Kemajuan teknologi di era globalisasi tetap tidak mampu menggerus dunia perdukunan
Bahkan masih banyak yang rutin dengan segala ritual ritualnya
Yang terang terangan ataupun yang sembunyi sembunyi
Ada banyak alasan tentunya
Ada yang pengen usahanya lebih maju
Ada yang ingin kaya tanpa harus memeras keringat
Ada yang ingin kebal senjata tajam dan ilmu santet menyantet
Ada juga yang sengaja membeli batu jimat, yang dipercaya bisa memberikannya kedudukan terpandang dan disegani
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Si_Ro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KT 28.
BRAAK….
Pintu apartemen terbuka kasar. Menampilkan wajah seorang pria yang mungkin bisa menjadi penolong untuk Serena dan Zahra
“SIAPA KALIAN?!” bentaknya
Semua orang yang berad a di dalam apartemen menoleh, tak terkecuali Serena dan Zahra yang sekarang dalam bahaya.
“Bang Jon” gumam Serena
Laki laki sangar itu bangkit dari sofa empuk, berjalan menghampiri Bang Jon yang sudah berdiri di pintu dengan membawa bungkusan kecil ditangannya.
“Kau sendiri siapa?” tanyanya dengan angkuh, matanya memindai lawan di depannya dengan tenang “apa kau kekasih salah satu dari mereka?” menunjuk Serena dan Zahra
“Aku yang bertanya lebih dulu. Siapa kalian?” jawabnya
“Ha….haaa….baiklah, kau cukup berani rupanya. Perkenalkan, aku…..pemilik dua gadis itu”
“Pemilik? Sejak kapan? Kau pemilik… atau pemaksa?”
“Bukan urusanmu!” jawab laki laki sangar dengan mengepalkan tinjunya
“Jelas ini adalah urusanku. Karena mereka berdua adalah milikku.” ucapnya sambil berjalan masuk. Meletakkan bungkusan kecil itu di meja kitchen set, lalu menghampiri Serena
Belum sempat langkahnya sampai pada Serena, laki laki sangar itu memerintahkan anak buahnya untuk menghalanginya.
Terjadilah perkelahian dua lawan satu. Tubuh Bang Jon memang tidak sebesar dua laki laki yang sedang menyerangnya, tapi untungnya Bang Jon memiliki keahlian bela diri yang tidak bisa disepelakan.
Dua laki laki bertubuh besar itu sudah ambruk dilantai. Kesakitan dan berdarah. Bang Jon juga mendapatkan bogem mentah diwajahnya, yang kini membiru. Tapi keadaanya tidak separah dua laki laki yang harus meringis dengan lebam dimana mana.
“Habisi dia!” perintah laki laki sangar pada anak buahnya yang masih berdiri sambil memegang tubuh Zahra
Dengan sisa tenaga yang dimiliki, Bang Jon menangkis dan membalas pukulan yang mengarah padanya. Tubuhnya mulai terhuyung saat perutnya kena tendangan kuat dari lawan didepannya.
“Bang Jooon” teriak Serena dan juga Zahra
Tubuh Bang Jon jatuh ke lantai dengan bibir yang meneteskan darah segar. Serena dan Zahra sudah terisak melihat dengan kepala sendiri, bagaimana Bang Jon mencoba menyelamatkan mereka berdua.
“HENTIKAN!” teriak keras Serena. Dia sudah tidak tahan melihat kondisi Bang Jon yang masih terus menerima tendangan dan pukulan, walau sudah tidak berdaya.
Kedua laki laki itu berhenti memukul setelah mendapat isyarat untuk berhenti dari bos besar mereka.
Kini laki laki sangar itu menghampiri Bang Jon. “jangan ikut campur, kalau tidak ingin melihat aku menembak dua gadis itu dan mati di depan matamu” ucapnya pelan dan mengancam
“Brengs*k! kalau kau berani membawa mereka, aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri” ucap Bang Jon berapi api
“Ha….haa…..sepertinya hari ini aku banyak sekali tertawa. Melihat seorang ayah yang menjual anak anaknya sendiri demi uang untuk judi, serta menyaksikan laki laki bodoh yang berlagak sok jagoan.” tersenyum puas “tapi….aku beruntung. Karena hari ini aku mendapatkan gadis gadis cantik” sambungnya
Anak buah laki laki sangar itu sudah memegangi Serena dan Zahra. Tidak peduli lagi dengan Bang Jon dan juga Yudi yang masih syok menyaksikan kekejaman dari laki laki yang dipanggilnya bos.
“TUNGGU!” Teriak Serena yang langsung membuat laki laki sangar mengehentikan langkah
“Aku bersedia ikut denganmu dengan suka rela” ucapnya bergetar “tapi tinggalkan adikku”
“Mbak!” Zahra kaget dengan ucapan sang kakak
“Kalau kau membawa aku dan adikku sekaligus, bukankah itu sangat serakah? Aku akan menggantikan adikku dengan uang yang aku miliki.” Serena mencoba merayu “ Kau cukup membawaku sebagai kekurangan pembayaran hutang dari laki laki bajing*n itu” matanya melirik Yudi
Laki laki sangar itu berpikir sejenak. Melihat Serena dari ujung kepala sampai unjung kaki. Membandingkannya dengan Zahra yang terlihat sangat tidak menarik dengan mukena yang masih menempel ditubuhnya.
Serena jelas lebih mempesona dibanding sang adik. Dunia model yang digeluti, mangharuskannya menjaga dan merawat wajah serta tubuhnya dengan rutin. Tubuhnya yang sudah pasti sempurna, menggoda hasrat laki laki sangar yang menatapnya lapar.
“Baiklah. Aku menyetujui tawaranmu. Aku akan menjadikanmu sebagai penari striptis di tempat hiburanku. Tapi sebelum itu….aku ingin mencicipimu lebih dulu” menjawab dengan senyuman mesum
“Jangan mbak! Jangan!” Zahra berteriak dan menangis sekeras kerasnya
“Diam Zahra! Kalau lo sayang ama gue, lo harus nurut. Lo harus jaga ibu dengan baik. Anggap ini adalah pengorbanan gue yang terakhir buat lo dan keluarga kita. Titip juga Bang Jon dan Bi sari.”
“Tapi mbaaaak…..” zahra terus menangis
“Ngga ada tapi tapian Zahra. Titip salam buat ibu. Bilang aja kalau gue sibuk kerja, dan ngga bisa sering sering pulang” ucapnya sambil melangkah mengikuti pengawal laki laki sangar
Grep…
Bang Jon memegangi kaki dari laki laki sangar itu dengan tubuh yang masih tergeletak di lantai. Kondisinya yang cukup parah, membuatnya tidak bisa menggunakan kakinya sendiri untuk berdiri.
“Kalau kau berani membawanya, aku akan membunuhmu”
DOOR…
“BANG JOOOOOON” teriak Serena dan Zahra berbarengan
***
Boleh ngga, kalau karakter Bang Jon Si_ro matiin?