NovelToon NovelToon
Mami Untuk Alicia

Mami Untuk Alicia

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:6.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Anugrah Utarie

"Aku bersyukur Tuhan mengirim kamu untukku dan Alicia. Terimakasih sudah menerima diriku dan putriku" ~ Adhit


Pertemuan tidak sengaja antara Adhitama dengan Clara membuat mereka saling terikat satu sama lain. Clara yang berharap tidak akan pernah bertemu lagi dengan Adhit, justru takdir mempertemukan mereka kembali.

Clara yang sangat menyayangi Alicia terpaksa menerima lamaran Adhit untuk menjadi istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anugrah Utarie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sisi Lain Adhitama

Clara mendekati tempat tidur di sisi sebelah kanan tempat suaminya berada. Ia sudah paham betul kalau suaminya ini susah sekali untuk dibangunkan. Mulai dari cara biasa sampai konyol juga sudah pernah ia lakukan. Kali ini Clara mencoba membangunkan Adhit dengan cara lain. Apakah akan berhasil? Mari kita lihat. Clara menggerakkan kepalanya turun mendekat ke arah suaminya yang sedang tidur dalam posisi tengkurap. Kemudian mendekatkan bibirnya ke telinga Adhit dan membisikkan sesuatu. "Selamat pagi sayang, ayo bangun" Adhit yang merasakan sesuatu yang menggelitik di telinganya karena hembusan napas Clara, langsung bangun dan segera mengangkat kepalanya.

Jedug

"Aww" Clara berteriak dan segera menjauhkan kepalanya dari Adhit.

"Sakit tau, kepalamu keras sekali" ucap Clara sambil memegangi kepalanya yang berdenyut setelah tak sengaja kejedug kepala suaminya. Adhit yang mendengar istrinya berteriak kesakitan, segera bangkit dan menghadapkan tubuhnya kearah Clara yang masih berdiri di sisi tempat tidur.

"Kenapa? Mana yang sakit? " ucap Adhit sedikit panik, ia meraih tangan Clara yang masih memegangi kepalanya yang sakit dan mengusap-usap kepala istrinya itu. "Apa masih sakit? " tanyanya dan menatap dalam kedua manik mata istrinya. Clara yang mendapat tatapan seperti itu, langsung dibuat salah tingkah dan mengalihkan pandangannya ke sembarang arah. Jantungnya sudah berpacu sangat cepat setelah mendapat tatapan seperti itu dari suaminya.

"Iya, sudah tidak sakit. Buruan mandi, nanti sarapannya dingin" ucap Clara dan menuju ke arah lemari untuk mengambilkan pakaian untuk suaminya. (Aduh, kenapa jantungku tiba-tiba begini? Apa yang terjadi?) bathinnya.

Sementara Adhit terus saja menatap istrinya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan dan segera masuk ke dalam kamar mandi.

"Perasaan tadi dia memanggilku sayang, apa aku salah dengar? " ucapnya pelan setelah berada di depan cermin kamar mandi. "Mungkin aku salah dengar" bantahnya, karena ia tidak mau terlalu berharap. Ia segera menyelesaikan aktivitasnya di dalam kamar mandi.

Selesai mandi, ia sudah tidak mendapati istrinya berada disana "Kemana dia?" kemudian mengambil pakaian yang sudah disediakan istrinya dan segera memakainya. Adhit melirik sarapan yang ada diatas meja. Ia mendekati meja tersebut dan segera mendaratkan tubuhnya di sofa. "Kalau kamu selalu bersikap manis seperti ini, aku akan semakin jatuh hati kepadamu" Adhit segera memakan sarapan yang sudah disiapkan istrinya itu.

Sementara Clara sedang berada di kamar Dira untuk membantu Alicia siap-siap. Setelah suaminya masuk ke dalam kamar mandi tadi. Ia segera membereskan tempat tidur dan meninggalkan kamar mereka, menuju ke kamar Dira untuk menemui Alicia.

Selesai menyiapkan keperluan anaknya, ia segera merapikan barang-barang Alicia. Karena hari ini mereka akan meninggalkan Villa dan kembali ke kota. Clara segera membangunkan Alicia yang masih tidur di sebelah Bibinya.

"Selamat pagi sayang, sekarang bangun ya" ucap Clara saat melihat mata Alicia terbuka.

"Mami" Alicia segera bangkit dan membenamkan tubuhnya di pelukan Clara "Selamat pagi" ucapnya dan memberikan ciuman di pipi Clara.

"Sekarang Alicia mandi ya, Mami tunggu disini" pintanya pada Alicia.

"Oke Mami" ia segera turun dan berlari ke kamar mandi. Alicia memang sudah terbiasa mandi sendiri, karena Adhit tidak akan selalu bisa memandikannya. Sehingga membuatnya menjadi anak yang mandiri. Meski terkadang dia akan bersikap manja dan tidak mau melakukannya sendiri.

"Jangan lari sayang, nanti jatuh" Alicia langsung berhenti saat mendengar peringatan ibunya dan berjalan seperti biasa, membuat Clara tersenyum melihatnya.

Alicia sudah selesai mandi dan memakai pakaian yang sudah diambilkan Clara. Clara menaburkan bedak ketangannya dan mengusapkan ke wajah Alicia.

"Sudah sayang, sekarang Alicia sudah rapi dan wangi" ia mencium gemas pipi Alicia. "Alicia pasti lapar, ayo kita ke bawah" Mereka berdua segera ke luar dari kamar setelah Clara membangunkan adik iparnya. Saat sedang berada di meja makan, Adhit datang menghampiri mereka.

"Kamu disini, aku dari tadi mencarimu" ucapnya dan mendaratkan tubuhnya di samping Clara. (Kenapa dia mencariku, aku kan sudah menyiapkan keperluannya).

"Iya, setelah membangunkan Mas tadi, aku ke kamar Dira membangunkan Alicia" jawabnya sambil menoleh kearah suaminya. "Memangnya kenapa Mas Adhit mencariku? " pertanyaan itu akhirnya lolos dari bibir Clara.

Adhit kaget mendapat pertanyaan seperti itu. Ia mencoba menyusun kata-kata yang akan ia ucapkan pada Clara. Dia juga bingung, saat tidak mendapati Clara di dalam kamar, dia langsung mencari keberadaan istrinya. Setelah ia menghabiskan sarapannya.

"Apa semua barang-barang sudah kamu masukkan koper? Karena hari ini kita akan kembali ke rumah" kata-kata ini yang akhirnya keluar.

"Belum, setelah ini akan aku masukkan. Mas mau makan lagi? Biar aku ambilkan" Ia segera mengambil piring untuk mengambilkan makanan untuk suaminya. Namun tangannya di tahan Adhit.

"Tidak, aku masih kenyang. Apa kamu mau membuat aku menjadi seperti buntalan kasur? Disuruh makan terus" ucapnya dengan ekspresi datar.

Clara langsung tertawa saat suaminya menyebutkan buntalan kasur.

"Kenapa ketawa? kamu mengejekku!" tatapan Adhit berubah dingin membuat Clara langsung menghentikan tawanya.

"Ah maaf, aku tidak bermaksud mengejekmu. Lagian Mas ada-ada saja, mana mungkin dengan makan lagi, Mas akan jadi buntalan kasur? " ucap Clara dan melihat suaminya diam saja. Tidak merespon apa yang baru saja ia ucapkan.

"Kamu tidak tau saja nak, dulu Adhit mempunyai tubuh yang besar saat dia masih SMP. Sehingga dia sering di bully" ucap Nadine yang sudah berada di antara mereka. Rupanya Nadine dari tadi mendengarkan percakapan anak dan menantunya.

"Mamy" Adhit segera menoleh ke belakang.

(Pantas saja dia begitu sensitive saat aku menyuruhnya makan lagi) "Maafkan aku Mas, aku tidak tau kalau Mas Adhit pernah mengalami semua itu. Tapi apa salahnya jika bertubuh gemuk, yang penting sehat dan tidak berlebihan. Lagian sekarang Mas Adhit kan tinggi, jadi tidak akan terlihat juga kalau gemuk" ucap Clara yang tidak setuju dengan orang-orang yang mengejek orang yang mempunyai tubuh gemuk. Rasanya kalau dia mendengar langsung saat orang-orang mengejek suaminya. Ia akan menghajar orang itu. Tapi sayangnya itu dimasa lalu, saat dia belum bertemu dengan Adhit.

"Mamy setuju dengan kamu sayang, terkadang Mamy juga heran dengan jalan pikiran orang-orang yang memandang rendah dan memojokkan orang-orang bertubuh gemuk. Padahal mau kurus, sedang, gemuk, kita ini sama-sama manusia. Tidak ada bedanya bukan? " ucap Nadine pada memantunya, Clara menganggukkan kepalanya pertanda ia setuju dengan apa yang baru saja dikatakan mertuanya.

Adhit diam tak berkomentar dan hanya mendengarkan Clara dan Nadine bicara. Sementara Alicia sibuk dengan sarapannya.

"Mamy udah sarapan? " tanya Clara mengalihkan pembicaraan karena melihat suaminya diam saja sejak pembahasan tadi.

"Sudah nak, tadi Mamy sudah sarapan dengan yang lainnya" jawab Nadine dan langsung berdiri "Mamy mau menemui Papy dulu ya" ucapnya, kemudian Nadine meninggalkan keluarga kecil itu disana.

"Mas" Clara memegang bahu kiri Adhit "Are you okay?" ia mengusap-usap lembut bahu suaminya. Ia tau, suaminya sekarang sedang tidak baik-baik saja. Terlihat jelas dari raut wajahnya yang terlihat sendu. Adhit meraih tangan Clara dan menggenggamnya.

"Aku baik-baik saja" Adhit berusaha tersenyum, meskipun dimata Clara senyum itu jelas sekali senyum yang dipaksakan. Clara baru mengetahui sisi lain dari suaminya. Dibalik kesuksesannya sekarang, ternyata Adhit pernah menjadi korban pembulian. Clara menarik Adhit untuk mendekat kearahnya. Kemudian memeluk erat suaminya dan berkata "Sudah, tidak perlu terlalu dipikirkan. Semua itu sudah terjadi di masa lalu. Jadikan masa lalu itu sebagai pembelajaran. Jangan sampai masa lalu itu membuat kita terjebak. Maafkan mereka yang pernah menyakitimu, nanti semua luka yang pernah Mas rasakan akan hilang dengan sendirinya. Mencoba berdamai dengan masa lalu itu memang susah, tapi tidak menutup kemungkinan bisa dilakukan bukan? Yang terpenting sekarang Mas menjadi orang yang sukses dan disegani oleh semua orang. Pastinya orang yang pernah menyakiti hatimu dulu, akan tercengang saat tau bagaimana Mas saat ini. Satu hal yang harus Mas tau, sekarang Mas Adhit punya aku, yang akan selalu mendengarkan apapun keluh kesah yang Mas rasakan. Saat ini, Mas sudah tidak sendiri lagi. Jadi jangan memendam sendiri setiap masalah yang Mas hadapi. Aku siap mendengarkannya, apa pun itu" kata-kata yang baru saja diucapkan Clara membuat Adhit tenang. Ia memang tidak salah memilih Clara untuk menjadi pendampingnya.

Kemudian Adhit segera mengurai pelukannya dari Clara. "Terimakasih, Kamu memang pilihan terbaik yang pernah aku miliki. Tetaplah disampingku, jangan pernah tinggalkan aku" Adhit membenamkan istrinya ke dalam pelukannya. Membuat Clara merasa nyaman berada dipelukan suaminya.

"Daddy, Mami aku juga mau dipeluk" ucapan Alicia seketika membuat Adhit melepaskan pelukannya dan membuat pipi Clara bersemu merah. Ia lupa kalau mereka sedang bersama Alicia.

"Ayo, sini sayang" ucap Adhit pada putrinya, kemudian Alicia langsung memeluk Adhit dan Clara. Tanpa mereka sadari, semua keluarga ternyata sedang memperhatikan mereka. Semuanya tersenyum bahagia melihat mereka.

_____________

"Memang benar akibat dari bullying itu sangat berdampak bagi psychology seseorang. Bahkan ada yang sampai bunuh diri. Akan tetapi, ada juga yang menjadi lebih baik seperti Adhit contohnya. Meskipun selamanya orang yang mengalaminya tidak akan bisa melupakan apa yang pernah mereka alami. Jadi, sebaiknya kita semua menjaga lisan kita, agar tidak menyakiti orang lain. Author juga lagi mengingatkan diri sendiri." 😅

"Selamat membaca!!!" 😊

1
Neng Alifa
ni suami isteri baperan
Tata google
bulek semua/Drool/
Tata google
lah ngelamar kayak beli cilok pinggir jalan.. /Grin/
Tata google
tiba2 heran emg ada ya orang asing baru kenal tiba di rumah langsung boleh masak /Grin//Grin/
Tata google
ini uda 2025 aku baru mampir/Smile/ nama tokohnya ngikuti gen alpha bener..
krisan
lanjut
Dzaky Fadillah
Btw Thor Alicia kan seharian ikut k kantor ya pulang ny tidur trs ikut k rumah Clara tidur tp gak d bersihin dan ganti baju jg
sudah 2x loh kyk gitu kasian kan Alicia ny thor
Whindy Anugrah: Oke kak, nanti aku cek lagi ya. Makasih udah disampaiin 😊
total 1 replies
Alanna Th
aah, skrg dmaafin - bsk brbwt lg, lbh baik g usah minta maaf deh. cuek" bebek aja 😕😒🙄😜
Alanna Th
yaaah, kaya maen kucing"n! 😢 repooot 😜
Alanna Th
💣 siap meledak!! lari jauuuh 😜😁👊
Alanna Th
ooalaah, djailin adhit y. awas dbls clara lho 🤫
Alanna Th
anaknya kepincut duluan, daddynya mnyusul 😕🙄👍
TRIANI
nikahnya secara islami, pi keseharainnya gk, masak habis gituan gk mandi langsung ke dapur sich,
TRIANI
beda usia alicia sama bian kan jauh, masih SD pula, iyaaa kalee anak seumuran alicia suka anak kecil, dan sudah ada teror2an, kayak orang dewasa, gk masuk akal nee
Ika Rochmawati
up
Sri Wahyuni
kok ganteng varo iya am adit visualnya
Ika Rhia
suka karakter clara yang gak gampang di tindas
Ika Rhia
Kapan MP nya?
Ika Rhia
ehem ehem,,ada yang kebakar api cemburu nih🤭🤭
Amie chie
ya iya lah marahh..... karna d cuekin itu sangat sangat dan sangat menjengkelkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!