NovelToon NovelToon
Bunga Yang Menyembuhkan

Bunga Yang Menyembuhkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Janda / Duda
Popularitas:26.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aida

'Betapa kejamnya dunia pada seorang wanita yang belum bergelar ibu.'

Zahra sudah menikah dengan Aditya selama tiga tahun. Namun masih belum dipercaya memiliki seorang anak.

Meskipun belum juga hamil, tapi Zahra bersyukur Aditya dan keluarganya tidak mempermasalahkan hal itu. Zahra merasa hidupnya sempurna dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.

Tapi takdir berkata lain, suatu hari ia mengetahui bahwa Aditya akan menikah dengan Nadia, teman masa kecil Aditya karena Nadia hamil.

Rasa marah dan kecewa melebur jadi satu dalam hati Zahra. Ia mulai mempertanyakan keadilan dunia.

Mampukah Zahra mengobati hatinya dan menata lagi hidupnya atau ia tetap menggenggam cinta yang menyakitkan tersebut ?

..
Hay readers kesayangan Author, Author kembali lagi nih dengan tema berbeda dari novel sebelumnya. Terus kasih dukungan buat Author ya. Silahkan dikoreksi jika ada salah.

Mohon bacanya tidak di skip-skip ya. Makasih 🙏🫶🤩

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak dianggap

"Nanti kita mampir ke rumah mama," kata Aditya setelah mereka keluar dari toko perlengkapan bayi.

Bibir Nadia tersenyum dengan lebar. Sebelumnya Aditya tidak pernah mengajaknya ke rumah Mama Lina. Hanya ia sendiri yang pergi kesana dengan niat ingin mengambil hati mertuanya tersebut.

Dulu sebelum menikah dengan Aditya, sikap Mama Lina sangatlah hangat padanya. Ia memperlakukan Nadia layaknya putrinya sendiri. Namun setelah menikah Mama Lina sangat dingin. Jika ia pergi ke rumahnya, Mama Lina hanya berdiam di dalam kamar. Dan sejak hari itu mereka tidak lagi saling bicara.

Bukan hanya Mama Lina yang berubah. Namun Amelia dan Santi juga. Mereka lebih memilih menghindari Nadia jika bertemu. Perasaan marah juga mereka rasakan terhadap Aditya dan Nadia.

"Sudah lama aku tidak bicara sama Mama Lina. Eh maksudku Mama. Mama selalu menghindari ku kalau aku main kesana. Begitu juga Santi," kata Nadia saat mereka di perjalanan.

"Mengertilah kalau mereka marah dengan kita," kata Aditya sedikit melirik kearah Nadia yang duduk di sampingnya.

"Kenapa harus marah ?apa aku tidak pantas menjadi istri kamu ?" tanya Nadia tidak habis pikir.

"Mungkin iya. Kita lebih cocok menjadi teman seperti sebelumnya," jawab Aditya penuh penekanan.

"Kamu juga masih tidak bisa menerima ku ?" Nadia bertanya dengan suara lirih.

"Menurut kamu ?" tanya Aditya kembali dengan menatap mata Nadia.

"Aku hancur sejak malam itu, Nad. Dan kehancuran semakin aku rasakan saat Zahra menggugat ku. Sekarang aku benar-benar tidak tau harus apa dan bagaimana lagi. Aku benar-benar kehilangan arah," ujar Aditya pelan.

Nadia terdiam. Rasa sesak memenuhi dadanya. Padahal selama ini ia bersikap baik dan selalu berusaha menyenangkan Aditya namun Aditya malah mengatakan kehancurannya setelah berpisah dengan Zahra.

"Apa aku tidak cukup baik menjadi pengganti Zahra ?" tanya Nadia dengan berani.

"Zahra tidak akan terganti," jawab Aditya dingin. Suasana di dalam mobil yang tadinya penuh ketegangan langsung berubah menjadi beku. Nadia sudah tidak berani lagi mengeluarkan suaranya. Biarlah Aditya berpikir apapun sesukanya.

..

Aditya dan Nadia sampai di rumah Mama Lina. Bertepatan pula disana ada Amelia dan suaminya, Reno yang duduk bersama di teras rumah. Kedua anak Amelia bermain bersama Santi di dekat kolam ikan.

Nadia mencium tangan Mama Lina dan hanya dibalas senyum kecil. Begitu juga pada Amelia.

"Ma, kemarin Nadia periksa kandungan dan kata dokter jenis kelaminnya perempuan. Mama akan punya cucu perempuan setelah ini," kata Nadia penuh semangat. Pasalnya kedua anak Amelia semuanya laki-laki.

"Oh iya, Alhamdulillah. Semoga kalian sehat selalu," balas Mama Lina tanpa berniat mengatakan apa-apa lagi. Sedangkan Amelia melirik dengan malas kemudian memutuskan menghampiri Santi. Meninggalkan Reno dan Aditya yang mengobrol sendiri.

"Apa Mama tidak mau mengelus perut Nadia, Ma ?" tanya Nadia penuh harap. Ia sebenarnya rindu dengan perhatian Mama Lina padanya dulu. Jika Mama Lina bepergian, ia selalu membelikan hadiah yang sama dengan Amelia dan Santi.

Namun kini jangankan hadiah, perhatian kecil saja tidak pernah di dapatkan oleh Nadia.

"Maaf, Nadia. Tadi Mama habis ngasih makan ikan. Mama takut tangan Mama tidak higienis," kata Mama Lina mencari alasan.

Santi dan Amelia yang mendengarnya menahan tawa. Dan hal itu diketahui oleh oleh Nadia. Hatinya begitu sakit mendapatkan penolakan dari mertuanya apalagi kedua iparnya terang-terangan menertawakan nya.

"Memangnya ada yang lucu ? kenapa kalian tertawa ?" teriak Nadia. Matanya melebar dan sudah berkaca-kaca. Aditya menoleh kearah Nadia. Dalam hati bergumam apa lagi yang akan terjadi.

"Kenapa sikap kalian sekarang semuanya berubah ? aku salah apa ? aku sedang hamil tapi diantara kalian sama sekali tidak ada yang perhatian. Setiap hari aku menangis mengemis perhatian pada Aditya dan sekarang pun kalian bersikap sama seperti nya," tangis Nadia tidak terbendung. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

"Tidak ada yang menyuruh kamu mengemis, Nadia. Tidak ada. Kami bersikap seperti ini karena rasa bersalah pada Zahra. Menerima kamu berarti mendukung perbuatan yang kalian berdua lakukan. Dan aku tidak mau," kata Amelia berdiri. Ia sebenarnya tidak bermaksud membentak Nadia, tapi jujur itu adalah hal yang sudah lama ingin ia katakan.

"Kalau kamu merasa kami adalah orang jahat, harusnya kamu berkaca dulu kalau.."

"Kak, sudah. Nadia sedang hamil. Jangan memarahinya," potong Aditya.

"Aku tidak memarahinya. Aku hanya ingin dia tau kalau aku kecewa padanya. Dan pada kamu juga," kata Amelia lagi. Setitik air mata membasahi hijabnya yang berwarna biru laut.

"Aku dan Mama merasa berdosa pada Zahra, Dit. Sekalipun kalian menjelaskan jika perbuatan kalian tidak di sengaja, nyatanya hal itu begitu melukai banyak orang. Ah sudahlah, ayo Mas kita pulang. Bisa lepas kendali kalau aku lama-lama disini," kata Amelia lagi kemudian menghapus air matanya dan menggendong putra bungsunya yang berusia satu setengah tahun.

Reno dan Amelia pamit kepada Mama Lina dan Mama Lina hanya mengangguk. Kemudian ia berdiri berniat untuk masuk ke dalam menyusul Santi yang masuk lebih dulu.

"Apa Mama juga menyalahkan aku ?" tanya Nadia menghentikan langkah Mama Lina.

Mama Lina berdiri membelakangi Nadia. Dapat ia lihat jika Mama Lina menggelengkan kepalanya. "Tidak, Nadia. Mama tidak menyalahkan siapa-siapa. Mama hanya merasa bersalah pada Zahra seperti yang Amelia katakan. Mama tidak membenci kamu, nak. Jangan berpikir buruk," ucap Mama Lina tanpa menoleh kemudian melanjutkan langkahnya.

Melihat itu Nadia semakin mengeraskan tangisnya. Ia merasa dipermalukan disini. Aditya sama sekali tidak mengatakan apapun.

"Kenapa kamu tidak membelaku ?" tanya Nadia penuh luka. Wajahnya sudah basah dengan air mata.

"Tidak membela mu ? bukannya tadi aku menghentikan Kak Amelia yang menyudutkan mu ?" sentak Aditya. Ia pusing melihat Nadia yang sedikit-sedikit menangis.

"Memangnya apa yang kamu harapkan ? kita berdua sudah melakukan kesalahan besar. Masih dianggap anak saja aku masih untung," lanjutnya. Dan hal itu membuat Nadia semakin mengeraskan tangisnya.

Dari dalam, Mama Lina dan Santi masih bisa mendengar tangis Nadia. Mama Lina mengelus dadanya dan menitikkan air mata.

"Bisa-bisa setelah ini rumah kita di datangi tetangga, Ma. Dikira ada ribut-ribut apa," kata Santi yang tiduran diatas sofa dengan memainkan ponselnya.

"Sudah, jangan ikut-ikutan," tegur Mama Lina.

Sebenarnya Mama Lina tidak mau bersikap seperti ini pada Nadia. Namun ia tidak bisa membohongi hati kecilnya kalau ia benar-benar merasa marah pada apa yang sudah diperbuat oleh Aditya dan Nadia. Apalagi ia juga harus kehilangan menantu sesempurna Zahra.

1
Gustinur Arofah
pantesan ko gk ada notipnya baru ini ada, rupanya sedang sakit toh. semoga othor pulih kembali biar cepet beraktivitas lagi. Aamiin🤗🤗🤗
Etty Rohaeti
semoga lekas pulih kembali kak
Fitri Sosianingsih
masih bersambung kah? atau tamat ? lanjut thor
Gustinur Arofah
💪💪💪💪💪💪💪
Gustinur Arofah
ada apa masa apa ada🤣🤣🤣🤣
Gustinur Arofah
aku suka cerita mu thor semangat💪💪💪💪💪
Gustinur Arofah
rayan thor bkn zahran
Gustinur Arofah
tidak nyaman mungkin maksudnya
Gustinur Arofah
tuh kan malah aku yg typo
Gustinur Arofah
tayang bkn zahran
Gustinur Arofah
sdh kopi, vote, like, dan bunga tetep semangat ya thor😚😚😚
yuqana
gitu donk jadi perempuan yg kuat, 🥰🥰🥰🥰
astr.id_est 🌻
kapok sofi, zafirah ko di lawan
ms. S
zafirah ini jalan dulu, mikir nanti apalagi dia pernah dipenjara jadi ga masalah. rasanya cocok dgn Rayan yg modelnya kayak gitu, butuh ceweknya yg strong dan tahan banting
Gustinur Arofah
𝚊𝚕𝚞𝚛𝚗𝚢𝚊 𝚝𝚎𝚛𝚜𝚎𝚛𝚊𝚑 𝚘𝚝𝚑𝚘𝚛 𝚊𝚓𝚊 𝚢𝚐 𝚙𝚎𝚗𝚝𝚒𝚗𝚐 𝚖𝚊𝚜𝚞𝚔 𝚊𝚔𝚊𝚕
ms. S
lanjut cerita menarik
astr.id_est 🌻
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
astr.id_est 🌻
intinya penyesalan.. udah trima ajaaa, nadia anak mu cacat
astr.id_est 🌻
apa nya yg beda dari bayi nya.. iihhh ngeri nya
Lee Mbaa Young
pelakor ttp pelakor, semoga habis ini sulit hamil biar ttp punya anak itu saja.

karma tak Semanis kurma rasakno.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!