NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Tiara

Reinkarnasi Tiara

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Chicklit / Tamat
Popularitas:846.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: La-Rayya

Namaku Tiara. Aku hidup di sebuah pulau terpencil jauh dari Ibu Kota. Tidak ada listrik, mobil, atau gedung bertingkat di tempat aku tinggal.
Memiliki wajah cantik tak selamanya baik, karena hal itulah aku dibunuh teman-temanku yang lain karena para pria di suku kami menyukaiku.
Aku sempat berpikir bahwa aku sudah mati dan aku bisa bertemu dengan ibu ku yang sudah meninggal. Namun, aku malah terbangun di sebuah tempat asing, dan yang terburuk adalah aku terbangun dengan kondisi tubuh yang berbeda.

Ternyata aku mengalami reinkarnasi di tubuh seorang wanita yang sudah bersuami dan memiliki seorang anak. Hal terparahnya adalah, pemilik tubuh ini sepertinya wanita jahat. Karena orang-orang yang hidup dengannya tampak membencinya.

Aku memutuskan untuk merubah segalanya. Tapi bagaimana caraku melakukannya dengan tubuh yang berbeda dan juga di tempat yang asing bagiku ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Sekelompok Orang

Suasana dan dekorasi restoran itu jauh lebih baik dari yang dibayangkan Tiara. Restoran itu memiliki lantai marmer yang begitu mengkilap sampai bisa memantulkan bayangan orang lain. Semua orang yang ada di dalam restoran itu tampak mengenakan pakaian terbaik mereka dan para wanita terlihat cantik. Ada seorang wanita cantik yang duduk di tengah-tengah dan memainkan piano. Melihat semua itu, sekilas Tiara tahu bahwa restoran itu bukanlah restoran biasa.

Tiara merasa begitu terkejut. Dia tidak perlu bertanya pada Julian untuk mengetahui bahwa makanan yang ada di restoran itu pasti akan sangat mahal. Tiara lantas segera menarik lengan pakaian Julian.

"Ada apa?" Tanya Julian memandang Tiara dengan bingung.

Tiara takut orang lain akan mendengarnya, jadi dia mendekat ke arah Julian dan berbisik di telinganya.

"Restoran ini terlihat mahal, jangan masuk. Kita hanya akan menghamburkan uang disini. Aku bisa memasak untukmu dan Alvin di rumah dan kita bisa menghemat uang dengan cara itu." Ucap Tiara.

Tiara tahu bahwa saat ini hanya Julian lah satu-satunya orang yang bekerja dan menghasilkan uang untuk keluarga mereka. Alvin dan dirinya sama-sama mengandalkan Julian untuk hidup mereka dan juga untuk menggaji Bibi Lia. Jadi Tiara berpikir bahwa mereka tidak boleh menghabiskan uang dengan sembarangan.

Julian tampak membeku. Dia tidak pernah menyangka bahwa Tiara akan mengatakan hal seperti itu. Julian benar-benar berpikir apakah Tiara memang khawatir tentang keuangan mereka dan dia juga tidak mau menghabiskan uang Julian.

Di masa lalu Tiara akan selalu meminta uang kepada Julian secara terus-menerus dengan memaksanya. Bahkan tunjangan bulanan yang Julian berikan kepadanya tidak pernah cukup bagi Tiara. Namun sekarang Tiara begitu berbeda.

Sangat sulit untuk menggambarkan bagaimana perasaan Julian saat ini.

"Itu bukan masalah. Aku masih mampu membeli makanan di sini sesekali dan juga Alvin sangat menyukai makanan yang ada di sini." Jawab Julian.

Begitu Julian menyebut nama Alvin, Tiara ragu-ragu untuk melepaskan pegangannya pada Julian.

"Kalau begitu baiklah. Aku tidak ingin makan es krim. Kau bisa membelikannya satu untuk Alvin saja." Ucap Tiara.

Untuk sesaat, Julian tidak tahu apakah dia harus tertawa atau menangis. Dia tentu saja merasa masih mampu untuk membeli es krim di restoran itu. Hanya untuk sebuah es krim, dia merasa tidak perlu sampai harus menghemat uangnya.

Saat mereka memesan makanan, Julian juga memesan dua es krim sekaligus makanan utama untuk mereka. Es krim pesanannya itu untuk Tiara dan juga Alvin.

Tiara menarik lengan baju Julian lagi dan dengan cemas dia berkata, "kenapa kau memesan dua es krim? Aku sudah bilang bahwa aku tidak mau memakannya. Satu es krim saja harganya sangat mahal. Aku bisa membuat dua hidangan dengan harga es krim itu." Ucap Tiara.

"Tidak apa-apa, aku mampu membelinya. Jangan khawatir dan makanlah." Ucap Julian.

Julian tidak terbiasa perhitungan dalam hal-hal seperti itu. Dia juga merasa tidak terbiasa dengan perubahan yang tidak terduga dari Tiara. Dia terus merasa bahwa orang yang ada di hadapannya saat ini bukanlah Tiara yang dia kenal selama ini.

Ketika Alvin melihat Mamanya bertingkah seperti itu, dia merenung sesaat sebelum menarik pakaian Mamanya.

"Ma, jangan khawatir. Setelah makan malam ini, aku akan makan lebih sedikit di rumah untuk membantu Papa menghemat uang." Ucap Alvin.

Melihat Papa dan anak itu ingin makan di sana, Tiara pun menyerah.

"Baiklah. Tapi begitu kita sampai di rumah, Mama akan belajar membuat es krim. Jadi Mama bisa membuatnya untukmu suatu hari nanti dan menghemat uang kita." Ucap Tiara.

Tiara ingat bahwa ada sebuah acara di televisi yang menampilkan program memasak yang dia tonton terakhir kali adalah cara membuat es krim. Dia pun bisa belajar dari program itu.

Alvin pun mengangguk.

"Baiklah Mama. Aku tidak akan membeli es krim mulai sekarang untuk membantu Papa menghemat uang." Ucap Alvin.

Julian tampak terdiam.

'Apa menurut mereka aku ini terlalu miskin sehingga mereka harus belajar membuat es krim sendiri untuk dimakan?' tanya Julian dalam hati.

Takut Mama dan anak itu terus mendiskusikan tentang penghematan uang, Julian mendorong es krim itu lebih dekat ke arah mereka untuk mengakhiri topik pembicaraan itu.

"Baiklah, ayo makan dulu. Kalau tidak es krimnya akan meleleh." Ucap Julian.

Ketika mendengar es krim akan meleleh, ibu dan anak itu segera mengambil sendok mereka dan mulai makan.

Ini adalah pertama kalinya Tiara makan es krim. Meskipun dia pernah melihatnya di televisi sebelumnya, dia tidak tahu seperti apa rasanya. Tiara tidak menyangka rasanya begitu kuat. Mulutnya dipenuhi rasa manis.

'Pantas saja Alvin sangat menyukainya.' ucap Tiara dalam hati.

Alvin mengambil sesendok penuh es krim dan mendekatkannya ke bibir Tiara.

"Ma coba es krim rasa stroberi ku ini, rasanya sangat enak." Ucap Alvin.

Tiara memakannya dan kemudian mengambil sesendok penuh es krimnya untuk diberikan kepada Alvin dan seperti itu lah, mereka berdua pun terus saling menyuapi.

"Julian...." Ucap seorang wanita yang menyela suasana yang nyaman dari mereka bertiga itu.

Ada 4 orang yang berhenti di dekat Julian. Mereka itu terdiri dari seorang pria dan wanita paruh baya dan seorang pria muda dengan wanita muda. Dilihat dari pakaian dan gaya mereka, Tiara menyimpulkan bahwa mereka itu bukanlah orang biasa.

Julian menatap ke arah orang-orang itu. Rasa bahagia yang ada di matanya tadi langsung menghilang begitu saja. Wajahnya kini tampak tanpa ekspresi lagi. Tidak ada yang bisa mengetahui apa yang dia pikirkan.

Wanita paruh baya yang berpakaian begitu elegan sepertinya tidak mempermasalahkan sikap dingin Julian. Sebaliknya dia malah melihat ke sekeliling meja untuk melihat situasi dan kemudian tersenyum.

"Kau membawa Alvin untuk makan di sini, kebetulan sekali. Bagaimana kalau kita makan bersama? Sangat jarang sekali kita bisa bertemu satu sama lain." Ucap wanita paruh baya itu.

Julian mengerutkan kening saat dia menjawab ucapan wanita paruh baya itu dengan dingin.

"Aku rasa kita tidak begitu akrab. Tolong jangan mengganggu kami yang sedang makan." Balasnya ketus.

Wanita paruh baya itu tampak membeku. Dia merasa sedikit malu.

Melihat hal tersebut, pria paruh baya yang berdiri di sampingnya menjadi marah. Dia menegur Julian dengan ekspresi marah.

"Apakah ada orang lain sepertimu yang bicara kepada orang yang lebih tua seperti itu? Di mana sopan santun mu?" Ucap pria paruh baya itu.

Ekspresi dingin melintas di mata Julian.

"Orang tua? Kau itu orang tua bagi siapa? Tolong bicaralah dengan hati-hati dan jangan sembarangan mengenali orang lain sebagai kerabat mu." Ucap Julian.

"Kau....!!!"

Pria paruh baya itu membelalakkan matanya karena marah. Tidak ada seorangpun yang berani berbicara seperti itu kepadanya sebelum yang dilakukan Julian kepadanya ini.

Wanita paruh baya itu dengan cepat mendekat dan menepuk punggung pria itu untuk menenangkannya.

"Ayolah sayang, jangan marah pada anak-anak. Lebih baik kita membicarakannya dengan tenang." Ucap wanita paruh baya itu.

Pria muda yang berdiri di belakang pasangan paruh baya itu menatap Julian dan Tiara dengan rumit sebelum bicara dengan pria paruh baya itu.

"Papa, ayo kita makan dulu. Jangan mengganggu mereka yang sedang makan." Ucap pria muda itu.

Pria paruh baya itu mengelus dadanya sebelum menghela nafas dan pergi. Ketiga orang lainnya mengikuti pria paruh baya itu dari belakang Tapi Tiara memperhatikan bahwa wanita muda yang berjalan di belakang itu selalu menatapnya dengan tatapan aneh.

'Sepertinya wanita itu mengenal sosok pemilik asli dari tubuh ini.' ucap Tiara dalam hati.

Tepat saat Tiara akan bertanya kepada Julian apakah dia benar-benar mengenal wanita muda itu, dia menyadari bahwa Julian juga menatapnya dengan aneh ketika dia mengangkat kepalanya. Dia seperti sedang menyelidiki sesuatu.

"Suamiku ada apa?" Tanya Tiara dengan bingung.

Julian mengalihkan wajahnya.

"Tidak ada apa-apa." Ucap Julian.

Alvin memperhatikan suasana hati Papanya yang tidak baik. Dia lantas berhenti memakan es krimnya dan bertanya dengan hati-hati.

"Papa, apakah Papa tidak senang? Orang-orang tadi itu, apakah mereka jahat?" Tanya Alvin.

Julian menggelengkan kepalanya.

"Papa tidak mengenal orang-orang itu dan Papa juga merasa tidak senang karena kehadiran mereka. Jadi cepat makan es krim mu, karena kita akan pulang setelah kau selesai." Ucap Julian.

Alvin lalu mengambil sesendok penuh es krim dan mengarahkannya ke bibir Julian.

"Papa, makan lah es krim ini. Suasana hati Papa akan menjadi lebih baik setelah makan es krim." Ucap Alvin.

Ekspresi di wajah Julian kembali berubah santai. Dia tidak ingin mengabaikan niat baik Alvin padanya. Jadi dia membuka mulutnya dan memakan sesendok es krim yang diberikan Alvin. Dia menahan rasa manis yang memuakkan dan menelannya sebelum membelai kepala Alvin.

"Baiklah, suasana hati Papa sudah lebih baik. Sekarang makan es krim mu sendiri." Ucap Julian.

Lalu Alvin terus memakan es krimnya dengan senang.

Sementara itu, Tiara tidak mudah ditipu begitu saja seperti Alvin. Dia merasa bahwa Julian pasti mengenal orang-orang itu. Tiara berpikir bahwa mungkin mereka adalah musuh Julian. Kalau tidak, suasana hati Julian tidak akan menjadi terlalu buruk. Tapi Tiara mengingat bahwa pria paruh baya tadi itu menyebutkan sesuatu tentang orang tua. Jadi Tiara benar-benar tidak tahu apa hubungan mereka yang sebenarnya.

Tiara tidak mau bertanya karena mereka adalah orang-orang yang tidak disukai oleh suaminya. Jadi dia merasa bahwa tidak perlu tahu tentang mereka. Lagi pula tadi Julian juga mengatakan bahwa dia tidak mengenal mereka. Jadi Tiara tidak akan mau bertanya lagi.

Bersambung...

1
Fatia
ya ampun Alvin bikin gemes aja🥰
Nunung Nurasiah
sama nih AQ juga susah banget gemuk walaupun ingin BB 63 kg..mentok di 54/55..banyak makan KLO penuh ujung2x pengen jongkok..
Nunung Nurasiah
tentara ko pada mabuk..gimana KLO ada musuh menyerang..kan bahaya toh?
Nunung Nurasiah
knp Tiara jlk Kaka?
Nunung Nurasiah
ke salon ajj
Nunung Nurasiah
bawa bekal makanan jadi ingat waktu mondok/pesantren
Nunung Nurasiah
ini cerita dari negara mana thor..soalx sperti terjemahan ya..maaf KLO salah
Nunung Nurasiah
AQ pinjemin kursi roda nih..punya tetangga itu juga ...kasian pake tongkat trus
Nunung Nurasiah
katax menunggu berubah .udah berubah ko Julian malah curiga ya
cha_cha96
Winny Anpooh
Luar biasa
Lala Kusumah
Alhamdulillah ceritanya luar biasa bagus, menarik juga inspiratif bagi kita semua, teruslah berkarya dengan karya-karyanya yang bagus lagi, semangat sehat ya 💪💪😍
La-Rayya: makasih, baca kisah yg lain jg ya 😊🙏🏻
total 1 replies
YuLiianna Sariie
Luar biasa
tudehun
/Good/
Dikdikdoank
Luar biasa
zahra ou
seru ceritanya
mnarik
R yuyun Saribanon
apik
R yuyun Saribanon
dih tentara mabuk2an, ada anak kecil pula.. jadi contoh yg baik ya thor
R yuyun Saribanon
thor bahasa utk alvin di perbaiki..jangan menyapa ibunya dg sebutan kau.. tak pantas
ana azizah
alurnya bagus
tapi aku rasa akhirnya terlalu di paksakan dan buru2
banyak hal yg sepertinya masih menjadi misteri
zahra ou: betul, mulai dr saudra tiara m yoga.
hbl cocok tnam n mncangkul hrs nya jd putri kcl tiara yg imut n lucu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!