NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Raja Mafia

Obsesi Sang Raja Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Mafia / Obsesi / Penyelamat
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Follow IG @Lala_Syalala13

Anya, seorang gadis miskin yang bekerja sebagai pelayan, tak sengaja menyelamatkan Marco Valerius, bos mafia kejam yang sedang sekarat akibat pengkhianatan.

Terpikat oleh kemurnian Anya yang tulus, Marco yang posesif memutuskan untuk "membeli" hidup gadis itu.

Ia menghancurkan dunia lama Anya dan mengurungnya dalam kemewahan sebagai bentuk perlindungan sekaligus kepemilikan.

Di tengah ancaman maut dari musuh-musuh Marco, Anya terjebak dalam sangkar emas, berjuang antara rasa takut dan ketertarikan pada pria yang terobsesi menjadikannya milik selamanya.

Bagaimana kelanjutan ceritanya???

Yukkkk kepoin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OSRM BAB 28_Gema di Ujung Dermaga

Lampu-lampu indikator di pusat komando The Citadel berkedip ritmis, memantulkan cahaya biru elektrik pada wajah Anya yang tegang.

Di luar sana, Jakarta sedang diguyur hujan badai seolah alam pun tahu bahwa malam ini adalah malam penghakiman.

Suara gemuruh guntur sesekali meredam suara laporan taktis yang keluar dari pengeras suara.

Marco duduk di kursi roda medisnya, sebuah tablet militer berada di pangkuannya.

Meskipun tubuhnya masih dibalut perban dan napasnya sesekali masih terasa berat, auranya sebagai sang predator telah kembali sepenuhnya.

Di matanya, tidak ada lagi keraguan dan hanya ada perhitungan dingin tentang kematian.

"Target terpojok di sektor C-4," suara Bram terdengar statis melalui intercom, unit bayangan sudah memutus semua jalur keluar. Antonio terjebak di dalam kontainer pendingin yang sudah dimodifikasi menjadi bunker. Tuan, apakah kami harus meledakkannya sekarang?"

Marco tidak langsung menjawab, ia melirik ke arah Anya yang berdiri di sampingnya.

Tangan Anya mencengkeram pinggiran meja digital begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih.

"Anya," panggil Marco lembut, kontras dengan situasi perang yang mereka saksikan lewat layar monitor.

"Apakah kamu ingin melihat wajah orang yang menghancurkan hidupmu?" tanya Marco.

Anya menelan ludah, rasa mual kembali menyerang perutnya, namun ia menahannya.

"Jika aku tidak melihatnya berakhir, aku tidak akan pernah merasa aman, Marco. aku ingin ini selesai."

Marco mengangguk pada Bram di layar. "Jangan ledakkan, bawa dia ke area terbuka di dermaga 7. Aku ingin dia melihat siapa yang menjatuhkannya sebelum dia menarik napas terakhirnya. Aku sedang dalam perjalanan."

"Tapi Tuan, kondisi Anda...."

"Siapkan unit ekstra, aku berangkat sekarang." potong Marco dengan nada yang tidak menerima bantahan.

Perjalanan menuju dermaga utara terasa seperti perjalanan menuju akhir dunia, Anya duduk di dalam SUV lapis baja di samping Marco.

Di sepanjang jalan ia hanya melihat bayangan gedung-gedung yang kabur karena air hujan.

Marco menggenggam tangan Anya sepanjang jalan, sebuah pegangan yang terasa posesif sekaligus protektif.

Saat mereka sampai, dermaga peti kemas itu tampak seperti labirin besi yang raksasa dan menyeramkan.

Lampu-lampu sorot dari helikopter Marco menyapu area tersebut, menciptakan bayangan-bayangan panjang yang menari di antara tumpukan kontainer yang berkarat.

Bau solar, garam laut, dan bubuk mesiu memenuhi udara.

Antonio terlihat di sana, dia tidak lagi tampak seperti bos mafia yang berkuasa.

Pakaian mahalnya sudah kotor oleh lumpur dan darah, kedua tangannya diikat di belakang punggung, dan dia dipaksa berlutut di atas semen yang basah oleh anak buah Bram.

Marco turun dari mobil dengan bantuan tongkat dan dukungan Bram.

Anya berjalan di sampingnya, mengenakan jaket hitam besar yang menenggelamkan tubuh kecilnya, hujan membasahi wajah mereka seketika.

Antonio mendongak, matanya yang merah dan penuh kebencian menatap Marco, lalu beralih pada Anya, sebuah tawa kering keluar dari mulutnya yang pecah.

"Jadi... ini semua karena seorang gadis kedai kopi?" desis Antonio, suaranya parau.

"Marco Valerius, sang raja tanpa ampun mempertaruhkan seluruh kerajaannya demi sepotong daging indah yang dia temukan di gang?" seru Antonio.

Marco berhenti tepat di depan Antonio, ia melepaskan pegangannya dari tongkat dan berdiri tegak dengan sisa kekuatannya.

"Bagaimana apakah berhasil mengkhianati ku, rasa haus akan kekuasaan memang seperti itu tapi kau tak seberapa karena kau hanyalah tikus got yng berusaha untuk menjadi singa." seru Marco.

"Dan ini bukan tentang siapa dia bagi duniaku Antonio, ini tentang apa yang kamu coba rampas dariku. kamu menyentuh miliki-ku, kamu membuat dia ketakutan. Dan itu adalah dosa yang tidak memiliki pengampunan."

Antonio meludah ke arah kaki Marco. "Milikmu? Dia bukan milikmu, Marco. Dia adalah tawananmu! Dia membencimu sama besarnya denganku. Lihat matanya! Dia melihatmu sebagai monster!"

Marco tidak terpancing, ia justru mengeluarkan sebuah pistol hitam dari balik jaketnya.

Namun ia tidak mengarahkannya pada Antonio ia justru memutar gagang pistol itu dan memberikannya pada Anya.

Dunia seolah membeku Bram dan para penjaga lainnya terdiam, suara hujan terasa semakin keras di telinga Anya.

"Anya," ucap Marco, suaranya sedingin es.

"Pria ini membunuh Maya, pria ini mengirim orang untuk meledakkan rumah kita, pria ini membuatmu harus melarikan diri dalam ketakutan. Tarik pelatuknya dan semua ketakutanmu akan mati bersamanya."

Anya menatap pistol di tangannya beratnya terasa seperti memikul seluruh dosa dunia.

Ia menatap Antonio yang kini mulai gemetar melihat moncong senjata itu diarahkan padanya.

"Jangan lakukan itu Nak." bisik Antonio, kepanikannya mulai menguasai.

"Jika kamu menembakku, kamu akan menjadi sama seperti dia. Kamu akan menjadi monster. Jangan biarkan dia mengubahmu!"

Anya menatap Marco. "Kenapa kamu melakukan ini, Marco? Kenapa harus aku?"

"Karena aku ingin kamu mengambil kembali kekuatanmu, Anya," jawab Marco intens.

"Aku bisa membunuhnya dalam sekejap tapi itu tidak akan memberimu kedamaian, kamu butuh keadilan dan keadilan di dunia kita hanya ditulis dengan darah."

Anya menarik napas panjang, menghirup udara malam yang dingin.

Ia teringat wajah ceria Maya saat mereka berbagi impian tentang masa depan.

Ia teringat ledakan yang menghancurkan mimpinya, ia teringat rasa sakit di mata Marco saat pria itu jatuh dari tebing.

Jari Anya berada di atas pelatuk.

"Maya... dia tidak pernah menyakiti siapa pun," bisik Anya, air mata bercampur hujan membasahi pipinya.

"Dia hanya seorang gadis yang ingin hidup tenang dan kamu membunuhnya hanya untuk mengirim pesan?"

Anya menatap mata Antonio yang kini dipenuhi ketakutan akan maut.

Di saat itu Anya menyadari sesuatu yang sangat dalam, jika ia menembak Antonio sekarang, ia memang akan mendapatkan keadilan, tapi ia juga akan meruntuhkan benteng terakhir dari kemanusiaan yang ia miliki.

Ia akan menjadi apa yang Marco inginkan: yaitu seorang ratu kegelapan.

Namun, jika ia tidak menembaknya, apakah ia sanggup membiarkan kejahatan ini berlalu begitu saja?

"Marco," panggil Anya tanpa melepaskan bidikannya.

"Ya, Anya?"

"kamu benar, dia harus membayar tapi aku tidak ingin duniaku dimulai dengan darah yang aku tumpahkan sendiri. Jika aku membunuhnya, aku akan kehilangan diriku yang lama selamanya. Dan aku tidak ingin memberinya kemenangan itu."

Anya menurunkan senjatanya ia mengembalikannya pada Marco dengan tangan yang kini tidak lagi gemetar.

"Hukumlah dia dengan caramu Marco, tapi jangan paksa aku menjadi monster sepertimu." ucap Anya tegas.

"Tunjukkan padaku bahwa kamu mencintaiku bukan karena kamu ingin mengubahku, tapi karena kamu ingin menjagaku agar tetap menjadi 'cahaya' yang kamu puja."

Marco terpaku, ia menatap pistol di tangannya, lalu menatap Anya.

Untuk pertama kalinya, sang penguasa kegelapan merasa kalah oleh kelembutan hati seorang gadis.

Ia menyadari bahwa kekuatan terbesar Anya bukanlah kemampuannya untuk bertahan hidup, melainkan kemampuannya untuk tetap menjadi manusia di tengah neraka.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

JANGAN LUPA FAVORIT KAN CERITANYA, ULASAN DAN BINTANGNYA, VOTE, LIKE DAN HADIAHNYA YAAAAA,, DITUNGGU MAWARNYA BIAR TAMBAH SEMANGAT BUAT NULISNYA

KOMEN GIMANA YA SAMA CERITANYA

1
💝F&N💝
bagus👍😅😅❤️❤️❤️
Salsa Selvi
semoga pasukan Marco berhasil melumpuhkan Antonio bersama yg lain nya ya tor
Salsa Selvi
tor selamat kan Marco ya tor sama Anya
Salsa Selvi
tor kata nya Marco si raja mafia kok selalu kalah cepat sama Antonio sih tor disini aku kasihan sama Marco tor ditambah lagi Anya ngk pernah mau nurut sama perkataan Marco
Salsa Selvi
semangat kk nulis nya
tapi di sini yg bikin aku kesel Anya ngk mau dengerin omongan Marco
Salsa Selvi
menarik cerita nya kk
Lala_Syalala: terima kasih kak untuk ulasan baiknya, semoga selalu suka ya sama ceritanya 🙏🙏😊😊
total 1 replies
Atik Marwati
Marco benar benar mengorbankan nyawanya untuk anya🥰🥰
Atik Marwati
semangat Anya...jangan mau kalah oleh kejahatan 🥰🥰
Wiemiey Erwina Ddc
alur cerita menarik..aku harap Marco dan Anya bersatu menjadi pasangan suami-isteri..saling melindungi..vest ,🫶
Lala_Syalala: terima kasih kak untuk ulasan baiknya, semoga selalu suka ya sama ceritanya 🙏🙏😊😊
total 1 replies
💝F&N💝
👍👍👍👍👍
💝F&N💝
bagus😅👍
ceritanyabagus
💝F&N💝
bagus
imel
ntar ketahuan lagi sama Antonio 🤭
dyah EkaPratiwi
alhamdulilah selamat
dyah EkaPratiwi
semoga tidak tertangkap
Atik Marwati
semoga aman
imel
astagaaa jantungku jedag jedug 🤣
Wulan Sari
cerita yg ini bikin deg2 an semoga ga ketahuan 🤲
Wulan Sari
ceritanya semakin menarik ke sini semakin menarik bikin penasaran saja lho tp yg penting nt di akhir cerita happy end semangat 💪 salam sukses selalu ya Thor 👍❤️🙂🙏
Wulan Sari: cip 👍 semangat 💪 karya lainnya 😘🙏
total 2 replies
Wulan Sari
yaaaaa semoga Marco tidak di temukan Thor cerita selanjutnya ya Thor ibu mohon 😀🤭.....
ibu kasih bunga wes Thor 🌹lanjut lg seru nih salam👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!