NovelToon NovelToon
Fang Yuan

Fang Yuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Action / Epik Petualangan
Popularitas:55.2k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Fang Yuan kehilangan kedua orang tuanya karena ulah kultivator.Lalu Ia hidup bersama kakeknya hingga akhirnya sang kakek pun meninggalkannya seorang diri.

Di tengah kerasnya dunia, Fang Yuan menemukan sebuah buku kultivasi. Tanpa bakat, tanpa dukungan, hanya dengan tekad.

“Aku akan melakukan apa pun 1000 kali… sampai berhasil.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Seribu Tamparan, Satu Kebangkitan(fix)

​Waktu adalah sungai yang dingin, dan bagi Fang Yuan, ia telah tenggelam di dalamnya selama delapan tahun yang menyiksa.

​Dari bocah kecil berusia tujuh tahun yang ringkih, ia tumbuh menjadi remaja berusia lima belas tahun dengan tubuh yang tinggi namun kurus—seperti sebilah pedang tua yang berkarat namun tetap tajam.

Wajahnya dipenuhi garis-garis keras, dan matanya tidak lagi memancarkan binar anak-anak; hanya ada kegelapan yang tenang di sana.

​Selama delapan tahun itu, hidupnya adalah siklus antara rasa lapar, kerja kasar sebagai kuli panggul di pasar, dan latihan kultivasi yang hampir mustahil.

Bakatnya benar-benar biasa saja. Jika orang berbakat hanya butuh satu hari untuk benar-benar merasakan Qi secara sempurna, Fang Yuan butuh berbulan-bulan.

Jika orang lain hanya butuh satu tahun untuk menembus satu tahap kecil, Fang Yuan harus merangkak selama bertahun-tahun demi kemajuan yang bahkan tidak terlihat oleh mata.

​Namun, ada satu hal lagi yang membuatnya menjadi bahan tertawaan seluruh Desa Batu.

​Obsesinya terhadap Lin Xin dan itu karena petunjuk di buku warisan leluhurnya agar dapat menyempurnakan Kondensasi Qi.

​Sore itu, salju tipis mulai turun membasahi bumi. Di depan gerbang desa, Lin Xin berdiri dengan anggun.

Di usianya yang kelima belas, ia telah mekar menjadi bunga tercantik di wilayah itu.

Kulitnya putih bersih, dan jubah sutranya menunjukkan bahwa keluarganya semakin kaya sejak Chen Li mengirimkan sumber daya dari sekte.

​"Lin Xin." suara parau itu memecah kesunyian.

​Lin Xin menghela napas panjang, sebuah ekspresi muak yang sudah mendarah daging muncul di wajahnya.

Ia berbalik dan melihat Fang Yuan berdiri di sana, pakaiannya tipis dan penuh tambalan, memegang sekuntum bunga liar yang layu karena kedinginan.

​"Fang Yuan ... kau lagi?" suara Lin Xin dingin seperti es.

​"Lin Xin, aku menyukaimu. Maukah kau menjadi pasanganku?" Fang Yuan mengucapkannya dengan nada datar, hampir seperti sebuah mantra yang sudah ia baca berulang kali tanpa jiwa.

​PLAK!

​Sebuah tamparan keras mendarat di pipi kiri Fang Yuan, meninggalkan bekas merah yang kontras dengan kulitnya yang pucat.

​"Kau tidak punya malu, ya?!" teriak Lin Xin. "Lihat dirimu! Kau hanya kuli pasar! Kau sampah yang bahkan tidak bisa berkultivasi dengan benar! Chen Li sudah menjadi murid inti di Sekte Daun Perak, sedangkan kau? Kau bahkan tidak lebih berharga daripada debu di sepatuku!"

​Fang Yuan tidak membalas. Ia hanya berdiri diam, membiarkan rasa perih itu meresap ke dalam jiwanya.

​"Ini adalah yang ke-999, Fang Yuan!" lanjut Lin Xin dengan suara melengking, menarik perhatian warga desa yang mulai berkerumun dan tertawa mengejek. "Besok Chen Li akan menjemputku untuk masuk ke sekte sebagai pelayan pribadinya. Jangan pernah muncul lagi di hadapanku, atau aku akan meminta Chen Li mematahkan seluruh tulangmu!"

​Warga desa tertawa terbahak-bakak.

"Lihat si gila itu! Masih bermimpi mendapatkan angsa langit!"

"Bakat sampah, wajah sampah, nasib pun sampah!"

​Fang Yuan tetap diam. Ia memungut kembali bunga liarnya yang jatuh ke tanah, lalu berbalik pergi tanpa sepatah kata pun.

Di dalam hatinya, ia menghitung. Sembilan ratus sembilan puluh sembilan.

​Keesokan paginya, seluruh desa berkumpul. Sebuah kereta kuda yang megah, dikawal oleh dua pria berseragam Sekte Daun Perak, tiba di gerbang desa.

Chen Li turun dari kereta dengan gagah, mengenakan jubah putih bersih dengan sulaman perak di kerahnya.

Auranya kuat, menandakan ia telah melewati tahap awal Kondensasi Qi dengan mudah.

​Saat Chen Li hendak membimbing Lin Xin masuk ke kereta, sosok kurus Fang Yuan muncul dari balik kerumunan.

​"Tunggu." ucap Fang Yuan.

​Chen Li menyipitkan mata, senyum merendahkan muncul di bibirnya. "Oh, si sampah Fang Yuan. Aku dengar kau menjadi pengemis cinta selama delapan tahun? Kau benar-benar konsisten dalam menjadi menjijikkan."

​Lin Xin bersembunyi di balik punggung Chen Li, menatap Fang Yuan dengan tatapan jijik yang murni.

​Fang Yuan melangkah maju, tepat di hadapan Lin Xin. "Lin Xin, ini adalah yang terakhir. Maukah kau bersamaku?"

​Suasana menjadi hening sesaat, sebelum tawa meledak dari seluruh penjuru desa. Chen Li tertawa hingga memegang perutnya.

​Lin Xin melangkah maju, wajahnya memerah karena malu dan marah. Ia mengambil napas dalam-dalam, lalu meludahi tanah di depan kaki Fang Yuan.

​"Mati saja kau, Fang Yuan! Kau menjijikkan, kau bau, dan kau adalah alasan kenapa kakekmu bunuh diri! Aku tidak akan pernah sudi melihat wajahmu lagi, bahkan jika kau adalah pria terakhir di dunia ini!"

​PLAK! PLAK!

​Dua tamparan keras kali ini mendarat di kedua pipinya. Lin Xin kemudian mendorongnya hingga Fang Yuan jatuh tersungkur di lumpur salju yang kotor.

​"Pergilah ke neraka!" seru Lin Xin sebelum naik ke kereta.

​Kereta kuda itu mulai bergerak, meninggalkan debu dan tawa yang menggema. Fang Yuan tetap terduduk di lumpur. Ia menyentuh pipinya yang mati rasa.

​"Seribu ..." bisik Fang Yuan.

​Tiba-tiba, ia tertawa. Sebuah tawa yang lirih, lalu perlahan mengeras hingga menjadi tawa histeris yang menakutkan.

Warga desa yang melihatnya segera menjauh, menganggap kegilaannya sudah mencapai puncak.

​Fang Yuan kembali ke rumah kayunya yang kini hampir roboh. Ia mengunci pintu, duduk bersila di tengah ruangan yang gelap.

​Delapan tahun ia melakukan ritual itu. Bukan karena ia benar-benar mencintai Lin Xin, tapi karena ia ingin menguji satu hal: Ketabahan.

Ia menggunakan penghinaan Lin Xin sebagai palu untuk menempa mentalnya.

Setiap tamparan adalah pengingat betapa lemahnya dia. Setiap hinaan adalah api yang membakar rasa malunya hingga menjadi abu.

​Kini, seribu percobaan telah selesai. Beban emosional terakhir dalam dirinya—keinginan untuk diterima oleh manusia lain—telah putus sepenuhnya.

​"Ritual seribu kegagalan ... selesai." bisiknya.

​Ia memejamkan mata dan mulai menjalankan teknik pernapasan tingkat rendahnya. Kali ini, auranya berbeda.

Qi di sekitarnya tidak lagi masuk dengan ragu-ragu, melainkan tersedot dengan rakus ke dalam tubuhnya.

​Boom!

​Suara ledakan halus terdengar dari dalam meridiannya.

Aliran Qi yang selama ini macet dan lambat, tiba-tiba mengalir deras seperti bendungan yang jebol.

Seluruh pori-porinya mengeluarkan cairan hitam berbau busuk—kotoran fana yang keluar dari sumsum tulangnya.

​Selama delapan tahun, ia hanya berada di ambang pintu Kondensasi Qi.

Namun hari ini, dengan mental yang telah hancur dan dibangun kembali seribu kali, ia melampaui batas itu.

​Energi itu berkumpul di pusarnya (Dantian), berputar membentuk pusaran yang stabil dan padat.

​Matanya terbuka. Di kegelapan ruangan, matanya bersinar dengan cahaya perak yang redup namun tajam.

​"Kondensasi Qi ... Tahap Sempurna."

​Fang Yuan berdiri. Tubuhnya terasa ringan, indranya tajam, dan kekuatan yang mengalir di lengannya jauh melampaui manusia biasa. Ia menatap ke arah perginya kereta kuda Chen Li dan Lin Xin.

​"Delapan tahun untuk seribu kegagalan. Delapan tahun untuk satu keberhasilan," Fang Yuan tersenyum—senyum yang paling mengerikan yang pernah muncul di wajahnya. "Jalan kultivasi ... akhirnya benar-benar terbuka untukku."

​Ia mengambil buku teknik leluhurnya, membakarnya di atas lampu minyak, lalu melangkah keluar rumah tanpa membawa apa pun selain dendam dan kekuatan baru yang bergejolak.

Desa Batu tidak lagi memiliki tempat untuknya. Dunianya kini adalah langit yang ingin ia hancurkan.

1
Nh4Fi
wow...hidip dan mati, yin dan yang...
ini mengingatkanku pada wang lin.
tapi aku menyukai alur ini, sangat menarik.
Agen One: Iyakah? /Scare/
total 1 replies
Nh4Fi
oooh gitu...jd psiko sm diri sendiri dulu, bru psiko sm musuh.
Nh4Fi: sakiti diri, untuk mengukur. siksaan yg mn yg paling sakit, tp paling tepat.
👍
total 2 replies
Aman Wijaya
tambah lagi updatenya Thor 💪💪💪 terus
Agen One: 😆😆😆😀😀😀
total 1 replies
Bambang Widono
👍👍👍🙏🙏🙏🙏
saniscara patriawuha.
sikattttt mangggg......
Agen One: ooooo
total 1 replies
Aman Wijaya
tambah lagi updatenya Thor semangat semangat semangat
Aman Wijaya
semangat semangat semangat terus Thor lanjut
Agen One: Qqqq qq
total 1 replies
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Agen One: okkk😄😄
total 1 replies
Aman Wijaya
hidup butuh pengorbanan dan perjuangan mantab fang Yuan lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz fang Yuan beri pelajaran tanpa ampun
Aman Wijaya
Fang Yuan mental baja terus semangat Yuan jangan sampai jadi sombong dan congkak
Aman Wijaya
kasian fang Yuan demi sesuap nasi ditendang
Megs Kitchen
Aih Thor... Nyesek amat yah si MC nya... Loe bikin novel yg "aneh" dah 😅😅😅😅 ... Geregetan bacanya ... Kok mau2 nya merendahkan diri sampe kek gitu ... Aih... Hiiiiiiiiiiisssssshhhhh 😑😑😑😑
Kereta: /Coffee/
total 2 replies
Agen One
Balheiqnsiwowhsjwiqhwhejwiwiwuwhsbbs
Agen One: 😃😀😃😀😀😀😀
total 1 replies
Agen One
MBG
Agen One
nyawit nih orang
Agen One
Hantam
Agen One
Pengen seprei gratis
Agen One
𝗨𝗽 𝘀𝗲𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵𝗻𝘆𝗮 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗮𝗻𝘁𝗮𝗶 𝘀𝗮𝗷𝗮. 𝗷𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗹𝘂𝗽𝗮 𝗟𝗜𝗞𝗘 𝗔𝗴𝗮𝗿 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝘀𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴𝗮𝘁 𝘂𝗽𝗱𝗮𝘁𝗲.
Agen One: di usahakan hehe✍️✍️✍️
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!