NovelToon NovelToon
Terlahir Lemah, Tapi Otakku Dewa

Terlahir Lemah, Tapi Otakku Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: YeJian

Terlahir dengan bakat rendah dan tubuh lemah, Ren Tao hanya dianggap sebagai murid sampah di Sekte Awan Hitam. Ia dihina, dimanfaatkan, dan diperas tanpa henti. Di dunia kultivasi yang kejam, orang sepertinya seharusnya mati tanpa meninggalkan nama.

Namun tak ada yang tahu Ren Tao tidak pernah berniat melawan dengan kekuatan semata.

Berbekal kecerdasan dingin, ingatan teknik kuno, dan perhitungan yang jauh melampaui usianya, Ren Tao mulai melangkah pelan dari dasar. Ia menelan hinaan sambil menyusun rencana, membiarkan musuh tertawa… sebelum satu per satu jatuh ke dalam jebakannya.

Di dunia tempat yang kuat memangsa yang lemah, Ren Tao membuktikan satu hal
jika bakat bisa dihancurkan, maka otak adalah senjata paling mematikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YeJian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 – Permainan yang Semakin Nyata

Pagi tiba dengan udara yang berat, bukan karena cuaca, tapi karena ketegangan yang terasa di seluruh lapangan latihan.

Unit-unit lain bergerak lebih agresif daripada sebelumnya. Tidak ada lagi ragu—mereka tahu posisi Ren Tao mulai terlihat, dan sebagian mulai mencoba menekannya secara langsung. Unit Kedua dan Kelima sudah tampak saling memancing, sementara Unit Ketujuh harus bergerak hati-hati agar tidak terjebak.

Ren Tao berdiri di sisi lapangan, matanya menelusuri langkah-langkah mereka. Setiap gerakan, setiap perubahan aliran qi, dicatatnya dengan teliti. Tidak ada panik. Tidak ada reaksi berlebihan. Hanya pengamatan dan perhitungan.

Li Shen menatapnya pelan. “Mereka mulai menekan langsung. Kita harus ekstra hati-hati.”

Ren Tao menunduk, jarinya menyentuh tanah, membaca aliran qi. “Biarkan mereka bergerak. Setiap kesalahan akan memberi kita informasi. Dan jebakan yang aku pasang semalam… akan mulai bekerja.”

Simulasi dimulai.

Unit lain menyerbu jalur utama, tergesa-gesa dan saling memotong. Beberapa murid tersandung karena aliran qi yang terganggu, beberapa kehilangan ritme. Ren Tao tetap stabil, memandu langkah Unit Ketujuh dengan ketenangan. Satu kesalahan kecil tercatat, tetapi tidak signifikan.

Di tengah medan, Unit Kedua dan Kelima bertabrakan dengan keras, aliran qi mereka terguncang, membuat beberapa murid terpaksa mundur untuk menyeimbangkan diri. Ren Tao mengamati dari jarak aman, mencatat pola gerakan mereka, dan menyesuaikan jalur qi untuk melindungi Unit Ketujuh.

Zhou Min menatapnya dengan kagum. “Kau selalu tahu apa yang akan mereka lakukan.”

Ren Tao tersenyum tipis. “Bukan hanya menebak. Aku membaca pola yang mereka tunjukkan sejak awal.”

Menjelang siang, jebakan yang dipasang Ren Tao bekerja sempurna. Aliran qi di jalur tertentu berubah secara halus, membuat langkah murid yang gegabah terguncang. Tidak ada cedera serius, tapi cukup untuk membuat evaluasi tetua menunjukkan kesalahan minor yang konsisten.

Di aula pengamatan, Tetua Lu dan Wei Kang menatap layar proyeksi. “Dia mulai menguasai papan,” kata Wei Kang, matanya tajam. “Dan semakin terlihat.”

Tetua Lu mengangguk pelan. “Murid ini berbeda. Bukan hanya cerdas, tapi juga sangat teliti. Setiap langkah sudah diperhitungkan.”

Sore hari, medan latihan kembali berubah, kali ini lebih sempit, dengan beberapa formasi qi tambahan yang membuat kesalahan kecil menjadi lebih berdampak. Unit lain mulai panik. Mereka bergerak terlalu cepat, langkah mereka salah, beberapa bahkan mulai saling menghalangi.

Ren Tao tetap tenang. Ia menyesuaikan aliran qi untuk Unit Ketujuh, menjaga agar mereka tetap rapi dan stabil. Setiap kesalahan unit lain adalah informasi berharga pola titik lemah, dan peluang untuk hari-hari berikutnya.

Wei Kang muncul di sisi lapangan, tatapannya dingin. “Semakin terlihat, semakin berbahaya. Ingat itu.”

Ren Tao menatapnya, wajah datar. “Aku tahu. Dan aku siap.”

Malam tiba, Unit Ketujuh pulang. Mereka lelah, tapi stabil. Ren Tao duduk di batu besar, merasakan aliran qi dan pola langkah hari itu. Ia mulai membaca strategi unit lain, jebakan yang sudah terpasang, dan kemungkinan langkah berikutnya dari pengawas dan tetua.

Ia tersenyum tipis.

Ini bukan sekadar latihan.

Ini papan perang nyata.

Dan Ren Tao yang selalu bergerak di tengah sudah mulai menguasainya.

Langkah demi langkah, mata yang mengawasi, tekanan yang terasa, dan jebakan yang tertata rapi… semuanya menjadi bagian dari permainan yang hanya bisa dimenangkan dengan ketenangan dan strategi.

Ren Tao membuka mata.

Semakin terlihat, semakin sulit bagi musuh untuk menutup jalur.

Dan itu selalu menguntungkannya.

1
Zan Apexion
salam sesama penulis novel Kultivasi.☺️👍

semangat terus ya...
YeJian: siap terimakasih bro atas dukungan nya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!