kisah cinta yang rumit
Alio Ibrahim adalah kakak dari Antoni Ibrahim mereka adalah kembar namun tidak identik.
Alio yang tak pernah di harapkan kehadiranya oleh sang ayah harus menelan kepahitan, di saat ia mencoba menyerah, sosok seorang wanita mampu membuatnya semangat kembali dalam menjalani hidup.
namun ia harus merelakan cintanya saat ia mengetahui sang Adik juga menaruh hati pada gadis itu. walaupun sesungguhnya adiknya tau sang wanita telah mencintai Alio.
konflikpun memanas saat sang wanita dengan lantang menginginkan Alio di hadapan Antoni.
mampukah mereka mempertahankan hubungan persaudaraan, atau hubungan itu akan hancur hanya karena seorang wanita??
jangan lupa tinggalkan jejak,like komen dan masukkan ke daftar vavorit!
bantu Author dengan vote ya..
ELEPIYU 😘 😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadira indeer ꧁️βӀօօժʂ꧂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#28. SALAH PAHAM PART 2 .
Di dalam rumah bernuansa serba putih itu, nampak Alio yang masih mencerna kata-kata Nindy yang tak sengaja ia dengar saat sedang melakukan panggilan telepon dengan Antoni tadi.
Dirinya masih tidak percaya, akan yang ia lihat di dalam Vidio call tadi, bahwa adiknya Antoni sedang dalam keadaan bertelanjang dada, dan Nindy yang mengantarkan baju untuk Antoni.
Bahkan ia juga baru tau, kalau kembarannya itu sedang berada di rumah Nindy, pikirannya tak lain ialah adik dan wanita yang ia cintai itu sudah melakukan hal negatif.
Mama Vivie yang baru tau juga tercengang, tak mempercayai apa yang ia lihat dalam layar ponselnya tadi.
Kalau tidak melakukan apa-apa lantas mengapa Antoni berada di rumah Nindy sepagi itu, bahkan dalam keadaan tidak mengenakan busana.
Pikiran Alio semakin rumit, dalam hatinya ada rasa tidak rela kalau Antoni mengambil jalan pintas untuk memiliki Nindy, namun dirinya juga bingung mengapa Nindy mau melakukan itu, apa karena ia menolak Nindy, lalu wanita itu melampiaskan kepada Antoni ?.
Semakin ia memikirkan hal itu, semakin dirinya sesak.
Ia segera menepis pikiran buruk itu, dirinya berusaha untuk memikirkan hal yang positif.
"Ayo Mong, Alio antar untuk istirahat !" kata Alio dengan beranjak dari duduknya.
Vivie mengangguk, dan kini ia berjalan di dampingi putra kesayangannya, untuk masalah Antoni akan di urus nanti begitu pikirnya.
Setelah mengantarkan wanita yang telah melahirkannya, kini Alio berniat ke kamarnya untuk mandi.
Hari ini adalah hari Minggu, jadi ia berniat berangkat ke minimarket miliknya agak siangan.
Setelah selesai mandi, dan hanya melilitkan handuk di pinggangnya, Alio berniat menelfon orang bengkel untuk memperbaiki ban mobilnya yang ia tinggalkan tadi pagi.
Alio mulai menggeser dan mencari nomor orang bengkel, setelah ketemu Alio mulai mengatakan tujuan dirinya menelpon orang bengkel itu.
Setelah ia mengatakan maksudnya, kini Alio menggeser lagi layar ponselnya, dan mencari nama Marissa di sana.
Tak butuh waktu lama, kini panggilan Vidio call itu telah tersambung, dan menampakkan wajah Marissa yang kusut karena baru bangun tidur.
"Kau baru bangun ?" tanya Alio dengan duduk di atas kasur miliknya.
Marissa yang belum sepenuhnya sadar, tidak tau bahwa yang menelfonnya adalah pacar setingannya itu, dirinya hanya bergumam dan mengabaikan wajah tampan yang sedang mengajaknya berbicara melalui Vidio call itu.
"Ada apa kau sepagi ini menelfonku, bukankah ini hari Minggu ?" Jawab Marissa di seberang telepon.
"Iya aku menelfonmu ingin mengajakmu bertemu, ada hal yang akan aku bahas denganmu !"
"Aku malas keluar hari ini, biarkanlah aku beristirahat !" Jawab Nindy dengan mengabaikan wajah Alio.
"Ini masalah Antoni !" Jelas Alio yang membuat mata Marissa seketika terbuka.
"Ada apa dengannya, dia baik-baik saja kan ?"
"Jangan banyak bertanya, segera mandilah dan jemput aku, karena aku tak ada kendaraan, mobilku sedang rewel, setelah pulang dari rumahmu semalam !" Jawab Alio dengan serius.
Nindy baru menyadari kalau Alio sedang bertelanjang dada, seketika pipinya memerah dan itu dilihat sangat jelas di dalam layar ponsel miliknya.
"Eh, kenapa kau menelfonku tidak mengenakan baju, kau menodai mata polosku ?!" ucap Marissa dengan mengalihkan pandangannya.
Alio tersenyum, lalu ia beranjak ke lemari yang ada di kamarnya untuk mengenakan baju, agar gadis yang ia telepon kini tidak malu.
Dengan masih menelfon Marissa, Alio kini sudah selesai mengenakan baju, gadis itu segera melihat pria yang sedang menelfonnya kini dengan berkata.
"Kau kemarilah menggunakan taxi, aku sedang malas kemanapun !".
Alio menghela nafas, lalu ia mematikan teleponnya,
Kini layar ponselnya berubah gelap, lalu ia membuang ponselnya ke atas kasur.
Dengan segera ia memakai celana, lalu memberikan Pomade ke rambutnya, kini Alio sudah siap untuk pergi.
*****
"Kemana Antoni pergi ?" gumam seorang lelaki paruh baya dengan menatap tajam ke arah luar jendela yang sedikit terbuka.
"Bahkan panggilan dariku tidak di angkat !"
Lalu pria itu meneguk wine yang ada di tangannya, pikirannya rumit memikirkan putra kebanggaannya yang tidak pulang semalam.
Lalu dirinya mengambil ponsel dan ingin menelfon mantan istrinya, dirinya berpikir mungkin putranya berada di sana.
Sudah kesepuluh kalinya ia melakukan panggilan, namun panggilan itu hanya menyambungkan tidak berdering.
Dirinya semakin muram, bahkan kini gelas yang ada di tangannya telah hancur berkeping-keping, karena Aldaluts membanting gelas itu untuk meluapkan emosinya.
"Sial !!" teriak Aldalut meluapkan emosinya.
Sementara itu Tama dan Antoni sudah mengenakan pakaian yang baru saja di belinya dari aplikasi belanja online, kini mereka berdua sudah siap untuk pergi dengan Nindy.
Setelah Nindy mengecek tidak ada yang tertinggal, kini dirinya ikut masuk kedalam mobil Tama.
Ia duduk di kursi belakang, lalu di susul oleh Antoni yang sebelumnya membukakan pintu untuk gadis pujaannya itu.
Tama yang melihat itupun segera meneriaki Antoni, dirinya protes kalau Antoni duduk di samping Nindy.
"Heh Ton, kamu lupa ini hari Minggu, jadi aku bukan asistenmu, cepat duduk di kursi depan, ya kali kamu di kursi belakang, jadi sopirmu aku dong ?!" teriak Tama yang menolehkan kepalanya ke belakang kemudi.
"Udah jalan aja, bawel lu ah kayak emak-emak !" Jawab Antoni dengan acuh.
Nindy yang melihat kedua sahabatnya sedang berdebat itu hanya tersenyum, sangat lucu sekali tingkah mereka.
Tama yang selalu kalah jika berdebat dengan Antoni hanya bisa menghela nafasnya, nasib bos memang tak pernah kalah, begitu pikir Tama, lalu ia mengemudikan mobilnya menuju tempat yang sudah di tentukan oleh Antoni.
Sementara di tempat lain, Alio sudah sampai di kediaman Marissa, setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, karena akhir pekan jalanan selalu ramai dan padat.
Setelah turun dari taxi, kini Alio sudah berada di depan pintu, dirinya segera mengambil ponsel yang berada di saku celananya.
Ia menggeser layar ponselnya, lalu segera menekan tombol call, tak butuh waktu lama panggilan itu tersambung.
"Cepat keluar, aku sudah sampai !"
"Baikklah tunggu sebentar !"
Marissa yang saat itu sedang duduk di atas kasurnya segera beranjak, dengan langkah cepat kini ia sudah membukakan pintu untuk tamunya itu.
Kini Alio sudah berada di ruang tamu, setelah tuan rumah mempersilahkannya masuk.
"Tunggulah sebentar, aku akan mengambilkanmu minum !" Kata Marissa
"Marissa, duduklah aku ingin membahas Antoni !" ucap Alio menghentikan niat Marissa.
Marissa menyipitkan matanya, sangat serius sekali wajah Alio, begitu pikirnya, lalu gadis itu menurut dan duduk di hadapan Alio.
"straight to, pagi tadi mamong di telfon Antoni, lalu mamong yang terheran karena kamar Antoni berbeda dari biasanya segera bertanya itu kamar siapa, lalu Antoni menjawab itu kamar Tama !" ucap Alio dengan menjeda perkataannya.
"Lalu dibagian mana yang membuat kamu seserius ini ?" tanya Marissa karena ucapan Alio yang terjeda.
Alio mengambil nafas, lalu membuangnya kembali, begitu berulang kali hingga membuat gadis yang sedang menatapnya itu terheran.
"Awalnya aku percaya akan ucapan Antoni, namun saat aku mendengar…!" ucapan Alio terjeda sesaat ia mengambil nafas dalam-dalam
Marissa semakin di buat penasaran akan cerita Alio. Lalu ia memasang telinganya baik-baik seakan tak mau terlewat sedikitpun cerita dari lelaki yang ada dihadapannya kini.
"Saat dalam panggilan Vidio call tadi, aku melihat dirinya sedang bertelanjang dada, dan hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya !" ucap Alio melanjutkan ceritanya tadi.
"Lalu, aku tak sengaja mendengar suara seorang wanita yang tak asing bagiku, wanita itu adalah Nindy !" ucap Alio dengan wajah serius.
Marissa yang mendengar itu hatinya seketika sakit, seakan tergores oleh pisau yang amat tajam, dirinya mulai gelisah dengan memainkan jarinya Marissa berlagak seolah baik-baik saja.
Alio yang melihat perubahan wajah Marissa mengerti rasa kecewa yang di rasakan gadis itu.
"Lanjut apa berhenti ceritaku ?" tanya Alio memastikan karena dirinya tak tega jika ceritanya nanti membuat gadis yang berada dihadapannya kini terluka.
"Lanjutkan !" Jawab Marissa dengan memaksakan senyumannya.
"Aku tak sengaja mendengar suara Nindy, yang aku dengar tadi Nindy berniat mengembalikan baju Antoni yang semalam ia pinjam !" ucap Alio dengan memandang wajah Marissa.
Bagai mimpi buruk, Marissa seketika yang mendengar itu dadanya terasa sesak, ada rasa yang tak mampu ia ungkapkan tercekat di tenggorokannya.
Alio paham, perasaan apa yang dirasakan gadis di hadapannya kini, namun jika dirinya tidak bercerita dan Marissa tau dari orang lain, itu akan lebih buruk begitu pikir Alio.
Air mata itu meluncur tanpa permisi di wajah cantik Marissa, rasa kecewanya teramat menyayat hatinya, Alio yang melihat itu segera beranjak dari duduknya dan memeluk gadis itu.
Marissa terisak, ia tak menyangka jika Antoni akan mengambil jalan pintas untuk memiliki Nindy.
Harapan yang ia miliki seketika pupus bersama kabar yang membuat hatinya hancur.
"Aku sadar aku bukan pacar Antoni, bahkan aku tau dirinya tak mencintaiku namun mengapa mendengar ceritamu hatiku sesakit ini !" Kata Marrissa sambil terisak di pelukan Alio.
Sebenarnya perasaan Alio juga meremuk, dirinya juga merasakan perasaan kecewa yang di rasakan Marissa.
Namun karena dirinya lelaki, maka pantang baginya untuk menunjukkan kesedihan, selain itu dirinya juga berjanji akan merelakan wanita yang di cintainya itu untuk di miliki kembarannya.
Saat Alio masih menenangkan gadis yang berada di pelukannya, di tempat lain seorang lelaki paruh baya masih melampiaskan emosinya dengan meminum banyak wine.
Bahkan sudah terlihat ia menghabiskan dua botol wine yang harganya bisa dikatakan mahal.
Ia menuangkan lagi minumannya itu, saat air setan itu sudah habis di gelas kristal yang kini berada di genggamannya.
Bahkan keadaan ruangan yang di tempatinya kini dalam keadaan kacau, pecahan gelas berserakan di mana-mana.
Namun saat ia masih menikmati wine itu, tiba-tiba seorang wanita masuk dan membuat amarah Aldaluts semakin menjadi.
"Dasar keparat untuk apa kamu kemari !" teriak Aldaluts kepada wanita itu.
Bersambung…
apa kau tau ?
aku bahkan masih mengharapkan
kehadiranmu menghapus air mataku
sedangkan ku tau
kamulah penyebab kesedihanku !
NADIRA_INDER_927.
Halo hai aku nulis agak panjangan nih, jadi aku harap kalian like komen dan rate ya.
Tinggalin jejak kalian jika kalian baca karya aku wkkwkw
Jawab pertanyaan aku di kolom komentar ya !
1.siapa kira-kira yang datang menemui Aldaluts.
Setelah ini nasib Antoni dan Nindy bagaimana ?
Jangan lupa jawab ya elepiyu semua……..
Like komen rate oke !!!!
BENCI SKALI DGN TOKOH ANTONI & NINDY...
TPI YG PLING KU BENCI DI SINI TOKOH NINDY NYA...
JDI GK JELAS KISAH CINTA SELANJUTNYA...
ASLI AKU IKUT SESAK LIAT SI ALIO...
GARA2 ANTONI & NINDY...😡😡😡😡😡
CINTA SEGI TIGA YG MEMBAGONGKAN... DGN ENDING GK JELAS SKALIGUS MNECEWAKN, OTHOR GK ADIL DGN TOLOH ALIO...
bagus
semangat
trus knpa yg ditampilkan keegoisan seorang adik n kemunafikan seorang kakak ny
Seharusny antoni tdk menghancurkan cinta kk nya sehingga membuat alio hrus mengalah demi kluarga nya
Ga masuk akal cerita mu thor
aku shunting saja.