Dalam sebuah pesta seorang gadis bernama Elis sengaja di tugaskan oleh sang ayah untuk menggoda para pengusaha muda yang kaya raya. Namun siapa sangka Elis malah terjebak dengan seorang pria yang paling di takuti di dunia bisnis.
Louise Mahendra Maxim adalah CEO dari Boison Grup terkenal dingin dan kejam. Seseorang yang pintar dan juga cerdas namun sayangnya malah jatuh hati pada Elis putri seorang pengusaha licik dan serakah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadis Scorpio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ulang Tahun Aryo
Elis terbangun saat Louise sudah berpakaian rapi dengan setelan kerjanya.
"Kau sudah bangun." sapa Louise sambil tersenyum penuh kemenangan.
Pria itu merasa menang karena telah membuat istrinya itu lelah dan terlelap sampai pagi.
Elis tidak membalas ucapan Louise. Dia sibuk membetulkan selimut dan mendudukkan tubuhnya. Masih di tempat tidur. Elis merasa begitu lemah untuk bangun dan membersihkan diri ke kamar mandi.
"Apa ada yang ingin kau sampaikan ?" tanya Louise.
Semalam Elis dengan suka rela menawarkan dirinya. Pasti ada sesuatu yang di inginkan oleh wanita itu.
"Bisakah besok malam kau datang ke pesta ulang tahun papa ?" tanya Elis mengatakan maksud dan tujuannya.
Louise tersenyum smirk. Sudah ia duga pasti ada sesuatu yang diinginkan oleh istrinya itu.
"Aku akan pergi. Tapi itu tergantung bagai mana sikap mu hari ini." ucap Louise penuh maksud.
Elis hanya bisa menghela napas dalam menghadapi sikap Louise. Dengan sangat terpaksa Elis bangkit dari tempat tidur. Membiarkan selimut terlepas sehingga menampakkan tubuh polosnya yang penuh tanda merah kebiruan. Elis tidak lagi peduli. Ia terus berjalan menuju sofa di mana Louise baru selesai memakai sepatunya.
Elis langsung mengalungkan tangannya ke leher sang suami dan mengecup sekilas bibir pria itu.
"Aku sangat berharap kau bisa datang." kata Elis dengan nada memohon.
Memohon dan terlihat lemah serta menggoda. Itulah yang Elis lakukan karena ia mulai paham akan sifat Louise yang menyukainya seperti itu.
Setelah mengatakan itu, Elis ingin melepaskan pelukannya, tapi buru-buru Louise menahannya. Louise tak akan melepaskan wanita itu begitu saja setelah menggodanya. Kini Louise yang mencium bibir Elis. Bukan mencium sekilas, tapi melimatnya dengan penuh gairah.
Louise baru melepaskan ciumannya setelah menyadari Elis kewalahan. Tanpa aba-aba Louise mengangkat tubuh Elis dan menggendongnya membawa ke kamar mandi.
"Istirahatlah di rumah hari ini dan persiapkan diri mu untuk malam ini." kata Louise begitu selamat meletakkan tubuh Elis ke dalam bathtub.
Louise membuka keran air untuk mengisi bathtub dengan air hangat.
"Aku akan berangkat sekarang." Louise mencium puncak kepala Elis sebelum keluar dari kamar mandi.
Hari ini Louise ada pertemuan penting dengan rekan kerjanya dari luar negeri. Jika tidak dia pasti akan langsung melepas pakaiannya dan ikut berendam air hangat bersama sang istri.
Usai membersihkan diri dan berendam air hangat membuat Elis merasa sedikit lebih segar. Tapi hari ini dia tidak akan pergi ke cafe. Elis benar-benar masih lelah dan akan bertambah lelah karena malam ini Louise menginginkannya lagi.
*
Malam ini Aryo mengadakan pesta ulang tahunnya di sebuah hotel mewah. Statusnya yang merupakan mertua dari CEO nomor satu di kota ini membuat Aryo di segani banyak orang. Pria tua itu pun semakin besar kepala. Apa lagi setelah tahu jika sang menantu kesayangan akan dipastikan turut hadir pada pestanya malam ini.
"Selamat datang Louise, menantu ku." Aryo menyambut kedatangan Louise dan Elis.
Aryo memeluk Louise seolah memamerkan pada semua orang yang ada di sana jika ia cukup akrab dengan dengan sang menantu. Tapi sayangnya Louise sama sekali tidak membalas pelukan mertuanya.
Tak ingin ada yang menyadari jika dia diabaikan, Aryo melepaskan pelukannya dan berlatih memeluk putrinya, Elis.
"Selamat ulang tahun pa." ucap Elis sambil memberikan kado yang sudah ia siapkan.
"Terima kasih sayang." balas Aryo.
"Selamat ulang tahun." kali ini Louise yang mengucapkannya sambil memberikan sesuatu yang membuat wajah Aryo tiba-tiba berubah.
jangan sampai Rafly yg datang, biar Rafli sama Amanda saja Thor