NovelToon NovelToon
Mengejar Mauren

Mengejar Mauren

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Gangster / Teen School/College / Persahabatan / Romansa / Kegiatan Olahraga Serba Bisa
Popularitas:810
Nilai: 5
Nama Author: jeffc

Novel ini berkisah tentang kehidupan SMA yang sarat dengan cinta- cintaan, persahabatan, persaingan antar geng di sekolah, dll. dengan latar belakang olah raga bela diri seperti karate, tinju, kick boxing, muathai dsb

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jeffc, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Murid Baru Pindahan dari Manado

Rommy adalah siswa kelas XI yang pintar, selalu minimal ranking 3 besar di kelasnya, tampan, tapi berandalan. Di sekolah dia memimpin Geng Kelelawar Hitam yang sangat disegani oleh murid kelas X, XI, atau bahkan XII di SMA Tunas Bangsa yang merupakan SMA favorit di Jakarta.

Pagi itu dia sedang memimpin rapat geng di sekolahnya di lapangan basket karena mencium gelagat bahwa ada anak buahnya yang berkhianat dan bergabung dengan geng seteru Kelelawar Hitam, “The Executioners”, di sekolah itu.

Semua murid anggota Geng Kelelawar Hitam yang hadir kemudian saling berpandangan dan saling berbisik.

“Saya mendengar informasi ada pengkhianat di kelompok kita. Secara fisik dia ada di kelompok ini, tapi diam-diam dia dekat dengan kelompok The Executioners dan memberikan beberapa informasi tentang kelompok kita kepada The Executioners.” Rommy membuka rapat pagi itu dengan topik yang bikin serem.

“Saya sudah tahu siapa yang berkhianat di kelompok kita, tidak perlu saya tunjuk, silakan mengaku secara jantan atau akan terjadi sesuatu pada dirimu!” Muka Rommy berubah garang dan kata-katanya mengandung ancaman.

Lalu Rommy menunjukkan kalung hitam dengan bandul kelelawar hitam yang dikenakannya sambil menciumnya, dengan mata memandang tajam ke setiap anak yang sedang berkumpul dengan pandangan intimidatif.

Semua anak diam, tak ada yang berani bicara dan tidak berani beradu mata dengan Rommy.

Tiba-tiba tampak seorang cewek dengan wajah cantik dan kelihatannya seorang Indo, melintas sambil clingak-clinguk dan mencari-cari di mana ruang kelas XI-A berada.

Rino, seorang anggota Kelelawar Hitam, segera datang menghampiri cewek itu dan berkata, “Siapa kamu, dan sedang mencari apa?”

“Nama saya Mauren, dan saya murid baru di sini. Saya sedang mencari-cari ruang kelas saya XI-A,” jawab Mauren.

“Rino, jangan ganggu dia!” bentak Rommy yang memperhatikan mereka. “Kembali ke sini!”

Rino langsung ciut dan segera kembali ke tempat duduknya. Rommy langsung mendekati cewek baru itu dan memperhatikannya dari ujung rambut sampai ujung kaki.

“Semua anak baru wajib memperkenalkan diri kepada Kelelawar Hitam,” kata Rommy sambil tersenyum penuh intimidasi kepada Mauren, sambil memamerkan kalung kelelawar hitam di dadanya.

“Apa urusannya?” jawab Mauren tidak takut dengan intimidasi Rommy itu.

Mauren balas melihat Rommy dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dalam hati Mauren, “Hum, cowok ini sok garang, tapi kayaknya boleh juga, tapi gue akan kerjain habis dulu, biar dia tahu siapa Mauren dan jangan main-main sama gue.”

Rommy mendidih mendengar jawaban yang tak disangka-sangka dari Mauren.

“Dari gerak-gerikmu dengan menyuruh Rino supaya jangan mengganggu aku tadi, aku tahu kamu adalah pimpinan geng di sekolah ini, tapi aku tidak takut,” tantang Mauren.

Rommy tambah mendidih dan melotot. “Berani kamu menantangku?”

“Kamu mau apa? Memukulku? Seorang berandalan hanya berani memukul seorang wanita?” Mauren makin berani. “Nih, pukul aku!”

Rommy makin nyolot, tapi tiba-tiba muncul Pak Agus, guru olahraga, melintas.

“Ada apa ini?” tanya Pak Agus.

“Saya Mauren, Pak, murid baru di sekolah ini, sedang mencari-cari kelas saya XI-A dan dibantu teman baru yang baik ini,” kata Mauren kepada Pak Agus, tapi menyindir Rommy. Mauren melirik Rommy dengan tajam dengan senyum licik.

“Tumben kamu baik, Rom. Silakan lanjut,” kata Pak Agus sambil meneruskan langkahnya. “Rom, bantu Mauren tunjukkan kelasnya, ya.”

Rommy cuma bisa menelan ludah dan mati kutu. “Sialan, cewek baru ini jelas-jelas berusaha mempermalukan gue di depan Pak Agus dan di depan umum,” kata Rommy dalam hati.

Senyum Mauren lalu berubah menjadi senyum kecil yang penuh kemenangan, dan tampang Rommy tampak asem melihatnya. Lalu dia berjalan menunjukkan ruang kelas XI-A yang dicari Mauren.

“Makasih banyak, Rommy,” kata Mauren mengeluarkan logat Manadonya. “Sekarang silakan kembali ke tempatmu.”

Mauren tersenyum simpul penuh kemenangan ke arah Rommy yang semakin panas dan mukanya merah padam.

“Samber gledek, 2–0! Cewek ini berani memberlakukan gue seperti bawahannya, berani suruh-suruh gue. Lihat saja nanti,” kata Rommy dalam hati.

Kekalahan telak dari Mauren membuat Rommy ilfeel dan tidak bernafsu melanjutkan rapat geng pagi itu. Lalu kembali ke lapangan basket dan menutup rapat pagi itu.

“Pertemuan hari ini saya sudahi dulu, kapan-kapan kita lanjutkan lagi,” kata Rommy kepada anak-anak anggota Geng Kelelawar Hitam.

Wali kelas, Bu Catarina, masuk pada pagi itu, mengenalkan Mauren sang murid baru di kelas XI-A.

“Ayo maju ke depan, Mauren,” kata Bu Catarina.

“Mauren, silakan perkenalkan diri ke teman-teman di kelas XI-A,” lanjut Bu Catarina.

Mauren bangkit dari duduknya dan maju ke depan kelas dengan percaya diri.

“Nama saya Mauren. Lengkapnya Mauren Korompis, pindahan dari kota Manado. Saya pindah ke Jakarta ini karena mengikuti papa saya yang pindah dari kota Manado,” jawab Mauren.

“Sudah ada yang kenal di kelas ini, Mauren?” tanya Bu Catarina.

“Sudah, Bu. Tadi sudah berkenalan dengan beberapa teman baru, dan ada yang mengganggu saya, tapi untungnya dibantu oleh teman baru saya,” kata Mauren sambil memandang ke arah Rommy sambil tersenyum penuh arti.

Rommy hanya bisa menelungkupkan wajahnya di atas meja. Pelajaran belum dimulai, tapi cewek baru ini sudah nyindir dia bertubi-tubi sepagi ini!

“Siapa cowok pahlawan itu, Mauren?” Pertanyaan Bu Catarina yang tidak disangka-sangka itu semakin membuat malu Rommy, yang membuat Rommy makin membenamkan kepalanya.

“Sayangnya dia tidak memberi tahu namanya, Bu,” jawab Mauren.

Jawaban Mauren menyelamatkan muka Rommy yang sudah babak belur dihajar cewek baru ini bertubi-tubi. Kayaknya Mauren memang tidak mau semakin menyerang Rommy sampai habis pagi itu. Mungkinkah Mauren tulus untuk menyelamatkan muka Rommy atau mungkin masih ada rencana berikut untuk mengerjai Rommy lagi?

“Baiklah, Mauren. Ibu tidak mau dengar lagi ada anak yang mengganggu Mauren atau murid lain di sekolah ini, ya. Mauren, kalau ada yang mengganggumu lagi lapor ke Ibu,” kata Bu Catarina.

“Terima kasih, Bu,” jawab Mauren.

“Dan hobi Mauren apa?” tanya Bu Catarina.

“Saya suka berolahraga, memasak, dan menjalin pertemanan,” jawab Mauren ramah.

“Baik, cukup Mauren, terima kasih. Bagi yang juga suka berolahraga, memasak, atau sekadar berteman dengan Mauren, silakan,” kata Bu Catarina sebelum meninggalkan ruangan.

“Baik, Bu,” kata Mauren lalu segera kembali ke tempat duduknya. Sebelum duduk, dia melirik ke arah Rommy yang membuat Rommy salah tingkah dan tidak berani menatap balik lirikan itu. Rommy pura-pura sibuk menyiapkan buku pelajarannya.

Yang tidak diketahui oleh Rommy adalah bahwa Mauren waktu masih di Manado adalah seorang karateka ban hitam. Dia sedang mencari dojo di Jakarta ini untuk menyalurkan hobi karatenya. Kalau mau ngerjain, kelihatannya Rommy salah orang kali ini.

Dia baru tahu Mauren adalah seorang karateka saat scrolling Facebook mencari nama Mauren Korompis. Ada beberapa nama yang sama, tapi dia menemukan foto wajah Mauren persis aslinya. Tak salah lagi, itu pasti si Mauren, anak baru itu. Tampak di foto profil itu wajah manis Mauren sedang mengenakan seragam karate dan bersabuk hitam, sedang beraksi dalam posisi karate.

“Busyet deh, wajahnya manis dan lembut, tapi olahraganya macho,” kata Rommy dalam hati. Rommy galau apakah dia akan “add friend” ke Mauren itu atau tidak.

Dalam kegalauannya, tiba-tiba terlintas di pikirannya untuk balik mengerjai murid baru cantik tapi songong itu.

1
bartolomeus marsudiharjo
Gue banget
bartolomeus marsudiharjo
Seru banget. Menjanjikan.
jc: terimakasih
total 1 replies
Noname
Karya Ai ?
jc: bukan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!