NovelToon NovelToon
Gaze Of The Heart

Gaze Of The Heart

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"PERINGATAN : Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat, atau alur, Adalah Hasil Imajinasi Penulis, Murni Kebetulan Semata. Interpretasi agama dalam cerita ini merupakan bagian dari pengembangan karakter dan tidak dimaksudkan untuk mengubah ajaran atau akidah yang ada." Terimakasih 🙏

Ameera Nafeeza memiliki segalanya yang di ditawarkan dunia. Namun di balik pakaian rancangan desainer dan pesta kaum sosialita, jiwanya terasa hampa.
Hidupnya berubah drastis saat ia menyelamatkan Syifa Azzahra, seorang wanita Muslimah yang taat, dari seorang pencopet jalanan.
Bukannya dompet, Ameera justru memegang sebuah Al-Qur'an bersampul beludru, sebuah pemberian dari Syifa yang menjadi awal dari kebangkitan spiritualnya. Demi mencari ketenangan yang belum pernah ia rasakan, Ameera meninggalkan kehidupan kelas atasnya untuk tinggal di sebuah pesantren yang tenang.
Di sana, ia bertemu dengan Liam Al-Gazhi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jawaban yang Membungkam

Kantin SMA High School itu lebih mirip lounge hotel berbintang. Lantai marmer, pendingin ruangan yang sejuk, dan deretan kedai makanan sehat yang tertata rapi. Di sudut paling strategis, Aydan duduk bersama Kay dan Leo. Di atas meja mereka, bukan hanya ada botol air mineral, tapi juga beberapa kunci motor gede dan sketsa modifikasi mesin.

Aydan, meski dikenal sebagai sosok yang religius dan kaku soal prinsip, memiliki sisi maskulin yang sangat kuat. Ia adalah pembalap lintasan sirkuit yang andal di akhir pekan, sebuah hobi yang disetujui Liam selama Aydan tetap menjaga shalat dan keselamatannya.

"Dan, serius lo mau pakai ban slick buat balapan Sabtu besok? Ramalan cuaca bilang bakal hujan, lho," Leo, pria bertubuh atletis dengan gaya sporty, mengetuk-ngetuk meja.

Aydan memutar kunci motornya di telunjuk. "Gue main di feel, Leo. Kalau aspal basah, gue tinggal mainin throttle. Lagian, motor gue udah setingan kering," jawab Aydan datar. Suaranya yang berat membuat teman-temannya selalu menyimak setiap kata yang keluar.

"Halah, sok asyik lo, Dan! Mentang-mentang dijuluki The Silent King'l di lintasan," tawa Kay pecah.

Di tengah obrolan maskulin itu, langkah kaki yang berirama terdengar mendekat. Aroma parfum bunga yang kuat menyengat hidung Aydan, parfum yang bagi Aydan terlalu berlebihan untuk suasana sekolah.

Dayana berdiri di samping meja mereka. Ia melipat tangan di dada, membuat kerudung sifonnya yang tipis semakin tersingkap dan memperlihatkan pakaian ketatnya. Ia menatap Aydan dengan pandangan menantang.

"Hey, cowok dingin," sapa Dayana. Suaranya jernih, sengaja dibuat sedu sedu manis di depan teman-teman Aydan.

Aydan hanya mendongak sebentar. Tatapannya tidak turun ke arah dada Dayana yang terbuka, melainkan hanya berhenti di dahi gadis itu. Detik berikutnya, ia kembali menatap kunci motornya.

"Apa?" jawab Aydan singkat. Satu kata yang sangat dingin hingga membuat Leo dan Kay saling lirik.

Dayana merasa harga dirinya terusik. Sebagai siswi pindahan yang sudah menjadi pusat perhatian dalam hitungan jam, ia tidak terbiasa diabaikan.

"Apa kau punya masalah?" Dayana bertanya lagi, suaranya sedikit meninggi. "Kenapa tatapanmu di kelas tadi kelihatan benci banget? Aku belum kenal kamu, tapi kamu seolah-olah menganggap aku ini sampah. What is your problem, actually?"

Leo dan Kay tertawa bersamaan, mencoba mencairkan suasana yang mendadak membeku. "Hahaha! Jangan tersinggung, Dayana. Dia memang seperti ini," celetuk Leo. "Dia nggak benci kok, dia cuma... ya, begitulah, spesies langka."

Aydan meletakkan kunci motornya dengan pelan di atas meja. Suara dentuman kecil itu membuat meja menjadi hening. Ia berdiri, membuat tinggi badannya yang menjulang memberikan intimidasi alami pada Dayana.

Ia tidak menatap mata Dayana, melainkan menatap ke arah tembok di belakang gadis itu.

"Aku tidak membencimu, Dayana," ucap Aydan dengan nada yang sangat tenang, namun menusuk. "Aku hanya tidak suka melihat sesuatu yang setengah-setengah."

Dayana mengernyitkan dahi. "Setengah-setengah? Maksudmu?"

Aydan melangkah satu langkah lebih dekat, namun tetap menjaga jarak syar'i. "Kau memakai kerudung untuk menaati Tuhan, atau hanya untuk menutupi rambut karena sedang bad hair day? Karena jika tujuannya untuk Tuhan, cara berpakaian mu itu menghina aturan-Nya. Menutup kepala tapi membiarkan bagian dadamu jadi konsumsi mata laki-laki di kantin ini... bagiku itu bukan kecantikan. Itu hanya rasa haus akan perhatian."

Seluruh kantin yang berada di dekat mereka mendadak sunyi. Kay dan Leo bahkan menahan napas. Mereka tahu Aydan keras, tapi mereka tidak menyangka Aydan akan sefrontal itu di depan seorang wanita cantik.

Aydan mengambil tasnya, lalu menatap Kay dan Leo. "Gue duluan ke masjid. Udah mau azan."

Dayana mematung. Wajahnya memerah padam, antara marah dan malu yang luar biasa. Ia merasa dipermalukan di depan umum oleh pria yang bahkan tidak sudi menatap matanya.

"Cowok sombong!" teriak Dayana saat Aydan sudah menjauh beberapa langkah.

Aydan berhenti sejenak tanpa menoleh. "Sombong itu saat kau merasa tidak butuh aturan Tuhan, Dayana. Pikirkan lagi kenapa kau memakai kain itu di kepalamu."

Aydan berlalu, meninggalkan Dayana yang gemetar karena kesal, dan teman-temannya yang hanya bisa melongo.

Di dalam hati, Dayana bersumpah tidak akan membiarkan pria ini menang. Namun di sisi lain, ada sesuatu dalam ucapan Aydan yang mendadak membuat Dayana merasa sangat... telanjang.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
💗 AR Althafunisa 💗
Alhamdulillah...🥰🥰🥰
💗 AR Althafunisa 💗
😂😂😂😂😩
💗 AR Althafunisa 💗
Nyesel kan kamu Ay 😩😭
💗 AR Althafunisa 💗
Sudah kuduga pasti salah paham 😌
💗 AR Althafunisa 💗
ninggalin jas lab, perasaan dipake ya 😅
ros 🍂: Mohon Maaf Lupa author lupa🤭😭
total 1 replies
💗 AR Althafunisa 💗
Alhamdulillah... 🥰🥰🥰
💗 AR Althafunisa 💗
Aamiin Allahumma Aamiin...
💗 AR Althafunisa 💗
Alhamdulillah... 😍
💗 AR Althafunisa 💗
dan sejarah pun terulang 😁
💗 AR Althafunisa 💗
🥺🥺🥺🥺
💗 AR Althafunisa 💗
Ceritanya bagus 👍😍
ros 🍂: Ma'aciww kak😍
total 1 replies
💗 AR Althafunisa 💗
Ini cerita nya bagus koq pembacanya ga ada ya 🥺
Titik Sofiah
lanjut Thor 😍
💗 AR Althafunisa 💗
Alhamdulillah...
💗 AR Althafunisa 💗
Aku baca novel ini seperti kembali pulang 🥺🥺🥺
ros 🍂: Terharu aku kak 😭😍
total 1 replies
Sweet Girl
Naaah kesempatan... kamu bisa belajar sama Liam...
Selvia Sihite
aku suka alurnya, keren, tidak betele tele, semangat 💪
Titik Sofiah
awal yg menarik ya Thor
falea sezi
lanjut
falea sezi
baru nyimak moga bagus ampe ending dan g ribet atau bertele tele
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!