NovelToon NovelToon
Wanita Terakhir Sang Playboy

Wanita Terakhir Sang Playboy

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Playboy / Angst / Obsesi / Romantis / Harem
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Swan

Gavin adalah seorang playboy yang tak bisa hidup tanpa wanita, entah sudah berapa banyak wanita yang berakhir di ranjangnya, hingga akhirnya ia bertemu dengan Kanaya, seorang gadis suci yang menggetarkan hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Swan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jakarta

Kanaya akhirnya sudah dua hari di Jakarta, ya... Setelah pembicaraannya saat itu dengan Bu Katmi dan Pak Haryo, esoknya Kanaya langsung berangkat ke jakarta.

Semua kebutuhan dan surat-surat kepindahannya telah di urus oleh pak Haryo dan ayahnya.

Walaupun Kanaya tak pernah mau bertemu dan berbicara langsung dengan Rama ayahnya, tapi sepertinya ayahnya selalu mencari tau kabarnya lewat Bu Katmi dan Pak Haryo.

Dan hari ini hari ketiga Kanaya di jakarta, Kanaya akan mengikuti perkuliahan di kampus barunya.

Kanaya di pindahkan ayahnya ke Universitas yang katanya Universitas ternama di Jakarta. Galaxy University namanya, Kanaya senang akhirnya dia bisa memulai hari barunya tanpa bayang bayang masalalu bersama Rangga.

Begitu memasuki area kampus Kanaya di suguhkan dengan pemandangan megah kampus barunya, sangat berbeda dengan kampusnya dulu, walaupun kampusnya dulu termasuk dalam jajaran Universitas terbaik di daerahnya, tapi bangunannya tak semegah kampusnya saat ini.

Kanaya tiba di kampus barunya dengan di antar sopir yang sudah disiapkan ayahnya, untuk mengantarkan kemanapun Kanaya pergi, dan kini Kanaya telah sampai di parkiran kampusnya, sejenak Kanaya menghela nafas, meyakinkan dirinya untuk bisa memulai hari baru dalam hidup nya.

Saat Kanaya berjalan meninggalkan parkiran tiba-tiba seseorang memanggil nya.

"Nay, Kanaya Anandita...?!"teriak seseorang di belakangnya.

Kanaya menoleh, dan melihat ke arah seseorang yang tadi memanggil namanya, seseorang yang sepertinya Kanaya pernah melihat wajahnya tapi entah dimana.

"Lo Kanaya kan...?"Tanya pemuda yang tadi memanggil namanya.

"Yah....lo..."Kanaya menjeda ucapannya, menyipitkan matanya memastikan penglihatannya.

"Lo Raihan ya,...Raihan Alfares kan"?tanya Kanaya ragu.

"Yups... lo bener, gak nyangka bisa ketemu lo disini," jawab Raihan antusias.

"Iya, gue baru masuk hari ini, gue pindah kesini sekarang."jawab Kanaya seadanya.

"Oh... lo kuliah disini, fakultas apa?"suara Raihan terdengar semakin bersemangat.

"Kedokteran...kalo lo?"tanya Kanaya.

"Gue bisnis, bareng aja gue anter yuk."jawab Raihan dan langsung menarik tangan Kanaya untuk mengikuti nya.

Kanaya dan Raihan pernah satu SMP, dulu Raihan sempat tinggal di bandung selama 2 tahun,saat ayahnya membuka cabang perusahaan di bandung.

Namun setelah perusahaannya berjalan cukup baik, ayahnya Raihan kembali memboyong keluarga kecilnya ke jakarta. Karna memang perusahaan pusat milik keluarganya ada di Jakarta.

Selama berjalan dengan Kanaya, Raihan terlihat sangat bersemangat menceritakan tentang banyak hal membuat Kanaya bersyukur, karena ternyata ada seseorang yang di kenalnya di kampus ini, membuat Kanaya tak terlalu merasa sendirian.

Kebersamaan Kanaya dengan Raihan jelas mencuri perhatian banyak orang pasalnya Raihan adalah salah satu mahasiswa yang cukup terkenal di kampusnya, dan Raihan juga terkenal tidak pernah dekat dengan wanita mana pun, berbeda dengan kedua sahabatnya. Sampai di pintu masuk fakultas Raihan akhirnya pamit pada Kanaya.

*****

Tak banyak kesulitan yang Kanaya rasakan di kampus barunya, semua terasa sama saja untuk Kanaya, selesai kelas Kanaya berniat langsung  pulang dan menelepon sopir pribadinya. Namun sebelum sempat menekan nomor sopirnya, seseorang tiba tiba menepuk pundaknya dari belakang.

"Kanaya?"tanya orang itu.

"Eh, iya..."jawab Kanaya, orang itu memperhatikan Kanaya.

"Kenalin gue Bryan...,kita satu fakultas, cuma beda angkatan."ucap orang itu sambil tersenyum.

"Kanaya."Kanaya mengangguk, dan menjabat uluran tangan Brian .

"Lo mau pulang,bbareng sama gue aja."ajak Brian.

"Oh gak usah, gue baru mo nelpon sopir gue Soalnya."Tolak Kanaya halus.

"Baru mau kan, berarti belom, ya udah bareng aja."ujar Brian dan langsung menarik tangan Kanaya.

Menghela napas Kanaya akhirnya pasrah menerima ajakan Brian .

*******

Sementara itu di sebuah mobil Hummer H3 yang terparkir tak jauh dari Galaxy university terdengar suara desahan dari dua orang manusia yang tengah bercinta.

"Ahhhh.....Gav, faster...."Racau si wanita, yang kini tengah pasrah di bawah lelaki yang kini mengukung nya.

"Mhhh....you look so sexy Hera"ucap si lelaki yang kini sibuk bergerak di atas tubuhnya.

"Ahhh...i come Gav,"jerit si wanita yang baru saja mencapai pelepasan nya.

Sementara si pria, masih sibuk menggerakan tubuhnya, dan tak lama si pria pun mengejang dan ambruk di tubuh wanita di bawahnya.

Napas kedua orang itu terdengar memburu bersahutan, dua orang yang sangat tidak tau tempat,bbercinta di pinggir jalan sepi di dalam mobil yang terparkir tak jauh dari tempat kuliah mereka.

Orang itu adalah Herra Dan Gavin, tadinya Gavin berniat langsung pulang setelah mata kuliah nya, namun di parkiran tiba-tiba Hera langsung memasuki mobil Gavin begitu saja, dan mengajak Gavin pulang bersama, alih alih pulang, Hera begitu keluar dari halaman kampus malah menggoda Gavin, yang tentu saja berhasil. Yah...Gavin memang tak pernah bisa menolak wanita.

*****

Sementara itu Kanaya telah sampai di kediaman nya,suasana di perjalanan menuju rumah terasa canggung dengan Kanaya yang tak banyak bicara, sementara Brian terlihat sangat antusias.

"Oh ,jadi lo tinggal disini,ga jauh dari rumah gue kalo gitu."ucap Brian begitu mobil nya tiba di rumah Kanaya.

"Iya, gue tinggal disini,veh tapi sory gue gak bisa ngajak lo mampir ya. "balas Kanaya

"Gue tinggal sendiri soalnya, gue juga baru disini, belum tau lingkungan disini kaya gimana."lanjut Kanaya.

"Oh lo tinggal sendiri, ortu lo kemana emang?"tanya Brian.

"Ibu gue udah meninggal, bokap tinggal di bali, gue cuma bareng ART, sopir sama pak satpam. "jawab Kanaya sambil menunjuk pos satpam.

"Oh gitu, lo ga usah khawatir daerah sini aman ko, kalo lo mo bawa orang walaupun di rumah lo gak ada orang, gak bakal ada orang lain yang ngurusin. "ucap Brian seolah tau seperti apa lingkungan tempat tinggal Kanaya.

"Lo kayanya tau banyak ya gimana daerah sini?"tanya Kanaya.

"Ya...lumayan, soalnya gue punya temen daerah sini juga."jawab Brian.

Brian memang memiliki teman, lebih tepatnya mantan pacar yang tinggal di daerah itu.Makanya Brian paham betul seperti apa lingkungan tempat tinggal Kanaya, karena Brian dulu sangat sering menginap di rumah pacarnya.

Brian Adiyaksa,seorang mahasiswa fakuktas kedokteran di tempat yang sama dengan Kanaya, seorang cassanova di kampusnya, tak berbeda jauh dengan Gavin maupun Alex, hanya saja Brian selalu menjadi musuh untuk Gavin maupun Alex.

Brian tidak menyukai kedua teman Raihan itu, karna sering kali gadis yang di incarnya lebih dulu tertarik kepada dua manusia itu, dan Brian sering kali menjadi tempat pelarian dari para wanita itu di saat mereka di tinggal kan oleh Gavin maupun Alex .

Dan tadi  Brian yang tak sengaja melihat Kanaya si anak baru.

Brian langsung tertarik, Brian akui Kanaya gadis yang sangat cantik, tak hanya wajahnya yang cantik, body Kanaya pun termasuk body ideal yang di incar para predator sepertinya, kecantikan Kanaya bahkan melebihi seorang Hera bagi Brian.

Karna itulah Brian ingin menjadi orang pertama yang bisa menaklukkan Kanaya.

-Bersambung

1
Supri Yanto
bagus alur ceritanya menarik pingin baca terus kelanjutannya😊
Aisyah Swan: Makasih, semangat bacanya😍
total 1 replies
Supri Yanto
lanjut👍
Aisyah Swan: Siapp😍
total 1 replies
D
Lanjut
D
😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!