Raina Ashalina, gadis trouble maker, bad girl, pecicilan, banyak tingkah dan merupakan gadis terbodoh di Global High School, tiba-tiba dijodohkan dengan Ketua OSIS-nya yang terkenal dingin dan begitu pintar.
Usianya yang sama-sama muda membuat mereka memiliki ego yang begitu tinggi. Lalu bagaimana caranya mempertahankan hubungan ini? Apakah perceraian adalah jalan terbaik?
"Gue benci semua kemunafikan didunia ini, termasuk lo! Kata sayang itu cuma omong kosong!"
-Raina Ashalina-
"Kenapa lo nggak mau ngertiin gue? Gue juga sayang sama lo, tapi saat itu gue nggak bisa apa-apa."
-Surya Pradipta-
Ig: @diagaa11
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiAgaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Mudah Di Tindas
Ara benar-benar ingin menampar Raina saat ini, namun tangannya tertahan saat mendengar suara yang ia kenal.
"RAINA!"
Semua mata memandang ke arah sumber suara. Surya masuk ke dalan kelas dan melihat keadaan Raina.
"Surya..." sapa Ara
"Kamu ngapain di sini Ra?" tanya Surya
"Ini... Lagi ada urusan sama Raina," jawab Ara lembut
"Lo sendiri ngapain ke sini?" tanya Raina
"Ikut gue, gue mau ngomong sesuatu sama lo!" ajak Surya
"Nggak bisa! Gue mau selesai in masalah ini dulu!" tegas Raina
"Na!" tegas Surya
"Please! Bentar lagi, tunggu gue di luar 5 menit lagi!" pinta Raina
"Gue tunggu lo di luar!" ujar Surya sambil pergi
"Dia udah pergi, lo mau ngomong apa tadi?" tanya Raina
"Tolong maafin Amel lah Na," pinta Ara
"Suruh yang punya masalah ke sini! Minta maaf sama Naya, baru gue maafin!" tegas Raina
"Udah maafin aja kenapa sih na," bujuk Arkan
"Diem lo Ar! Jangan mentang-mentang dia itu Arabelle, dia bisa seenaknya nutupin kesalahan orang lain!" bentak Raina
"Gue nggak ikut-ikutan," ujar Dika
"Aku anak polos," sela Faris
"Na udah Na biarin aja," bujuk Naya
"Nggak bisa Nay! Manusia kayak dia, kalo nggak di kasih pelajaran nggak bakal kapok," ujar Raina
"Suruh Amel ke sini minta maaf sama Naya!" tegas Raina
Belum sempat Ara menjawab, Raina sudah keluar untuk menemui Surya.
"Apaan?" tanya Raina tanpa rasa bersalah
"Ikut gue," ajak Surya
Surya menarik tangan Raina, ia membawa Raina ke rooftop untuk berbicara.
***
Di Rooftop
"Kenapa sih Ay?" tanya Raina
"Lo bisa nggak, sehari aja nggak bikin ulah?" tanya Surya
"Masalah apaan? Gue nggak ngapa-ngapain tuh," jawab Raina
"Masih berani jawab?" tanya Surya
"Udah deh, gak usah berlagak kayak polisi yang lagi nginterogasi aja! Jelasin gue salah apa?" tanya Raina
"Lo kenapa dapet masalah dari Amel sih? Lo tau nggak dia anaknya kayak gimana? Dia bakal terus-terusan cari masalah sama lo setelah ini," peringat Surya
"Biarin aja, kalo capek nanti juga berenti," jawab Raina santai
"Dia punya latar belakang keluarga yang nggak biasa Na!" kesal Surya
"Trus kenapa? Suami gue kan lebih berkuasa daripada keluarga dia," jawab Raina santai
"Tapi nggak bisa gue terus-terusan awasin dan lindungin lo," ucap Surya
"Gue masih bisa buat jaga diri sendiri," jawab Raina
"Bukan itu masalahnya! Lo bisa nggak, nggak usah ikut campur urusan orang lain! Gue akui niat lo baik mau nolongin orang. Tapi dengan cara kayak gini, lama-lama lo sendiri yang kena masalah," kesal Surya
"Terus... Lo pikir gue harus diem aja waktu liat anak lain di pukuli? Di bully? Di hajar? Di olok-olok bahkan merusak seragam sekolah dia?" tanya Raina
"Apa?" kaget Surya
"Udah deh, gue mau turun!" kesal Raina
Raina melangkahkan kakinya untuk turun, namun Surya berteriak.
"Gue cuma khawatir sama lo Na! Amel itu anak yang nggak bisa di usik!" teriak Surya
Raina berbalik dengan tenang, ia memandang Surya dengan pandangan mata yang belum pernah ia tunjukkan pada Surya.
"Tenang aja, diantara seluruh siswa sekolah ini, selain lo... Nggak ada yang sanggup ngadepin gue! Gue nggak gampang di tindas!" ujar Raina dengan tatapan mata yang tajam dan senyum seringainya
Surya terdiam, ia hanya tak ingin Raina mendapatkan masalah dengan anak-anak seperti Amel.
Haih... Gue yakin lo bisa adepin semua orang Na! Tapi gue nggak yakin kalo lo bisa adepin mereka saat keroyokan! - Batin Surya
***
Di Kelas
Raina masuk ke kelas, alangkah terkejutnya saat ia melihat siapa yang datang.
"Nay... Gue...."
"Minta maaf Mel!" tegas Ara
"Nay... Gue minta maaf," ujar Amel
"Iya nggak papa kok Mel, gue udah maafin lo kok," jawab Naya
"Makasih ya Naya, kamu baik banget," sela Ara
"Wah wah wah... Udah mau minta maaf nih?" ledek Raina
"Kak Ara... Ayo pergi!" ajak Amel
"Lah kenapa pergi? Ngambek kah?" bingung Raina
Ara dan Amel pun pergi keluar tanpa menyapa Raina sama sekali.
"Lain kali nggak usah kasih toleransi buat orang kayak dia Nay," ujar Raina
"Nggak papa kok Na, penting dia udah mau minta maaf," jawab Naya
"Lo terlalu baik Nay, hati-hati bisa dimanfaatin orang," peringat Raina
"Iya Na" jawab Naya
Bel berbunyi, pelajaran terus berlangsung. Saat guru sedang menulis di papan, ada anak yang selfie, menggambar, baca komik, nge-game online, oh iya Arkan dan Maxime yang sedang adu panco. Raina, Naya, Dika dan Faris jadi supporter. Tak lama bel pulang berbunyi.
"Baik anak-anak, sekian pelajaran hari ini... Sampai bertemu besok,"
"Iya bu,"
"Nggak ketemu pun saya senang kok bu," gumam Raina
"Ketua kelas... Tolong bawakan buku saya ke kantor ya,"
"Iya bu," jawab Raina malas
Baru aja seneng, Raina sudah harus mondar-mandir lagi untuk membantu guru sebagai ketua kelas. Raina pergi ke kantor untuk mengantarkan buku guru, lalu ia pergi terlebih dahulu ke toilet.
***
Di Toilet
Raina masuk ke dalam toilet, lalu ia hendak membuka pintunya. Namun tak bisa terbuka.
"Loh... Loh... Loh... Kenapa nih?" kaget Raina
Raina berulang kali berusaha membuka pintunya, namun tetap saja tidak bisa terbuka.
"Ah sialan! Jangan-jangan ke kunci? Woy... Yang di luar, tolong bukain dong!" teriak Raina
Byurr...
Seember air pun membasahi badan Raina secara tiba-tiba, Raina terkejut karena tiba-tiba tersiram air dari atas.
"Woy kampret! Ulah siapa nih!" teriak Raina kesal
"Kenapa? Kaget?"
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE 🙏
akhirnya.. Raina's come back.. 🔥🔥