NovelToon NovelToon
Reborn: Ku Tinggalkan Keluarga Bias Dimanjakan Kakak Tiri

Reborn: Ku Tinggalkan Keluarga Bias Dimanjakan Kakak Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying dan Balas Dendam / Cinta Terlarang / Cinta pada Pandangan Pertama / Reinkarnasi / Cintapertama / Mengubah Takdir
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Vhiy08

Plakkk
"Kau berhutang budi seumur hidupmu! Karena kau mencuri nutrisi milik Aurora sewaktu didalam rahim Mommy mu! Hingga menyebabkan Aurora mempunyai fisik yang lemah dan selalu sakit-sakitan sedari kecil, jangan pernikahan ini bahkan nyawamu pun tak cukup untuk membayarnya!" Teriak Arga sang Ayah dari 5 bersaudara.
"Alasan itu lagi, apakah Bintang bisa mencuri! Kalian pikirkan sewaktu itu aku masih berupa segumpal darah, lalu janin yang bahkan tidak mampu untuk melindungi dirinya sendiri!" Sahut Bintang dengan tersenyum getir.
"Akan aku ambil semua yang telah aku berikan pada kalian dengan tanganku sendiri!!! Bahkan jikapun aku harus mati! Aku tidak akan rela membiarkan kalian menikmati hasil keringat dan kerja kerasku!" Ucap Bintang sambil
menggerakkan samurai ditangannya dengan lincah membantai seluruh keluarga Miller walaupun dirinya tahu jika dirinya telah diracun oleh Aurora.
"Jika ada kehidupan selanjutnya, aku tidak ingin berhubungan lagi dengan keluarga ini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhiy08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 Ciuman?

"Apakah Nenek sudah kembali?" Tanya Bintang pada Axel.

"Belum... Sudah jangan kau pikirkan Nenek, Dia sedang bersenang-senang bersama saudara-saudara nya..." Sahut Axel.

"Heh... Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Axel penasaran lalu mendekat pada Bintang.

"Hei... Siapa yang menuliskan nya? Apa kau berhasil membujuk si singa itu untuk menulis kaligrafi ini?" Tanya Axel beruntun sambil menunjuk lukisan Bintang yang sudah tertulis kaligrafi di pojok kanannya.

"Iya... Ini hadiah yang diberikan oleh Kak Vier." Sahut Bintang sambil tersenyum dan kembali teringat saat Xavier menuliskan kaligrafi itu untuknya.

Flashback on.

"Dimana aku harus menulis kaligrafinya?" Tanya Xavier sambil memilih kuas khusus koleksinya untuk menulis kaligrafi seperti yang diinginkan oleh Bintang.

"Disini..." Ucap Bintang sambil menunjukkan gulungan kain putih.

Lalu membentangkannya diatas meja, disana sudah terlihat lukisan tangan Bintang, lukisan dengan tema alam.

Disana sudah terlukis keindahan hutan yang menghijau dilihat dari atas tebing, serta beberapa kupu-kupu kecil yang berterbangan dan ada beberapa anak kecil disana, seolah menceritakan masa kecil anak-anak itu yang sedang mengejar kupu-kupu di alam bebas.

Ada tempat yang sengaja di kosongkan dipojokan dibagian kanan atas lukisan itu, tempat untuk menulis beberapa bait puisi.

Xavier tampak terkejut melihat keindahan lukisan Bintang, lalu Dia tampak tertegun sejenak melihat lukisan itu, lukisan itu seakan hidup dan membawanya pada masa kanak-kanak, serta menikmati kesegaran alam.

Setelah itu, tangannya bergerak lincah menggoreskan beberapa goresan huruf-huruf yang dibuat begitu indah, Bintang tampak terpesona melihat kelincahan serta kelembutan gerakan tangan Xavier.

Senyum manis terus mengembang di bibirnya karena menikmati kelincahan tangan Xavier dalam menggoreskan kaligrafi itu.

"Waouuu! Cantik sekali! Hebat... Hebat! Kak Vier sangat ahli!" Puji Bintang sesaat setelah Xavier meletakan kuasnya.

Xavier hanya tersenyum tipis, melihat Bintang yang tampak antusias melihat tulisan kaligrafi nya, binar wajah dan mata bening itu, sungguh membuatnya sangat damai.

"Terima kasih Kak..." Ucap Bintang sambil mengangkat wajahnya dan dengan tersenyum tulus.

"Terima kasihmu tampak tidak tulus," Sahut Xavier sambil duduk di kursi kerjanya.

"Hah... Lalu bagaimana caranya agar Kak Vier bisa merasakan ketulusan Bintang?" Tanya Bintang sambil menatap Xavier bingung.

"Pikirkan sendiri caranya." Sahut Xavier cuek.

"AHA... Baiklah, Bintang mengerti." Sahut Bintang dengan mata yang kembali berbinar, tapi, Xavier merasa sesuatu yang salah saat melihat Bintang yang tampak memutari meja kerja itu, lalu beberapa saat kemudian tampak bintang membungkukkan tubuhnya lalu

CUP!

Xavier merasakan satu benda kenyal, dingin nan lembut mendarat di pipi kanannya.

Dan membuat tubuh Xavier menegang kaku seketika, disertai dengan aliran darah yang semakin menderas dan detak jantung yang 3 kali lebih cepat dari biasanya.

Matanya melotot dengan bibir terbuka, sementara Bintang masih dalam posisi semula, hanya berjarak satu jengkal dari wajahnya, mata serta ekspresi wajah Bintang yang tampak bingung serta kerutan dahi itu, membuat Xavier benar-benar ingin mengigit pipi cabi nya yang tampak menggembung.

"Kau... Kau... Apa yang telah kau lakukan?" Tanya Xavier sambil menyentuh bekas ciuman dari Bintang di pipinya dan tangan yang satu lagi menunjuk Bintang yang tampak terkejut atas reaksinya.

"Cara lain untuk mengucapkan terima kasih," Sahut Bintang setelah polos.

"Kau... Kau belajar dari mana cara itu?" Xavier langsung berdiri agar fikiran kotor yang mulai menguasi otaknya itu sedikit mereda.

"Dari Drama, dan novel yang Bintang baca." Sahut Bintang lagi.

"Jangan lakukan cara itu pada orang lain, siapapun itu, apa kau mengerti!" Ucap Xavier dengan wajah yang tampak memerah.

"Heh... Apakah Bintang salah?" Tanya Bintang sambil mengusap tengkuknya.

"Tidak, tapi cara itu hanya boleh kau lakukan padaku saja, apa kau mengerti?!" Ucap Xavier.

"Baik..." Sahut Bintang kembali tersenyum.

"Sudah sana, istirahatlah lebih awal... Ingat jangan lagi membaca novel yang seperti itu, dan juga kau dilarang menonton drama lagi." Ucap Xavier.

"Baik.."

"Ada apa dengannya, aneh... Hais orang ini selalu saja punya cara untuk membuatku ketakutan dan senam jantung, tapi sudahlah... Yang terpenting hadiah untuk Nenek sudah siap." Monolog Bintang yang langsung menggeloyor pergi setelah berpamitan pada Xavier.

"Akh!!! Mandi...! Ya aku harus mandi air dingin." Monolog Xavier yang langsung bergegas menuju kamar mandi.

"Akh!!!" Xavier kembali bangun dari tidurnya, sambil mengacak-acak rambutnya sendiri kesal.

Bagaiman tidak, ini sudah mencapai jam 3 dinihari tapi sedikitpun dirinya tidak bisa menutup mata dan tertidur.

Karena setiap kali dirinya menutup mata, maka bayangan bibir Bintang yang mendarat di pipinya itu akan kembali terbayang dengan jelas.

"Sial!!!" Ucapnya kembali membanting diri ketempat tidur lalu menarik selimut hingga sampai menutupi wajahnya, dan sebisa mungkin memejamkan matanya agar dirinya bisa tertidur.

Sementara orang yang membuatnya tidak bisa tertidur, saat ini sudah tertidur pulas tanpa gangguan sedikit apapun.

Flashback off.

1
Rossy Annabelle
next thor 💪
Vhiy08: siap... lagi proses pengetikan, sabar ya kak..👍❤️
total 1 replies
Vhiy08
siap👍
Vhiy08
❤️
Vhiy08
👍
Vhiy08
maaf ya kalo author telat balas... 🙏
Sulati Cus
diawal kukira mereka sepupu g taunya adik tiri 😅
Sulati Cus: kisah nyata ini thor😅
total 4 replies
Alissia
/Sob//Sob/
Sulati Cus
jgn galak2 awas tar suka sm sepupumu🤣
Sulati Cus
sesuai namanya udah pasti lah dia py cahaya dan sinar yg berbeda dg aurora😅
Sulati Cus
kunci sukses mereka kan bintang🤔 krn bintang out apa mereka msh akan sukses🤣
Vhiy08: Bener sayangnya mereka enggak pada sadar... selamat bergabung kak... dan terima kasih atas like dan support nya🙏❤️
total 1 replies
Viana
lanjut....
Vhiy08: siap.... 👍
total 1 replies
Sahira
Next...💪
Vhiy08: siap.... 👍
total 1 replies
Rossy Annabelle
lanjut iih🤯
Rossy Annabelle
next🤯
Vhiy08: siap... selamat bergabung kak, terima kasih ata like dan dukungannya, kuti terus ya kisah bintang dan Xavier. 👍❤️
total 1 replies
Viana
lanjut... 💪
Vhiy08
Siap...
Vhiy08
Terima kasih Doa nya kak... 🙏
Viana
lanjut
Sahira
yang sabar ya Thor... Dan tetap semangat💪/Heart/
Vhiy08
Belum kak... karena ada sebab lainnya jadi ini author nya baru bisa up lagi... 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!