruuuummm
Bruuuummm
Bruuuummm
Bruuuummm
Keduanya menggeber motor dengan tatapan fokus ke arah lintasan. Kedua Lady beda generasi yang terlihat sangat kompak dan mulai melajukan kendaraannya di lintasan.
Mami Violet memimpin pertandingan, di belakang Aruna tersenyum tipis melihat kemampuan ibu mertuanya yang ternyata masih keren di usianya yang sudah tak muda lagi. Wanita yang bisa sangat lembut dan penyayang, tapi dalam kesempatan lain bisa menjadi wanita yang sangat tangguh dan menyeramkan.
Bagi Aruna, mami Violet bagaikan sosok yang mirip dengan ibunya. Hanya saja ibunya lebih banyak memiliki ketakutan dan memikirkan keselamatan anak-anaknya dengan mengorbankan dirinya sendiri. Berbeda dengan Mami Violet yang tak akan pernah mau di sakiti siapapun. Baik dirinya maupun keluarganya, dia bisa menggigit mereka sampai mati tanpa ampun.
Lap pertama, mami masih memimpin dan Aruna masih berada tepat di belakangnya. Dia memang sengaja melihat sejauh mana kekuatan mami Violet. Masih mengamati lawannya dengan tenang dan tanpa terpancing emosi. Itulah Aruna, dia memiliki ketenangan dan melakukan semuanya dengan logika dan akal sehatnya.
Wuuussssshhhhh
Di detik terakhir Aruna berhasil menyalip motor Mami Violet hingga akhirnya dia lebih dahulu sampai di garis finish.
"Aish, mami kecolongan!" kekeh Mami Violet
Mereka tertawa bersama, mami Violet memang mengetahui karakter menantunya yang begitu tenang dan bahkan terkesan tak tersentuh dan cuek saat menghadapi setiap masalah yangbdia hadapi. Namun di balik itu semua, Aruna memiliki banyak strategi dan juga berbagai macam hal yang bisa membuat musuh mati kutu. Seperi yang dia lakukan kepada Merlyn. Mami Violet menggebu-gebu Sedangkan Aruna sangat santai. Namun di balik sifat santainya sudah memikirkan hal apa lagi yang akan dia lakukan kedepannya.
"Mami keren sekali! Aku saja tadi sampai kewalahan di lap pertama mengejar Mami!" puji Aruna kepada ibue mertuanya.
"Halah! Mami tahu kamu hanya pura-pura mengalah sebelumnya agar mami senang!" kekeh Mami Violet.
"Tidak. Tapi aku memang kewalahan mengejar mami. Aku tak mengira di umur mami seperti sekarang masih bisa mengendarai motor besar dan dengan kecepatan stabil. Biasanya kalau umur bertambah kita akan kehilangan konsentrasi sedikit demi sedikit. Tapi aku melihat mami justru malah makin keren!" puji Aruna.
"Halah, kamu ini bisa saja membuat mami senang! Mami bahagia karena akhirnya bisa balapan dengan anak perempuan Mami. Soalnya anak laki-laki Mami baperan!" kekeh Mami Violet.
"Dia emang Baper dan ambekan mi," tambah Aruna.
"Halah biarkan saja! Kalau ngambek tinggalin paling dia kalang kabut nyariin kamu. Sehari nggak kelonan pasti uring-uringan seperti papinya! Sudahlah kita nongkrong dulu, baru jam segini! Mami ada tempat ngopi yang enak banget!" ajak Mami Violet.
"Mi, apa nanti Papi sama Mas Xavier nggak akan marah kita pulang telat?" tanya Aruna.
"Nggak akan! Kalau ngambek nggak Udha kasih jatah!" jawab Mami Violet tanpa ragu-ragu membuat wajah Aruna kembali memerah karena malu.
"Baiklah! Tapi mami yang tanggung jawab kalau Mas Xavier ngomel-ngomel!" jawab Aruna pasrah mengikuti keinginan Mami mertuanya.
"Aman lah! Satai saja! Lagian kita juga butuh me time kan? Kamu nggak sedang diet kan, nak?" tanya Mami Violet.
"Mana ada aku diet mi ..." jawab Aruna.
"Baguslah! Karena di sana kue dan rotinya enak-enak!" jawab Mami Violet penuh antusias.
"Baiklah! Malam ini kita tampung gula dan lemak sebelum tidur!" kekeh Aruna kemudian memakai helmnya kembali dan mengikuti motor mami Violet menuju cafe pavoritnya.
"Masih ramai juga ternyata mi, padahal ini kan sudah malam," ujar Aruna saat masuk ke dalam cafe dan ternyata masih ramai pengunjung.
Kebanyakan di sana anak muda yang sedang nongkrong dan sepetinya ada juga beberapa orang yang menang sengaja nongkrong di sana untuk menghilangkan penat. Kedatangan mereka menggunakan motor sport besar kesana menjadi pusat perhatian. Apalagi yang turun dari dalam motor itu adalah dua wanita cantik yang berbeda generasi. Mami Violet masih terlihat lebih muda dari usianya yang sudah menginjak empat puluhan lebih.
Mereka memilih duduk di pojok dan dekat dengan kaca yang mengarah ke jalan Rasya yang masih ramai dengan lalu lalang kendaraan. Mami Violet terlihat sangat excited memilih banyak cemilan untuk teman kopi mereka.
"Mami pilih sebanyak itu memang akan habis oleh kita berdua?" tanya Aruna geleng kepala.
"Nggak apa-apa. Sekali-kali kita mukbang lemak," kekehnya.
rexa kau jd kekesed na Renata ternyata
awas az s danar berulah n mulai culas n tamak harta
ini mah harus baca ulang dari awal
thanks teh 💪