{Area khusus dewasa}
"Saya mohon tolong lepaskan saya, saya mohon." Permintaan wanita itu dengan suara lirih memohon pada pria itu.
"Tidak bisa,hanya kamu yang bisa melakukannya, sampai kapanpun kamu tak akan bisa pergi."ucap pria itu dengan nada serius.
"Tapi kenapa harus saya, masih banyak wanita lain yang mau dengan Anda."
Wanita itu semakin ketakutan, setelah Apa yang dilakukan oleh pria itu.Berharap mampu bisa menghindarinya, tapi tetap saja tak bisa dia hindari ketika ambisi dari pria itu begitu besar terhadap dirinya.
Apakah nantinya dirinya akan menerima kehadiran pria itu atau dirinya lebih memilih untuk pergi dari kehidupannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjodohkan ~
Shinta yang mendengarnya hanya bisa menundukkan kepala,jika dirinya tahu mereka sekedar bersandiwara.
"Sudah dengarkan apa yang suami saya katakan tadi, lebih baik kalian keluar dari tempat ini." Malia secara langsung mengusir mereka bertiga.
"Enak saja kamu mengusir kami." Ucap wanita itu yang dengan lantang menolak.
"Bebas aku mengusir kalian,apalagi tempat ini milik suamiku jadi bebas aku mengusir kalian.Beraninya berbuat onar disini " ucap Malia yang semakin kesal dengan perbuatan mereka.
Malia memberi kode pada suaminya,Dio pun paham jika istrinya ingin mereka pergi."Panggil satpam sekarang,usir mereka pergi dari sini." Akhirnya kedua satpam itu menarik mereka keluar setelah membuat keributan di tempat itu.
Malia mencoba menenangkan Shinta yang langsung dibawa diruang mereka,"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Malia pada Shinta.
"Tidak apa-apa." Jawab Shinta dengan senyuman.
"Untuk apa mereka datang kesini?" Tanya Malia pada Shinta.
"Mereka memaksaku lagi untuk segera menikah,tapi aku tak mau." Jawab Shinta sembari menundukkan kepala.
"Begitu ya,tapi untungnya kamu selamat.Terima kasih sudah menolong temanku." ucap Malia pada Rian yang saat itu berada satu ruangan dengan dirinya.
"Iya Nona." Jawab Rian yang sebenarnya merasa keberatan kenapa dirinya menjadi umpan Nonanya.
"Jujur aku kaget,ternyata kamu kerja disini." Ucap Malia yang baru mengetahui hal itu.
"Sebenarnya aku baru seminggu kerja disini." Jawab Shinta dengan senyuman.
"Begitu ya." jawab Malia dengan santai.
Dio sedari tadi terdiam mendengar percakapan mereka,dan Shinta langsung melirik kearah Dio," Pak Dio." Sapa Shinta dengan menundukkan kepala.
"Iya ." Jawab singkat Dio yang ternyata wanita itu adalah anak didiknya sendiri di kampus.
"Saya baru tahu kamu kerja di sini." Ucap Dio yang menunjukkan ekspresi dingin.
"Iya Pak." Ucap Shinta yang hanya menundukkan kepala,karena dirinya hanya ingin menghormati guru bimbingannya.
"Apa boleh aku tanya sesuatu?" Tanya Malia pada Shinta.
Shinta menganggukkan kepala,"Aku hanya ingin tanya,apa kamu sudah memiliki kekasih?" Tanya Malia pada Shinta.
Shinta hanya menggelengkan kepala,"Kalau begitu mau kamu bersama Rian?" Pertanyaan langsung membuat satu ruangan kaget.
"Sayang." Dio langsung merespon kaget dan penasaran kenapa istrinya berkata seperti itu.Setelah mendengar penjelasan dari Malia semua ruangan hanya terdiam tak bisa menjawab.
"Tapi..."
"Jika kamu tidak melakukan itu ,maka mereka akan terus mengganggumu.Apalagi Rian pun juga belum punya pasangan." Jawab Malia dengan ide gilanya.
"Tapi Nona,saya..."
"Kata suamiku ,kamu masih sendiri.Jadi tak ada masalah, Bagaimana?" Shinta dan Rian hanya terdiam tak bisa menjawab apa-apa.
"Aku hanya bisa membantumu sampai disini,aku pun melakukannya untuk melindungimu.Dan aku yakin Rian orang yang tepat untukmu." Ucap Malia yang selalu memberikan saran pada mereka.
"Sayang." Dio terus mendekati istrinya.
"Ayo kita pergi." Malia mengajak suaminya pergi,dan tanpa mereka sadari Shinta dan Rian saling melirik.
"Kenapa bisa seperti ini,lalu apa hubungannya Malia dengan Pak Dio.Apa mungkin kabar tentang Pak Dio sudah menikah calonnya Malia sendiri." Batin Shinta yang Kebingungan dengan apa hubungan Pak Dio dengan Malia.
Akhirnya Dio dan Malia sampai di apartemen, Dio langsung menarik tangan istrinya.Hingga keduanya duduk di ruang tamu.
"Sayang,apa kamu yakin menjodohkan Rian dengan temanmu?" Tanya Dio yang masih meragukan itu.
"Aku yakin,hanya dengan cara ini Shinta aman dari keluarganya.Aku merasa kasihan dengan nasib Shinta.Sampai akhirnya ide gila itu keluar, walaupun aku merasa kasihan memaksa Shinta untuk bersedia dengan Asistenmu itu." Malia merasa bersalah pada Shinta.
"Rian itu orang baik,bahkan mengenal wanita pun tak pernah." Dio tahu betul bagaimana asistennya itu.
"Begitu ya,aku minta tolong yakinkan asistenmu itu agar dia bersedia dengan temanku." Malia memohon pada suaminya.
"Bagaimana jika dia tidak mau?" Tanya Dio pada istrinya.
"Jangan harap mendapatkan jatah lagi." Malia memakai ancaman itu agar suaminya tidak protes dan bersedia membantunya.
"Sayang." Dio merengek seperti anak kecil setelah mendapatkan jawaban dari istrinya.
"Terserah,mau bantu atau tidak." Dengan santai Malia meninggalkan suaminya.
Berbeda dengan Dio yang mulai frustasi dengan sikap istrinya,"Aku harus bicara dengan Rian, daripada aku tidak menerima jatahku lagi." Dio mulai di landai kebingungan, ancaman istrinya seketika membuat dirinya terdiam kaku dan dirinya harus bisa menyakinkan Rian bersedia dengan wanita itu.
Pagi hari
Sepertinya biasanya Malia berangkat ke kampus bersama suaminya,bahkan Malia tetap saja berhenti di tengah jalan.Hanya karena tidak ingin orang lain tahu tentang hubungannya.
"Sayang, kenapa tidak berhenti didalam saja."
"Aku tidak mau seseorang tahu tentang hubungan kita." Malia masih saja merahasiakan status mereka berdua.
Dio hanya menghela nafas setelah mendengar keinginan dari istrinya itu.Apa yang harus dia lakukan hanya mengalah daripada dibelakang nantinya dirinya dimarahi oleh istrinya.
Ketika Malia hendak akan berjalan menuju kelasnya, tiba-tiba langkah terhenti melihat Shinta dan Nita sedang duduk di taman.
"Ternyata kalian ada di sini." Ucap Malia, tiba-tiba saja Nita menarik tangan Malia.
"Coba jelaskan,apa yang terjadi tadi malam.Shinta bilang jika kamu berada disana." Nita langsung mencecar pertanyaan pada Malia.
Malia langsung menceritakan semua pada Nita,"Jadi benar jika kamu itu istri dari Pak Dio?" Tanya Shinta yang masih tak percaya dengan informasi itu.
"Itu memang benar,Pak Dio dosen kita super dingin itu suami dari teman kita." Shinta sangat terkejut,bahkan dirinya tak mengira jika Malia istri dari Pak Dio yang tak lain anak didiknya sendiri.
"Sekarang kamu sudah tahu kan .Tapi ingat, jangan sampai orang lain tahu tentang hal ini."Pesan Malia pada Shinta.
Shinta membalas dengan menganggukkan kepala,"Lalu bagaimana denganmu,apa kamu bersedia?" Tanya balik Malia pada Shinta.
"Maksudnya?"
"Itu masalah Rian." Seketika Shinta terlihat bingung.
"Rian, siapa lagi?" Tanya Nita yang nampak kebingungan dengan nama pria yang disebut oleh Malia.
Pada akhirnya Malia menceritakan semua dan respon Nita begitu marah besar dan ada hal yang mengejutkan lagi.
"Benar-benar gila keluargamu,masih berani mengganggumu." Ucap Nita yang merasa kesal sendiri.
"Maka dari itu,aku memberikan sebuah tawaran bagaimana kamu dengan Rian menikah." Shinta terdiam tak menjawab.
"Kamu itu jangan memaksa orang seperti itu." Nita mulai protes dengan apa yang Malia lakukan.
"Aku melakukan itu hanya untuk melindungi Shinta dari mereka.Mereka memaksa Shinta menikah dengan seorang kakek,lebih baik aku jodoh Shinta dengan Rian.Rian itu asisten Suamiku." Mendengar jawaban itu Shinta hanya terdiam tak bisa berbuat apa-apa.
tapi belum ada kelihatan Melia menunjukan dan membuktikan cinta nya
kata2 ini pun tidak pernah keluar dari mulut Melia, "Terima kasih suamiku, karena kau telah memilihku dan memberikan begitu banyak cinta dan kebahgiaan padaku, aku mencintai mu"
kenapa kata2 itu perlu karena dio pantas mendapat kata2 Terima kasih itu, dan kata2 membuktikan Melia wanita pandai berterima kasih pada suami yang telah memberi dan berjuang untuk nya
thor jangan hanya pria kau buat membuktikan cinta nya buat juga wanita membuktikan cinta, thor bukan hanya wanita yang membutuhkan kata2 cinta, lelaki juga butuh pengakuan cinta dari istri nya