Ismi Azis berumur 17 tahun dia mengalami kecelakaan motor saat selesai tugas dari misinya
Ismi Azis seorang dokter dan hacker terbaik di negara Jepang, dia putri dari Iris Wati yang menikah dengan seorang laki-laki tampan keturunan Jepang. Ismi yang terkenal baik dan juga sering menolong orang lain membuat salah satu dokter magang iri
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir dan baca kita nya😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter fifteen
An menatap wajah ayah nya dengan mata berbinar dan langsung memeluk Bai, dia melihat ayah nya yang terpaku saat melihat wajah sang istri
Cantik bersih dan juga luar biasa. kedua telinga Bao-yo memerah melihat Annchi yang berdiri di depan nya. dulu Annchi tak sebersih ini, walau kulitnya sawo matang tapi wajah Annchi terhitung cantik di desa nya dulu, itu yang membuat para sepupu dan saudara nya cemburu dengan Annchi
"A aku bisa melihat lagi?" tanya Bao-yo dengan mata yang berkaca-kaca
"Benarkah? jadi kamu bisa melihat ku dengan jelas kan? huhuhu.... ramuan ku berhasil" ucap Annchi sambil
Grep
Tubuh Bao-yo kaku saat Annchi yang tiba-tiba memeluk nya, telinga wajah semua memerah apa lagi melihat muka tengil sang putri
"Duh.... Atu juga mau di peyut ibu" ucap An. Annchi langsung melepaskan pelukannya pada Bao-yo dan berbalik memeluk An, An tersenyum penuh kemenangan pada ayah nya
Seolah berkata lihat ibu lebih menyayangi ku, itu lah yang Bao-yo lihat dari wajah putrinya. Bao-yo pun mendengus melihat kelakuan Putri nya itu
Bai pun mendekati sang ayah dan memeluk ayahnya dan Bao-yo pun langsung membungkuk agar sejajar dengan putranya
"Hiks... akhirnya ayah bisa melihat lagi, Bai'er akan di ajak berburu kan nantinya ayah" ucap Bai. Bao-yo terkekeh mendengar pertanyaan konyol putranya, air mata nya juga tak kalah mengalir. Huwa Ming yang melihat itu juga ikut menangis, Keluarga sederhana ini saling melengkapi satu sama lain
Annchi pun tidak pergi ke pasar, dia merayakan kesembuhan Bao-yo. keluarga Sin pun terkejut Bao-yo bisa melihat lagi, mereka pun langsung mendekati rumah Bao-yo. Mereka membantu Annchi menyiapkan beberapa cemilan dan makanan untuk di bagikan ke beberapa tetangga
"Bao-yo kau sekarang sudah sehat kembali, aku ada teman berburu lagi kalau gitu" ucap Ayah Sin Yu. Bao-yo ikut tertawa, dia juga merindukan hutan dan berburu. sesekali Bao-yo melihat arah Annchi yang sedang tertawa lepas dengan beberapa wanita Keluarga Sin, mereka saling bercerita dan bercanda di dapur sana
"Nyonya Bao-yo, kulit Anda benar-benar mulus sekali" ucap Ibu Sin Yu. Annchi tertawa dia sudah tak sabar ingin mengeluarkan produk kecantikan yang dia buat di ruang kehidupan
"Benarkah? padahal aku hanya memakai krim siang dan malam saja, aku hanya membuat untuk ku, karena kulit ku sensitif kakak Ipar Sin" jawab Annchi
"Apa.... kau membuat produk kecantikan? huhu... itu luar biasa, apa bahan-bahan nya cukup langka Nyonya Bao-yo?" ucap Ibu Sin yang bernama Ibu Su Er
"Dibilang langka sih tidak, tapi itu tumbuhnya hanya di hutan dan beberapa lagi jarang tumbuh" ucap Annchi
"Ah... sayang sekali, itu bisa terbilang langka Nyonya Bao-yo" ucap ibu Su Er. Annchi terkekeh
"Aku masih memiliki beberapa persediaan, apa kakak ipar Sudi memakai nya?" tawar Annchi. dia sengaja agar para wanita di keluarga Sin memakai Skincare nya, itu juga untuk mengundang perhatian para peminat
"Eh... tidak usah itu milik Saudari Annchi, apa lagi bahan nya ada yang langka" ucap ibu Su Er. walau dalam hati dia juga ingin terlihat awet muda dan cantik seperti Annchi
"Hais... kakak ipar ini, aku masih memiliki banyak kok... ada untuk nenek tua juga, agar kakek Tua Sin semakin tergila-gila dengan nya" ucap Annchi. nenek tua Sin tertawa
"Hahaha.... mulut mu ini begitu manis nak Annchi, aku ini sudah tua, bagaimana kalau aku tambah cantik para, wanita muda di desa ini tak laku karena aku kembali muda" jawab Nenek tua Sin. semua wanita Sin dan Annchi tertawa
"Lihat para wanita itu... Mereka begitu berisik bila sudah berkumpul" ucap kakek Tua Sin. Nenek tua yang mendengar ucapan sang suami pun menyahut
"Hei... kakek tua kau tidak lupa bukan, kalau lelaki juga suka berisik saat kumpul" jawab nenek tua Sin yang bernada bercanda
"Hais... telinga mu itu walau sudah tua tapi tetap tajam saja... apa lagi kalau kami para lelaki menyelipkan koin, untuk membeli tembakau, kau langsung mengendus" canda Kakek tua Sin
"Tentu saja mata telinga dan hidung kami para istri tajam... kalau tidak tajam kalian tak bisa memakai baju, kalian pikir baju kalian turun dari langit" sahut Nenek tua Sin
"Lelaki tua ini mengalah pada Permaisuri Sin" jawab Kakek tua Sin membuat semua orang tertawa
Ketulusan Keluarga dan dukungan keluarga sangat sulit kita dapatkan. Annchi melihat keluarga Sin ini saling merangkul
"Semoga kehidupan ku disini, bisa terus merangkul kedua anak dan suamiku kelak" gumam Annchi
"Kau pasti bahagia.....
BERSAMBUNG.....