NovelToon NovelToon
LEGENDA DEWI KEMATIAN

LEGENDA DEWI KEMATIAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Iblis
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: adicipto

Dunia persilatan dipenuhi kepalsuan. Yang kuat menindas, yang lemah hanya bisa menunggu mati.

Dari kegelapan, muncul seorang gadis bermata merah darah, membawa kipas hitam yang memanen nyawa. Ia dikenal sebagai Dewi Kematian. Bukan pahlawan, bukan pula iblis, melainkan hukuman bagi mereka yang kejam.

Setiap langkahnya menebar darah, setiap musuhnya lenyap tanpa jejak. Namun di balik kekuatan terlarang itu, tersembunyi luka masa lalu dan takdir kelam yang tak bisa dihindari.

Ini bukan kisah penyelamatan.
Ini adalah legenda tentang kematian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adicipto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS 4

Cao Xiang hanya bisa menghela napas panjang melihat putrinya yang tetap terdiam. Cao Yi sama sekali tidak berusaha menyangkal, tidak pula membenarkan, seolah peristiwa pembantaian di Desa Xiamzi hanyalah angin lalu yang tidak pantas dibicarakan lebih jauh. Bagi Cao Yi, darah yang tumpah di sana mungkin tak lebih dari embun pagi yang menguap saat matahari terbit.

Sebagai seorang ayah, sikap diam itu justru terasa jauh lebih berat dibandingkan sebuah pengakuan dosa yang jujur. Keheningan tersebut menciptakan jarak yang amat luas di antara mereka, sebuah jurang tak kasatmata yang dipenuhi rahasia-rahasia gelap yang tak pernah tersentuh kata-kata.

“Yi’er, ayah hanya memiliki kamu dan adikmu di dunia ini,” ucap Cao Xiang dengan suara yang terdengar lebih dalam dan serak dari biasanya. “Ayah tidak pernah meragukan kemampuanmu. Ayah tahu, mungkin di dunia ini tidak banyak orang yang mampu menandingi dirimu, meski usiamu masih sangat muda. Namun justru karena kehebatanmu itulah, ayah ingin kamu tetap berhati-hati.”

Cao Xiang menatap wajah putrinya dengan sorot mata penuh kekhawatiran yang mendalam. Ia melihat wajah yang cantik dan tenang itu, tetapi pada saat yang sama ia juga melihat bayangan sesuatu yang bukan manusia bersembunyi di balik pupil matanya.

“Jangan memaksakan diri jika suatu hari kamu bertemu lawan yang lebih hebat darimu. Dunia ini luas, dan langit di atas langit selalu ada. Menang atau kalah bukanlah hal terpenting dalam sebuah pertarungan. Yang terpenting adalah kamu tetap hidup dan kembali pulang ke rumah ini.”

Cao Yi mengangguk pelan, sebuah gerakan yang tampak anggun namun terasa kaku dan mekanis.

“Ayah, aku tahu batasanku,” ucapnya dengan nada lembut yang terdengar menenangkan, tetapi sama sekali tidak mengandung kehangatan emosi. “Ayah tidak perlu mengkhawatirkanku secara berlebihan.”

“Ayah mengerti,” jawab Cao Xiang singkat.

Namun di dalam hatinya, Cao Xiang tahu betul bahwa kata mengerti itu hanyalah penghiburan kosong bagi dirinya sendiri. Ia sadar bahwa putri sulungnya bukanlah pendekar biasa yang bisa diukur dengan logika manusia.

Kemampuan bela diri Cao Yi berada jauh di luar kewajaran dan nalar sehat. Di usia yang masih sangat muda, ketika gadis-gadis lain mungkin masih belajar menyulam atau memikirkan pernikahan, Cao Yi telah mencapai Tingkat Pendekar Guru. Sebuah pencapaian yang nyaris mustahil dan dianggap sebagai mitos oleh kebanyakan orang di dunia persilatan.

Bahkan Cao Xiang sendiri, yang dikenal sebagai jenius di generasinya, membutuhkan waktu puluhan tahun latihan keras yang menyiksa, luka-luka permanen di tubuhnya, serta pengalaman nyaris kehilangan nyawa berkali-kali hanya untuk naik dari tingkat Pendekar Ahli menuju Pendekar Guru. Proses itu memakan waktu hampir sepuluh tahun penuh penderitaan.

Dalam sejarah panjang dunia persilatan, hampir tidak pernah tercatat adanya seorang Pendekar Guru yang masih berusia belasan tahun. Bahkan mereka yang terlahir dari sekte-sekte besar dengan bakat surgawi pun paling tinggi hanya mampu mencapai tingkat Pendekar Terlatih di usia semuda itu.

Dunia persilatan yang kejam mengenal sembilan tingkatan kasta kekuatan bagi para pendekar.

Tingkat pertama adalah Praktisi Bela Diri, tahap awal bagi mereka yang baru mengenal seni bela diri dan mulai melatih otot serta pernapasan.

Tingkat kedua adalah Pendekar Pemula, langkah pertama memasuki jalur sejati, di mana mereka mulai merasakan aliran energi di dalam tubuh.

Tingkat ketiga adalah Pendekar Terlatih, bagi mereka yang mulai menguasai dasar teknik senjata dan mampu mengerahkan tenaga dalam hingga ke permukaan kulit.

Tingkat keempat adalah Pendekar Ahli, yang dianggap sebagai batas kemampuan fisik manusia biasa. Mereka merupakan prajurit elit dan pengawal tingkat tinggi.

Tingkat kelima adalah Pendekar Guru, tingkat di mana seseorang telah melampaui batas fisik dan layak mengajar serta memimpin sebuah perguruan atau sekte kecil.

Tingkat keenam adalah Guru Suci, keberadaan yang sangat dihormati dan biasanya menjadi pilar kekuatan di sebuah wilayah atau provinsi besar.

Tingkat ketujuh adalah Guru Agung, sosok langka yang jarang muncul di hadapan publik dan memiliki kekuatan yang mampu menghancurkan sebuah pasukan kecil seorang diri.

Tingkat kedelapan adalah Pertapa Suci, para pendekar legendaris yang memilih mengasingkan diri dari urusan duniawi demi mencari pencerahan yang lebih tinggi.

Dan tingkat terakhir adalah Pertapa Agung, legenda hidup yang namanya hanya tercatat di kitab-kitab kuno dan hampir tidak pernah terdengar lagi keberadaannya selama ratusan tahun.

Cao Xiang sendiri saat ini telah berada di Tingkat Guru Suci. Sebuah pencapaian puncak yang ia raih dengan susah payah melalui genangan darah di medan perang. Ia tidak hanya mengandalkan latihan keras, tetapi juga mengorbankan serta mengonsumsi berbagai sumber daya berharga yang sangat langka.

Dalam seni bela diri, fondasi utama bagi seluruh teknik adalah Tenaga Dalam. Energi ini sangat sulit diperoleh melalui meditasi biasa dan jauh lebih sulit lagi untuk dikembangkan secara stabil. Tanpa Tenaga Dalam yang mencukupi, seorang pendekar akan menemui tembok besar yang menghalangi mereka untuk menembus batas tingkat selanjutnya.

Untuk meningkatkan Tenaga Dalam, seorang pendekar harus berlatih tanpa henti selama bertahun-tahun. Namun sering kali, usaha keras saja tidaklah cukup. Banyak yang terjebak di satu tingkat sepanjang hidup mereka. Karena itulah, banyak pendekar sangat bergantung pada pil ajaib dan ramuan khusus yang dibuat oleh para alkemis untuk meningkatkan Tenaga Dalam secara instan.

Masalahnya, setiap satu butir pil atau satu botol ramuan tersebut bernilai sangat mahal, setara dengan harga sebuah rumah mewah di ibu kota. Bahan pembuatannya sangat langka, proses pemurniannya rumit, dan tingkat kegagalannya pun sangat tinggi. Bahkan ketika seorang pendekar berhasil mendapatkannya, mereka sering kali enggan untuk langsung mengonsumsinya karena nilainya yang terlampau berharga.

Dalam perhitungan umum dunia persilatan, setiap dua puluh poin Tenaga Dalam dianggap sebagai kenaikan satu tingkat. Seorang Praktisi Bela Diri yang baru memulai biasanya hanya memiliki satu atau dua poin Tenaga Dalam. Dengan latihan panjang dan sedikit keberuntungan, ketika Tenaga Dalam mencapai dua puluh poin, barulah ia bisa secara resmi naik menjadi Pendekar Pemula.

Namun semua aturan emas dan hukum alam tersebut seolah sama sekali tidak berlaku bagi Cao Yi.

Gadis itu tidak membutuhkan bantuan pil alkimia, tidak memerlukan ramuan langka, dan tidak harus menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam meditasi sunyi untuk mengumpulkan energi. Energi yang dimiliki Cao Yi memiliki sifat yang sepenuhnya berbeda dari Tenaga Dalam murni milik para pendekar pada umumnya.

Energi itu terasa sangat aneh, bahkan tidak dapat dirasakan dengan jelas oleh indra tajam seorang Guru Suci seperti ayahnya sendiri. Energi tersebut terasa dingin, sunyi, namun menyimpan daya hancur yang tak terbayangkan.

Cao Yi memperoleh kekuatannya melalui cara yang mengerikan dan tidak wajar. Ia tidak melatih energinya, melainkan menyerap energi kehidupan serta sisa-sisa kekuatan para pendekar lain hingga mereka berubah menjadi jasad kering yang kerontang. Setiap dosa yang ia anggap telah ia sucikan, setiap nyawa yang ia renggut dengan tangannya sendiri, semuanya diubah menjadi fondasi bagi kekuatannya yang gelap.

Namun kekuatan besar itu bukan tanpa risiko yang mematikan.

Ada saat-saat ketika energi yang terserap tersebut lepas kendali dan bergejolak di dalam nadinya. Ketika hal itu terjadi, kesadaran manusia Cao Yi akan tenggelam sepenuhnya. Ia tidak lagi mengenali siapa pun di sekitarnya. Tidak ada lagi sosok ayah yang ia hormati, tidak ada adik yang ia sayangi, dan tidak ada pula orang-orang lemah yang seharusnya ia lindungi.

Yang tersisa hanyalah insting seorang pemangsa, keinginan membunuh yang murni, tajam, dan sedingin es kutub.

Inilah yang membuat Cao Xiang merasa seolah lehernya selalu dicekik oleh rasa takut yang tak pernah pergi setiap kali ia menatap putrinya. Ia terjebak dalam dilema yang menyiksa. Ia tidak tahu apakah harus bersyukur karena putrinya dianugerahi kekuatan luar biasa untuk bertahan di dunia yang kacau ini, atau justru harus meratap karena kekuatan tersebut perlahan-lahan melahap jiwa dan kemanusiaan putrinya sendiri.

Semuanya bermula sepuluh tahun yang lalu, sejak hari ketika Cao Yi tanpa sengaja menerima warisan mengerikan yang ditinggalkan oleh sepasang entitas kuno yang dikenal sebagai Dewa dan Dewi Kegelapan. Sejak saat itu, putrinya berubah secara drastis. Ada sesuatu yang sangat gelap tumbuh di dalam batinnya seiring bertambahnya kekuatan yang ia miliki, sesuatu yang menyerupai binatang buas yang selalu haus akan aroma darah segar.

“Anugerah atau kutukan,” gumam Cao Xiang di dalam hati dengan rasa getir.

Ia bangkit perlahan dari tempat duduknya. Tubuhnya yang besar dan tegap itu terasa jauh lebih berat dan lelah dibandingkan saat ia baru kembali dari medan perang paling berdarah sekalipun. Beban mental yang ia tanggung jauh melampaui beban fisik.

“Ayah mau istirahat dulu di kamar,” ucapnya pelan tanpa berani menatap mata putrinya terlalu lama.

“Silakan beristirahat, Ayah. Semoga mimpi indah,” jawab Cao Yi dengan nada yang sangat sopan dan patuh.

Cao Xiang melangkah pergi meninggalkan ruangan itu. Langkah kakinya terdengar berat di atas lantai kayu, seolah ia memikul beban seluruh gunung di pundaknya, sebuah rahasia besar yang tidak mungkin ia ceritakan kepada siapa pun di dunia ini.

Begitu sosok ayahnya benar-benar menghilang di balik pintu dan suasana menjadi sunyi senyap, Cao Yi tersenyum tipis. Namun senyum itu bukanlah senyum seorang gadis remaja yang bahagia. Senyum tersebut hanya bertahan sesaat sebelum perlahan memudar, meninggalkan wajah yang datar tanpa ekspresi.

Tatapan matanya beralih ke luar jendela, menembus kegelapan malam yang mulai menyelimuti kediaman mereka.

Ekspresinya berubah menjadi sangat dingin, seakan udara di sekitarnya ikut membeku.

Pupil matanya berkedip dengan irama yang aneh. Warna hitamnya berubah menjadi merah darah yang menyala, lalu kembali menjadi hitam pekat, berulang beberapa kali dalam keheningan. Seolah di dalam dirinya terdapat dua jiwa yang tengah berebut kendali. Ia merasakan sesuatu yang berada sangat jauh dari tempatnya berdiri, namun terasa begitu jelas dan nyata dalam jangkauan indranya.

Hidungnya yang kecil sedikit mengendus udara, seakan melacak jejak yang sama sekali tak terlihat oleh manusia biasa.

Tanpa sadar, ujung lidahnya menjilat bibirnya yang tampak pucat.

Seolah dari kejauhan, ia mencium aroma yang sangat familiar, aroma yang selama ini memberi makan kekuatannya.

1
algore
tumben cuma sedikit babnya hehe
Mujib
/Good//Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile//Smile/
Mujib
😅😅😅😅
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
🤣🤣🤣🤣
Mujib
👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!