Wanita adalah makhluk paling rumit di dunia. Sangking rumitnya, pikiran, bahkan perkataannya bisa berubah seiring waktu.
Pada ulang tahun pernikahan pertama, Sandra melontarkan candaan ringan, mengatakan bila tak kunjung memiliki anak akan meminta Bastian menikah lagi.
Bastian tak menanggapi candaan Sandra sama sekali, hingga pada akhirnya di tahun ke sepuluh pernikahan. Hal yang tak diinginkan Sandra lantas terjadi. Ternyata, secara diam-diam Bastian menikah siri dengan sekretaris pribadinya bernama Laura dan sekarang tengah berbadan dua.
Apa yang akan dilakukan Sandra? Apa dia akan pergi atau memilih bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocean Na Vinli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Bertemu Mertua
Kakak-kakak author minta tolong babnya jangan ditumpuk ya. Karena akan ada penilaian retensi dari editor. Kalau ditumpuk dan ditabung akan mempengaruhi retensi dan novel bisa saja digantung.
Author update setiap hari, kalau tidak satu bab, dua bab, bisa juga lebih, tergantung dengan kesibukan author di real life, terima kasih 😊
***
"Baiklah," kata Sandra pada akhirnya. "Akan ada perjanjian pra-nikah nanti setelah perusahaanku stabil kita akan bercerai."
Chester langsung menyungging senyum. "Oke deal. Malam ini kau makin cantik ya, apalagi dalam keadaan tidak memakai itu,"ucapnya seraya melirik ke bagian dada Sandra.
Sejak tadi Chester menahan diri agar tidak menerkam Sandra. Sebab gundukan menantang di balik piyama Sandra menempel di tubuhnya sekarang.
"Kau, dasar mesum!" Sandra terbelalak. Spontan mendorong Chester hingga lelaki itu tersungkur ke lantai. Dia baru sadar bila dipeluk Chester dari tadi.
Chester justru terkekeh. "Hei, tidak apa-apa lah mesum dengan calon istri sendiri lagipula sebentar lagi kita akan melihat tubuh masing-masing,"katanya.
"Jangan gila! Tidak ada kontak fisik jika kita sudah menikah nanti, ingat kita menikah tanpa dasar cinta," sergah Sandra seketika sambil mendengus kesal.
Chester perlahan duduk di lantai, masih mengeluarkan tawa sesekali. "Iya, iya, tapi aku cinta denganmu, sudah kita sekarang tidak tidur ya, apa kau mau aku temani tidur," ucap Chester dengan melayangkan tatapan mesum.
Netra indah Sandra semakin melebar."Pergi kau dari sini! Sebelum aku berubah pikiran!" Dengan cepat dia menyambar bantal di dekatnya dan melempar benda itu tepat ke tubuh Chester.
Chester segera menghindar dan beranjak pelan dari lantai. "Oke, oke fine, selamat malam Baby, ingat jika melihat sesuatu panggil aku ya, siapa tahu saja kuntilanaknya muncul lagi," ujar Chester, berusaha menakuti Sandra.
Wajah Sandra mendadak menegang. Bayangan sosok tadi masih menari-nari di benaknya sekarang. Kendati demikian, dia tidak akan meminta Chester menemaninya di sini. Sungguh sikap yang tidak terpuji, statusnya masih menjadi istri Bastian saat ini. Pantang baginya membalas perselingkuhan dengan berselingkuh juga, jika dia melakukan hal yang sama, itu sama saja dia seperti Bastian.
"Pergi!" sahut Sandra lagi ketika Chester tak kunjung keluar.
"Oke, oke Baby! Selamat tidur."
Chester pun melenggang pergi dari situ dan Sandra mulai merebahkan diri di atas kasur berukuran kecil di sudut ruangan.
Keesokan harinya, karena tak ada tujuan lagi dan dia sudah menemukan calon suaminya, Sandra akhirnya memutuskan kembali ke Jakarta bersama Nana, Chester, Bastian dan Laura. Tak lupa sebelum pulang, Nana mengajaknya berjalan-jalan sebentar di kabupaten Sintang. Lalu sore harinya, kembali ke Jakarta.
Sesampainya di Jakarta. Sandra mendapatkan pesan dari Bu Halimah untuk menyuruhnya datang ke rumah besok sore. Kemarin, memang dia dan Bu Halimah tak sempat bertemu karena saat bertandang ke rumah, Bu Halimah ternyata pergi ke acara amal. Mau tak mau Sandra akan menemui mertuanya untuk terakhir kali.
Di sinilah Sandra sekarang, berdiri di depan rumah ibu mertuanya. Nana diperintahkan Sandra untuk menunggu di dalam mobil karena tidak akan lama di sini.
Sandra menarik napas panjang sejenak sebelum melangkah ke dalam. Sebab dia sempat melihat mobil Bastian terparkir di halaman depan rumah, yang artinya ada Bastian atau bisa jadi ada Laura di dalam juga.
Begitu masuk, Sandra langsung mengucapkan salam dan membuat seluruh mata di ruangan langsung tertuju padanya. Benar dugaan Sandra, ada Laura di dalam. Ada juga bibi Bastian sepertinya tengah mengobrol sejak tadi. Kedatangan Sandra membuat suasana mendadak senyap.
"Masuklah Sandra." Perempuan paruh baya berkerudung cokelat muda langsung mempersilakan Sandra untuk duduk. Bu Halimah memperhatikan Sandra dari atas ke bawah dengan raut wajah datar sejenak.
Sandra mengangguk lalu perlahan duduk di dekat Bastian dan Laura.
"Dari mana saja kau Sandra, sudah lama sekali kau tidak menengok aku," ujar Bu Halimah seraya melirik sinis adiknya di samping.
"Maaf Bu, perkerjaanku akhir-akhir ini sibuk."
"Sibuk atau mencari calon suami baru, kau ini ada-ada saja ya, sudah terima saja Laura. Lagi pula Bastian mampu menghidupi kau dan Laura, dengan adanya Laura, Bastian bisa memiliki keturunan, sementara kau sudah sepuluh tahun belum juga punya anak, aneh sekali padahal zaman aku dulu mudah tuh dapat anak," ucap Bu Halimah dengan tatapan sinis.
Mendengar hal itu Sandra diam-diam mengepalkan kedua tangan. Berbeda dengan Laura mengulas senyum tipis. Laura tak mengira dirinya akan diterima sebagai Bu Halimah. Sementara Bastian tampak mulai panik dengan perkataan Ibunya. Berulang kali dia menyentuh tangan Bu Halimah agar tidak menyindir Sandra, tetapi Bu Halimah tak peduli.
"Benar, jadi perempuan itu diam saja di rumah, nggak usah kerja ya Kak. Terima sajalah Laura, kau kan juga belum hamil-hamil kan, Laura cepat tuh punya anak, sekaligus kalau di rumah kau bisa membantu Laura mengurus anaknya dan menemani Laura," timpal bibi Bastian juga.
"Hm, iya, memangnya kau bisa melunasi hutang-hutang Papamu, aku pun heran kenapa lama sekali dia belum punya anak, apa-apa jangan kau mandul?" kata Bu Halimah melempar pandang ke arah adiknya, dengan sorot mata penuh cela.
Membuat darah Sandra semakin mendidih. Secepat kilat Sandra beranjak dari sofa kemudian menatap tajam Bu Halimah dan bibi Bastian.
"Cukup Bu, aku tidak akan mau mengurus anak dari wanita LC ini! Ibu tanyakan saja pada Tuhan, kenapa aku belum dikasi keturunan sampai sekarang! Memangnya Ibu yakin anak di kandungan Laura, anak Bastian! Laura ini LC Bu! LC! Ibu tenang saja aku akan melunasi semua hutang-hutang Papaku! Dan bercerai dari anak Ibu ini!" seru Sandra dengan mata melotot keluar.
semangat kak..
sukses selalu yaa Thor 😘😍😍🤗🤗
hebat!!!
mkanya sdh dpt istri baik2.... mlah mungut istri jalang....
haduehjj bastian.... bodoh amat sih km....
untuk bu halimah.... selamat.... mantu kesayanganmu... yg dlu km banggakn... justru mnebar pnyakit mematikan untuk anakmu🤣🤣🤣
di kira sandra itu tak punya hati... dgn seenaknya kalian ingin sandra kmbali....
jgn lupakn pnghinaanmu dlu trhdp sandra y bu halimah.... bhkn km merendahkn sandra... yg justru perempuan baik2...