seorang dokter yang terkesan cuek dan dingin di jodoh kan dengan calon dokter yang cantik dan ceria, bagai mana kiasah mereka selanjutnya????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aily sauri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 27
Kia menghampiri mertuannya yang sedang sibuk di dapur.
"Bunda lagi apa??" Tanya nya.
"Eh Kia, lagi masak buat makan malam" jawab nya.
"Loh kok kamu sendiri sayang Atar mana??" Tanya bunda.
"Mas Atar Kelua sebentar Bun gak tau kemana" jawab Kia.
"Kemana lagi anak itu"
"Bunda Kia boleh bantuin gak??"
"Memang nya kamu gak cepe, kalau cepe istirahat aja bunda ada bibi kok" jawab nya.
"Gak lah Bun cape orang Kia gak ngapa ngapain dari tadi"
"Yaudah terserah kamu aja" Kia pun membantu bunda Atar untuk memasak walaupun gak banyak yang ia bantu hanya memotong motong sayuran.
"Kia harus sabar ya karna Atar memang seperti itu selalu ada tugas mendadak jadi mau tak mau harus siap di tinggal Atar tugas kapan pun" ucap bunda Atar.
"Ia bunda insyaallah Kia siap " jawab nya sambil tersenyum.
"Bunda juga awal nya suka cemas tapi lama kelamaan terbiasa jika Atar pergi dan sampai sekarang bahkan Atar lebih banyak kerja nya dari pada di rumah" beritahu bunda.
"YUHUUU......" Tiba tiba suara Sarah terdengar Samapi ke dapur padahal gadis itu masih menuruni tangga.
"Bunda anak mu yang paling cantik datang" teriak nya sambil melangkah menuju dapur " sang bunda hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah putri nya itu.
"Eh ada kak Kia juga " ucap nya sambil cengengesan saat menyadari ada kakak ipar nya di sana.
"Dari pada teriak teriak mending kamu bantuan bunda sama kak Kia" perintah bunda.
"Baik kang jeng ratu" ucap Sarah dengan hormat.
"Abang mana kak??" Tanya ya Sarah.
"Keluar dulu bentar" jawab Kia.
"Alhamdulillah aman" ucap nya sambil bernafas lega.
"Emang kenapa kaya senang banget Abang gak ada??" Tanya bunda penuh selidik.
"Eh gak papa kok Bun, oh ya ayah mana Bun" tanya nya mengalihkan pembicaraan.
"Belum pulang, mungkin pulang agak telat " Sarah pun mengangguk.
"Masakan nya udah mau selesai kalian nonton aja sana" ucap bunda.
"Eh kan lagi bantuin Bun" ucap Kia.
"Ini udah mau selesai kok biar bunda aja "
"Udah kak yuk kita bersantai aja" ucap Sarah sambil menarik tangan kakak ipar menuju ruang keluarga.
"Huh enakan gini kan" ucap Sarah sambil menghempaskan tubuh nya di sofa.
"Kita nonton yuk kak, mau nonton apa??" Tanya Sarah.
"Apa aja " jawab Kia.
"Nonton kartun aja mau gak kak???" Tanya nya.
"Boleh" jawab Kia dengan mata berbinar.
"Kaka mah suka??" Tanya Sarah.
"Suka dong, Kakak suka semua kartun, kita nonton Naruto aja gimana??" Usul Kia.
"Boleh kak"
Mereka pun nonton Naruto sambil menikmati cemilan.
"Kak nanti ke kamar Sarah ya" ucap Sarah.
"Ngapain??"
"Pokoknya ke kamar aja lagian Kakak belum pernah kan ke kamar Sarah"
"Iya sih, yaudah deh nanti malam ya"
"Ok kak"
Di dapur bunda baru saja menyelesaikan masakan nya lalu Atar yang baru pulang langsung menghampiri bunda nya.
"Assalamualaikum Bun" ucap nya.
"Walaikumsalam" jawab nya, Atar pun mencium punggung tangan bunda nya.
"Dari mana tar??" Tanya nya.
"Dari apartemen Bun"
"Ngapainn??"
"Ada barang Atar uang harus di ambil di Sana"
"Kia udah tau tentang apartemen kamu??" Tanya bunda.
"Belum Bun nanti deh itu biar jadi urusan Atar" jawab nya.
"Yaudah Atar ke atas dulu ya Bun" pamit nya.
"Ngapain??" Ya ya nya saat Atar hendak melangkah.
"Nyamperin istri lah" jawab nya santai.
"Orang Kia lagi di ruang keluarga sama arah lagi nonton " beritahu nya.
"APA???? Sama Sarah Bun" ucap nya sedikit terkejut.
"Iya kamu kenapa sih kok kaget gitu Kia sama adik mu" tanya bunda heran.
"Udah lah bunda mah gak bakal ngerti" ucap Atar langsung pergi meninggal kan dapur dan melangkah menuju ruang keluarga.
"Dasar anak anak" gumam bunda Kia.
Kia dan Sarah masih menonton dengan asik nya tiba tiba Atar menghampiri mereka.
"Assalamualaikum " ucap Atar. Kia dan Sarah pun langsung menoleh.
"Walaikumsalam salam" jawab keduannya, Kia bangkit dan menghampiri Atar untuk mencium punggung tangan suami nya.
"Eh Abang udah pulang " ucap Sarah ia juga ikut mencium punggung tangan sang kakak.
"Lagi apa kalian" tanya Atar.
"Biasa lah urusan cewe ini mah bang, Lo gak usah ganggu" ucap Sarah.
"Masih berani dek" ucap Atar menatap ke arah Sarah.
"Apaan bang Sarah cuma bercanda kok jangan kah di masukan ke dalam hati" ucap Sarah sambil tersenyum manis.
"Stop kalian jangan berantem, kalau mau berantem jangan di sini" tegur Kia sedikit keras membuat Sarah dan Atar terkejut karan biasa nya kakak ipar nya itu selalu lemah lembut.
"Badah juga kak Kia" ucap Sarah.
"Pergi aja kalian kalau mau berantem Kia main nonton dengan nyaman dan tenang" ucap nya.
"Kia" tegur Atar dengan pelan.
"Hmm" Kia hanya beedehem.
"Bang kali ini kita damai dulu ya" ucap Sarah.
"Hmm"
"Udah sana pergi Sarah sama kak Kia mau lanjutin nonton " usir Sarah.
Bukan nya pergi Atar malah duduk di samping kia dan menyenderkan kepala nya di pundak sang istri.
"Jangan mesara mesaraan di depan jomblo" sindir Sarah.
"Kamu ngapain sih mas" ucap Kia..
"Mau ikutan nonton juga"
"Iss udah ahh males Sarah kalau udah kaya gini mending ke kamar aja" ucap Sarah yang melihat kemesraan Abang nya.
"Loh kok gitu jangan dong Sarah kita nonton lagi yuk" bujuk Kia.
"Sarah males jadi obat nyamuk kak" keluh nya.
"Diem dek" tegur Atar dengan lembut.
"Kesambet apa Lo bang bicara nya lembut gitu" tanya Sarah.
"Gak mau Damai ni" ucap Atar dengan sinis.
"Ok ok bercanda kok bang"
"Awas bang Sarah aja yang duduk di tengah biar kalian gak bisa mesara mesaraan deh" ucap Sarah berusaha memisah kan antar kia dan Atar.
"Apa apaan sih Lo dek"
"Diem manti kak Kia marah loh" bisik Sarah. Kia hanya menghela nafas pelan.
Akhir nya mereka pun nonton kembali bertiga dengan posisi Sarah yang berada di tengah sampai acara nya selesai.
"Alhamdulillah akhirnya selesai juga" ucap Kia merasa senang.
"Sialah kan kalau kalian mau berantem karna Kia udah selesai nonton nya" ucap Kia santai.
"Kia"
"Kak"
Ucap Atar dan mau bersamaan mereka kaget akan ucapan Kia barusan.
"Hehehe bercanda kok" ucap nya sambil terkekeh.
"Jangan berantem ya" ucap nya dengan lembut.
"Aku udah deg degan loh kak" ucap Sarah Abil memegang dada nya.
"Bercanda sarah" ucap nya Masih terkekeh.
Sedang kan Atar masih diam sambil mentapa tajam ke arah kia.
"Kenapa sih mas" tanya nya sambil merangkak tangan Atar.
"Astaghfirullah...." Teriak Sarah.
"Nakal ya kamu sekarang" ucap Atar sambil menoel hidung mancung Kia.
"BUUUNNDDAA....." Teriak Sarah.
"Gila ya Lo dek kenapa sih teriak teriak Mulu" tegur Atar.
"Kenapa sih Sarah kamu tuh kebiasaan deh kaya di hutan teriak teriak Mulu" tanya bunda saat menghampiri kenruang keluarga.
"Abang tuh Bun" adu nya.
"Lah kok kita sih"
"Di apain sama Abang mu itu ayo bilang sama bunda" tanya nya sambil berkacak pinggang.
"Atar gak ngapa ngapain Bun serius deh kali ini Atar jujur " ucap nya dengan serius.
"Mereka tuh mesra mesaraan Mulu di depan Sarah" adu nya.
"Kamu ini kebiasaan deh Sarah" kesal nya Sarah hanya terkekeh.
"Bun Sarah jadi pengen nikah deh" ucap nya membuat bunda, Atar dan Kia menatap ke arah nya.
"Hahaha bercanda kali" ucap Sarah.
"Sekolah yang bener, luluh aja belum gaya nya mau nikah" ejek Atar.
"Beneran mau nikah ni" tanya sang bunda.
"Gak bunda ku sayang Sarah hanya bercanda " ucap nya sambil memeluk sang bunda.
"Bunda bilangin ayah ahhh" canda nya.
"Jangan dong Bun ihh Sarah kan cuma bercanda doang" rengek nya.
Bunda melangkah menuju dapur di ikuti Sarah yang masih merengek-rengek, Kia dan Atar hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan gadis itu.