Aku tidak bisa menceraikan mu shafa, tapi aku juga tidak bisa meningalkan alena, apa lagi saat ini alena tengah hamil anak ku, dan aku juga sudah berjanji untuk bertanggung jawab.
begitu lah ke egois san Cakra sebagai seorang suami.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja ardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hukum tabur tuai
" Mas,, jelas kan padaku, mana janin ku, kenapa hanya diam,?
Kembali teriakan Alena membuat Cakra tersentak dari lamunan nya. pria itu terperanjat.
"Maafkan aku Shafa"
Tenanglah semua akan baik baik saja.
Alena terpaku sejenak, hingga sejurus kemudian matanya membulat sempurna.
"Shafa,,? Apa maksud mu?
Pekik nya membuat Cakra tersadar bahwa tadi dirinya salah menyebut nama.
" Kamu gila ya mas, disaat seperti ini bisa bisanya kamu mengingat wanita si4l4!n itu"
imbuhnya semakin histeris.
Cakra mengusap wajahnya kasar, tak menampik namun juga tak mengerti mengapa bisa ia abai terhadap perasaan wanita yang ada dihadapan nya saat ini.
"Kamu jangan salah faham Al..!
Itu tadi mas hanya reflek saja tak karena mas sedang panik. jawab Cakra berkilah.
tak mungkin berkata sejujurnya sebab itu akan mematik kemarahan Alena lebih besar.
" Bohong kamu mas..!
Sejak perceraian kalian, hanya Shafa dan Shafa terus yang kamu bahas dihadapkan ku.
"Cakra menunduk gusar"
ia menghela nafas dalam dalam.
" Maafkan aku Alena, ?
"Tapi bayi,,, bayi kita tak bisa diselamatkan kan.
ucap pria itu lirih, namun masih bisa Alena dengar.
Tak jauh berbeda dengan Cakra saat mengetahui nya.
Tubuh Alena tiba-tiba membeku, tatapan nya kosong air mata mulai membasahi wajah pucat nya.
" Ka,, kamu bercanda kan mas"?
Lilihnya terdengar lemas, mimpi buruk apa ini?
jerit Alena dalam hati nya.
Bahkan dirinya sudah menggantung kan harapan besar pada calon buah hati nya bersama Cakra.
Alena mendambakan kehadiran bayi itu, sebab hadir dan tumbuh atas dasar cinta yang besar. dan sekarang pergi dengan sia sia setelah pengorbanan besar yang kedua nya lakukan.
"Sayang..
Cakra mendekat dan memeluk Alena.
Maafkan aku yang tak bisa menjaga calon anak kita. imbuhnya.
Alena terdiam, namun hanya sesaat.
tubuhnya memberontak menjerit.
"Kamu jahat mas,! ini semua gara gara kamu.
Buk,, buk,, buk,, Alena memukul mukul dada Cakra.
" Sayang " tenanglah jangan begini, kamu masih lemah, pikirkan juga kesehatan mu.
ujar Cakra kembali memeluk Alena, meski wanita itu tetap berusaha memberontak.
Hinga untuk ke sepersekian detik, Wanita mengerang memegangi perutnya yang terasa seperti ditusuk tusuk dan diremas kuat.
Hinga akhirnya perlahan lahan matanya terpejam dan kembali tak sadar kan diri.
"Al.. Alena...
Cakra kembali panik, pria itu lansung menekan berapa kali tombol Nurse call.
namun kepanikan menguras kesabaran, sebab dokter maupun perawat tak kunjung terlihat memasuki ruang rawat.
Akhirnya beberapa saat kemudian dokter bersama perawat sudah mulai terlihat mendekat.
****
Pak Cakra,, setelah kami melakukan serangkaian pemeriksaan, kami menyimpulkan bahwa nyonya Alena mengalami Hiperplasia Endometrium
dan parah nya lagi rahim istri bapak sudah ditumbuhi sel kanker.
Dan jika tidak segera ditangani, maka akan membahayakan nyawa pasien sendiri.
maka prosedur Histerektomi atau pengangkatan rahim harus segera dilakukan.
"Ta,, tapi,, dok, istri saya pasti tidak akan mampu hidup tanpa memiliki rahim.
' Apa tidak ada jalan lain dok,?
"Pilihan ada ditangan bapak istri bapak'!
Kalau saran kami, sebaiknya segera dilakukan pengangkatan rahim dari pada berakibat fatal pada istri bapak nantinya.
Cakra bersandar di dinding rumah sakit.
entah cobaan atau hukuman kenapa datang sili berganti.
Cakra tau pasti istri keduanya itu pasti akan semakin tergoncang mentalnya.
tubuh Cakra perlahan lahan luluh.
Ia bingung entah dengan cara apa Cakra menyampaikan pada wanita itu.
Ditambah lagi ia juga bingung dengan biaya kuretasi dan harus operasi pengangkatan rahim Alena, tentulah akan semakin membengkak.
Sedangkan keuangan nya sedang dititik terendah serendah rendahnya.
Kalau dulu saat bersama Shafa ia tidak akan bingung dengan keuangan nya, tapi kini sejak bercerai dengan Shafa kondisinya benar-benar memprihatinkan.
Sekarang ia hanya bekerja sebagai ojek online dengan mengandalkan mobilnya.
mobil itu pun sebenarnya milik Shafa , hanya saja waktu beli nama Cakra lah yang wanita itu pakai.
Dan untung nya waktu persidangan itu wanita itu tidak mempermasalahkan harta gono gini. entah kenapa wanita itu juga tidak memintanya.
sehingga Cakra beruntung masih bisa memiliki mobil itu. untuk mencari pundi-pundi rupiah.
"Ingin rasanya saat ini Cakra menjerit.
Ada rasa tak Terima, kenapa penderitaan kini dilimpahkan pada mereka.
Keinginan untuk hidup bahagia bersama Alena berbanding terbalik dengan kenyataan.
Terkadang marah, terkadang sadar ketika mengingat, apa yang dialami Shafa karena ke egois an dirinya dan Alena.
Benarkah ini yang dinamakan sebuah
"Hukum tabur tuai" gumam Cakra dalam hati.
Cakra bangkit berusaha menegakkan tubuhnya meski terasa tak bertulang. namun jika bukan dirinya yang harus berjuang lantas siapa lagi?