NovelToon NovelToon
Mereka Mengira Aku Buta

Mereka Mengira Aku Buta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Balas Dendam
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Serena Khanza

Elena adalah seorang tunangan dari pria bernama Marcus Leonhardt, dia adalah asisten di perusahaan pria itu. Suatu ketika Marcus membawa seorang perempuan bernama Selena Vaughn yang seorang konsultan komunikasi. Di suatu malam mobil yang di kendarai Elena ada yang mengikuti dan terjadilah BRUUKKK , kecelakaan…dimana Elena akhirnya sadar dan dia membuat keputusan berpura - pura buta. Apakah semua akan terungkap? Siapakah yang mengikuti Elena? Dan bagaimanakah kisah Elena selanjutnya?

On going || Tayang setiap senin, rabu & jumat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Khanza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 05 Keputusan di Balik Tirai

Elena terbangun oleh sunyi yang tidak ramah.

Bukan sunyi rumah sakit—bukan bunyi alat, bukan langkah perawat—melainkan sunyi di dalam dirinya sendiri. Ia membuka mata perlahan. Cahaya putih menusuk, tapi masih bisa ia tangkap. Tidak utuh. Tidak jernih. Namun cukup.

Cukup untuk berpura-pura.

Dokter datang pagi itu dengan suara tenang dan kalimat yang disusun hati-hati. “Penglihatan Anda terdampak akibat benturan. Ada kemungkinan membaik, tapi kita perlu waktu.”

“Berapa lama?” tanya Marcus.

“Tidak bisa dipastikan.”

Elena menunggu. Ia merasakan tatapan mereka berdua—Marcus di sisi kanan, Selene di dekat kaki ranjang. Ia menunduk, membiarkan rambutnya menutupi wajah.

“Aku tidak bisa melihat dengan jelas,” katanya pelan. “Semua… gelap.”

Kata itu jatuh seperti pintu yang dikunci.

Marcus menggenggam tangannya lebih erat. “Aku ada di sini.”

Elena mengangguk. Tidak menangis. Tidak memohon. Ia membiarkan keheningan bekerja. Dan keheningan, seperti biasa, berbicara banyak.

******

Hari-hari berikutnya berjalan lambat. Elena dipindahkan ke kamar rawat inap yang lebih tenang. Ia belajar pola langkah perawat, ritme waktu makan, suara lift. Ia menghitung detik—kebiasaan lama yang kini menjadi alat.

Ia juga belajar perubahan.

Marcus menjadi lebih protektif, tapi jarang hadir lama. Selene sering datang—terlalu sering—dengan suara lembut dan sentuhan yang ragu-ragu. Keduanya berbicara seolah Elena rapuh.

Elena mendengarkan. Menyimpan.

Suatu sore, ia mendengar Selene berbicara di telepon di lorong. Suaranya rendah, tergesa.

“Tenang saja… iya. Dokternya bilang begitu. Dia tidak akan curiga.”

Elena memejamkan mata. Tirai turun sedikit lebih jauh.

******

Dokter spesialis datang membawa hasil lanjutan. Elena duduk tegak, wajahnya tenang.

“Ada respons,” kata dokter. “Tidak sepenuhnya hilang.”

Marcus menegang. “Maksudnya dok?”

“Kita lanjutkan observasi. Jangan berharap cepat.”

Elena mengangguk pelan. “Aku mengerti.”

Ia tidak menanyakan peluang. Ia tidak memohon terapi agresif. Ia menerima batasan itu—di hadapan mereka. Di dalam dirinya, ia menyusun peta.

******

Malam itu, saat Marcus pergi dan Selene berpamitan, Elena meminta air. Perawat menaruh gelas di meja samping.

“Di kiri,” kata Elena.

Perawat ragu. “Mbak… saya taruh di kanan.”

Elena tersenyum kecil, samar. “Maaf. Aku salah.”

Perawat berlalu.

Elena meraih ke kanan. Tepat.

Ia minum perlahan, menatap gelas bening yang berkilau di cahaya redup. Penglihatannya masih ada. Tidak sempurna. Tapi cukup untuk melihat kebenaran—dan cukup untuk menyembunyikannya.

Ia menyadari satu hal dengan jelas: jika ia terlihat lemah, mereka akan membuka diri. Jika ia terlihat buta, mereka akan lengah.

Dan kelengahan adalah undangan.

Elena menaruh gelas, lalu berbaring. Napasnya teratur. Wajahnya tenang. Tirai tetap tertutup—untuk mereka.

Di balik tirai itu, Elena mulai bergerak.

Lampu kamar diredupkan. Langkah kaki terakhir menghilang di ujung lorong. Elena membuka mata sepenuhnya. Cahaya tipis masih ada—cukup untuk melihat bayangan pintu, cukup untuk menghitung jarak.

Ia mengangkat tangan, menggerakkannya perlahan. Responsnya masih ada. Tubuhnya tidak rusak. Hanya dikelilingi kebohongan.

Elena tersenyum tipis, tanpa kehangatan.

Jika mereka mengira ia kehilangan penglihatan, maka biarlah.

Ia akan kehilangan kepercayaan pada mereka lebih dulu.

Dan saat tirai itu akhirnya terbuka—

bukan Elena yang akan jatuh,

melainkan mereka yang selama ini berdiri di belakangnya.

Permainan telah dimulai.

Dan Elena bersumpah—ia akan mengakhiri semuanya dengan mata terbuka.

1
Kaka's
pembohong kamu marcus horison...
Serena Khanza: kiper indo 😭
total 1 replies
Sean Sensei
asli sedikit kah? kok aku bacanya kurang puas ya /Sob/
Serena Khanza: maklum kak awal awal masih dikit 🤭🤣

baru belajar nulis 🤭🤭
total 1 replies
Hunk
Ya aku juga menunggu hasil nya elena🤣
Serena Khanza: perlahan lahan meledak kak 🤭
total 1 replies
Hunk
Mantap bukti nya banyak banget ples kuat.
cimownim
cara Elena menghadapi laki-laki udah keren cerdas banget ya
Serena Khanza: Elena menghadapi laki-laki dengan diam dan tenang 🤭
total 2 replies
APRILAH
kehangatan di dalam kegelapan
Tiara Bella
skrng ngurigain Selena ya Marcus....
Tiara Bella: hooh ...
total 2 replies
Hunk
Alasan umum untuk semua orang yg telat "Jalanan macet"
Sean Sensei
/Sweat/ : belum di update mungkin google map nya
Kaka's
saya suka narasi seperti ini. karna langsung sy praktekkan sesuai instruksinya.. terangkat tipis 🤭🤭
Kaka's: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Khusnul Khotimah
sampek sini q blom paham yg jd masalah itu pa?kok sampek segitunya ...ni masalah harta/warisan kah?perselingkuhan?.ato penghianatan?
Khusnul Khotimah: oooooohhhh.... gtu ditunggu kelanjutanya thor.
total 2 replies
Panda
mau pindahin aset kayanya marcus
Jing_Jing22
nggk sabar buka bab selanjutnya. pengen tau nasib tuh dua orang
Jing_Jing22
target mulai masuk kedalam rencana elena
CACASTAR
dialognya kenapa masih kaku Thor.. harusnya semakin lama di antara mereka tentunya semakin dekat. bahkan atasan dan bawahan sekalipun makin tahun pasti makin akrab. Kata sapaannya pun akan menggunakan kata sapaan yg lebih akrab walaupun sopan.
Serena Khanza: iya kak makasih masukannya 👍🏻😊

next aku perbaiki lagi di penulisan supaya bisa lebih natural lagi 😊😊
total 1 replies
APRILAH
Otewe gofood aja deh, ngeri kalo pesen gitu 😄
Kaka's
sudah terlambat marcus horison... su terlambat...
Serena Khanza: wkwkwk 🤭🤭
total 3 replies
Hunk
Elena menurut ku keren banget. Dokumen aj bisa sampai dia ingat isi nya. Padahal mungkin halaman nya banyak banget.👍
Serena Khanza: soalnya dia asisten marcus
total 1 replies
Hunk
Dia sendiri ga nyaman udah berbohong./Shame/
Murdoc H Guydons
Obat buat apa? Mata kabur segitu mah ga ngefek di kasi obat.. 🤭
Murdoc H Guydons: oh iy ya.. haha..
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!