"Anak ku hilaaaaang, kemana anak ku pergi?"
Beberapa waktu terakhir ini banyak anak anak dan juga orang tua mati tenggelam, mereka di temukan bila sudah empat atau tiga hari di dalam air sehingga keadaan tubuh sudah mengembung.
Sebelum tenggelam ada yang bilang bahwa mereka berjalan dengan pandangan kosong, mereka tidak di makan buaya karena tidak ada gigitan di tubuh mereka.
Apa yang membawa mereka kedalam air?
mungkin kah ada sebuah misteri sehingga mereka semua meninggal di dalam air?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20. Mengintip orang kencing
"Alah Mbak Pur kok main masuk gitu saja, kita gimana dong ini jadi nya?!" Yoto panik juga karena Purnama sudah masuk dalam air.
"Mas ini gimana jadi nya? apa kita juga perlu naik perahu kesana." Gito juga panik.
"Tetap diam di sini, aku akan ikut dengan Purnama." Arya juga memutuskan untuk masuk dalam air.
"Aku kontak Andini sekarang ya biar dia datang segera." Arini meminta izin kepada Arya.
"Ya suruh dia datang sekarang karena kita butuh dia yang memang menguasai air." Arya setuju dengan ucapan Arini.
"Mas Arya sedang berbicara kepada siapa, Kang?" Gito agak takut karena Arya berbicara pada udara kosong.
Yoto menggeleng karena dia juga tidak tahu apa yang sedang diajak bicara oleh Arya ini sebab di sebelah Arya hanya ada udara kosong dan sama sekali tidak ada orang, namun mereka tidak berani bertanya karena mereka juga paham bahwa Arya dan Purnama bukan orang sembarangan sehingga mungkin saja ada sesuatu yang sedang dia ajak berbicara.
Arini yang sudah mendapat izin untuk menghubungi Andini segera duduk bersinar dan dia melakukan kontak batin dengan wanita itu agar Andini segera datang ke tempat ini dan membantu Purnama mencari keberadaan Pak Roni, sungguh Pak Roni masih di harapkan bisa selamat walau dia sudah tercebur masuk ke dalam sungai.
Semua harus bergerak cepat agar orang tua itu bisa diselamatkan dengan tepat dan nyawa masih ada di dalam raga dia sehingga hantu air belum sempat mengambil nyawa dari Pak Roni, sebab tadi Yoto dan juga Gito bergerak cepat agar mereka bisa menemukan orang lain.
Untung memang malah bertemu dengan Purnama dan Arya yang sudah ada di pinggir sungai ini karena mereka sebenarnya memutuskan untuk pulang ke rumah, sebab sudah berkeliling tapi tidak menemukan jua keberadaan dari hantu air itu sehingga rasa lelah mulai timbul di hati mereka dan ingin pulang ke rumah tapi malah ada tragedi kecil.
Tadi bila tidak ada tragedi Purnama tercebur masuk ke dalam air gara-gara Arya yang membentur sesuatu maka Yoto dan juga Gito pasti tidak akan bertemu dengan mereka berdua, segala sesuatu memang masih ada untung dan ini adalah untung dari keselamatan Pak Roni sehingga Purnama bisa segera masuk ke dalam sungai.
"Apa ini kok mendadak saja kau memanggil aku?!" Andini langsung datang karena jarak sungai dan rumah Purnama tidak seberapa jauh.
"Ada korban lagi yang di bawa masuk oleh hantu air itu dan Arya setuju agar kau segera mencari keberadaan hantu air." jelas Arini secara singkat saja.
"Oh padahal aku berencana besok untuk mendatangi sungai ini, tapi ya sudah sekarang aku akan segera masuk mencari keberadaan hantu air itu." Andini segera masuk ke dalam sungai.
"Hati hati, Hendra bisa jadi Duda kedua kali bila kau sampai celaka nanti." teriak Arini saat Andini sudah masuk ke dalam sungai.
"Aduh suasana kok merinding begini ya, seperti ada setan di sebelah kita." Yoto mengusap lengan yang terasa dingin.
Arini melirik sinis karena memang dia ada di sebelah kedua pria itu sehingga wajar saja bila Yoto merasa merinding, mau secantik dan sebaik apa sikap Arini tapi tetap saja dia adalah setan sehingga bila manusia yang peka maka akan merasakan tentang keberadaan Arini dan tubuh mereka akan menolak tidak ingin berdekatan dengan setan kafan hitam ini.
"Aku sudah menghubungi lewat grup kampung kita." Gito membuka ponsel dan menatap Yoto sebentar.
"Bagus lah, semoga nanti masih ada yang melihat dan mereka segera mendatangi sungai ini." harap Yoto.
"Ya Allah aku sungguh berharap kalau Pak Roni masih bisa selamat." Gito gemetar dan dia duduk di atas tanah.
"Mbak Purnama sudah terjun ke dalam air jadi aku yakin Pak Roni masih bisa selamat." Yoto berusaha untuk meyakinkan diri walau dia juga ada rasa ragu karena yang mereka hadapi adalah air.
"Banyak juga bacot dua manusia ini, aku takuti juga nanti kau lama lama." Arini sudah mulai kumat.
"Aku ingin pipis dulu." pamit Gito karena sudah terdesak ingin buang air kecil.
"Cepat lah, segera kembali lagi kesini karena kita harus menunggu para warga lain." suruh Yoto.
Gito berlalu pergi meninggal kan Yoto yang masih bingung sendiri di pinggir sungai, walau perasaan dia sangat merinding saat ini namun dia tetap bertahan karena sebentar lagi pasti para rombongan warga yang lain akan segera tiba di tempat ini untuk melihat keadaan Pak Roni yang sudah tercebur di dalam sungai itu.
"Kang Yoto!" Rehan agak berteriak karena dia memang baru saja mencari keberadaan Reza.
"Han dari mana saja kau?" Yoto segera bangkit ketika melihat Rehan.
"Aku mencari keberadaan Reza karena siapa tahu saja akan segera ketemu bila malam saat air pasang." ujar Rehan dengan wajah sedih.
"Kau jangan ambil resiko seperti itu karena kita tidak tahu apa yang ada di dalam air, ini saja Pak Roni malah tenggelam dengan perahu." ujar Yoto segera bercerita.
"Innalillahi, kok kalian masih saja mencari ikan sih." Rehan begitu kaget mendengar Pak Roni sedang kemalangan.
"Ya kalau tidak cari ikan ya bagaimana lah, Han. itu kan salah satu pencarian kami Dan bila terus libur maka kami tidak mendapatkan uang." jelas Yoto.
Rehan paham karena memang sebagian besar warga yang ada di sini berpenghasilan menjadi nelayan sehingga tidak mungkin bila mereka terus akan libur, memang di bagian sini bukan hanya sungai saja tapi ada danau namun danau itu sudah mulai berkurang untuk bagian ikan.
Jadi mau tidak mau mereka berpindah ke sungai ini saja dan membiarkan danau itu istirahat untuk sesaat dan bila sudah lama tidak dicari ikan maka nanti danau tersebut akan terisi ikan kembali, kalau sungai memang seolah tidak pernah habis karena ikan itu terus saja bertambah setiap saat.
"Lalu sekarang gimana, Kang?!" Rehan panik juga karena kasihan.
"Ada Mbak Pur dan Mas Arya yang sudah terjun mencari keberadaan Pak Roni sekarang, semoga saja beliau masih bisa selamat." harap Yoto.
"Aduh aku habis pipis tapi kok terasa begitu merinding di semak sana." Gito sudah selesai dan dia datang dengan raut wajah ketakutan.
Tak lama Arini juga muncul dengan wajah masam dari tempat yang sama juga dengan Gito, sudah pasti iblis satu ini kepo dengan dontol yang di miliki oleh Gito sehingga tadi ketika mendengar Gito akan pipis dia segera datang untuk mengintip karena rasa penasaran yang sangat besar.
Selamat malam Besti, penutupan kita ya pas dua puluh bab hari ini, terima kasih.