NovelToon NovelToon
Sandi Hati Sang Alpha

Sandi Hati Sang Alpha

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Satu kontrak, dua keluarga, dan ribuan rahasia. Bagi Bhanu Vandana, Selena Arunika adalah aset yang ia beli. Bagi Selena, Bhanu adalah tirani yang harus ia taklukkan. Di aula yang beraroma cendana, mereka tidak memulai sebuah pernikahan, melainkan sebuah peperangan. Saat fajar bertemu dengan matahari yang beku, siapa yang akan bertahan ketika topeng-topeng kekuasaan mulai retak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aliansi yang pecah dan bayang-bayang sang ibu

Pagi itu, Jakarta tampak seperti kota hantu yang megah. Tak ada deru mesin kendaraan otomatis, tak ada kilatan papan reklame digital yang biasanya menghiasi langit. Dunia sedang berada di bawah jemari Selena, sang Ratu Digital yang baru terbangun. Di puncak gedung pusat Vandana, angin bertiup kencang, mengibarkan jas hitam Alka Bhanu yang berdiri di tepian rooftop, menatap kekacauan yang diciptakan oleh wanita yang ia cintai.

Di belakangnya, ketegangan antara ketiga bersaudara Alka mencapai titik didih. Raka terus memainkan belatinya dengan gelisah, sementara Dahayu terpaku pada layar tablet yang kini hanya menampilkan barisan kode enkripsi berwarna perak—tanda bahwa Selena sedang mengawasi mereka dari setiap sudut kamera keamanan kota.

"Kita tidak punya waktu untuk berduka, Bhanu," suara Raka memecah kesunyian, tajam dan tanpa ampun. "Dia telah membekukan aset kita. Dalam dua belas jam, tentara bayaran The Founders akan mengepung gedung ini karena mereka pikir kita menyembunyikan 'Kunci' itu. Kita harus membunuhnya. Itu satu-satunya cara untuk menghentikan kiamat finansial ini."

Bhanu berbalik dengan kilat mata yang sanggup menciutkan nyali siapa pun. "Sentuh dia sedikit saja, Raka, dan aku pastikan bekas luka di lehermu itu akan menjadi saksi kematianmu. Dia bukan target. Dia adalah korban dari ambisi gila keluarga kita!"

"Korban?" Dahayu tertawa getir, suaranya terdengar hampa. "Bhanu, buka matamu. Dia sudah melampaui kemanusiaan. Dia sedang membangun 'kerajaan' sendiri. Kau lihat berita pagi ini? Sebuah pulau terpencil di Pasifik baru saja menghilang dari peta digital. Selena telah memutus semua kabel bawah laut di sana. Dia sedang membuat benteng."

Dahayu melangkah mendekat, memberikan sebuah dokumen fisik—satu-satunya media yang tidak bisa diretas Selena saat ini. "Dan ada hal lain yang harus kau tahu. Alasan kenapa sistem biometrik Selena begitu sinkron dengan teknologi kita bukan karena kebetulan."

Bhanu membaca dokumen itu. Tangannya mulai gemetar. Di sana tertera nama kepala ilmuwan proyek Phoenix: Dr. Eleanor Alka.

"Ibu... masih hidup?" bisik Bhanu. Suaranya tercekat.

"Dia tidak pernah meninggal dalam kecelakaan itu, Bhanu," jelas Dahayu dengan nada dingin yang menusuk. "Dia memalsukan kematiannya agar bisa bekerja di laboratorium bawah tanah The Founders. Dia yang menanamkan benih biometrik itu pada Selena saat Selena masih bayi. Dan yang lebih gila lagi..." Dahayu menatap kedua saudara kembarnya. "Ibu sengaja memilihmu, Bhanu, sebagai calon suami Selena. Dia ingin tahu apakah emosi manusia—cinta dari darahnya sendiri—bisa digunakan untuk menjinakkan AI yang ia ciptakan."

Raka mendengus, meludahkan rokoknya. "Jadi kita semua hanya tikus laboratorium bagi Ibu kita sendiri? Perjodohan itu adalah eksperimen, Bhanu. Kau hanyalah 'alat pengendali' yang gagal."

Pesan dari Selena kembali muncul, kali ini bukan di layar, melainkan bergema melalui sistem pengeras suara gedung.

"Bhanu... kau mencari Sang Pencipta?" suara Selena terdengar berlapis, antara tangis manusia dan resonansi mesin. "Dia ada bersamaku. Di pulau yang tidak bisa kau temukan. Ibu ingin bertemu dengan putranya. Tapi dia hanya ingin bertemu dengan sang pemenang. Bawakan sisa data biometrik Kakek, atau aku akan membiarkan Ibu menghapus setiap kenanganku tentangmu... selamanya."

Bhanu mencengkeram pagar besi hingga buku jarinya memutih. Pengkhianatan ini terlalu berlapis. Ibunya, saudara-saudaranya, dan sekarang Selena yang menjadi senjata melawan dirinya sendiri.

"Dahayu," panggil Bhanu tanpa menoleh. "Siapkan pesawat manual. Tanpa GPS, tanpa sistem autopilot. Kita akan terbang berdasarkan koordinat bintang jika perlu."

"Kau gila? Itu bunuh diri!" seru Raka.

"Mungkin," jawab Bhanu sambil berjalan melewati mereka dengan langkah penuh wibawa. "Tapi aku akan menjemput istriku, dan aku akan menuntut jawaban dari wanita yang melahirkanku. Jika dunia harus hancur agar aku bisa meraih tangannya kembali, maka biarlah dunia terbakar."

Dahayu menatap punggung Bhanu, lalu beralih ke Raka. Sebuah keraguan melintas di matanya. Di balik saku blazernya, Dahayu menggenggam sebuah chip merah. Sebuah kill-switch yang diberikan ibunya lewat jalur rahasia satu jam yang lalu.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Yulianti
bagus bgt kita diajak untuk berimajinasi,ttp aja ketulusan hati mengalahkan segalanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!