NovelToon NovelToon
Suami Penggantiku Seorang Miliarder

Suami Penggantiku Seorang Miliarder

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lulaaaa

Delaney Harper ditinggalkan oleh tunangannya tepat di hari pernikahan mereka. Rumor perselingkuhannya menyebar dengan cepat, membuat ayah Delaney murka. Namun, ibu tirinya memiliki rencana lain.
Ia memaksa Delaney menikah dengan seorang pria yang bahkan tak pernah terlintas dalam pikirannya.
Seorang pria bernama Callum Westwood.
Callum Westwood, CEO Westwood Corp, adalah sosok yang hampir tidak Delaney kenal, tetapi reputasinya dikenal oleh semua orang. Dingin. Kejam. Tak pernah dekat dengan perempuan mana pun. Dan ironisnya… dia adalah tetangga Delaney, hanya dua blok dari rumahnya—meski mereka belum pernah sekalipun berbicara.
Selain menyelamatkan Delaney dari skandal kehamilan di luar nikah, pernikahan itu ternyata merupakan cara Callum untuk membayar sebuah hutang besar dari masa lalu. Hutang yang ia tanggung sejak sepuluh tahun lalu dan ia simpan rapat-rapat sebagai rahasia.
Namun, apa sebenarnya yang terjadi sepuluh tahun lalu?
Dan bagaimana nasib pernikahan tanpa cinta ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lulaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Delanay bisa merasakan Callum bertingkah aneh. Pria itu terus-terusan menatap dirinya padahal Delanay yakin dia tidak melakukan kesalahan apapun. Atau mungkin ada sesuatu yang terlewat olehnya? Sepertinya tidak.

"Kalian berantem?” tanya Clara saat mereka selesai makan. Dan berkumpul di ruang tengah, dengan televisi menyala pelan.

“Nggak,” jawab Callum cepat.

Kening Clara berkerut. “Trus kenapa tanya soal Komi Cafe? Apa ada yang salah?”

Lagi dan lagi. Delanay melihat Callum menatapnya. Sangat dalam seolah ingin berkata sesuatu. Tapi apa?

Tak disangka pria itu kembali berpaling pada ibunya seraya berkata, “Aku cuma mau memastikan kafe itu tetap baik-baik saja.”

Komi Cafe adalah bisnis Keluarga Westwood yang diturunkan pada anak cucu, selain Westwood Group. Dan karena Callum adalah putra pertama, maka dia berhak mendapat bagian perusahaan keluarga. Sedangkan adik perempuannya, Tante Saraswati-Ibu Sean mendapat mengurus Komi Cafe. Jadi, bukan hal aneh kalau Callum khawatir bisnis itu disalahgunakan.

“Apa yang mau kamu pastikan?” Ethan ikutan menyahut.

Callum menatap sang ayah, lalu menyandarkan tubuh ke sofa, tangannya bersedekap di dada. “Aku dengar kabar, Sean suka pergi dari kafe, entah kemana. Dia juga menyuruh bawahannya mengurus laporan keuangan dan sistem jual beli kafe. Bukankah itu namanya semena-mena? Aku yakin, sikapnya bisa membuat kafe bangkrut.”

Ethan menyipit. Sejak kapan Callum menjadi ragu pada saudaranya?

“Itu kan cuma kabar, Nak?”

Clara yang berada dalam pelukan Ethan menggeleng. Putranya si workholic dengan ambisi besar, nyaris membuat Clara sakit kepala. “Kita belum tau kebenarannya."

“Meskipun cuma kabar, kita nggak bisa diam aja, Ma. Komi Cafe juga milik Westwood. Bagaimana kalau sampai terjadi sesuatu?”

“Kafe tanggung jawab Sean, Call. Kita nggak berhak ikut campur.” Clara mencoba memberi perhatian. “Mau bagaimana terjadi sesuatu pun, kalau bukan mereka yang minta tolong, kita nggak boleh turun tangan.”

Ini perjanjian tidak tertulis antar keluarga. Keluarga Westwood sudah melakukannya sejak bertahun-tahun yang lalu, dan sebisa mungkin tetap menjaganya seperti kesepakatan awal. Lagipula aneh sekali. Callum yang biasanya tenang-tenang saja, malah bertingkah gegabah. Ada apa dengannya?

“Tapi-”

“Stop, Son. Mama mu benar. Urus saja perusahaan. Kalau nanti terjadi sesuatu, biar para orang tua yang mengurusnya." Inilah yang membuat Ethan terpilih sebagai penengah baik di rumah, juga di kantor.

“Ck, terserahlah.”

Ketiga orang yang masih duduk, memperhatikan Callum menaiki tangga dengan raut kesal. Pria itu berderap cepat, sambil menenteng tas kerjanya. Ke kamar? Detik itu pula, Delanay tersadar Callum berjalan ke kamar bukannya keluar untuk kembali ke apartemennya. Pria itu tidak berpikir untuk menginap kan?

“Bocah itu,” geram Clara.

Ethan mengelus bahu sang istri. “Sudahlah, Sayang. Biarkan saja dia. Hatinya pasti kesal gara-gara kehilangan tender."

“Tender?”

Kepala yang dihias rambut kelam serupa milik Callum itu mengangguk. “Hm. Tadi pagi Dion bilang padaku, Narayanan kembali mendapatkan tender yang diincar Callum. Padahal tender itu sangat penting untuknya, menyangkut persentase perusahaan."

Ah. Kini Delanay dan Clara sadar. Rupanya Callum sedang berusaha melampiaskan rasa kesalnya lewat orang lain.

“Pantas saja dia uring-uringan."

Dan perkataan Papa Ethan terbukti. Ketika Delanay menyusul ke atas, Callum sedang tertidur tengkurap di ranjang. Tampaknya pria itu kelelahan. Namun yang membuat Delanay lebih syok adalah keadaan Callum yang tertidur tanpa baju. Selimut yang tergantung rendah hingga pinggulnya, mau tak mau membuat Delanay mengagumi body line Callum. Dari belakang saja dia tampak kekar, jantan, dan mendominasi.

Delanay berdiri termenung. Menimbang apa dia harus pindah kamar? Dia takut berbuat hal yang malah membangunkan Callum.

Mestinya tadi Delanay bertanya pada Clara. Apakah boleh memakai kamar lain? Kalau bertanya sekarang, itu tidak mungkin. Semua orang sudah tertidur di jam 10. Entah karena memang jadwalnya atau mereka hanya berusaha menghormati Delanay.

Menarik bed lantai, Delanay berusaha sepelan mungkin agar tidak mengeluarkan suara.

“...pergi.”

Hah?

Delanay kembali melongok ke ranjang. Apa tadi Callum mengatakan sesuatu?

“No! Jangan pergi.” Kali ini suaranya terdengar lebih jelas. Hanya saja tampak sebutir keringat sebesar biji jagung, menetes dari kening Callum yang terus mengigau. Bahkan tangannya bergerak resah, seolah ingin menggapai sesuatu.

Mungkinkah pria itu bermimpi buruk?

“Jangan, kumohon....”

Refleks Delanay mendekat. Duduk di atas ranjang, sebelah Callum, dan melihat jelas bagaimana wajah pucat pria itu.

“Please, jangan.”

Tangan Delanay buru-buru menggapai tangan Callum yang menangkap udara kosong. “Kak? Bangun, Kak!” panggilnya agak keras, namun Callum tetap berteriak 'jangan pergi' dalam tidurnya. Bahkan nada suara itu kian menit kian terdengar kesakitan.

Delanay bergumam bingung.

Callum sepertinya tipe yang sulit dibangunkan meski digoyang-goyangkan tubuhnya. Haruskah Delanay melakukan itu? Lalu bagaimana kalau Callum malah marah?

“Jang-tidaakk!”

Demi melihat Callum berteriak sekaligus terisak, sarat oleh kesedihan, Delanay dengan cepat menampar pipi Callum. Suara plak nyaringnya, membuat Delanay sendiri meringis. Dia harap Callum baik-baik saja. Atau setidaknya jangan sampai dia ketahuan sudah menampar suaminya.

Dan benar saja.

Tamparan itu benar-benar membangunkan Callum yang telanjur bingung saat Delanay duduk di sebelahnya, menunduk ke arahnya, dengan mata tertutup dan tangan menggantung di udara.

“Ada apa?” tanya pria itu linglung.

Perlahan Delanay menyembunyikan tangannya ke belakang.

“T-tadi kakak teriak, jadi aku bangunin.”

Merasa aneh dengan posisi berbaring, Callum lekas bangkit. Duduk berhadapan dengan Delanay yang sedikit memundurkan tubuhnya. Itu gerakan spontan mengingat rasa bersalahnya sudah menampar Callum, dan tidak mau mengakuinya.

“Jam berapa ini?”

Delanay melirik jam dinding, meski cahaya lampu kamar redup. “Setengah sebelas.”

Callum mengusap wajah. Yakin sekali Delanay sudah melihat dia bermimpi buruk. Saat ini saja wanita itu tampak gugup dan berkali-kali melemparkan pandangan, begitu mereka hampir bertatapan. “Maaf sudah merepotkanmu," kata Callum kemudian berjalan ke arah kamar mandi. Meninggalkan Delanay yang diam. Cukup melongo.

Sementara di kamar mandi, Callum menyalakan shower. Dia butuh mandi.

Sial. Hampir saja dia membuat Delanay melihat kelemahannya. Lagipula kenapa mimpi itu kembali menghantuinya sejak bertahun-tahun Callum ingin melupakannya?

Tok-tok-tok

“Kak? Kakak masih lama?” tanya Delanay dari luar.

Callum sigap menarik handuk untuk menutupi bagian tubuh bawahnya yang polos, kemudian membuka pintu.

“Kenapa? Aku bahkan belum mandi sama sekali." Suara datar itu terdengar lebih baik di telinga Delanay, daripada nada serak dua menit yang lalu.

“Ma-maaf, Kak. Aku kebelet."

Jangan ragukan kebeletnya wanita hamil. Delanay merasakan sendiri rasa kebelet tak bisa ditahan, begitu memasuki kehamilan satu minggu. Mungkin itulah yang dinamakan perubahan ibu hamil. Bukan hanya hormon, tapi juga kebiasaannya.

Callum berdecih. “Selesaikan dengan cepat." Tubuhnya lalu menyingkir keluar dan membiarkan pintu berdebum pelan di belakangnya. Selama Delanay menuntaskan panggilan alam, Callum tidak beranjak sedikitpun dari depan pintu. Dingin? Jelas. Apalagi hanya dengan sehelai handuk. Namun Callum terbiasa kedinginan apalagi ketika dia harus lembur hingga pukul 1. Mandi dengan air dingin pun tetap dia lakukan. Alasannya, Callum benci membasuh diri dengan air hangat maupun panas, rasanya tak sesegar menggunakan air dingin.

Suara ceklek mengalihkan pandangan Callum. Delanay tampak lega.

“Kak, ud-”

Demi apa, Delanay baru sadar sekarang Callum hanya memakai handuk. Tubuh bagian atasnya terekspos jelas, apalagi sixpack dan v-line ke dalam handuk yang membuat jantung Delanay berlarian.

“Suka sama yang kamu lihat?” tanya Callum menggoda. Ada seulas seringai terlepas saat ia berkata, “Ingin melihat yang lebih jauh? Aku bisa memberikannya secara cuma-cuma.”

Detik itu juga, Delanay menjerit keras tatkala Callum menarik pelan handuknya lalu berjalan santai ke pintu kamar mandi. Astaga, bokongnya....

1
Mia Camelia
nah gitu dong ada yg mulai duluan👍☺☺☺☺
mantap thor😂
Mia Camelia
parah nih gosip nya🤣
Mia Camelia
ya jonathan naksir delanay kahh???
Mia Camelia
calum jdi posesif ya😂😂😂mantap nih
Mia Camelia
hahaaha kasian banget dion hrz bolak balik🤣🤣🤣sabar ya
Mia Camelia
kak ayo update lgi🤣
Mia Camelia
ayo up date lgi thor☺
Mia Camelia
lanjut thor, 😄😄😄
jadi pingin cepet2 ngliat mereka ke pesta🥰
Mia Camelia
so sweet banget deh 🥰🥰🥰
Mia Camelia
callum udh mulai posesif kalii yaa🤣🤣🤣
Mia Camelia
sean jdi terlibat terus yaa😔
Mia Camelia
hahaaa callum jdi suka iseng yaa🤣🤣🤣🤣
Mia Camelia
wah...wah...calum udh mulaj kebakaran jenggot nih😂😂😂
makin seeruuu nih🥰
Mia Camelia
waduh 🤣🤣🤣calum akting nya mantapp👍👍👍
Mia Camelia
thor ayo up lagi, ya ampun cerita nya bagus banget😄
Mia Camelia
ini kenapa callum yg jdi bucin yaa??🤣🤣🤣
Mia Camelia
kaget ternyata callum bisa marah juga denger delanay ada yg jelek2iin🤣🤣🤣
seruuu banget thor😄
Mia Camelia
wah callum sikap nya berubah mulu ya, kadang dingin, kadang manis, kadang nyeremiin🤣🤣🤣🤣
Mia Camelia
siapa sih yg perkosa delanay??? ayoo thor kasih tau napa ?🤣🤣🤣
Mia Camelia
lanjut thor😄😄😄
callum kok dingin ky es balok banget sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!