Impian Malika menikah dengan Airlangga kandas ketika mendapati dirinya tidur bersama Pradipta, laki-laki asing yang tidak dikenalnya sama sekali. Gara-gara kejadian itu Malika hamil dan akhirnya menikah dengan Pradipta.
Sebagai seorang muslimah yang taat, Malika selalu patuh kepada suaminya.
Namun, apakah dia akan tetap menjadi istri yang taat dan patuh ketika mendapati Pradipta masih menjalin asmara dengan Selina?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28. Kisah Masa Lalu (1)
Bab 28
19 tahun yang lalu ....
Malika dan Adzam sedang bermain lego. Tidak jauh dari mereka ada Mama Aisyah yang sedang meninabobokan Alkhaf.
Untuk urusan mengurus anak dilakukan oleh Mama Aisyah, tetapi sejak Alkhaf sering jatuh sakit, Papa Andromeda menyewa jasa pengasuh untuk mengasuh Adzam ketika ibunya sibuk dengan si kecil. Selain itu menemani Malika bermain.
Kondisi tubuh Alkhaf sangat lemah anti body-nya dan butuh perhatian full. Jadi, Mama Aisyah tidak boleh lengah dalam menjaga anak bungsunya. Selain itu dia juga harus memerhatikan asupan gizi yang dia konsumsi karena menyusui Alkhaf. Makan pedas saja bisa membuat Alkhaf diare dan dehidrasi, sehingga harus di rawat ke rumah sakit.
"Assalamualaikum, Sayang! Papa pulang!"
"Wa'alaikumsalam."
Malika dan Adzam yang mendengar suara ayahnya langsung lari berhamburan menuju ke ruang depan. Seperti biasa mereka akan rebutan ingin dipeluk dan digendong sama Papa Andromeda. Tubuh Adzam lebih besar dari Malika walau usia mereka terpaut dua tahunan.
"Papa!" Malika memeluk leher Papa Andromeda dan ingin digendong.
"Papa, aku juga mau digendong!" Adzam tidak aku kalah dengan kakaknya, sehingga Papa Andromeda menggendong mereka berdua di kanan dan kiri.
"Siapa itu, Pa?" tanya Malika begitu melihat ada orang lain berdiri di dekat pintu. Adzam pun menoleh ke arah orang yang dimaksud oleh kakaknya.
Seorang wanita muda datang bersama ayahnya membuat Malika dan Adzam menatap tajam. Karena tidak biasanya Papa Andromeda membawa orang asing ke rumah.
"Mas, kok, baru pulang?"
Papa Andromeda yang baru membuka mulut hendak menjawab pertanyaan Malika mengurungkan niatnya. Dia melihat sang istri yang tersenyum lebar mendadak terdiam.
Mama Aisyah datang setelah menidurkan Alkhaf di kamar. Dia terkejut melihat ada seorang wanita muda berdiri di depan pintu.
"Siapa dia, Mas?" tanya Mama Aisyah.
"Sayang, kenalkan ini Syifa. Dia dulu adalah mahasiswa di kampus. Mungkin kamu kenal? Karena dia tiga tingkat di bawah kamu," jawab Papa Andromeda.
Mama Aisyah tidak mengenal sosok wanita muda yang memakai jilbab gaul dan setelan tunik. Walau dia aktif dalam organisasi dan kenal banyak mahasiswa baik senior atau junior, dia tidak kenal dengan Syifa.
"Mulai sekarang dia akan mengasuh Adzam menggantikan Mbak Indah," lanjut Papa Andromeda.
***
Sejak itu Syifa menjadi pengasuh Adzam dan menemani Malika bermain. Kedua kakak beradik itu suka dengan sosok Syifa yang dianggapnya baik dan menyenangkan diajak bermain.
"Pokoknya, kalau ada apa-apa Kakak bilang sama Tante Syifa, jangan sama mama, ya?" ucap Syifa kepada Malika dan anak kecil itu mengangguk.
Adzam yang lebih kecil selalu nurut dan manut apa yang diperintahkan atau diminta kepadanya. Dia juga bukan anak yang rewel.
Syifa sedikit-sedikit mempengaruhi pikiran Malika dan Adzam. Mereka lebih bergantung kepadanya daripada kepada Mama Aisyah. Sehingga apa yang dikatakan olehnya akan dituruti oleh kedua anak Papa Andromeda
Perubahan kedua anaknya itu dirasakan oleh Mama Aisyah. Dahulu, walau ada pengasuh Adzam akan mencari ibunya jika ingin pergi ke suatu tempat, begitu juga dengan Malika. Namun, belakangan mereka pergi dengan Syifa sesuka hati.
Selain itu, Syifa juga dengan berani melayani keperluan Papa Andromeda yang biasa dilakukan oleh Mama Aisyah. Awalnya dari membuatkan minuman. Lanjut menemani Papa Andromeda jika sedang begadang bekerja di ruang kerjanya.
Hal yang membuat Mama Aisyah tidak suka kepadanya dengan lancang Syifa mengambilkan makanan untuk suaminya. Wanita itu selalu bergerak cepat melakukan semua hal ketika Mama Aisyah sibuk dengan Alkhaf yang harus diutamakan.
Beberapa kali Mama Aisyah memberi tahu tugas Syifa. Dia tidak mengizinkan wanita itu mengurus suaminya.
"Mama tidak sayang kalian. Mama hanya sayang sama Alkhaf saja," ucap Syifa kepada Malika dan Adzam ketika bermain di halaman belakang.
"Benarkah, Tante? Bukannya selama ini mama selalu sayang sama kita?" tanya Malika dengan wajah polos khas anak kecil.
"Tidak. Mama kalian tidak sayang sama kalian berdua. Buktinya dia lebih banyak menghabiskan waktu sama Alkhaf," jawab Syifa.
"Itu karena Adek Alkhaf sakit," balas Malika.
"Iya, Adek Alkhaf suka sakit jadi mama harus menjaganya," lanjut Adzam.
"Itu hanya alasan mama kalian saja. Karena yang benar adalah mama tidak mau capek dan tidak mau disibukkan mengurus kalian berdua. Mama menganggap kalian adalah beban dan tidak mau disibukkan mengurus segala keperluan kalian, makanya dia menyuruh orang lain untuk melakukan kewajibannya itu," jawab Syifa.
Malika dan Adzam terdiam. Sebagai anak paling besar dan mulai memahami maksud ucapan Syifa, Malika merasa sedih dan sakit hati. Dia pun jadi marah kepada ibunya.
***
"Kenapa Mama marah sama Tante Syifa?" tanya Adzam dengan marah.
"Mama tidak memarahi Tante Syifa, hanya menasehati dan memberi tahu apa yang dia lakukan itu salah," jawab Mama Aisyah dengan nada lembut.
Waktu itu Mama Aisyah mengadu kepada Papa Andromeda atas perbuatan Syifa yang sudah dianggap melewati batas tugasnya. Karena wanita itu dipekerjakan hanya mengasuh Adzam dan diizinkan bermain dengan Malika jika sudah pulang sekolah.
Sudah diberi tahu beberapa kali, Syifa tetap saja melakukan hal untuk mendekati Papa Andromeda. Wanita itu ingin selalu dekat dengan mantan dosennya.
Tidak mau membuat sang istri kecewa dan marah, Papa Andromeda menasehati Syifa. Apa yang boleh wanita itu kerjakan dan yang tidak boleh dilakukan olehnya di rumah itu.
"Seharusnya Mama senang karena sudah dibantu sama Tante Syifa. Jadi orang harus tahu balas budi dan tahu diri," lanjut Malika.
Mendengar ucapan Malika, Mama Aisyah sangat shock. Karena putrinya selama ini tidak pernah bicara seperti itu.
"Kenapa Kakak bicara seperti itu sama mama?" tanya Mama Aisyah dengan sedih.
"Karena Mama sudah jahat sama Tante Syifa!" jawab Malika dengan nada tinggi.
"Iya, Mama jahat!" Adzam ikut-ikutan kakaknya.
"Astaghfirullah. Kakak ... Adzam, mama tidak pernah berbuat jahat sama Tante Syifa," bantah Mama Aisyah dengan menahan perasaan marah. Dia yakin kalau Syifa sudah mempengaruhi pikiran kedua anaknya.
Di mata Malika dan Adzam ibu mereka salah. Hal ini membuat kedua anak itu menjauh darinya.
Mama Aisyah mendapatkan luka mendalam di dalam hatinya karena dibenci oleh anak-anak yang disayangi. Dia begitu rapuh dan lemah sehingga membuatnya depresi.
Jika tidak memiliki iman di dalam hatinya, mungkin Mama Aisyah sudah mengakhiri hidupnya. Untuk menebus rasa bersalah dia melakukan sesuatu yang mungkin bisa membuat orang lain senang, terutama suami dan anak-anaknya. Dia tidak perduli dengan apa yang akan terjadi pada hidupnya lagi, baginya kebahagiaan keluarganya, lah, yang utama.
***
Untuk beberapa bab ke depan akan menceritakan memori Malika yang dia lupakan.
karna dia satu satunya pria yg menyentuhmu
lagian suami mu tidak bersalah
💪💪 update thorrr 😍😍
Di novel nya mama Reni
Ayok Malika bangkit cari orang yng menyebabkan Misha nggak ada , jangan2 Selina dan ibu mertua mu pelaku nya , atau Syifa sdh beraksi 😠😠😠