Leana seorang aktris yang baru saja terjun ke dunia hiburan tiba-tiba didorong ke dalam laut. Bukannya mati, Leana justru masuk ke dalam sebuah novel yang di mana ia menjadi tokoh pendukung yang lemah. Tokoh itu juga memiliki nama yang sama dengannya
Leana menjadi salah satu simpanan tokoh utama yang telah beristri. Namun tokoh utama pria hanya menganggap ia sebagai alat pemuas hasrat saja. Dan terlebih lagi, di akhir cerita ia akan mati dengan mengenaskan.
Merasa hidup sudah di ujung tanduk, Leana berusaha mengubah nasib tokohnya agar tidak menjadi wanita simpanan yang bodoh dan tidak mati mengenaskan. Di sisi lain Leana juga harus mencari cara agar keluar dari dunia novel ini.
Akankah Leana mampu melepaskan diri dari tuannya yang terkenal kejam itu? Dan bagaimana caranya agar Leana mampu kembali ke dunia asalnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rembulan Pagi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saling Memuaskan
Seperti yang diperintahkan, Leana pergi ke kamar Dalton. Sebenarnya Leana bingung, urusan apa yang harus dilakukannya sampai harus masuk ke dalam kamar. Pakaian pelayan yang biasa Leana pakai berubah menjadi pakaian sehari-hari yang indah.
Di kamar ini mempunyai banyak pintu yang menghubungkan dengan ruangan lainnya. Seperti kamar mandi, wardrobe, dan ternyata ruang kerja juga terhubung dengan kamar. Yang paling mengejutkan, balkon yang ada di kamar Dalton memiliki pemandangan yang indah.
Pintu terbuka, pintu itu terhubung dengan ruangan kerja Dalton. Leana sedikit kaget melihat pria itu yang datang dengan pakaian yang cukup berantakan.
"Tunggu saja di sini. Aku akan mandi sebentar?"
Lima belas menit waktu Leana menunggu, Dalton keluar dengan masih menggunakan jubah mandi. Rambutnya yang basah dan postur tubuhnya yang kekar pasti akan membuat beberapa wanita tertarik. Leana menelan saliva, jika diperhatikan, Dalton yang bersikap lembut akan lebih menarik daripada Dalton yang bersikap kasar.
Tetapi tidak! Dalton sama sekali tidak menarik. Leana menundukkan kepalanya, banyak aktor tampan yang sering ia lihat. Dan Leana sadar bahwa Dalton berbeda. Dalton mempunyai aura CEO asli dan seseorang psikopat, tetapi terkadang Dalton akan bersikap aneh. Pria itu amat membingungkan.
"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Leana.
"Aku belum tahu, duduklah di kasur. Nanti aku akan memikirkannya."
Sebenarnya Dalton sudah memiliki niat terselubung. Dia ingin mengikat Leana pada dirinya agar gadis itu tidak lepas. Mungkin Dalton merasa sedikit tertarik kepada pelayannya ini. Tidak bisa dipungkiri, Leana memang mampu membuatnya senang. Namun Dalton masih belum yakin sepenuhnya. Dan Dalton menganggap bahwa dirinya kini benar-benar bejat.
Pria itu membuka televisi dan sengaja menyetel film dewasa untuk ditonton bersama. Barang kali Leana yang polos ini paham bagaimana nikmatnya bercinta.
"Film apa ini?" tanya Leana ketika film yang baru saja dimulai menampilkan sebuah pasangan yang sedang berciuman di kamar.
"Romansa," jawab Dalton yang ikut duduk di kasur yang sama dengan Leana.
Memang benar, film itu awalnya sangat romantis. Hingga di menit ke sepuluh pasangan itu bercinta dengan hebat. Dalton diam tanpa Reaksi ketika Leana melihatnya. Pria itu fokus menikmati filmnya.
Leana merasa tidak nyaman apalagi mendengar desahan itu memenuhi telinganya. Berbagai gaya dilakukan pasangan itu sampai saling memuaskan hasrat masing-masing. Dalton memperhatikan Leana, pria itu tahu bahwa Leana mulai merasakan sesuatu yang sensitif.
"Gaya apa yang kau sukai?" Dalton bertanya hingga membuat pipi Leana memerah. Leana menggeleng, gadis itu merasa malu dengan pertanyaan Dalton.
Film itu masih menampikan adegan seks yang di mana pria menjilati milik sang wanita. Dalton memperhatikan Leana, gadis itu menundukkan kepalanya agar tidak melihat itu.
"Lihatlah itu, kau pernah merasakannya. Apakah nikmat?" tanya Dalton.
Leana mulai resah, gadis itu memilih untuk beranjak dari tempat tidur itu. "Tuan sepertinya ini su--"
"Ayo lakukan itu!" tunjuk Dalton kepada adegan seks oral. Pria itu berkata lembut dan menatap Leana dalam-dalam.
"Tuan kit--"
"Ayo puaskan aku dan aku juga akan memuaskanmu."
Dalton melepaskan celananya dan hanya menyisakan celana dalam dengan sesuatu yang sangat timbul di tengahnya. Milik Dalton sudah menegang, sesak rasanya jika tidak dibuka. Ketika celana dalam itu dibuka, milik Dalton berdiri tegak sempurna.
"Ayo!" ucap Dalton lembut. "Aku sudah tidak tahan. Ini hukumanmu. Puaskan aku!"
Anehnya tubuh Leana bergerak, padahal dirinya sudah tidak mau. Kini wajah Leana benar-benar di depan milik Dalton. Dalton memegang wajah Leana, wajah yang cantik itu. Pria itu menyentuh bibir Leana, memasukkan satu jarinya ke dalam mulut Leana.
"Buka mulutmu!" pinta Dalton lembut.
Leana menganga, tetapi mulutnya terbuka tidak terlalu lebar. "Lebih besar, tidak muat jika sekecil itu."
Dalton mengarahkan miliknya masuk ke dalam mulut Leana. Sekarang milik Dalton penuh dalam mulut Leana. Pria itu memundurkan sedikit miliknya dan hanya ujungnya yang masuk di dalam mulut Leana. Leana tidak pandai caranya, Dalton mengajari sedikit, tangan Leana diambilnya dan diletakkan di miliknya. Leana menggenggam milik Dalton.
"Seperti ini," Dalton memegang tangan Leana dan menggerakkannya dimiliknya. Tangan Leana berada di miliknya benar-benar nikmat. Sentuhan mulut Leana ketika gadis itu memaju-mundurkan kepalanya juga membuat Dalton merasakan kenikmatan
Dalton menggeram, ketika Leana mulai bisa. Sama seperti pada adegan di film, Leana menjilat dan memasukkan lagi milik Dalton di dalam mulutnya. Gerakan kepala Leana semakin cepat dibantu dengan tangan Dalton. Hingga beberapa menit cairan putih menyembur banyak dalam mulut Leana.
"Telan!" Leana menelannya. Rasa cairan itu tidak enak membuat Leana merasa mual. Air mata berkumpul di mata gadis itu seakan mengatakan bahwa dirinya merasa ditindas.
Dalton menatap gadis itu, rasanya luar biasa. Entah mengapa nikmatnya berkali-kali lipat dari orang-orang yang pernah dia ajak berhubungan seks bahkan Anastasia sekalipun.
Dalton menarik tubuh Leana hingga gadis itu berada di bawahnya. Milik Dalton mulai menegang kembali. Dengan pelan Dalton mencium bibir gadis itu. Leana berusaha menutup mulutnya agar lidah Dalton tidak bisa masuk, namun Dalton dengan triknya mampu menikmati semuanya.
Milik Dalton cukup mengganjal di bawah. Leana merasakan gesekan benda keras dan berurat itu di pahanya. Milik Leana merasa berkedut dan tanpa ia sadari seluruh kancing bajunya lepas Dan Dalton berhasil menyelipkan tangannya untuk membuka bra.
Dalton menarik bra Leana dan membuangnya ke sembarang arah. Leana berusaha memberontak, namun kalah dengan energi Dalton. Pria itu menyusu pada puting Leana. Tidak dibiarkan menganggur Dada sebelah juga selalu Dalton remas secara bergantian. Kedua pucuk dada Leana penuh dengan air liur Dalton.
"Aku suka payudaramu," ucap Dalton yang lagi-lagi menyusu.
"Hentikan..." lirih Leana.
Mendengar itu Dalton menarik dirinya menjauh. Pria itu menarik selimut dan membiarkan keduanya berada di satu selimut yang sama. Leana terdiam mematung menatap Dalton. Ada rasa sakit dan nafsu yang menyatu secara bersamaan.
"Terima kasih," ucap Dalton pelan di pinggir telinga Leana.
Leana berusaha memberontak ketika tangan kekar pria itu melingkar pada pinggangnya. Tenaga Dalton yang lebih kuat membuat Leana tidak mampu lepas. Gadis itu mencubit tangan Dalton, tetapi Dalton tidak bereaksi aku.
"Temani aku tidur untuk malam ini," bisik Dalton.
"Tidak mau."
"Mengapa?"
"Aku membencimu!" ucap Leana dengan tegas.
"Tapi kau memuaskanku dengan sangat baik. Bukankah kau juga menikmatinya?"
"Aku tidak menikmatinya."
Dalton lagi-lagi tertawa, gadis dalam pelukannya ini benar-benar menggoda. Kini pria itu mencium leher Leana dengan penuh nafsu.
"Jika kau tidak menikmatinya, maka aku akan membantu membuatmu merasa nikmat."
aq mampir,Thor. Bahasanya baku dan mudah dipahami😊