NovelToon NovelToon
Air Mata Shafira

Air Mata Shafira

Status: tamat
Genre:Angst / Keluarga / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Selingkuh / Tamat
Popularitas:146.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Gentra

Shafira adalah, seorang perempuan yang berusia 25 tahun dan sudah menikah dengan seorang pria berkepribadian keras bernama Erick. Selama menikah, ia kerap kali mendapatkan perlakuan kasar dari suaminya. Namun, perempuan itu selalu sabar menghadapi kekasaran dari pria yang dinikahinya itu.

Sikap kejam Erick tidak di situ saja, ia tega selingkuh dengan rekan kerja yang merupakan cinta pertamanya, tanpa sepengetahuan istrinya.
Namun, suatu hari hal naas terjadi saat perselingkuhan itu akhirnya terbongkar.

Akankah Shafira bisa mempertahankan pernikahan mereka setelah semua yang terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gentra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Wulan mengangguk dan berkata, “Nah, itu kamu tahu! Seperti itu juga denganku!”

“Apa Erick menyakitimu atau kamu tidak diberi kartu kredit lagi?” tanya Essan penasaran.

“Bisa di bilang begitu, kamu tahu? Sebenarnya dia sudah menikah sebelum menikahiku!”

“Apa kamu bercanda, yang benar saja?” kata Essan heran, biar bagaimanapun juga ia seorang pengacara, yang tahu bagaimana hukum bila seorang laki-laki hendak memiliki lebih dari satu istri dalam rumah tangganya.

Wulan menarik napas dalam, lalu menceritakan semua kejadian dari awal, tentang pernikahan Erick dengan Shafira dan yang menjadi penyebab pernikahan keduanya. Suaminya itu terpaksa dan ia tidak bisa menolak, semua hal yang dilakukan Erick beserta keluarganya. Namun, ia masih bersyukur karena Erick akhirnya mau menikahinya juga.

Akhir-akhir ini, semua yang terjadi pada Erick dan Shafira di luar kendalinya hingga membuat suaminya sedikit berubah. Sampai pada kisah itu, Wulan tidak berterus terang pada Essan tentang perbuatan jahatnya pada Shafira. Seluruh cerita yang ia sampaikan adalah tentang kebaikannya yang sudah mau menerima Shafira dan berbaik hati padanya.

“Jadi, apa kamu pikir Erick mulai menyukai gadis itu?”

“Entahlah! Aku hanya merasakan sikapnya berubah setelah dia masuk rumah sakit karena pingsan, sepertinya perempuan itu penyakitan!”

“Aku pikir mungkin dia hamil!”

“Ah, tidak mungkin! Aku tidak tahu kalau Erick mau melakukan hubungan itu dengannya! Sebab Erick seperti tidak tertarik padanya.” Wulan bicara dengan polos, menutup kebenaran kalau dialah yang sengaja membuat Shafira celaka, karena mengetahui kehamilannya.

“Apa kamu yakin, Wulan?”

“Ya, aku yakin kalau Erick sangat setia padaku!”

Essan merasa tidak seyakin itu, ia tahu seperti apa naluriah dasar seorang pria yang kadang tidak bisa menahan hasratnya. Ia tiba-tiba penasaran, ingin tahu seperti apa perempuan yang sudah menjadi madu dari temannya itu. Ia seorang pengacara, tentu ia harus hati-hati dalam memberikan pendapatnya.  

Di lain sisi, Essan tahu persis kalau hukuman yang bisa diterima Erick karena kecelakaan itu cukup besar. Ia harus bersyukur karena Shafira tidak menuntut kematian ibunya ke jalur hukum. Namun, anehnya Erick justru menikahi Wulan yang pasti menyakiti hati Shafira.  

“Kalau menurutku, kau harus bekerja sama dengannya!” katanya, di tengah kegamangan karena menurutnya, Wulan juga ikut bersalah.  

“Untuk apa?” tanya Wulan.

“Yang pertama, agar kamu tahu apakah Erick mencintainya atau tidak, yang kedua, agar kamu bisa menentukan apakah akan melanjutkan hubunganmu dengan suamimu itu!”

“Apa? Aku tidak akan berpisah dengan Erick bagaimana pun caranya!”

“Kalau begitu, dengan bekerja sama dan berbuat baik pada Shafira, kamu akan tahu, apakah gadis itu mencintai Erick atau tidak, ingin bertahan dengan Erick atau tidak? Setelah kamu tahu, maka kamu akan bisa dengan mudah menentukan sikapmu selanjutnya!”

“Jadi, aku tidak bisa langsung melakukan sesuatu pada perempuan itu sekarang?”

“Untungnya, kamu mengatakannya padaku, jadi kamu perlu berhati-hati kalau tidak ingin menemui masalah di kemudian hari!” kata Essan, hanya itu saran yang bisa ia berikan.

Wulan cukup puas dengan saran dari Essan, temannya itu memang selalu bisa di andalkan. Ia akan mengikuti sarannya untuk bersahabat dengan Shafira dan menilai bagaimana perasaannya. Ia pulang setelah menghabiskan minuman buah segar di gelasnya. Sedangkan Essan masih betah berada di cafe itu setelah memesan lagi, secangkir racikan kopi favoritnya.

*****

Pagi itu, Erick melihat Shafira bangun dan membantunya pergi ke kamar mandi. Namun, istrinya itu menolak secara halus.

“Cukup di sini, saja, Mas! Aku bisa sendiri!” kata Shafira yang merasa heran dengan sikap lembut Erick padanya.

“Apa kamu yakin bisa sendiri di dalam sana?” kata Erick sambil menggantungkan botol infus pada tiang penyangga yang biasa dibawa Shafira saat ia menunaikan hajatnya.

“Iya, terima kasih! Aku sudah lebih baik, sekarang!”

Erick tidak memaksa karena ia khawatir kalau sikapnya justru akan membuat Shafira lebih marah lagi padanya. Ia hanya menunggu istrinya di depan pintu kamar mandi dan akan membantunya naik ke tempat tidur kalau sudah selesai nanti.  

Sikap Erick yang berubah, sudah membuat heran sang istri. Hal ini berlawanan dengan sikap Shafira sendiri yang mulai menjaga jarak dan antisipasi pada sang suami. Perempuan itu menyerah untuk mempertahankan hubungannya dengan Erick.

Shafira tersadar akan kelemahannya dalam menghadapi suami dan madunya, sampai ia kehilangan bayi dalam kandungannya. Ia merasa bersalah karena bayi itu menolak untuk hidup bersama dengan ibunya yang menderita. Ia gagal melindungi satu nyawa tak bersalah dengan dalih menjaga pernikahan, padahal Erick tidak pernah menginginkan pernikahan mereka.

Jadi, untuk apa lagi ia memaksakan diri dalam hubungan yang tidak sehat serta merusak jiwa dan raganya sendiri.

“Maafkan Shafira, Ibu ... sepertinya aku tidak akan kuat bertahan lebih lama lagi, walau pernikahan ini baru seumur jagung ...,” lirihnya sambil mematikan shower di kamar mandi.

“Sudah selesai?” tanya Erick setelah Shafira keluar dari kamar mandi. Ia mengambil tiang penyangga botol infus dan menuntun istrinya ke tempat tidur.

Shafira mengangguk dan tidak menolak, karena ia enggan berdebat.

Erick pergi ke kantor setelah Hendra menghubungi dan mengingatkan jadwal rapatnya pagi itu. Ia meninggalkan Shafira, setelah memastikan istrinya itu meminum obat dan memakan sarapannya. Erick berjanji akan menjemputnya pulang setelah selesai rapat nanti. Ia tahu hari ini Shafira sudah diizinkan untuk meninggalkan kamar rawat inapnya.

Riyan melakukan pengecekan ulang untuk terakhir kali, dan tak lupa ia melakukan panggilan video dengan Ardan yang ingin melihat bagaimana keadaan sahabatnya itu.

Mereka berbasa-basi sebentar. Ardan menunjukkan kepuasan karena kesehatan Shafira sudah jauh lebih baik dan diperbolehkan untuk pulang. Namun, di lain sisi pria itu menjadi gusar karena jika Shafira pulang, artinya perempuan itu akan kembali ke rumah Erick.

“Shafira, pulanglah ke rumahku saja jangan pulang ke rumah laki-laki itu!” pinta Ardan berterus terang, wajahnya tampak serius terlihat dari layar kaca telepon genggam milik Riyan.

“Maaf, Ardan! Sepertinya itu tidak bisa aku tidak ingin berdebat lagi dengannya Apalagi dia masih suamiku yang sah!” sahut Shafira tegas.

“Apa kamu tidak jera? Setelah semua yang terjadi padamu kali ini?”

“Tentu sajak aku kapok Ardan, tapi jangan kuatir ... Aku tidak akan bersikap lemah seperti dulu lagi! Aku tidak akan membiarkan diriku ditindas, ini sudah cukup dan aku akan mengajukan perceraian! Apa kau bisa membantuku mencarikan seorang pengacara yang bagus agar semua urusanku cepat selesai?”

“Tentu, aku bisa!” ucap Ardan dan Riyan secara bersamaan membuat Shafira terkekeh kecil.

“Kalian kompak sekali!” katanya. Ia senang, berada diantara dua pria yang bisa diandalkan. Satu orang pria adalah sahabatnya yang menyayanginya dengan tulus, dan satu lagi dokter yang sudah membantunya.

“Aku sungguh-sungguh Shafira ...! Aku punya banyak kenalan pengacara yang bagus yang bisa membantu urusanmu, dan kau tidak perlu repot-repot mencari buktinya, aku sudah menyediakan hasil visum tentang kekerasan rumah tangga yang terjadi padamu!” ujar Riyan penuh semangat. Niatnya hanya membantu Shafira, tak ada maksud lain dengan itu semua.

“Aku aku juga siap membantumu, karena aku juga punya beberapa foto yang membuktikan kekerasan yang dilakukan oleh Erick padamu!” kata Ardan tak mau kalah.

“Oh benarkah? Aku sangat bersyukur memiliki kalian berdua! Aku kira bukti-bukti yang ada pada kalian itu, akan sangat membantuku dan mempercepat prosesnya!” kata Shafira dengan wajah yang sumringah.

1
Rusmiati Eyus
ceritany bgs dn sngt menarik
💞®²👸ᖽᐸ🅤ᘉᎿ🅘💞: Terimakasih kk🙏
total 1 replies
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya indah nya
sungguh mantap sekali ✌️ 🌹🌹🌹
terus berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa: Sama² kak thor....karya yang baik
dan yang penting tetap semangat kak thor ✌️
total 2 replies
Yunerty Blessa
cerita yang menarik....ada sebahagian bisa dijadikan pelajaran..
syabas kak thor
Yunerty Blessa
sabar bu Renata... mereka adalah tamu kalian...
Yunerty Blessa
ibu mertua yang baik dan perhatian sekali....
Yunerty Blessa
tahniah buat kelahiran baby boy kalian...
Yunerty Blessa
aduh lucunya 🤣🤣
Yunerty Blessa
akhirnya Riyan dan Shafira bisa hidup bahagia lagi.... tahniah buat pernikahan kalian....
Yunerty Blessa
menyesal kan
Yunerty Blessa
maka nya isteri itu disayangi bukan disyaki
Yunerty Blessa
apa sudah jadi dengan Erick....
Yunerty Blessa
akhirnya Shafira menerima Riyan juga...
Yunerty Blessa
syabas Riyan
Yunerty Blessa
salah satu nya wasiat kedua orang tua Shafira tidak ditetapi oleh Erick 😏
Yunerty Blessa
takut pilihan nya dibeli oleh calon Ardan....
Yunerty Blessa
terima lah Shafira...
Yunerty Blessa
itulah balasan buat Erick kerana terlalu jahat sama Shafira
Yunerty Blessa
seorang anak haus akan kasih sayang seorang ibu
Yunerty Blessa
kalau memang kau tidak mahu kehilangan Shafira lagi.....nikahi dia Riyan....
Yunerty Blessa
berarti Riyan juga suka dengan Shafira....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!