NovelToon NovelToon
Dekapan Bayang

Dekapan Bayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor jahat / Cinta pada Pandangan Pertama / Harem / CEO / Cintapertama
Popularitas:238
Nilai: 5
Nama Author: Queenca04

Seorang gadis cantik bernama Anggi yang menjadi korban perceraian orangtuanya karena ayahnya selingkuh dengan sahabat ibunya sendiri. Kejadian itu pun dialami oleh Anggi sendiri.
Anggi memiliki sahabat dari kecil bernama Nia. Bahkan dia sudah dianggap Nia saudara sendiri bukan lagi seperti sahabat. Nia mengkhianati Anggi dan mengambil kekasih Anggi.
Bagaimana kisah selanjutnya yuk baca cerita selengkapnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenca04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33

Sudah satu minggu Zian pulang ke rumahnya tapi ia memilih pulang ke apartemennya. Zian memilih pulang ke apartemennya supaya bisa lebih dekat dengan Anggie karena ia merasa sudah mendapatkan lampu hijau dari abangnya. Tapi sebaliknya Anggie masih saja membatasi dirinya.

Bukan karena itu saja tapi Zian memang sedang sibuk dengan mega proyek yang sedang ia jalani. Membuat pikiran dan fisiknya terkuras habis. Zian bahkan tidur hanya beberapa jam saja.

Zian yang sedang meeting pun mendapatkan telepon dari sang Mama karena sudah satu minggu ia tidak mendapatkan kabar dari anak sulungnya itu.

"Assalamualaikum, Abang dimana?"

"Waalaikumsalam, Ma. Aku masih di kantor Ma."

"Kok gak pulang sih udah satu minggu. Gak kangen apa sama Mama. Mama minta hari ini Abang harus pulang karena Ziva akan tunangan hari ini."

"Iya Ma nanti Abang usahakan pulang hari ini. Maaf ya Ma aku lagi meeting."

Zian pun menutup teleponnya lalu melanjutkan meeting nya kembali. Setelah satu jam meeting bersama semua divisi Zian pun kembali ke ruangannya sambil memijat dahinya.

Anggie yang akan memberikan dokumen hasil meeting tadi merasa kasian melihat Zian yang sepertinya sedang tidak enak badan. Karena memang proyek yang mereka tangani sangat mengurus tenaga dan pikirannya. Anggie pun sampai sering lembur tapi Angga tidak mempermasalahkannya karena Angga selalu mendapatkan kabar dari Zian yang ditunjuk Angga untuk menjaga Anggie.

Anggie yang melihat Zian terduduk sambil memijat dahinya lalu kembali ke pantry membawa teh camomile.

Tok

Tok

Anggie pun masuk dengan secangkir gelas berisi teh camomile untuk Zian.

"Maaf Pak, saya ijin masuk."

Zian mendengar suara Anggie masuk ke ruangannya langsung menegakkan badannya. Ia merasa badannya kembali sehat saat melihat Anggie datang. Terdengar cukup lebay tapi memang itu yang dirasakan Zian saat itu.

"Saya bawakan teh camomile buat bapak karena tadi kebetulan saya lihat bapak seperti kurang sehat. teh camomile baik buat meredakan stres juga," ujar Anggie sambil meletakkan cangkir di meja Zian.

Zian merasa senang mendapatkan perhatian dari Anggie. Ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk bisa kembali dengan dengan Anggie.

"Terima kasih perhatiannya. Saya memang sedang kurang enak badan kepala saya sedikit pusing," lalu Zian pun langsung meminumnya.

"Apa bapak gak ke dokter saja," Anggie memberi saran.

"Gak perlu kayaknya saya minum teh dari kamu aja badan saya sudah mulai membaik."

Blush

Wajah Anggie memerah saat di puji Zian seperti itu. Anggie tak mau berlama-lama di sana ia langsung memberikan dokumen yang sudah ia buat.

"Maaf Pak saya hanya mau memberikan ini hasil dari meeting tadi. Kalau begitu saya permisi."

"Tunggu," Anggie yang sedang berjalan menuju pintu pun langsung terdiam dan membalikkan badannya.

"Apa ada yang bisa saya bantu lagi Pak?"

"Bisa gak kamu antar saya pulang hari ini karena kepala saya pusing."

"Kenapa bapak gak sama Pak Roy saja dia kan asisten bapak."

"Roy saya perintahkan buat pergi ke Bandung hari ini jadi dia gak bisa antar saya pulang."

"Tapi saya gak bawa mobil Pak. Saya pake motor."

"Tapi kamu bisa pake mobil kan?" Anggie mengangguk.

"Kalau begitu kamu pakai mobil saya saja," Zian pun memberikannya kepada Anggie lalu Anggie pun mengambilnya.

Di dalam mobil suasana hening tidak ada yang memulai bicara. Zian hanya mengarahkan jalan saja tidak bicara apapun lagi karena memang kepalanya sedikit sakit. Anggie pun tidak berani menanyakan sesuatu pada Zian karena melihat kondisi Zian.

Tak lama kemudian mobil yang dikendarai Anggie pun sampai di sebuah rumah yang terbilang mewah banyak penjagaan tentara di sana. Anggie sedikit kaget saat mobil akan masuk ke halaman rumahnya. Tapi Anggie memilih diam saja tidak bertanya apapun pada Zian padahal dalam hatinya ingin sekali bertanya tentang kenapa begitu banyak tentara yang berjaga di rumahnya.

Anggie memang tidak pernah tahu dan tidak mau tahu tentang Zian. Anggie memilih untuk diam saja menata hidupnya sendiri tanpa harus memikirkan urusan orang lain. Itu yang Anggie pegang sekarang. Anggie takut terjadi sesuatu yang membuatnya kembali harus fisioterapi lagi. Makanya ia memilih diam tidak mengurusi urusan orang lain dan hampir tidak mau memiliki teman juga.

"Sudah sampai Pak," ujar Anggie pelan.

"Yuk turun," ajak Zian.

"Maaf Pak sepertinya saya langsung pulang saja karena hari juga sudah mulai mau gelap."

"Justru itu hari sudah mau gelap makanya lebih baik kamu turun dulu nanti saya antar kamu pulang."

"Gimana mau pulang kondisi bapak saja sedang tidak sehat. Lebih baik saya pulang sendiri saja pesan ojek online."

"Kamu gak boleh pulang sendiri nanti pokoknya kamu saya antar gimana pun caranya. Sekarang kita turun dan masuk dulu."

"Maksudnya apa sih kok gue di ajak masuk segala," gumam Anggie dalam hati.

Akhirnya Anggie pun mengikuti Zian dari belakang. Suasana rumah Zian sangat ramai karena memang hari ini akan ada acara di rumahnya juga tunangan saudara kembarnya.

"Wah bawa siapa nih Abangku datang," goda Ziva yang sedang duduk bersama anggota keluarga lainnya juga.

Anggie dapat melihat betapa banyaknya orang mungkin saja itu keluarga Zian. Di sana ada Mama dan Papa Zian juga Ziva tentunya Om dan Tante Zian pun ada di sana juga adik dan kakak sepupunya hadir di sana.

"Bawa siapa Zi? Kenalin dong," seru Daren adik sepupunya tapi umurnya lebih tua dari Zian karena memang dulu orang tua Zian cukup lama mempunyai anak juga ayah Zian menikah paling akhir dan di langkahi adiknya.

"Kenalin ini Anggie," seru Zian.

"Calon kakak ipar ya Bang," celetuk Ziva.

Anggie yang merasa kikuk di depan keluarga Zian hanya tersenyum saja. Regina sang Mama Zian peka terhadap wanita yang dibawa Zian merasa kurang nyaman akhirnya mendekatinya.

"Saya Regina Mamanya Zian. Ini Papanya Zian dan itu adik kembarnya Zian dan yang itu adik sepupunya Zian," sambil menunjuk ke arah suami dan anaknya juga anak dari adiknya.

"Saya Regina Bu, salam kenal. Saya sekertaris nya Pak Zian."

Adik dan saudaranya Zian yang lain tertawa saat mendengar Zian disebut bapak oleh Anggie.

"Lo udah jadi bapak-bapak zi," Daren sambil tertawa. Daren memang terbilang cukup tengil diantara saudara yang lain. Zian langsung melayangkan tatapan tajam pada Daren.

"Dikirain calon mantu Mama Gina, ternyata cuma sekertaris aja."

"Bisa diam gak lo," sentak Zian pada Daren.

"Jangan di ambil hati ya, mereka memang suka begitu," imbuh Regina lembut.

"Maaf Bu saya ke sini memang hanya mengantarkan Pak Zian saja tadi di kantor beliau pusing dan meminta saya untuk mengantarkannya ke sini. Karena hari pun sudah malam saya pamit."

"Kok buru-buru nanti aja sebentar lagi nunggu acaranya mula. Nanti saya yang antar kamu pulang," celetuk Zian.

"Gak perlu Pak saya sudah pesan ojek online kok di depan sudah datang. Saya pamit Assalamualaikum."

Anggie pun pergi setelah pamitan kepada orang tua Zian.

"Kejar sana," seru Daren.

"Pa aku pinjam Pak Karyo ya buat nganterin Anggie," Papa Dandi pun mengangguk lalu Zian berlari mencari Anggie yang sudah ada di depan.

"Anggie, tunggu," teriak Zian.

Anggie yang melihat Zian berlari pun akhirnya menghentikan langkahnya.

"Ada apa Pak?"

"Kamu pulang saya antar gak baik kamu pulang sendiri."

"Tapi saya sudah pesan ojek online Pak. Dia sudah nunggu di depan."

Zian langsung pergi ke depan menghampiri tukang ojek online dan memberikan beberapa lembar uang warna merah dan menyuruhnya pergi.

Mau tak mau akhirnya Anggie pun pulang diantar Zian menggunakan mobil Zian.

1
Abah Pnd
pasti jatuh miskin anggoro
Queen: pantas ya buat seorang tukang selingkuh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!