Sekuel Suamiku Tuan Cacat
Semua orang mendambakan pernikahan. Dimana dua insan menyatu dalam satu ikatan sakral yang sah untuk membentuk keluarga kecil yang bahagia.
Namun nyatanya hal itu tidak berlaku untuk Flora. Wanita berusia 25 tahun itu terpaksa menikah dengan Kevin Dirgantara, pria kaya yang terkenal arogan dan kejam hanya karena kesalahpahaman.
Mereka di pergoki keluarga Kevin saat berdua di dalam kamar. Dan sialnya kondisi Flora saat itu membuat mereka berfikir yang tidak-tidak hingga akhirnya mereka seenaknya memutuskan untuk menikah mereka tanpa mau mendengarkan penjelasan Flora.
Menikah dengan orang yang tidak kita cintai, apakah mereka akan bahagia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 Aku Mencintaimu
Kini Kevin dan Flora tengah bercengkrama di kamar pribadi yang ada di ruang Presdir milik Kevin. Pria itu menggunakan baju lengkap sementara Flora hanya menggunakan selembar kemeja milik Kevin yang terlihat kebesaran di tubuh Flora.
Namun hal itu justru membuat belalai Kevin menegang. Pria itu berusaha sekuat tenaga menahan gejolak aneh di dalam dirinya yang ingin menguasai tubuh Flora.
"Kapan baju ku akan datang?" tanya Flora. Karena di ruangan tersebut tidak menyimpan baju wanita, Kevin berinisiatif meminta sekretaris nya untuk membelikan baju wanita yang tertutup untuk Flora. Namun sudah sejam berlalu, tapi baju tersebut tidak kunjung datang.
"Tunggu sebentar, aku tanya sekretaris ku dulu." Kevin bangun dan meraih ponselnya. Dia menghubungi sekretaris nya untuk menanyakan baju Flora.
"Halo, mana baju istri ku?" tanya Kevin setelah teleponnya tersambung dengan sekretaris nya.
"Ma-maaf tuan, baju apa?" tanya Siska bingung. Dia adalah sekretaris Kevin
"Apa? Tidak ada yang sesuai dengan tubuh istriku? Pokoknya aku tidak mau tahu. Carikan baju yang bagus untuk istri ku. Jika sudah dapat, segera bawa ke ruangan ku." Kevin mematikan sambungan telepon begitu saja tanpa mau menjelaskan pada sekretaris nya yang masih kebingungan di seberang sana.
Ya, dia hanya berpura-pura meminta Siska untuk membeli baju untuk Flora. Dia hanya ingin melihat Flora yang berpenampilan seksi di depannya lebih lama. Kapan lagi ia bisa seperti ini? Bercengkrama dengan istri nya yang hanya memakai selembar baju miliknya. Siapa tahu dengan begini ia bisa mendapatkan keuntungan besar.
Ia juga sudah mengirim pesan pada Alan untuk menghandle pekerjaan hari ini karena dia ingin menghabiskan waktu berdua dengan istrinya.
"Ada apa? Apa bajunya sudah datang?" tanya Flora
"Belum. Kata Siska, tidak ada baju yang sesuai untuk mu." Kevin kembali berbaring dengan menggunakan paha Flora sebagai bantal.
"Tidak ada yang sesuai? Memangnya dia cari baju yang seperti apa? Kalau soal ukuran, sepertinya badanku hampir sama dengannya. Ya, dia sedikit lebih montok di bagian dada sih, tapi harusnya dia bisa mencari yang sesuai dengan ku, kan?"
"Aku juga tidak tahu kenapa dia begitu lama. Biasanya dia sangat cekatan." Kevin mengubah posisinya dari terlentang menjadi miring dengan kepala yang menghadap ke perut Flora.
"Usap kepalaku!!" perintah Kevin
Flora berdecih pelan dan mengusap kepala Kevin. Namun hembusan nafas pria itu yang berhembus tepat di perutnya, membuat tubuhnya menegang.
"Vi-vin," lirih Flora
"Hm." Tangan Kevin yang melingkar di pinggang wanita itu, perlahan masuk ke dalam kemeja dan mengusap punggung Flora.
"Ja-jangan seperti ini. A-aku belum siap," lirihnya
Kevin mendongak menatap Flora yang menggigit bibir bawahnya, menahan sesuatu. Dia tersenyum dan beralih mengusap paha Flora. "Tapi sepertinya tubuhmu berkata lain." Kevin menegakkan tubuhnya dan mendorong pelan Flora hingga terbaring. Ia menindih wanita itu dan mendaratkan ciuman lembut di bibirnya.
"Umm ... " Flora mencoba mengimbangi permainan lidah Kevin. Namun pria itu begitu agresif. Bahkan tangannya sudah membuka satu persatu kancing kemeja yang ia pakai. Sehingga terlihat tubuh polosnya.
"Vin," pekik Flora
"I want you, baby," seru Kevin dengan suara seraknya. Dia menyapu leher Flora menggunakan lidahnya dan beralih turun hingga sampai di dua benda kenyal yang akhir-akhir ini menjadi tempat favoritnya.
"Ugh~ .." satu lenguhan panjang keluar dari mulut Flora kala Kevin menghisap bagian dadanya layaknya bayi yang kelaparan. Tidak hanya itu, Kevin juga meninggalkan jejak bibir di dadanya.
"Vi-vin!!"
"Yes baby, Call my name." Tangan Kevin mengusap perut rata Flora dan beralih turun di bagian bawah milik Flora yang membuat wanita itu mendesah panjang.
"Ah ~ Stop Vin, ki-kita tidak saling mencintai. Kau ingat?"
Kevin mendongak terdiam menatap Flora. Hasratnya luntur seketika mendengar ucapan wanita itu. Dia menggulingkan tubuhnya di samping Flora dan menghela nafas berat.
Flora buru-buru bangun dan merapikan kemeja kembali. Dia menatap Kevin yang terdiam, namun ia tahu jika pria itu marah padanya.
"Ka-kau marah ya?" tanya Flora . Namun Kevin enggan menjawab dan hanya memalingkan wajahnya saja.
"Ma-maafkan aku. Bukannya aku menolak. Tapi aku ingin melakukan hal itu dengan orang yang aku cintai. Ma-maksudku, bukan kah kau berjanji akan mencobanya? Setidaknya buat aku jatuh cinta padamu. Baru kita akan ... " Flora menggigit bibir bawahnya malu.
Kevin sigap menegakkan tubuhnya dan memegang kedua bahu Flora. "Apa kau bilang? Apa itu artinya kau juga mau mencobanya?" tanya Kevin
Flora mengangguk sambil tersenyum. "Iya, aku mau mencobanya. Jadi sekarang, kau harus berusaha membuatku jatuh cinta padamu," ujarnya
"Baiklah, aku akan melakukannya. Tapi ngomong-ngomong kau suka pria yang bagaimana?" tanya Kevin bersemangat. Dia sangat senang saat mendengar Flora mau mencobanya. Setidaknya mereka akan mencoba bersama-sama.
Dia sudah mulai jatuh cinta pada Flora, namun tidak untuk wanita itu. Mungkin membutuhkan waktu untuk Flora membuka hatinya karena rasa sakit yang Satria torehkan pada wanita itu. Namun, dia tidak akan menyerah. Dia yakin Flora sudah mulai mencintainya hanya saja wanita itu masih takut mengakuinya.
Jadi, ia akan membuat Flora nyaman dan percaya padanya jika dia benar-benar mencintai Flora.
"Aku tidak mempunyai kriteria tertentu. Yang terpenting dia baik dan bertanggung jawab. Dalam arti apa yang kau katakan, itulah yang akan kau lakukan. Tapi, dulu Aku pernah mempunyai keinginan. Suatu hari nanti ada pria yang memperlakukan ku dengan romantis. Tidak perlu memberiku barang mewah. Cukup mengatakan aku mencintaimu setiap hari saja itu sudah membuatku senang."
Kedua sudut bibir Kevin terangkat. Dia mencium bibir Flora dan berkata dengan mesra, "I love you, baby."
Deg
"A-apa?" tanya Flora terbata
"Ya, aku mencintaimu. Ini bukan ucapan mesra yang kau inginkan. Tapi ini ungkapan hati yang aku rasakan saat ini. Aku mencintaimu, Flora."
Flora tertegun tidak percaya mendengar ungkapan Kevin. Ini terlalu cepat untuk di utarakan. Apa pria itu sedang bercanda?
"Kau tahu kau pasti tidak percaya. Tapi inilah yang aku rasakan. Aku juga tidak akan memaksamu untuk menerimaku. Selama kau mau mencoba, aku akan membuatmu jatuh cinta padaku," ujar Kevin.
"Ke-kevin, aku ... "
"Aku mencintaimu, Flora Arzeta Dirgantara."