NovelToon NovelToon
MENIKAHI PEWARIS ARROGANT

MENIKAHI PEWARIS ARROGANT

Status: tamat
Genre:Kontras Takdir / Cintamanis / Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat / Office Romance / Romansa / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mae_jer

ZUA CLAIRE, seorang gadis biasa yang terlahir dari keluarga sederhana.

Suatu hari mamanya meninggal dan dia harus menerima bahwa hidupnya sebatang kara. Siapa yang menyangka kalau gadis itu tiba-tiba menjadi istri seorang pewaris dari keluarga Barasta.

Zua tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah dalam semalam. Tapi menjadi istri Ganra Barasta? Bukannya senang, Zua malah ketakutan. Apalagi pria itu jelas-jelas tidak menyukainya dan menganggapnya sebagai musuh. Belum lagi harus menghadapi anak kedua dari keluarga Barasta yang terkenal kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 28 Ciuman pertama

Ganra tidak menyangka akan mendapatkan serangan mendadak dari Zua. Ia sempat kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh, tetapi dengan sigap ia menahan tubuhnya sendiri, juga Zua yang masih memukul-mukulnya dengan tangan kecilnya.

"Hey, Claire! Apa yang kau lakukan?" tanya Ganra sambil tertawa kecil. Ia mencoba menahan kedua pergelangan tangan Zua untuk menghentikan serangan gadis itu di kepalanya dan bagian tubuh yang lain.

"Dasar pria menyebalkan! Kau pikir aku tidak akan marah, hah? Kau mempermalukanku di depan semua orang tadi! Kau menciumku di depan umum!" Zua berteriak dengan wajah merah.

Ganra menahan tawa sambil terus memegangi tangan Zua yang berusaha memberontak. Lelaki itu berjalan masuk ke dalam kamar dan menutup pintu. Ia takut yang lain akan mendengar mereka.

"Aku hanya mengikuti permainannya, Claire. Kau tidak perlu bereaksi berlebihan seperti ini." kata Ganra sambil tersenyum santai.

"Bukan hanya itu masalahnya! Itu adalah ciuman pertamaku, tahu! Aku tidak sudi memberikan ciuman pertamaku pada laki-laki mesum sepertimu!"

Zua mendengus marah, wajahnya semakin merah.

"Kau melakukannya di depan banyak orang! Apa kau tidak punya rasa malu?!"

Ganra tersenyum penuh kemenangan mendengar pengakuan Zua tadi. Tentu dia senang mendengar kalau itu adalah ciuman pertamanya.

"Oh, jadi yang tadi itu adalah ciuman pertamamu? Kebetulan, aku juga. Kita sama-sama dirugikan. Kau malu karena ciuman pertamamu terjadi di depan orang? Sayang sekali aku tidak." kata Ganra dengan nada menggoda dan ekspresi tengilnya, membuat Zua semakin kesal.

"Dasar tidak tahu diri, rasakan ini! teriak Zua, mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Ganra untuk menyerang pria itu lagi tapi Ganra dengan mudah menahannya.

"Kau bisa saja menolak tadi, tapi buktinya kau tidak menolakku sama sekali." kata Ganra.

Zua mendongak menatap Ganra tajam.

"Bagaimana aku bisa menolak kalau kau langsung menyerangku begitu?!" katanya dengan frustrasi.

Ganra menyeringai. "Kau bisa saja menendangku. Tapi tidak apa-apa, Zua. Aku janji, ciuman berikutnya akan lebih spesial," pria itu terus menggoda Zua.

Mendengar itu, Zua semakin gondok.

"Berhenti bicara seperti itu! Aku tidak akan membiarkanmu menciumku lagi!" katanya tegas.

Ganra menatapnya lama, Zua membalas dengan berani. Keduanya saling bertatapan. Zua masih tidak sadar kalau saat ini dirinya sedang menempel pada tubuh Ganra seperti koala. Kedua kakinya melingkar di pinggang pria itu dengan posisi kedua tangannya yang dipegang oleh Ganra, karena tangannya berniat dia pakai untuk menyerang lelaki itu.

"Kau yakin tidak ingin aku menciummu lagi? Tapi menurutku kau juga menikmati ciuman tadi. Kau pasti ingin merasakan yang berikutnya. Ciuman kedua kita pasti akan lebih panas dari yang tadi." setelah lama diam hanya saling bertatapan, Ganra akhirnya buka suara.

"Kau ...!" Zua tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Ia hanya mendengus kesal lalu berusaha turun dari tubuh Ganra. Ia kesulitan turun karena Ganra masih terus menahannya. Lelaki itu pasti sengaja melakukannya.

"Turunkan aku!" Ketusnya menatap Ganra tajam.

"Kau yang naik tanpa permisi tadi, coba saja turun sendiri."

Astaga. Lama-lama Zua bisa gila karena pria ini. Dengan usaha keras ia melakukan segala cara untuk turun. Zua terus bergerak-gerak sampai tidak sadar dadanya menggesek-gesek dada Ganra. Ganra menegang seketika dan melepaskan Zua mendadak. Gadis itu langsung jatuh terlentang di tempat tidur. Ia menatap Ganra penuh permusuhan. Ia tidak menyadari kalau laki-laki yang berdiri di atas sana sedang berusaha menetralkan jantungnya.

Kalau mengikuti keinginannya, Ganra bisa saja menyerang Zua sekarang juga. Tetap tidak, dia tidak akan melakukan apa pun sebelum mereka menikah, sebelun mereka sah menjadi pasangan suami istri. Apalagi kalau malam ini dia menyentuh Zua, dia tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Pasti akan terjadi perang besar antara mereka.

"Tidurlah, jangan lupa mimpikan aku." kata Ganra kemudian. Zua langsung mengambil bantal dari atas tempat tidur dan melemparnya Ganra. Pria itu tertawa dengan wajah nakalnya sebelum menghilang dari sana.

Begitu pintu tertutup, Zua mengganti posisinya menjadi duduk sambil memegang wajahnya yang masih memerah akibat Ganra. Jantungnya berdetak kencang, dan ia merasa tubuhnya masih panas karena malu juga kesal pada Ganra.

"Pria itu benar-benar menyebalkan," gumamnya pelan. Tapi Zua merasa aneh, ada sesuatu yang berbeda saat bersama Ganra. Meskipun ia mencoba menyangkalnya, perasaan aneh itu terus mengganggunya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Setelah keluar dari kamar Ganra memutuskan menyendiri di bagian belakang villa, menikmati udara malam hari karena tubuhnya masih terasa panas gara-gara Zua. Gadis itu berhasil mengganggu pikirannya.

Kau aneh Ganra. Kau yang terus-terusan menggoda gadis itu, tapi kau yang tersiksa begini.

Ganra terus bergulat dengan pikirannya. Angin dingin yang berhembus cukup kuat bahkan tidak mampu menetralkan jantungnya yang terus bergejolak.

"Ganra,"

Lalu seseorang memanggil namanya. Ganra kesal karena menurutnya panggilan itu hanya mengganggu ketenangannya menyendiri sambil memikirkan Zua.

Saat ia menoleh, ia baru menyadari ternyata yang memanggilnya adalah Bunga. Makin tidak bersemangat lagi dia.

Ganra kembali menghadap depan  tanpa tersenyum ke Bunga. Ia bisa mendengar langkah kaki wanita itu mendekat ke arahnya.

Ganra ingin segera beranjak pergi dari situ, tetapi perkataan Bunga menghentikannya.

"Bagaimana keadaanmu beberapa tahun ini?"

"Baik." balas Ganra singkat, tanpa menoleh sedikitpun ke Bunga. Ia hanya menatap lurus ke pemandangan malam di depannya.

"Mm ... Kau masih marah padaku?" pertanyaan berikutnya membuat Ganra melirik ke samping dengan mata menyipit seolah ingin Bunga menjelaskan apa maksud dari pertanyaannya.

"Karena aku memutuskanmu sepihak waktu itu dan pergi begitu saja. Apa kau masih marah?" Bunga melanjutkan.

Ganra tertawa.

"Untuk apa aku marah? Kau tahu aku tidak pernah mencintaimu. Aku menerimamu pacaran waktu itu hanya karena status. Aku juga sudah bilang sendiri padamu tidak ada cinta untukmu. Kau tahu itu Bunga. Saat kau memutuskan aku, aku merasa lega dan bebas. Jadi tidak mungkin aku marah padamu karena kejadian masa lalu."

Kata-kata dingin Ganra bak paku yang menusuk kulit Bunga. Sangat menohok hingga membuat Bunga kecewa.

"Lalu, bagaimana dengan gadis itu? Apa kau juga ingin menikahinya karena status? Kau pasti tidak mencintainya kan?"

"Dia berbeda. Kalau aku belum mencintainya, aku bisa belajar mencintainya. Kalau hanya aku yang memiliki perasaan padanya, aku akan berusaha membuatnya memiliki perasaan padaku."

Setelah mengatakan itu Ganra berbalik pergi, meninggalkan Bunga sendirian menahan sakit hatinya. Sungguh kejam, Ganra kejam sekali padanya.

1
Sri Afrilinda
Ceritanya keren bgt kx, setiap kalimat seakan memiliki makna yg mendalam... Suskses terus kka utk karyanya 🥰🤗💪
febby fadila
alhamdllah kondisi zua dan calon anak debay selamat
febby fadila
ya elah enak banget si bunga masuk penjara
febby fadila
jangan dibunuh langsung dong, buat dia menderita, iris tu wajahnya dan seluruh tubuhnya terus siram dengan air garam wiiiiiiuuuu pasti seruuu 😂😂😂
febby fadila
pusing aku dirumah sebesar itu para pengawal nggak ada biar satupun
febby fadila
semoga aja zua dan narin nggak kenapa napa mereka berdua selamat dan anak yg dikandung zua juga selamat
febby fadila
aiiisss udah kek sinetron aja si, nanti setelah semua udah terluka baru para pengawal muncul
febby fadila
masa iya nggak ada satupun pengawal yg mendengar keributan itu hadeeee
febby fadila
lah itu para penjaga rumah kemana masa iya bunga bisa masuk secara cuma² si, para bodyguard kemana aja
febby fadila
hati² ganra jangan lengah awasi bunga lbih dulu
febby fadila
apakata mu zua yg buat kamu sampai salah jaln hello situ bukan anak umur 3 thun yg nggak bisa mikir sebelum bertindak bunga bangkai
febby fadila
hadeee sdah kena HIV masih blom tobat juga masih mau berulah terus
febby fadila
itu pasti jebakannya bunga untuk menculik zua trik murahan banget
febby fadila
itu pasti jebakannya bunga untuk menculik zua trik murahan
febby fadila
itu pasti jebakannya bunga untuk menculik zua trik murahan
febby fadila
gila 😱😱😱😱😱
bodoh wong dipelihara mau aja di peralat sama lucy itu, hqnya karena obsesi untuk ganra rela menjadi jalang murah /Puke//Puke//Puke//Puke/
febby fadila
dasar jalang nggak tau malu mau nyalahin orang lai atas apa yg kau dapat, maoanya jual mahal dikit jangan langsung jadi murah bunga
febby fadila
jangan salah faham lagi ya,
febby fadila
semoga kabar ini bisa buat mama dia luluh ya
febby fadila
moga setelah zua hamil mama dian akan luluh ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!