NovelToon NovelToon
Menyingkirkan Gundik Suamiku

Menyingkirkan Gundik Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Pelakor jahat
Popularitas:109.8k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Di balik senyumnya yang lembut dan rumah tangga yang terlihat harmonis, Kiandra menyimpan luka yang tak kasat mata. Lima tahun menikah, pengorbanan dan cintanya pada Adam Mahendra, suaminya, seakan tak berarti.

Nadira, wanita manipulatif yang datang dengan sejuta topeng manis dan ambisi untuk merebut apa yang bukan miliknya.

Awalnya Kiandra memilih diam, berharap badai akan berlalu. Namun ketika suaminya mulai berubah, ketika rumah yang dibangunnya dengan cinta hampir runtuh oleh kebohongan, Kiandra sadar diam bukan lagi pilihan.

Dengan hati yang patah namun tekad yang utuh, Kiandra memulai perjuangannya. Bukan hanya melawan Gundik yang licik, tapi juga melawan rasa sakit yang suaminya berikan.

Di tengah air mata dan pengkhianatan, ia menemukan kekuatan baru dalam dirinya. Harga diri, dan cinta yang layak di perjuangkan.

Kiandra kembali membangun karirnya, membuat gundik suaminya semakin tidak setara dalam segala hal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28

Aria berdiri di dekat jendela, tangannya terlipat di dada. Tatapannya tajam, penuh perhitungan. Dari tadi dia memperhatikan Nayla yang mondar-mandir di ruang tamu sambil memainkan ponselnya, gelisah, seperti kucing kebingungan cari jalan keluar.

“Kamu harus menemui Adam, Nayla. Mau sampai kapan kamu menunggu terus seperti ini?” suara Aria terdengar tegas, sedikit mendesak.

Nayla berhenti melangkah. Dia menoleh ke arah ibunya dengan wajah kusut, matanya kelihatan capek dan penuh takut. “Ma, kalau Adam marah bagaimana? Bisa-bisa yang ada kita tidak mendapat apa-apa. Kemarin aja yang ngangkat telepon ibunya,” jawab Nayla frustasi, suaranya bergetar.

Aria mendengus pelan, sudut bibirnya terangkat tipis. Dia melangkah mendekat, lalu berhenti tepat di hadapan Nayla. “Kamu bisa merayunya kalau dia marah, Nayla. Laki-laki akan lemah kalau dikasih pelayanan yang menyenangkan,” ucap Aria dengan nada penuh maksud. Tatapan matanya licik, seolah semua ini cuma soal strategi. Dia sama sekali tidak peduli kalau laki-laki itu sudah menjadi suami orang.

Nayla menelan ludah. Dadanya terasa sesak, antara takut dan terpaksa. “Aku akan mencoba menghubunginya dulu, Ma,” katanya lirih, lebih ke usaha buat nenangin diri sendiri.

Dia langsung duduk di sofa dan menekan nomor Adam. Sekali, panggilan itu tidak terhubung. Dia mencoba lagi, alisnya semakin mengerut. Panggilan ketiga, keempat… tetap sama. Nada sambungannya dingin, seolah sengaja menjauhkan.

Nayla menghela napas kasar, tangannya mengepal sambil menatap layar ponsel dengan kesal. “Sial… dia mengganti nomornya,” umpatnya, matanya berkaca-kaca antara marah dan panik.

"Itu kan, kamu harus menemuinya Nayla. Sekarang dia pasti sedang berada di kantornya, di sana tidak akan ada yang mengganggu pertemuan kalian" ucap Aria, wanita itu juga terlihat panik. Dia takut selama ini Adam yang ia jadikan ATM berjalan akan hilang.

Nayla mengangguk setuju, dia mengambil tas nya dan bergegas menuju ke perusahaan Adam. Setibanya di sana, dengan langkah angkuhnya dia langsung menuju ke ruangan Adam.

Sementara itu di dalam ruangan Adam, Pandu segera memberitahu bosnya itu, tentang kehadiran Nayla. Pasalnya hari ini tidak ada jadwal pemotretan yang di lakukan wanita itu, tetapi mengapa Nayla datang ke perusahaan.

"Tuan, nona Nayla datang kemari, sepertinya dia ingin menemui anda" ucap Pandu.

Adam menghela nafas dalam, dia menyandarkan tubuhnya di kursi sambil menatap langit-langit ruangan.

"Suruh dia pergi, jangan biarkan dia kesini, keruangan ku" ucap Adam, dia benar-benar ingin memperbaiki rumah tangganya dengan Kiandra.

Namun belum sempat Pandu menjalankan perintah Adam, Nayla sudah lebih dulu membuka pintu ruangan itu yang tidak terkunci sama sekali.

Ceklek.....

"Sayang, kenapa nomor mu tidak aktif? Aku sudah menghubungimu berkali-kali tapi tidak tersambung" cerocos Nayla tanpa mengucapkan salam lebih dulu.

"Aku ganti nomor. Aku sudah mengatakan padamu untuk tidak menemuiku dulu, tapi kenapa kamu melakukannya" ucap Adam.

Nayla melangkahkan kakinya mendekati Adam, dia memeluk Adam tanpa permisi.

"Aku merindukan mu sayang" ucap Nayla dengan suara manja.

Pandu berdecak kesal, dia memutuskan keluar dari ruangan itu, namun sebelum itu dia sempat memotretnya.

Adam langsung menegang saat Nayla memeluknya. Tangannya refleks terangkat, tapi berhenti di udara, ragu antara mendorong atau menyingkir pelukan itu pelan-pelan. Rahangnya mengeras, napasnya berat.

“Nayla, lepas,” ucapnya dingin, nyaris tanpa emosi.

Namun Nayla justru semakin mengeratkan pelukannya, wajahnya disandarkan ke dada Adam seolah itu tempat paling aman di dunia. “Aku kangen sama kamu, sayang. Salah ya kalau aku kangen sama kamu?” katanya lirih, nada suaranya dibuat selembut mungkin.

Adam akhirnya menahan bahu Nayla lalu mendorongnya menjauh. Tatapannya tajam, jelas tak ada kehangatan di sana. “Aku udah bilang, jangan datang ke sini. Sebelum semuanya membaik,” katanya tegas.

Nayla tersenyum kecil, senyum yang sama sekali tidak sampai ke matanya. “Kamu selalu bilang seperti itu, tapi nyatanya kamu tetap memikirkan ku. Kamu mengganti nomormu, sama sekali tidak memberikan kabar padaku. Kamu seperti sengaja menghindariku"

Adam berdiri dari kursinya, berjalan mendekati jendela, membelakangi Nayla. Tangannya mengepal kuat. “Aku mengganti nomor ku, karena aku sudah lelah. Lelah dengan semua kekacauan ini. Aku ingin fokus dengan keluargaku.”

Nayla mendengus pelan. “Keluarga?” Dia tertawa kecil, sinis. “Kalau keluarga kamu segalanya, kenapa dulu kamu datang kepadaku? Kenapa kamu membuat aku berharap?”

Adam memejamkan mata sesaat, seolah mencoba menahan amarah yang mulai naik. “Itu kesalahanku. Dan aku saat ini aku sedang berusaha memperbaikinya.”

Sementara itu di luar ruangan, Pandu berdiri dengan ponsel di tangannya. Dia terus merekam percakapan mereka dengan menggunakan layar ponselnya. Dia menghela napas panjang, wajahnya terlihat gusar. “Masalah makin panjang aja,” gumamnya pelan sebelum akhirnya melangkah pergi.

Di dalam ruangan, suasana semakin tegang. Nayla menatap punggung Adam lama, lalu melangkah mendekatinya. Kali ini tangannya menyentuh lengan Adam, pelan tapi penuh maksud.

“Sayang… aku tidak mintamu meninggalkan siapa pun. Aku hanya ingin, kamu tidak meninggalkan ku” ucapnya lirih.

Adam langsung menarik tangannya. Dia berbalik, menatap Nayla dalam. “Aku tidak bisa Nayla, aku ingin mengakhiri semuanya. Aku ingin memperbaiki rumah tanggaku dengan Kiandra" ucap Adam terus berulang, meskipun perasaannya masih mencintai Nayla, tapi dia berharap wanita itu mau mengerti. Dan pergi meninggalkannya.

Nayla terdiam. Matanya berkaca-kaca, tapi bibirnya justru tersenyum tipis. “Kita lihat aja nanti,” katanya pelan, sebelum akhirnya melangkah keluar ruangan.

Pintu tertutup, meninggalkan Adam sendirian dengan pikirannya yang kacau, dan masalah yang ternyata belum benar-benar selesai.

Tak lama setelah Nayla pergi meninggalkan ruangan itu dengan wajah kesal, suasana kembali sunyi. Adam masih duduk di kursinya, tangannya terlipat di dada, napasnya berat seolah dadanya penuh sesak.

Pintu ruangan kembali terbuka.

Pandu melangkah masuk tanpa dipanggil terlebih dahulu. Dia berhenti tepat di depan meja kerja Adam, berdiri tegak dengan sorot mata serius. Kehadirannya langsung membuat Adam mengernyit.

“Untuk apa kamu ke sini, Pan?” tanya Adam, keningnya berkerut. Jelas dia tidak merasa memanggil asistennya itu.

Pandu menarik napas singkat sebelum bicara. Nada suaranya datar, tapi tegas.

“Untuk mengingatkan anda, tuan. Jangan sampai anda termakan rayuan wanita sundel itu.”

Adam mendengus pelan, hendak menyela, tapi Pandu keburu melanjutkan.

“Ingat, sekarang nyonya Kiandra lagi marah sama anda. Jangan sampai anda membuat semuanya semakin parah. Kalau itu terjadi, anda bisa kehilangan segalanya… termasuk tuan kecil Zayya.”

Kata-kata itu seperti tamparan. Adam terdiam sesaat, rahangnya mengeras. Pandu memang sengaja menekankan bagian itu. Dia masih ingat janjinya pada Kiandra, kali ini dia tidak akan lagi membela Adam dan Nayla.

“Memangnya siapa yang mau berhubungan dengan dia lagi?” balas Adam akhirnya. Dia merotasi bola matanya malas, seolah pembahasan itu sama sekali tidak penting.

“Aku sudah mutusin hubunganku sama dia.”

Pandu menatap Adam beberapa detik, seakan ingin memastikan ucapan itu bukan sekadar omong kosong. Tanpa berkata apa-apa lagi, dia membungkuk singkat lalu berbalik keluar, meninggalkan Adam yang kembali terdiam, kali ini dengan pikiran yang jauh lebih kacau dari sebelumnya.

1
Yana Phung
wah.. semoga keluarga kecil kiandra bahagia selalu
dijauhkan dari nayla dan nayla2 yg lain 😅😅😅
Yuli Yulianti
seharus nya kamu sadar nay jgn sampai kamu jatuh lebih dalam lg pergi menjauh perbaiki diri mu selagi ad kesempatan
puji hastuti: betul sekali...bertobatlah,hidup di pondok pesantren, misalnya wkwk
total 1 replies
new user
D tunggu next up
Yana Phung
kira-kira pilihan apa yg akan diambil nayla??
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
wkwkw di barter sokorin 🤣
stela aza
si Nayla kurang kerjaan s ,, tinggal melanjutkan hidup j masih ngusik orang lain ,, apalagi yg di usik jauh di atasnya 🤦
Yana Phung
ternyata nayla beneran dijual haris 😅😅😅
falea sezi
karakter laki doyan selangor ya gini bloon
Agus Tina
Pqlingan Nayla "dijual" ...
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
nah kerja begituan aja kau Nayla ..jadi pelacur cocok untuk mu 🤣
Yana Phung
astaga...
apapun niat nayla semoga gagal
atau haris bakal berubah jd mucikari??😅😅😅
new user
Tks Update nya thor
Yana Phung
wah.. si kakak author updqte terus makasih kak ya
atau cerita ini akan segera tamat??
muthia
salut dg mama Ina betul-betul mertua idaman🙏
Agus Tina
Kiandra wanita luar biasa, dia hebat bisa menerima kèmbali suami yg telah menghianatinya. Buat Adam jangan sia2kan wanita swperti Kiandra tetap bahagia kalian ...
Yana Phung
sepertinya si nayla ini bukan terobsesi dg adam tapi lebih ke kiandra
maunya dia,, diatas segala-galanya dari kiandra
udah.. bikin gila aja kali ya 😅😅😅
new user
D tunggu next up
Yana Phung
aku penasaran dg endingnya
kalo sesuai judul harusnya kiandra dan adam tetap bersama
tapi melihat aksi gilanya nayla dan adam yg tidak melakukan apapun (atau itu cara adam membiarkan istrinya membalut luka),, entahlah...
karena yg memulai adam,, harusnya adam juga yg menegaskan kalo nayla memang tidak berarti apa-apa baginya

btw membaca topik ini di bulan ramadhan itu sesuatu banget ya 😅😅😅
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
orang seperti Nayla ...cara mengatasi nya adalah memberi dia kematian baru selesai kalo dia masih hidup tetap akan jadi benalu 😌
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
Adam terlalu lembek ya jadi laki2 apa karena dah merasakan goyangan Nayla jadi masih teringat 😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!