NovelToon NovelToon
Asal Mula Pedang Buta

Asal Mula Pedang Buta

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

Di Benua Tianyuan, kekuatan adalah segalanya. Namun, Ren Zhaofeng hanyalah seorang murid pelayan buta di Sekte Awan Hijau yang bertugas menyapu halaman. Tanpa penglihatan dan tanpa latar belakang, ia dianggap tidak lebih dari debu di bawah kaki para jenius yang berlomba mengejar keabadian.

Namun, dunia tidak tahu bahwa di balik kain penutup matanya, Zhaofeng memiliki "Hati Pedang Tanpa Cela". Ketika orang lain hanya melihat wujud, ia mendengar napas semesta.

Di bawah bayang-bayang Monumen Daftar Naga Langit yang agung, Zhaofeng memulai langkah pertamanya. Bukan untuk melihat puncak dunia, tetapi untuk memaksa dunia mendengarkan gema pedangnya. Dari penyapu hina menjadi legenda yang membelah langit—inilah kisah asal mula Sang Pedang Buta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tarian Ular dan Pedang Gila

Jarak antara Ren Zhaofeng dan Hei She adalah dua puluh langkah. Bagi kultivator, jarak itu bisa ditutup dalam satu kedipan mata.

"Kau pikir pedang tumpul itu bisa menyentuhku?" Hei She mendengus. Dia tidak menghunus senjata. Baginya, melawan murid Penempaan Tubuh dengan senjata adalah penghinaan bagi statusnya.

Hei She mengibaskan lengan jubahnya.

"Telapak Racun Hitam!"

Gumpalan Qi berwarna hitam pekat meluncur dari telapak tangannya, membentuk bayangan tangan raksasa yang berbau busuk. Serangan ini tidak hanya fisik, tapi juga korosif. Jika Zhaofeng menangkisnya, pedangnya akan meleleh.

Zhaofeng tidak berhenti. Dia memejamkan mata di balik kainnya.

Suara angin bergeser... Tekanan udara di depan meningkat...

Dia menjatuhkan tubuhnya ke tanah, meluncur dengan lutut di atas lumpur licin.

Wush!

Telapak racun itu lewat tepat di atas kepalanya, menghanguskan rambutnya sedikit.

"Lincah juga," komentar Hei She. Dia menghentakkan kakinya ke tanah. "Tapi di tanah ini, akulah rajanya!"

BOOM!

Tanah di depan Zhaofeng meledak. Akar-akar pohon yang tersembunyi di dalam lumpur mencuat keluar seperti tombak, dikendalikan oleh Qi Kayu Hei She yang tercemar.

Zhaofeng melompat, berputar di udara. Pedang Hitam-nya menari.

Ting! Ting! Krak!

Dia memotong akar-akar itu. Bukan dengan kekuatan, tapi dengan memukul titik simpulnya.

Dia mendarat tiga langkah dari Hei She.

"Mati!"

Zhaofeng menusuk lurus ke tenggorokan Hei She.

Hei She tersenyum sinis. "Terlalu lambat."

Tubuh Hei She tiba-tiba menjadi lunak seperti tanpa tulang. Dia meliuk menghindari tusukan itu dengan gerakan yang tidak wajar—seperti ular.

"Langkah Ular Hantu."

Hei She muncul di samping Zhaofeng, tangannya yang dilapisi Qi hitam mencengkeram bahu Zhaofeng.

"Dapat kau."

Sizzz!

Baju Zhaofeng mendesis terbakar. Racun itu mulai memakan kulit bahunya. Rasa sakitnya luar biasa, seperti disiram air keras.

Tapi Zhaofeng tidak berteriak. Dia justru... menangkap pergelangan tangan Hei She.

"Kau pikir kau menangkapku?" bisik Zhaofeng. "Aku yang membiarkanmu mendekat."

Zhaofeng mengaktifkan otot Tulang Besi-nya. Dia mengunci tangan Hei She.

Lalu, dia berteriak.

Bukan teriakan kesakitan. Tapi sebuah auman yang diperkuat Qi dari paru-parunya.

"Gema Naga!"

ROAAARRR!

Suara itu meledak tepat di telinga Hei She dalam jarak nol. Bagi Zhaofeng yang mengendalikannya, itu biasa saja. Tapi bagi Hei She, rasanya seperti ada lonceng raksasa yang dipukul di dalam otaknya.

"ARGH!"

Hei She terhuyung, keseimbangannya goyah, telinganya berdenging hebat. Cengkeramannya melemah.

Zhaofeng melepaskan diri, memutar pedangnya, dan menebas mendatar ke pinggang Hei She.

SLAASSH!

Hei She mundur dengan panik, tapi terlambat. Ujung pedang Zhaofeng menyayat perutnya. Darah hitam muncrat.

"KAU!" Hei She mundur sepuluh langkah, memegangi perutnya yang robek. Wajahnya yang pucat kini berubah menjadi ungu karena marah. "Kau melukaiku?! Seekor semut melukaiku?!"

Di sisi lain lapangan, Ye Qingyu melihat kejadian itu dengan takjub sambil menangkis ekor Ular Piton. Dia mendesak Pengumpulan Qi Tahap 3?!

Hei She marah besar. Aura membunuhnya meledak, membuat kabut di sekitar mereka bergolak.

"Baik. Sangat baik. Aku akan menunjukkan perbedaan antara langit dan bumi."

Hei She mengeluarkan sebuah seruling tulang kecil dari balik bajunya.

"Tutup telingamu, Sayangku!" teriak Hei She pada Ye Qingyu (dengan nada mengejek), lalu dia meniup seruling itu.

Tuuut... Hiiii...

Suara yang keluar bukan musik. Itu adalah frekuensi ultrasonik yang menyakitkan.

"Lagu Pemanggil Jiwa Ular."

Efeknya instan.

Ye Qingyu menjerit kesakitan, menutup telinganya. Ular Piton Besi menjadi gila, matanya merah menyala, kekuatannya meningkat dua kali lipat.

Tanah di sekitar mereka mulai bergetar. Ribuan ular kecil mulai bermunculan dari segala penjuru lembah, dipanggil oleh lagu itu.

"Hahaha! Di dalam simfoni ini, otakmu akan mencair, Buta!" tawa Hei She di sela tiupannya.

Zhaofeng berdiri diam.

Dia tidak menutup telinganya.

Bagi orang lain, suara ini adalah siksaan. Tapi bagi Zhaofeng, yang hidup dalam dunia suara selama enam belas tahun, yang telah melatih telinganya mendengarkan badai di Lembah Angin Puyuh...

Ini hanyalah pola.

"Frekuensinya kasar," gumam Zhaofeng. "Kau salah nada."

Zhaofeng mengangkat Pedang Hitam-nya. Dia mengetukkan jari telunjuknya ke bilah pedang.

Ting... Ting... Ting...

Suara ketukan itu kecil. Tapi Zhaofeng mengirimkan gelombang Qi-nya ke dalam pedang, menciptakan Anti-Resonansi.

Dia menciptakan gelombang suara yang membatalkan frekuensi seruling Hei She di area sekitar tubuhnya. Sebuah kubah hening tercipta di sekitar Zhaofeng.

Hei She melotot. "Apa?! Lagu Jiwaku tidak mempan?!"

Zhaofeng melangkah maju. Satu langkah. Dua langkah. Ular-ular kecil yang mendekatinya meledak kepalanya karena tidak tahan dengan bentrokan dua frekuensi suara itu.

"Kau bermain suara di depan rajanya suara," kata Zhaofeng dingin.

Dia mulai berlari.

Hei She panik. Dia meniup serulingnya lebih keras, mencoba memanggil Ular Piton Besi untuk melindunginya. "Besi! Kembali! Lindungi aku!"

Ular raksasa itu meninggalkan Ye Qingyu dan meluncur ke arah Zhaofeng dengan mulut terbuka lebar.

Zhaofeng tidak berhenti. Dia juga tidak menghindar.

"Kakak Ye! Bekukan kepalanya!" teriak Zhaofeng tanpa menoleh.

Ye Qingyu, yang baru saja bebas dari tekanan suara, bereaksi instan. Dia melempar Pedang Beku-nya seperti tombak.

Wush!

Pedang itu menancap di kepala Ular Piton, membekukan otaknya sesaat. Ular itu kaku di tengah jalan.

Zhaofeng melompat. Dia menginjak kepala ular yang beku itu sebagai pijakan, meluncur ke udara, langsung menuju Hei She yang tak terlindungi.

"Seni Pedang Tanpa Wujud: Jatuh dari Langit!"

Zhaofeng menukik turun dengan pedang terhunus ke bawah. Gravitasi + Qi + Berat Pedang.

Hei She mengangkat kedua tangannya, menciptakan perisai Qi hitam terakhir. "Perisai Ular Kegelapan!"

CLANG!

Ujung Pedang Hitam Zhaofeng menghantam perisai itu.

Krak...

Retakan muncul.

"Tidak mungkin..." Hei She gemetar. "Qi-ku... kau menghisapnya?!"

Pedang Hitam Zhaofeng bersinar merah. Sifat Melahap-nya aktif. Ia memakan perisai musuh.

PRANG!

Perisai hancur.

Pedang Zhaofeng menusuk bahu kanan Hei She, mematuknya ke tanah.

"ARGHHH!"

Zhaofeng mendarat di atas tubuh Hei She, lututnya menekan dada lawan. Dia mencabut pedangnya dari bahu, lalu menempelkannya ke leher Hei She.

"Hentikan lagunya," perintah Zhaofeng.

Hei She terbatuk darah, serulingnya terlempar jauh. Dia menatap Zhaofeng dengan tatapan tidak percaya bercampur kegilaan.

"Kau... monster apa kau?"

"Aku hanya penyapu," jawab Zhaofeng.

Di belakang mereka, Ular Piton Besi yang lepas dari efek pembekuan mengamuk lagi, tapi Ye Qingyu sudah siap. Tanpa dikendalikan oleh musik Hei She, gerakan ular itu menjadi binatang buas biasa yang mudah diprediksi.

"Zhaofeng! Awas!" Ye Qingyu memperingatkan.

Tiba-tiba, Hei She tertawa. Tawa yang mengerikan.

"Kau pikir kau menang? Kau pikir menangkapku akan menghentikan Aliansi?"

Tubuh Hei She mulai membengkak. Urat-urat hitam menjalar di wajahnya. Matanya berubah menjadi vertikal sepenuhnya.

"Aku persembahkan tubuhku untuk Dewa Ular!"

BOOM!

Gelombang Qi hitam meledak dari tubuh Hei She, melempar Zhaofeng terpental ke belakang.

Saat debu mereda, Hei She sudah tidak ada.

Sebagai gantinya, berdiri sesosok makhluk setengah manusia setengah ular. Kakinya menyatu menjadi ekor, kulitnya bersisik, dan lidahnya bercabang.

Transformasi Iblis Darah.

Kultivasinya melonjak paksa ke Pengumpulan Qi Tahap 5.

"Sekarang..." suara makhluk itu mendesis ganda. "Kita mulai ronde kedua."

Zhaofeng bangkit, menyeka darah di sudut bibirnya. Dia merasakan tulang rusuknya retak akibat ledakan tadi.

"Repot," gumamnya. "Kenapa penjahat tidak bisa mati dengan tenang saja?"

Dia mengangkat pedangnya lagi. Getaran dari pedang itu berubah. Bukan lagi dengungan lapar. Tapi dengungan gembira.

Pedang itu menyukai tantangan ini.

1
Apliti warman
alumrnya bagus, cara penulisannya dah expert nih, lanjut thor, ada yg hilang thor, tentang penguasaan jurus 2 mc, menarik cara othor menjelaskan, juga ranah mc, naikkan dikit...😁
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Panen Zhaofeng.... dan bersihkan harta karun Duanmu
Nanik S
Krek., hancur sudah tulangnya
yos helmi
lanjut
Nanik S
Nyonya Merah mengerikan juga, banjir Darah dibilang ramai
Nanik S
Jual barang rampasan
Nanik S
Xiao Yu... ikut saja Zhaifeng
Nanik S
Lanjutkan dan tetap semangat Tor
Nanik S
Mantap Pooool
Nanik S
Lanjutkan Zhaofeng dan bantai semua Taring naga
Nanik S
Demi melindungi Sekte Zhaofeng rela meninggalkan Sekte
Nanik S
Lanjut mengembsra
A 170 RI
cerita pendekar buta cukup menarik
A 170 RI
trus berkarya jangan hiatus ya thor..
💪
Nanik S
Zhaofeng perusak rencana
Nanik S
Racun disapu Petir.... k\kwkwkw
Nanik S
mana ada Penghianat mengaku
Nanik S
Qingyu.... ya karena juga Jenius
Nanik S
Tantangan yang Elegan pada Tuanya Li Ding
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!