NovelToon NovelToon
A Jilted Twins

A Jilted Twins

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Kisah cinta masa kecil / Anak Kembar / Teen School/College
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: QUEENS RIA

Keharmonisan hubungan saudara kembar antara Cahaya dan Bulan menuai beragam masalah asrama setelah ibunya memperkenalkan mereka ke salah satu anak dari sahabatnya, Farid.

Segala upaya Ulan lakukan untuk merebut semua kebahagiaan dari kakak kembar nya.

Mulai dari merebut Lingga di zaman SMA, hingga saat Aya sudah berpacaran dengan Farid saat ini.

Ulan lakukan itu semua hanya karena ingin sang kakak keluar dari cangkang nya yang terlalu menyia-nyiakan seseorang.

Apakah Aya terus membiarkan Ulan melakukan itu? Atau akan membangkang sampai rahasia tersembunyi dari Ulan terbongkar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QUEENS RIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28.

Hingga waktu sudah ingin maghrib Ulan tak kunjung bertemu dengan Aya.

"Ini kita sudah berapa jam nyari Aya belum aja ketemu? Mau sampe kapan?" Semprot Lingga bertanya-tanya.

"Pokok nya sampai ketemu" Jawab Ulan.

"Tapi ini udah mau maghrib loh sayang, apa kita engga pulang dulu buat buka puasa"

Ulan menggeleng kepala dan tetap kekeh pada pendirian nya "Enggak, udah tanggung"

"Udah deh ah jangan ngide" Lingga menarik lengan Ulan tiba-tiba.

"Cepat naik motor" Titah lingga.

"Mau kemana?"

"Antar kamu pulang, nanti emak kamu ngomel sama saya kalau kelamaan"

"Kan kita sudah izin juga" Kata Ulan. Lingga sekilas menatap nya dingin.

Bukan nya gak mau menuruti keinginan Ulan, tapi Lingga mau mencari selamat serta ingin menghormati orang lebih tua.

Ngebayangin saat izin keluar ke Bu Venera, Lingga seolah takut dengan tatapan beliau yang sangat tajam seraya tidak menyukainya.

Yah, sampai saat ini emang ulan masih di rencanakan oleh bu venera untuk menikahi Farid. Melihat Ulan sama lingga seolah Bu Venera ingin meluapkan amarah.

"Haduh" Keluh lingga.

"Iya-iya kita pulang!" Sewot Ulan, dan akhirnya pencarian Aya hari ini pun terbilang nihil.

Lingga langsung tancap gas menuju ke rumah nya Ulan.

Begitu sampai di rumah

Lingga menatap Bu Venera yang masih setia dengan kondisi memikirkan Aya yang ada di luaran sana.

"Eh itu kenapa sih ibu kamu?" Tanya lingga.

"Lagi kepikiran sama anak durhaka" Jawab Ulan ketus.

"Siapa anjir!" Lingga pun kaget.

"Siapa lagi si Aya"

"Aihhh, kok ngomong nya gitu? pamali ah... Gitu-gitu juga saudara kandung kamu" Kata Lingga.

"Aku gak lagi anggap aya sebagai saudara"

"HAH" Lingga kaget untuk yang kedua kali.

"Kalau iya saudara harusnya dia pulang ke rumah dan tidak membuat mamah sedih, dia satu dua sama papah aku yang ninggalin pas lagi sayang-sayang nya"

"Apa iya?"

Ulan berdecak sebal, gadis itu langsung mengajak lingga untuk masuk ke dalam rumah.

"Cepat masuk, kamu buka puasa nya di rumah aku" Titah ulan.

"Lah?" Lingga kaget untuk yang ketiga kali nya. "Sebentar-sebentar, kamu jangan buat aku seperti orang bego dong sayang"

Ulan mengerut kening "Siapa lagi yang kepikiran kaya gitu"

"Sudah kamu jangan pikirin itu, yaudah ayo kita masuk" Kata Lingga.

Dengan begitu Ulan mengajak lingga untuk bergandengan tangan. Sudah di pastikan ini lingga kaget untuk yang ke empat kalinya.

"Sayang?" panggil lingga.

"Udah diem" Bisik Ulan.

Sedangkan yang ada di dalam rumah sana, Bu Venera menatapi Ulan dan Lingga yang sudah berada di dekat nya.

"Gimana lan, apa kamu sudah ketemu sama kakak kamu?" Tanya Bu Venera penasaran.

"Belum mah, maaf" Jawab Ulan.

"Oh gitu" Kata Bu Venera singkat.

"Terus? Kamu gandengan tangan di depan mama maksutnya apa ya?" Sewot Bu Venera.

"Gak apa-apa mah, lingga mau buka bersama kita, boleh ya" Kata Ulan memohon.

"Hm... Iya boleh-boleh aja kok" Bu Venera langsung bangun untuk mempersiapkan piring nasi serta air mineral untuk berbuka puasa.

Ulan melepas pegangan tangan lingga "Aku mau bantu persiapkan buka puasa mah"

"Aneh" Gumam lingga sambil menggaruk kepala sejenak, lalu ia mengatur posisi tempat duduk di area meja makan.

berselang beberapa menit kemudian..

Lingga, Ulan dan Bu Venera sudah berbuka puasa bersama.

"Ulan, ini kali pertama kamu berbuka puasa bareng cowok lain, selain Farid" Kata Bu Venera.

"Iya mah, semoga tahun depan aku bisa buka puasa bersama sama Farid ya mah" Kata Ulan penuh harap.

"Baru juga ini hari pertama puasa, kamu udah pesimis aja kalau tahun ini gak buka puasa sama Farid" Kata Bu Venera.

"Bukan gitu, tau sendiri kan kalau sekarang Farid lebih perhatian ke Aya mah?"

"Yaudah buru makan, denger kata-kata aya buat mamah pusing aja"

"Satu dua emang sifatnya sama papah kan mah?"

"Beda! Udah cepat dimakan, mama sumpelin sambel nanti mulut kamu! Bawel banget" Sewot Bu Venera.

"Ah sambel, NOOO!" Ulan langsung makan tanpa berkata-kata lagi.

Lingga menatapnya singkat, ia merasa bodo amat dengan obrolan mereka.

Ya, Lingga sedang menikmati buka puasa dengan lauk acar ikan nila yang di masak oleh ibu dari kekasihnya.

'Ih enak banget asli!' Batin Lingga.

"Ling, gimana masakan ibu aku?" Tanya Ulan.

"Biasa aja" Jawab lingga.

"KAMU NGOMONG APA BARUSAN?!" Bu Venera langsung memarkerkan garpu dan pisau pada kedua genggaman tangan nya masing-masing.

"Enak banget bu ini masakan nya sumpah" Jawab lingga.

Tak lama setelah berbincang. Mereka bertiga fokus makan sampai waktu makan berbuka puasa itu pun tersudahi.

Lingga langsung menelpon ibu nya untuk mengabarkan kalau ia sudah berbuka puasa di luar.

"Iya mah, aku buka puasa di rumah ulan"

"Siapa ulan?" Tanya Bu Ainun di balik sambungan telepon genggam.

"Pacar aku mah, nanti pas lebaran aku bawa ke rumah deh, sekalian kenalin ke keluarga besar" Jawab lingga.

"Bagus kalau gitu, jadi mama gak susah payah buat cari cewek untuk kamu" Kata Bu Ainun.

"Ingat ya lingga, kondisi ayah kamu sudah semakin menurun, kamu harus siap jadi penerus dan cepat menjawab keinginan dari ayah kamu"

"Iya mah" lirih lingga seraya membuat mood nya jadi gak enak.

Sambungan telepon itupun langsung di tutup, lingga kembali ke tempat Ulan yang sedang membantu ibunya mencuci piring.

"Sebelum kamu menikah dengan Farid, kamu lebih dulu akan aku nikahin Ulan, ini demi ayah saya, maaf" Lirih Lingga.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!