NovelToon NovelToon
Laluna Si Penerang Kegelapan

Laluna Si Penerang Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata Batin / Penyelamat / Dunia Masa Depan
Popularitas:826
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Cun

sebuah keserakahan manusia yang akan membawa petaka dari keluarganya, untungnya Laluna si gadis cantik yang perkasa ini luput dari kekejaman serta keserakahan orangtuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Competition

Hari Sabtu malam Minggu, saatnya pertandingan bela diri dilaksanakan, Laluna sudah mempersiapkan diri sematang mungkin, bahkan semalam dia sempatkan untuk berdoa agar kemenangan kali ini dia bawa kembali, Laluna membawa tas ransel untuk menyimpan peralatannya diantaranya sarung tinju dan baju ganti, kali ini pertandingan bela diri taekwondo di teruskan dengan pertandingan bebas, Laluna memakai helm pelindung muka, sehingga tak seorangpun mengenali dirinya kecuali Dandy tentunya.

Dari pojok ruangan terlihat tatapan sinis seorang wanita lawan bebuyutan Luna, Alina namanya, padahal dulunya mereka sahabatan waktu sama sama belajar di Dojo tempat latihan bela diri yang ada di Bandung, semula semuanya baik baik saja tetapi sepertinya Alina tak mau mengakui bahwasanya bagaimanapun Laluna lebih berbakat dari dia, semenjak saat itu iri dengki di hati Alina tumbuh subur hingga di manapun ada pertandingan semacamnya Alina selalu ingin menjatuhkan Laluna dengan cara yang licik sekalipun.

Tepat jam tujuh malam pertandingan di mulai, kali ini hanya para amatir yang pertama tanding dan yang bisa bertahan akan di tandingkan lagi dengan yang lebih senior, sementara di ruangan VVIP seorang bos besar beserta asisten menyaksikan pertandingan tersebut dari ruangan yang tak seorangpun pun bisa melihatnya, ruangan khusus yang di peruntukkan oleh para donatur paling besar seperti dirinya, dan yang semua orang tidak tahu uang dari penjualan tiket yang jumlahnya sangat besar ini akan di gunakan untuk kemaslahatan umat, bukan untuk memperkaya diri sendiri, misalnya membantu kesehatan dan pendidikan bagi orang miskin, dan untuk memberi beasiswa dari putra putra bangsa yang cerdas tapi tak memiliki biaya melanjutkan pendidikannya dengan mengatasnamakan sponsor dari perusahaan, dan bahkan Laluna pun tak tahu menahu tentang bisnis kaum elit ini, yang dia tahu tentu saja Luna bertanding menang dan dapat hadiah, tak perduli urusan kalangan para atasan.

Kini giliran Laluna untuk bertanding, dari gerak geriknya dia tahu benar bahwa itu adalah Alina, tentu saja membuatnya makin waspada atas kelicikan gadis itu, Alina menyeringai di balik helm pelindung merahnya, dendamnya seperti tiada batas, dendam apa? Tentunya dendam iri yang dibuat sendiri dipupuk dalam hati hingga membuat dendam itu subur tumbuh dalam otak dan jiwanya.

Alina sudah tahu tentang kegagalan menggunakan ancaman tempo hari, maka dari itu dia memakai trik lain untuk mencelakai lawannya, dia yakin sekali akan memenangkan pertandingan ini.

"Lihat Lun, di belakang sudah ada yang menunggumu, si Alina dengan kelicikannya, kamu harus waspada". Bisik Dandy, Laluna mengangguk mengerti.

MC memanggil peserta untuk naik, Laluna naik dan MC memperkenalkan diri Laluna dengan nama samarannya ketika bertanding, dengan sebutan LK, padahal LK itu adalah inisial dari namanya Laluna Khairunisa.

Laluna naik panggung dan MC memanggil penantangnya, Alina Ludwig naik panggung dengan gaya seorang jagoan. Seorang gadis setengah bule yang tinggi besar dengan badan berotot itu mengangkat kedua tangannya menyapa para penonton yang tak satupun miskin itu, semuanya bisnisman dengan kekayaan yang tiada batas.

Ronde pertama di mulai, Laluna yang kalah tinggi itu dengan santai menangkis tendangan dan pukulan dari lawannya, semua berjalan tertib dan sempurna selayaknya pertandingan.

Begitu juga di ronde selanjutnya, dan nilai Laluna masih diatas Alina, dan kini memasuki ronde terakhir, Alina menggunakan cara liciknya yang telah di rancang sedemikian rupa, dengan cara liciknya dia menabur kan serbuk yang dari tadi berada di saku celananya ke arah mata Luna hingga pedih tiada tara dirasakan gadis itu, Laluna kehilangan keseimbangan dan Alina menendang sekuat tenaga hingga Luna terpental beberapa meter, dia tengkurap menahan rasa nyeri di ulu hatinya yang terasa sangat nyeri.

"Kurang ajar, rupanya aku kurang waspada dan kurang hati hati menghadapi kelicikannya". Batin Luna, dan akhirnya pertandingan itu di nyatakan seri. Tak ada yang menang dan tak ada yang kalah.

Setelah pertandingan pertama di nyatakan seri, di adakan istirahat sebentar untuk mengembalikan stamina, dan kini mereka masuk ke dalam pertandingan bebas, kali ini Alina di hadapkan dengan petarung wanita tinggi besar yang dulu pernah dikalahkan Luna, yang kini dia menantang kembali karena merasa persiapannya telah sempurna.

Brownies namanya, karena dia merasa manis seperti kue coklat maka dia memakai nama samaran Brownies padahal namanya Mariati, seorang sekuriti bank ternama di negara ini.

Alina tidak sampai dua ronde sudah terkapar berdarah darah karena pukulan brownies alias mbak Mariati ini, Alina kalah k.o.

Kini Brownies berhadapan dengan Luna.

"Hallo LK, kita bertemu lagi dan kali ini aku pasti bisa menumbangkan mu tak sampai dua ronde, seperti si busuk teman kamu itu". sombong sekali rupanya mbak Mariati ini.

"Kita bertarung secara sportif mbak Mar, jangan coba coba curang seperti teman brengsek itu, gimana?" jawab Luna dan ketika nama keren wanita itu yang bernama brownies di panggil Mbak Mar, wanita itu marah bukan kepalang, 'tidak keren sama sekali nama itu' padahal yang ngasih nama juga Emaknya dan sudah di beri jenang merah.

Pertandingan kali ini terasa imbang dan berat, rupanya si 'Mbak Mar ini sudah banyak kelebihan daripada setahun yang lalu, pukulan tendangan dan lainnya terasa lebih kuat, Luna menemukan lawan seimbang, tapi dalam ronde terakhir kekuatan Luna seperti angin, tubuhnya terasa enteng, dan dengan heran Laluna melihat tangannya sendiri seperti tangan harimau yang siap mengoyak mangsa, Luna berontak untuk menahan kekuatan aneh ini, tapi semakin di lawan dia seperti memberi kekuatan lebih, dan dengan sekali angkat wanita tinggi besar itu kini diangkat Luna menggunakan dua tangannya keatas, seperti sedang mengangkat barbel dengan berat tiga kilogram saja, penonton bersorak riuh dan ramai. Fadli dan Hasan melongo seperti tak percaya dengan apa yang dilakukan peserta yang belum di ketahui kalau itu Laluna, gadis yang akhir-akhir ini sering tiba tiba berada dalam fikiran nya itu.

Laluna mengangkat mbak Mariati lebih dari lima belas detik, dan itu sudah telak menjadi kemenangan bagi Luna, akhirnya Luna menurunkan tubuh gempal mbak Mar dengan cara melemparkan begitu saja, mbak Mar meringis kesakitan ,sungguh tega si Luna.

Dan akhirnya wasit menemukan kelicikan Alina yang telah mencoba mengalahkan Luna dengan kelicikannya, Alina di diskualifikasi tak boleh lagi ikut pertandingan selama beberapa bulan, jika harus ikut dipastikan dia tak mengulangi perbuatannya.

Mbak Mar alias Brownies mengakui kekalahannya dengan ksatria, dia belum puas dan masih ingin belajar dan latihan lebih giat lagi agar dia bisa mengalahkan Luna.

"Luna, aku belum berhenti menantang mu, kita akan berjumpa lagi dalam pertandingan selanjutnya". Bisik Mbak Mar dan Laluna menjawab nya "Sudah lah mbak, nggak usah terobsesi untuk mengalahkan ku, semua akan sia sia, hiduplah sewajarnya nikmati hari harimu". Ucap Laluna setengah meledek, Dandy segera naik keatas ring dan memeluk Laluna erat Laluna risih di peluk cowok meski sahabatnya sendiri, dia mendorong sampai Dandy terjengkang diatas ring, semua orang malah menertawakan Dandy, Dandy malu luar biasa, dengan muka merah padam menahan malu dia berjanji akan membalas Laluna setelah pertandingan selesai, lhah emang bisa?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!