NovelToon NovelToon
Bakti Suami Derita Istri

Bakti Suami Derita Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Ibu Mertua Kejam / Identitas Tersembunyi / Nikahmuda / Keluarga / Romansa
Popularitas:25.6k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

"Bagimu, Ibu adalah surga. Tapi bagiku, caramu berbakti adalah neraka yang menghanguskan masa depan anak kita."

Disa mengira pernikahannya dengan Abdi adalah akhir dari perjuangan, namun ternyata itu awal dari kemelaratan yang direncanakan. Abdi adalah suami yang sempurna di mata dunia anak yang berbakti, saudara yang murah hati. Namun di balik itu, ia diam-diam menguras tabungan pendidikan anak mereka demi renovasi rumah mertua dan gaya hidup adik-adiknya yang parasit.

​Saat putra mereka, Fikri, butuh biaya pengobatan darurat, barulah Disa tersadar: Di dompet Abdi, ada hak semua keluarganya, kecuali hak istri dan anaknya sendiri.

​Kini, Disa tidak akan lagi menangis memohon belas kasih. Jika berbakti harus dengan cara mengemis di rumah sendiri, maka Disa memilih untuk pergi dan mengambil kembali setiap rupiah yang telah dicuri darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bakti Suami Derita Istri

​Kepergian Disa dan Rendi meninggalkan keheningan yang menyesakkan di meja tempat Abdi dan Rini berdiri. Namun, keheningan itu segera berganti dengan bisik-bisik tajam dari meja-meja di sekitar mereka. Para pengunjung kafe yang tadinya mengira Abdi adalah eksekutif muda yang sedang dizalimi, kini menatapnya dengan pandangan rendah. Kata-kata Disa tentang "pindah inang" dan "pakaian yang dibelikan janda" seolah bergema di seluruh ruangan.

​Abdi merasa wajahnya seperti terbakar. Ia bisa merasakan tatapan sinis dari seorang pelayan yang tadi begitu ramah menyambutnya. Ia melihat ke bawah, ke arah sepatu kulit mengkilapnya, dan tiba-tiba sepatu itu terasa sangat berat. Benar kata Disa, tidak ada satu pun yang menempel di tubuhnya saat ini yang berasal dari keringatnya sendiri.

​"Rin, ayo pergi dari sini. Aku mohon," bisik Abdi dengan suara parau. Ia tidak sanggup lagi mendongakkan kepala.

​Rini, yang biasanya meledak-ledak, kali ini hanya bisa menggigit bibir bawahnya. Ia malu, tentu saja. Tapi rasa cintanya yang buta pada Abdi membuatnya merasa harus tetap menjadi pelindung. Bagi Rini, harga diri Abdi adalah investasinya.

​"Mas, jangan didengarkan. Mereka cuma iri," ujar Rini, meski suaranya sedikit bergetar. Ia meraih tas tangan mahalnya dan memberi isyarat pada pelayan.

"Batalkan pesanan kami. Kita pindah ke tempat yang lebih... privat."

​Mereka berjalan keluar dengan langkah terburu-buru. Di belakang mereka, sayup-sayup terdengar tawa kecil dari sekumpulan sosialita yang sedang arisan. Abdi merasa seperti narapidana yang sedang diarak. Begitu sampai di dalam mobil, Abdi langsung menyandarkan kepalanya ke dashboard.

​"Aku nggak tahan, Rin. Disa bener-bener mau menghancurkan aku di depan semua orang," keluh Abdi frustrasi.

​Rini mengelus tengkuk Abdi dengan posesif. "Sabar, Mas. Besok lusa di pengadilan, kita akan tunjukkan kalau kita punya segalanya. Disa cuma punya mulut besar, tapi aku punya uang untuk membungkam siapa pun. Kita akan beli kemenangan itu, Mas. Aku janji."

​Abdi hanya memejamkan mata. Ia merasa seperti boneka yang sedang ditenangkan oleh pemiliknya. Nyaman, tapi hampa.

​Di sudut kota yang berbeda, Amel duduk sendirian di sebuah kafe yang suasananya lebih tenang. Matanya sembab, namun riasannya tetap tebal. Sejak diputus oleh Satria, dunianya terasa runtuh. Keinginan untuk hidup mewah tanpa bekerja adalah prioritas utamanya, namun kenyataan bahwa keluarganya sedang di ujung tanduk hukum membuatnya mulai cemas.

​Di depannya, sebuah laptop terbuka menampilkan situs lowongan kerja. Namun, tak satu pun pekerjaan yang membuatnya tertarik. "Staff Administrasi? Gaji 5 juta? Mana cukup buat beli skincare-ku?." gumam Amel kesal.

​Dulu saat masih menjadi calon menantu keluarga Satria, Amel sangat angkuh. Ia sering menolak mentah-mentah ajakan kenalan dari pria-pria di kantor atau relasi kakaknya. Ia merasa Satria adalah puncak pencapaiannya. Tapi sekarang, saat status "calon istri orang kaya" itu lepas, Amel merasa haus akan validasi.

​Tiba-tiba, seorang pria paruh baya berjalan melewati mejanya. Pria itu menebarkan aroma parfum kayu yang sangat mahal dan maskulin. Langkahnya mantap, mengenakan setelan jas abu-abu tanpa dasi yang terlihat sangat modis tipe old money yang sering Amel lihat di drama televisi.

​Pria itu berhenti di depan meja Amel. Ia menoleh ke sekeliling kafe, lalu menatap Amel dengan senyum yang sangat sopan.

​"Maaf, Mbak. Sepertinya semua meja penuh. Boleh saya berbagi meja di sini? Kebetulan saya hanya sebentar menunggu kolega," ucap pria itu dengan suara berat yang menenangkan.

​Amel mengerutkan kening. Ia melirik ke sudut kafe; sebenarnya masih ada dua meja kosong di dekat jendela. Namun, pandangan Amel teralih pada sebuah kunci mobil dengan logo kuda jingkrak Ferrari yang diletakkan pria itu di atas meja. Tak ketinggalan, sebuah jam tangan Patek Philippe melingkar di pergelangan tangannya.

​Ego Amel tiba-tiba melambung. "Laki-laki ini sengaja memilih mejaku", pikirnya penuh percaya diri.

​"Oh, silakan, Om... eh, Mas," jawab Amel dengan nada yang tiba-tiba dibuat lembut. Ia menutup laptopnya setengah, seolah ingin menunjukkan bahwa dia tidak terlalu sibuk.

​Pria itu duduk, lalu mengulurkan tangan. "Saya Tio. Maaf kalau mengganggu waktu santainya."

​"Amel," jawabnya singkat sambil menyambut jabat tangan Tio. Tangan pria itu terasa hangat dan halus.

​"Lagi sibuk cari kerja, Amel? Saya lihat tadi kamu sedang buka portal lowongan," tanya Tio basa-basi sambil memesan double espresso pada pelayan tanpa melihat menu. Pembawaannya sangat humble, seolah-olah dia adalah orang biasa, namun segala yang melekat di tubuhnya berkata sebaliknya.

​Amel menghela napas dramatis, mencoba memancing simpati. "Iya, Mas Tio. Lagi cari-cari saja. Tapi ya gitu, zaman sekarang susah cari yang cocok."

​"Memangnya sebelumnya kerja di mana?"

​"Aku... aku tidak bekerja sebenarnya. Kemarin fokus mengurus persiapan pernikahan, tapi ya... takdir berkata lain," Amel menunduk, memasang wajah sedih yang sudah ia latih di depan cermin. Amel juga tidak akan bilang jika dirinya baru saja di pecat.

​Tio tampak mengangguk paham. "Sayang sekali. Wanita secantik dan secerdas kamu harusnya punya kesibukan yang membanggakan. Kebetulan sekali, saya adalah CEO di sebuah perusahaan holding properti. Saya sedang mencari asisten pribadi yang bisa dipercaya dan tentu saja, punya penampilan yang representatif."

​Jantung Amel berdegup kencang. CEO? Asisten pribadi? Ini adalah jawaban dari segala doanya.

​"Asisten pribadi? Tugasnya apa saja ya, Mas?" tanya Amel, mencoba tidak terlihat terlalu bersemangat.

​Tio memajukan tubuhnya sedikit, menatap mata Amel dalam-dalam. "Hanya mengatur jadwal saya, menemani pertemuan bisnis dan sesekali melakukan perjalanan dinas ke luar kota. Gaji dan fasilitas? Kamu bisa sebutkan sendiri angka yang kamu mau."

​Amel merasa terbang ke awan. Di depannya ada sosok pria matang, tampan untuk ukuran umurnya, dan terlihat sangat mapan. Jauh lebih royal kelihatannya daripada Satria yang masih harus meminta izin orang tuanya.

​"Aku... aku belum pernah jadi asisten pribadi sebelumnya," ucap Amel malu-malu.

​Tio tertawa kecil, suara tawanya sangat rendah dan menggoda. "Jangan khawatir. Saya lebih suka mengajar dari nol daripada menerima yang sudah merasa pintar. Ini kartu nama saya. Kalau kamu berminat, besok pagi datang ke kantor saya di Kuningan. Kita bicarakan kontraknya."

​Tio berdiri karena koleganya tampak sudah datang di depan pintu. Sebelum pergi, ia menyentuh bahu Amel sekilas. "Saya harap kamu datang, Amel. Saya rasa kita akan menjadi tim yang... sangat serasi."

​Amel menatap kartu nama mewah itu dengan tangan gemetar. Tio Abimanyu - CEO Global Property Group.

​Amel tersenyum licik. Ia merasa ini adalah jalan untuk membalas dendam pada Disa. Jika kakaknya punya Rini, maka dia punya Tio. Ia tidak sadar bahwa di dunia ini, tidak ada makan siang yang gratis, apalagi dari seorang pria yang tiba-tiba muncul saat seseorang sedang berada di titik terendah.

​Amel tidak melihat bagaimana mata Tio berkilat dingin saat pria itu berjalan menjauh. Ada sesuatu yang misterius di balik keramahtamahan "Om" yang baru ia kenal itu.

1
Ariany Sudjana
ga usah nyesal abdi,kan ini keinginan kamu untuk berpisah dengan Disa
stela aza
lanjut thor up yg banyak y
Noey Aprilia
Blng aja kl arlanda sklian pdkt sm clon ank tirinya,kn kl udh dkt sm anknya tar emaknya jg bkln dkt....
udh dpt lmpu hjau dr clon mrtua tu disa,jd kl arlanda ngjak srius trima aja...
Ariany Sudjana
ayo Disa tunggu apa lagi, seluruh keluarga besar Abimanyu mendukung kamu jadi istrinya Arlanda
Noey Aprilia
Waahhhh.....
s bpk gercep bgt buat pdkt sm disa....udh bkin heboh krna smp rela jmput pjaan hti,d ajk kncan jg.....
Ariany Sudjana
tinggal tunggu Arlanda melamar Disa
Noey Aprilia
Busyeettt.....
skluarga jd piaraan smua..yg laki piaraan tante girang,yg wnita piaraan om hdung belang.....ccckkkk......
Ariany Sudjana
hahaha ternyata andi juga hanya jadi laki-laki peliharaan 🤣🤣😄
Noey Aprilia
Boleh ktwa guling2 ga siihhh????
Dr yg songong'nya amit2,skrng jualn tisu buat mkn...ada lg yg lbh lwak,mntan suami yg ngrim chat cma buat mnta uang.....y aampuuunnn.....
Ariany Sudjana
bagus disa, kamu tidak jadi kacang yang lupa kulit, kamu tetap loyal pada kantor pa Heru dan teman-teman kamu di kantor pa Heru, dan kamu tetap ingat jasa pa Heru yang mengangkat kamu dan memberi kami kepercayaan di saat kamu terpuruk. tetap menjadi Disa yang rendah hati dan jujur, meskipun tawaran dari Miranda dan Arlanda juga ga bisa dianggap remeh
Andez Aryani
lah bukan'y udh janji ma pak heru gk bakal ninggalin kantor'y klo d ajak kerja ma miranda thor
Ariany Sudjana
sudah Disa, jangan pikirkan keluarga toxic itu, saatnya fokus sama Fikri dan juga Arlanda 😄
Noey Aprilia
Hbis glap,trbitlah terang y disa....😁😁😁....
ga ush mkrin mreka yg udh bkin km mndrta,biar aja mreka jd gmbel....yg pnting km sm kluargamu baik2 aja,apa lg skrng bestie sm holang kaya....
Noey Aprilia
Pdhl buat mkan aja susah,msih smpet neror disa....tp syangnya,dia ga tau kl disa d jgain singa galak mlai skrng...jd spa pun yg ngusik,abs lh kna trkam....
Ariany Sudjana
wah siap-siap Disa jadi calon istrinya Arland la 😄😄, setuju
Ariany Sudjana
bagus Arlanda, kamu gercep melindungi disa dan keluarganya di kampung, jangan biarkan Tio menyentuh Fikri seujung kuku pun
Noey Aprilia
1 kta buat mreka....sokooorrr.....
eehhh....spa lg tu yg bkln nysul jd gmbel???brani bgt ngusik disa yg udh d lndungi sm sing galak.....
Ariany Sudjana
aduh siapa lagi yang meneror Disa? semoga arlanda bisa bergerak cepat melindungi Fikri
Noey Aprilia
Woooowww.....
disa emng kerennn...dlu d abaikn suami,d hina mrtua plus ipar yg sma2 gila....smp hrus mnhan lpar dmi bakti...skrng....dia mmetik buah dr ksbaran'nya....smnggttt...
Ariany Sudjana
berarti Arlanda akan jadi jodohnya Disa? bagus, sama-sama cerdas, berintegritas, jujur, ga berat sebelah seperti dengan abdi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!