NovelToon NovelToon
CINTA PERTAMA AZALEA

CINTA PERTAMA AZALEA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Risky Rafiyani Sembiring

Azalea gadis pendiam yang bekerja disebuah penerbitan buku. Hidupnya berubah ketika dia bertemu laki-laki bernama Ray.Pada satu malam yang tidak disengaja mereka terjebak dalam jalinan cinta yang lebih intim yang mengawali hubungan terlarang. Azalea terjebak diantara pilihan yang sulit,melanjutkan hubungan atau berpisah. tapi sanggupkah dia meninggalkan Ray, laki-laki pertama yang mengenalkannya pada dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risky Rafiyani Sembiring, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

cinta, kita dan kembang api.

Ada yang pernah mengatakan jika seseorang melakukan hubungan intim sekali saja, maka hubungan terlarang selanjutnya akan terasa lebih mudah. Mungkin begitulah yang akan dirasakan oleh Azalea.

 Malam itu mata Azalea berbinar ketika melihat kembang api yang meledak-ledak diudara.Ada perasaan sedih yang juga sejalan dengan rasa bahagia, sulit mengartikannya.Seperti sebuah potongan mozaik dalam hidupnya yang sudah lama ditinggalkan kembali menemukan tempat dihatinya. Bertahun-tahun silam ketika waktu belum banyak mengubahnya, gadis itu pernah pergi ketempat ini untuk melihat kembang api yang diluncurkan diangkasa.Tempat itu, suasana itu, masih sama indahnya,seolah waktu tetap menjaganya. Tetapi ada hati kecil seseorang yang berubah, bahkan ketika melihat pemandangan yang begitu indah,gadis itu hanya bisa melihat kesedihan disana. padahal bertahun-tahun yang lalu dia adalah gadis kecil paling bahagia ditempat ini. Namun,kebahagiaan itu hilang seiring pudarnya senyum hangat ibu dan cinta seorang ayah.

 Azalea masih menatap lekat langit diluar sana, meski pertunjukan indah itu sudah berlalu beberapa saat yang lalu. Namun hatinya masih terpikat pada pemandangan yang membawanya kembali menyelami masa kecilnya.

 kenangan itu terlalu banyak memberinya luka, gadis itu bahkan tak menyadari setetes air mata lolos dari mata indahnya.sang gadis pun tak memahami, untuk apa air mata ini?

 Ray sudah memperhatikan gadis disebelahnya itu sejak tadi. Ada perasaan bimbang dan bingung yang menerpanya. Beberapa saat yang lalu mereka baru saja tiba ditempat ini dan melihat pertunjukan kembang api dari dalam mobilnya. Tetapi gadis itu tiba-tiba saja menangis, tentu saja Ray selalu tak tahan jika melihat gadis itu seperti itu.Apa sebenarnya yang sudah dilalui gadis itu? mengapa sebuah pertunjukan kembang api yang begitu indah bisa membuatnya merasa sesedih itu?

 Ray memegang pundak Azalea dengan ragu-ragu.sangat lembut.

 "Leaa.. kamu gak apa-apa? " tanya ray pelan

 Azalea menoleh sedikit, gadis itu buru-buru menghapus air matanya. Tentu ketahuan menangis dan bersikap melankolis ada hal yang paling dibencinya.

 Azalea menggeleng kecil

 "kenapa kamu selalu menyimpan semua sendiri, ceritakan apa saja.. biar aku tahu apa yang kamu rasakan. . " ucap Ray terdengar putus asa.

 Ray memang merasa sangat putus asa dengan sikap gadis didepannya itu. Mereka sudah melewati banyak hari bersama namun pria itu bahkan tak mengetahui apa-apa tentangnya.

 Azalea tak menanggapi pria yang sedang memprotesnya itu, gadis itu hanya terdiam beberapa saat, sesuatu mengusik pikirannya dan membawanya kembali jauh ke masa itu.

 Azalea kecil, bahkan masih sangat kecil saat itu. Gadis itu sedang duduk dipundak ayahnya sambil menatap lekat kelangit malam. Matanya berbinar dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajah mungilnya.

 Langit terasa begitu indah dengan cahaya yang memenuhi malam. Namun, senyum kecil itu menjadi pudar seiring berakhirnya pertunjukan kembang api saat itu.

 Pria itu menurunkan Azalea kecil dari pundaknya diikuti tawa kecil ketika melihat wajah anaknya itu terlihat cemberut.

 Pria itu mengelus kepala Azalea dengan lembut

 "Kenapa sedih sayang? karena pertunjukan berakhir? " ucap pria itu lembut

 Azalea kecil tak menjawab masih terlihat cemberut dengan bibir kecil yang manyun.

 "Ayah janji, deh. kita bakal ketempat ini setiap tahun untuk melihat pertunjukan kembang api.. " ucap pria itu sambil menunjukan jari kelingking kedepan Azalea.

 Raut wajah Azalea perlahan berubah senang ketika pria itu memberikan janji kepadanya.

 Azalea kecil menoleh ke arah seorang wanita yang berdiri tak jauh dibelakang mereka dan sejak tadi sudah memperhatikan ia dan pria bersamanya.

 "benar, bu? " tanya Azalea kecil penuh harap

 wanita itu tersenyum dan mengangguk kecil.

 "Horee.. "

 Azalea bersorak riang. kelingking mereka saling bertaut bersama harapan gadis kecil. Azalea kecil terlalu bahagia tanpa menyadari bahwa tidak akan ada lagi tahun-tahun berikutnya.Seharusnya gadis kecil menggenggam erat tangan keduanya karena saat itu adalah tahun terakhir mereka bersama dan terlihat begitu bahagia.pada akhirnya ayahnya akan selalu mengingkari janjinya.

Ray terkesiap. Gadis itu baru saja selesai menceritakan sedikit kisahnya.Hanya sebagian kecil, namun Ray bahkan tak bisa menahan perasaannya kali ini.Ada rasa bersalah yang menghampirinya karena ia yang membawa gadis itu ketempat itu dan menyebabkan luka masa kecil itu kembali menyakitinya.

 Ray menggenggam lembut tangan Azalea, menatap dalam-dalam kearah mata indah gadis itu dan berusaha memahami kesedihan yang ada didalamnya. Namun seberapa kuat pun ia mencoba pria itu bahkan tak bisa mengambil alih sedikitpun kesedihan dari wajah gadis itu.

 Ray sadar bahwa ia belum mengerti apa-apa, bahkan kata-kata untuk menguatkan pun tak sanggup ia ucapkan.

 Ray menarik gadis itu dalam pelukannya.

 "menangislah leaa.. jangan berhenti jika itu masih terasa menyakitkan. "

 Waktu memang terkadang membingungkan, Beberapa saat yang lalu Azalea masih merasakan sakit yang begitu mendalam karena luka masa kecilnya itu kembali terkuak. Namun tiba-tiba saja gadis yang tadinya terlihat begitu menyedihkan tergantikan menjadi gadis yang sangat menggairahkan.

  Azalea sedang duduk di pangkuan ray sambil melakukan ciuman yang penuh gairah. sejak kapan mereka dalam posisi seperti itu? sejak kapan tangis gadis kecil itu berubah menjadi

des han yang begitu sensasional. Tidak ada yang tahu pasti,semua itu terjadi begitu saja. entah siapa yang lebih dulu memulai itu, namun sepertinya permainan kali ini sulit untuk dihentikan.

 Ray menghentikan kecupannya dan berbisik pelan ketelinga Azalea.

 "leaa.. aku sudah tidak tahan..." ucap ray dengan suara parau diikuti ritme napas yang mulai cepat dan memburu.

Azalea tak sempat merespon pria dalam dekapannya karena gadis itu juga sama sulitnya mengatasi hasrat yang menghampirinya.

Ray yang sudah dalam batas kemampuan untuk menahan dirinya itu mulai menyingkap rok pendek Azalea hingga memperlihatkan kulitnya yang mulus.Ray kesulitan untuk membuka Rok Gadis itu karena posisi Azalea yang sudah menekan tubuhnya. Tanpa persetujuan dari pemiliknya,dengan satu gerakan cepat Ray menarik keras rok itu hingga robek.

Azalea tak menggubris perlakuan kasar dari pria itu, bahkan ketika Ray mulai menghentakkan tubuhnya ke arah Azalea.Ada sesuatu yang menyakitkan yang dirasakan oleh Azalea ketika suatu benda kembali memasuki tubuhnya.Meski ini kedua kalinya mereka melakukan hal gila itu, namun rasanya masih sama menyakitkannya.

Tak jauh berbeda dengan Ray, Ia tidak bisa melawan hasrat yang begitu menggebu-gebu dalam dirinya. Tak ada yang bisa menghentikan rasa nikmat yang dirasakannya. pria itu tak ingin semua ini cepat berlalu,bahkan rasa sakit akibat jambakan keras Azalea pada rambutnya juga tak membuatnya berhenti.

Seiring gerakan dan hentakan tubuh ray yang mulai melamban, sensasi penuh kenikmatan mulai merasuki tubuh Azalea. Sesuatu yang sampai sekarang sulit untuk dijelaskan. Bukankah melakukan hal gila itu untuk kedua kalinya terasa lebih mudah sekarang.

Ray mendekatkan bibirnya ketelinga gadis itu.

"Leaa, Aku akan keluar.. " des ahnya pelan

Ray memeluk tubuh Azalea,kali ini terasa sangat erat dan membuat gadis itu kesulitan bernapas.Namun hanya berlangsung beberapa saat, karena beberapa detik kemudian sesuatu yang membuncah itu akhirnya meledak dan mengalirkan sensasi hangat diantara keduanya.

Ray menghentikan gerakannya diikuti tangan Azalea yang terlepas dari rambutnya. Tubuh gadis itu akhirnya terlunglai lemas jatuh keatas tubuh Ray.

Ray menghapus keringat didahi Azalea dengan lembut.

"Aku mencintaimu, leaa.. "

.

1
paulina
Jelas banget ceritanya!
bb_yang_yang
Hahahaha aku baca dari tadi sampe malam, mana next chapter nya thor?!
Risky Rafiyani Sembiring: next bakal lebih sering upload, mohon dukungannya 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!