NovelToon NovelToon
AMBISI SANG SELIR

AMBISI SANG SELIR

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Uswatun Kh@

Chunxia tak pernah merasakan kehangatan keluarga sejak kecil. Kematian semua anggota keluarga mengubah hidupnya. Kini, ia hidup hanya untuk balas dendam. Ia berlatih dan berlatih hingga dewasa. Chunxia kecil mengubah namanya menjadi Zhen Yi, bahkan, ia rela bekerja di rumah bordir demi memuluskan rencananya.

Hingga saat ia menjadi Selir seorang Raja yang dikenal kejam dan tak punya rasa belas kasih. Ia harus berpura-pura menjadi wanita yang lemah lembut dan penurut, namun yang tak mereka sadari Zhen Yi memiliki rencana yang besar. Demi sebuah ambisi yang besar ia rela memanipulasi orang-orang yang begitu tulus padanya.

Putra Mahkota yang terpikat dengan kecantikannya bahkan sampai rela merebutnya dari sang Kaisar. Akhirnya perlahan kokohnya kerajaan goyah.

Mampukah Zhen Yi melancarkan aksi balas dendamnya? Atau justru, ia akan terjebak dalam permainan balas dendamnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uswatun Kh@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. AMSALIR

Malam itu, lilin-lilin di paviliun milik Zhen Yi berpijar lembut. Aroma kemenyan yang menenangkan memenuhi ruangan.

Kaisar datang dengan langkah mantap, gairahnya membuncah setiap kali ia melihat wajah Zhen Yi. Tanpa banyak bicara, sang penguasa segera menarik Zhen Yi ke dalam dekapan hangatnya.

Malam itu, Zhen Yi mengerahkan seluruh kemampuannya. Ia melayani Kaisar dengan gairah yang liar hingga membuat sang Kaisar merasa seperti pemuda kembali. Di bawah pengaruh racun yang mulai bekerja, detak jantung Kaisar berpacu lebih cepat, memberikan sensasi euforia yang semu.

Setelah gairah itu mereda, mereka berbaring bersisian di bawah selimut sutra emas. Zhen Yi tidak segera beristirahat. Ia memiringkan tubuhnya, menyandarkan kepala di dada bidang sang Kaisar yang masih naik-turun. Ia mulai memainkan jemarinya di atas kulit suaminya itu, sambil sesekali menghela napas panjang yang terdengar pilu.

"Kenapa, Sayangku? Apa yang membuatmu begitu murung?" tanya Kaisar sambil membelai rambut hitam Zhen Yi.

Zhen Yi mendongak, matanya tampak berkaca-kaca di bawah temaram lampu. "Yang Mulia ... hamba hanya merasa takut. Hari ini hamba selamat dari fitnah, tapi bagaimana dengan esok? Begitu banyak orang di istana ini yang memandang hamba dengan kebencian. Hamba hanyalah wanita tanpa sandaran, sementara mereka memiliki kekuatan besar."

Ia terisak pelan, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Kaisar. "Mungkin ... mungkin lebih baik jika hamba pergi saja dari sini sebelum mereka benar-benar menghancurkan hamba."

Mendengar itu, hati Kaisar terasa seperti disayat. Ia tak bisa membayangkan kehilangan "obat" yang membuatnya begitu bahagia ini. Baginya, Zhen Yi adalah permata yang harus dilindungi.

"Siapa yang berani menyentuhmu jika aku ada di sisimu?" geram Kaisar dengan suara berat. "Aku tidak akan membiarkan siapa pun, bahkan Permaisuri sekalipun, merendahkanmu lagi."

Kaisar terdiam sejenak, menimbang-nimbang sebuah keputusan besar. Ia butuh sesuatu yang bisa membungkam mulut semua orang dan memberikan Zhen Yi perlindungan yang nyata.

"Zhen Yi, dengarkan aku," ucap Kaisar sambil mengangkat dagu wanita itu. "Selir Ling Xian sudah terlalu lama sakit-sakitan dan tidak lagi mampu menjalankan tugasnya sebagai Selir Agung. Besok, aku akan mengeluarkan titah kekaisaran."

Zhen Yi menatapnya dengan pandangan bertanya, pura-pura tidak mengerti.

"Aku akan mencopot gelar Selir Ling Xian dan mengangkatmu menggantikannya. Kamu akan menjadi Guifei (Selir Agung). Dengan gelar itu, kau akan memegang kunci kekuasaan di Istana Belakang. Tak akan ada lagi yang berani menatapmu dengan sebelah mata."

Zhen Yi membelalakkan matanya, seolah-olah terkejut dan tak percaya. "Yang Mulia ... gelar itu terlalu tinggi untuk hamba. Hamba takut ini justru akan membuat Anda dalam kesulitan dengan pejabat istana."

"Keputusanku adalah hukum!" tegas Kaisar. "Kamu pantas mendapatkannya. Bersiaplah, besok seluruh istana akan tunduk padamu."

Zhen Yi membenamkan wajahnya kembali di pelukan Kaisar. Di dalam dadanya, ia bersorak. Satu langkah lagi, dan seluruh istana akan benar-benar berada dalam genggamannya.

Setelah langkah kaki Kaisar menjauh dan suasana paviliun kembali hening, Dali segera masuk untuk membantu majikannya. Namun, sebelum ia sempat meraih handuk, sebuah bayangan tinggi muncul dari balik pilar gelap.

Wang Zihan berdiri di sana dengan wajah yang mengeras. Tanpa sepatah kata pun, ia memberi isyarat tajam kepada Dali.

Mengerti akan situasi yang berbahaya sekaligus intim itu, Dali menunduk dalam dan segera mengundurkan diri, menutup pintu kayu dengan rapat.

Zhen Yi tengah bersandar di tepian bak mandi kayu yang besar. Air hangat yang bertabur kelopak mawar itu masih mengepulkan uap, membungkus kulitnya yang kemerahan setelah pertemuan dengan Kaisar. Ia memejamkan mata, namun telinganya menangkap suara langkah yang berat dan pasti mendekat.

Tiba-tiba, sepasang lengan kekar melingkar di bahunya. Zhen Yi tersentak, namun segera tenang saat menghirup aroma cendana dan maskulin yang sangat ia kenali.

"Pangeran ..." desisnya.

Tanpa menjawab, Zihan membenamkan wajahnya di ceruk leher Zhen Yi yang masih basah. Ia menciumi kulit itu dengan rakus, seolah ingin menghapus setiap jejak sentuhan bibir ayahnya yang mungkin tertinggal di sana. Ciumannya tidak lembut, ada rasa posesif dan kekesalan dalam setiap sesapannya.

"Kau melayaninya dengan sangat baik malam ini, bukan?" bisik Zihan dengan suara rendah yang bergetar di telinga Zhen Yi.

Zihan melepaskan jubah luarnya dengan kasar dan ikut masuk ke dalam bak mandi, membuat air hangat meluap ke lantai. Ia menarik tubuh Zhen Yi ke dalam pelukannya, menyatukan kulit mereka di bawah air. Tangannya bergerak liar, mengeksplorasi tubuh wanita itu dengan penuh tuntutan.

Zhen Yi membalikkan tubuhnya, menatap mata Zihan yang berkilat penuh kecemburuan.

"Apa kamu cemburu, Pangeran?" godanya.

"Benar, aku benci membayangkan kau berada di bawah kuasanya!" sahut Zihan sebelum membungkam bibir Zhen Yi dengan ciuman yang panas dan menuntut.

Di dalam bak mandi itu, uap air menjadi saksi bisu adegan panas yang mereka lakukan. Gerakan mereka sinkron dengan gemericik air yang tumpah. Zihan seolah ingin membuktikan bahwa meski ayahnya memiliki gelar atas tubuh Zhen Yi, dialah yang memiliki jiwa dan gairah wanita itu.

Tak puas hanya di dalam air, Zihan mengangkat tubuh Zhen Yi yang basah kuyup, menuju ranjang besar yang baru saja ditinggalkan oleh sang Kaisar. Di atas ranjang itu, Zihan kembali menjamahnya dengan lebih intens. Setiap sentuhan dan pergolakan mereka bukan lagi sekadar pemuasan hasrat, melainkan bentuk pemberontakan Zihan terhadap takdir dan ayahnya sendiri.

Mereka bercumbu berkali-kali, seolah ingin menghabiskan seluruh energi malam itu. Di antara deru napas yang memburu, Zhen Yi tahu bahwa ia telah berhasil mengendalikan dua pria paling berkuasa di kekaisaran ini dalam satu malam yang sama.

1
aska
please, gak mau aku kalau dia jadi selir nya kaisar
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: 🤭 Tapi ya bgtulah
total 1 replies
Maria Hedwig Roning
thnks thor
Bunda
Suka endingnya🤭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: Makasih kak😍
total 1 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
huwaaaa dah tamat aja 😭😭 ga happy ending pula tuh, harus ada S2 nya 😭 bikin Zihan berengkarnasi aja thor😭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©Luo Yi⧗⃟: hahah lagi sibuk pas puasa kak.. 🤣🙏
total 6 replies
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
lah Hamill !??
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
ini beneran😭 tiba" kali 🥺
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
ada fakta lain dibalik peristiwa yg Zhen Yi tau 🥺 liang kamu ceritakan lah semua sama Zhen Yi atau ga sama Dali kek biar Zihan dan Zhen Yi bersatu 😭
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
sad ending thor, padahal berharap mereka nikah
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
yahh kok zihan mati😭😭😭😭
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
bgtulah akhir balas dendam yi🥺🥺
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
kan kan kan dah mulai merasa kehilangan, masih aja menyangkal kamu Zhen kalo dah cinta sama Zihan, walau rasa balas dendam mu begitu besar tapi cinta mu akan mentolerir itu pada zihan
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
puas kali aku baca ini 😭, matii cepat" lah 🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
cian na 🥺
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
nah loh, Zihan nya malah sadar, malah ngungkapin unek" nya pula🥺 kasian di jadiin alat buat sesuatu yang diingikan orang
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
wkwkwk balas dendam nya dimulai🤣🤣🤣
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
zihan cinta nya belum berkembang sudah layu dan terkoyak, kasian tapi lebih kasian keluarga zhen yi di bantai semuanya
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
cepat tepat dan keputusan yang bagus Zhen yi
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
kasian zihan, semua bukan kemauannya
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
waduh ketahuan
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦•§͜¢•ʝєηνу⒋ⷨ͢⚤Ꮶ͢ᮉ᳟🦢
Daebak 🥳👏👏 semua dalam kendali mu Zhen Yi 🤣🤣🥳
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!