NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah Gadis Buta

Terpaksa Menikah Gadis Buta

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Persahabatan / Cintapertama / Tamat
Popularitas:34.4k
Nilai: 5
Nama Author: Virus

Semua bermula dari keisengan dan kenakalan remaja SMA, sosok Pandu lelaki badboy terpaksa menikahi teman wanita yang sering ia bully.

Pernikahan yang tidak dilandasi rasa cinta melainkan karena sebuah tanggung jawab karena Pandu telah membuat gadis tersebut buta untuk selamanya.

Akankah kedua musuh ini akan menemukan cinta setelah menikah? Dapatkah Pandu mencintai gadis yang telah di buat buta olehnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rindu

Rencana pulang malam itu diundur, karena Dewi harus pulang setelah menghabiskan satu kantong cairan infus dan itu butuh beberapa jam. Akhirnya dengan ditemani Bik Asih, Dewi menginap hingga pagi saja.

Berkali-kali Dewi terus mengucapkan rasa syukurnya pada Allah yang masih memberikannya kesempatan untuk melihat. Di samping itu Dewi juga sering bertanya soal kondisi Pandu pada Bik Asih yang menjaganya.

"Mas Pandu baik-baik saja Non, tidak ada pembengkakan di kepalanya. Kita doakan saja semoga Mas Pandu lekas melewati masa komanya," ucap Bik Asih

"Amiin, semoga," sahut Dewi

"Tidur ya Non, jangan banyak pikiran. Soalnya Non kan baru saja bisa kembali melihat jadi lebih baik banyakin istirahatnya dulu," nasihat Bik Asih

"Iya bik, terimakasih ya," ucap Dewi langsung memejamkan mata dan mencoba tidur.

.

.

Keesokannya saat Dewi bersiap pulang, Suster memanggilnya untuk segera ke ruangan ICU, Pandu sudah sadar dari komanya.

Di sana sudah ada Ibu kandungnya Pandu, dia hanya bisa melihat dari luar jendela itupun dengan cara mengintip.

"Loh Ibu kok gak masuk?" tanya Dewi ketika sampai di ruang ICU

"Kamu duluan yang masuk ya, saya ada urusan," ucap Sinta yang kemudian langsung pergi dari tempat itu.

Padahal dia sedang tidak sibuk apapun, alasan sebenarnya adalah karena Sinta belum siap jika bertemu Pandu untuk pertama kalinya setelah sekian tahun meninggalkan dirinya. Takut jika Pandu tidak menerima dirinya.

Dewi masuk kedalam dan mengejutkan Pandu.

"Sayang... kamu... bisa lihat?" tanya Pandu yang kemudian ingin merubah posisi tidurnya menjadi duduk

"Kamu tiduran aja sayang... Iya, Alhamdulillah, aku udah bisa lihat sekarang tapi ya terkadang masih buram penglihatannya," sahut Dewi

"Alhamdulillah, ada hikmahnya juga ya dibalik kecelakaan," sahut Pandu

"Beruntungnya juga Mas Pandu sudah membaik. Tapi... maaf sebelumnya Non, Mas... Anu....," bik Asih ingin menyampaikan sesuatu

"Saya minta maaf karena sudah membicarakan soal Rahmat ke Tuan Besar, mereka tidak lagi menuntut Mas Pandu, tetapi Tuan Besar marah karena menyangkut Non Dewi. Jadi Tuan tetap melanjutkan masalah pelecehan ini ke jalur hukum. Kata Tuan Besar pagi tadi, seminggu lagi sidangnya Non, Mas," ucap Bik Asih

Sejujurnya Pandu tidak ingin merepotkan Ayah mertuanya, tetapi ditutupi seperti apa pasti akan tercium juga

"Ya udah gak papa Bik, gak usah merasa bersalah. Trus Pak Sam pakai pengacara siapa?" tanya Pandu yang takut jika Ayahnya berganti pengacara

"Pengacara yang kemarin itu, yang baik hati," ucap Bik Asih

"Oh masih Pengacara Ronny Taffesy, bagus deh kan jadinya tetap ditangani satu orang yang sama," ucap Pandu

Tak berapa lama dokter datang untuk memeriksa kondisi Pandu. Hasil pemeriksaan semuanya stabil, kondisinya sudah normal maka Pandu pun sudah bisa dibawa ke ruang perawatan hingga kondisinya membaik.

.

.

.

Siang harinya, Rahmat datang ke rumah sakit bermaksud menjenguk Pandu sekaligus meminta maaf.

Dewi bersandiwara dia berpura-pura tidak bisa melihat. Pandangannya sengaja di luruskan ke depan seakan-akan kosong dan tidak fokus.

"Mau apa lu kesini?" tukas Pandu

"Siapa yang yank? Kok marah-marah?" tanya Dewi pura-pura tidak tahu

"Aku Rahmat Dew, aku kemari mau jenguk Pandu, sekaligus minta maaf karena sempat menggugat kamu. Tapi udah aku cabut kok, tenang aja ga akan jadi masalah," ucap Rahmat

"Mau jenguk mendoakan yang terbaik, atau mau memastikan sampai mana kondisi Pandu? Baguslah kamu cabut, sadar diri kalau kamu itu salah! Tapi kita ga akan diem aja ya, aku bakal perkarakan kamu," ucap dewi

"Denger tuh Rahmat, kita gak bisa cuma dengar permintaan maaf aja. Jelas-jelas gue lihat Lu ngelecehin Dewi! Masih ada nyali ya Lu buat datang kemari?" ucap Pandu

"Keluar Lu!" usir Pandu

"Hmm songong banget, gue baik-baik kemari ya, tapi yang gue dapat malah tudingan dan hinaan, gue pamit," ucap Rahmat kemudian pergi dengan membanting pintu rumah sakit,"

Beberapa suster menegurnya karena Rahmat bersikap tidak baik dan hal itu tentu saja mengganggu pasien yang ada di kamar lain.

"Rasanya bibik pengen tendang itu si Rahmat," ucap Bik Asih

"Trus kok ga di tendang bik haha," sahut Pandu

"Ya gak berani Mas, nanti kalau dia perkarakan gimana hehe," jawab Bik Asih

"Hahaha dasar bibik...."

"Hmm yank, kamu ngapain akting gak bisa lihat gitu,"

"Pengen ngetes aja keburukan dia, besok aja lah sekalian bikin skenario," ucap Dewi

"Oh jadi itu alasannya, buat ngejebak dia intinya kan? Oh ya, kita ga pindah ke kamar biasa aja, VVIP loh ini, mahal," ucap Pandu

"Iya buat ngejebak dia. Gak mahal kok, gak bayar juga," ucap Dewi Dia ingin bilang jika Ibu Kandungnya adalah pemilik rumah sakitnya

"Kok bisa gak bayar? Gratis nih? Trus kenapa kok wajah kamu gitu, kayak ada yang ditutupi gitu?" tanya Pandu

"Ya bisa lah, Mas. Kan rumah sakit ini milik ibu Kandungnya Mas Pandu," Bik Asih keceplosan, dia lupa kalau Pandu belum tahu.

Wajahnya seperti apa sekarang saja Pandu tidak tahu. Dewi menoleh ke arah Bik Asih, memberikan isyarat untuk tidak berkata lebih jauh. Sementara Pandu hanya terdiam beberapa detik lalu tersenyum simpul.

Dewi kemudian mengalihkan pembicaraan, mengajak Pandu untuk bercerita tentang hal lain. Juga Si bibik yang terus menggoda Pandu dan Dewi ketika seharian mereka tidak dirumah.

Siang setelah makan siang dengan Pandu, Dewi pamit untuk pulang, dia ingin membawa pakaian ganti karena rencananya kemarin dia tidak menginap disana. Bik Asih pulang bersama Dewi.

Setelah Dewi keluar dari ruangan, Pandu menghubungi suster. Tak berapa lama beberapa suster masuk untuk memeriksa tetapi tak lama kemudian keluar lagi dengan kondisi panik, salah satunya menghubungi Dokter.

Salah satu suster yang khusus dimintai Sinta untuk menjaga Pandu. Melapor soal keadaan anaknya itu.

"Bu Sinta... Mas Pandu bu...," ucap Suster panik

"Kenapa Pandu?" melihat suster yang panik, Sinta ikut Panik

"Mas Pandu kejang-kejang bu," ucap suster

Sinta langsung berlari menuju ruangan VVIP dan masuk kedalam kamar Pandu dengan tergesa-gesa.

Dokter dan suster mengelilinginya ranjang Pandu dengan wajah penuh duka. Sinta terkejut dan bertanya pada Dokter

"Kenapa dengan Pandu Dok? Itu kenapa selimut menutupi seluruh tubuhnya hingga kepala kenapa?!" pekik Sinta sambil mengguncangkan tubuh dokter.

"Pandu... Hmm saya turut berduka cita Bu Sinta,"

"Enggak! Pandu gak meninggal ya kan?? Hiks.... " Sinta menangis

"Pandu.... jangan pergi nak.... ini Mama nak..hiks... Tuhannn kenapa dia pergi secepat ini.... Pandu! Bangun nak.. hiks ini mama," Sinta membuka selimut yang menutupi Pandu hingga wajahnya

Kemudian ia tak kuasa menatap Pandu yang terbaring pucat disana. Sinta menggenggam tangan Pandu menciuminya dan berharap Pandu membuka mata

"Panduu... mama sayang kamu... Tolong jangan pergi secepat ini," sahut Sinta kemudian ia memejamkan mata dan menangis memeluk Pandu

Tapi Sinta mendengar debaran jantung Pandu, bersamaan dengan itu Pandu membelai kepala Mamanya dan berucap

"Pandu juga sayang mama,"

Sinta mengangkat kepalanya dan menatap Pandu yang tersenyum kearahnya

Dokter dan Suster yang rupanya ikut membantu Pandu agar Sinta datang sendiri kepelukannya. Pandu tak pernah menyimpan dendam pada Ibu Kandungnya, malah sebaliknya. Pandu ingin sekali bertemu.

"Jadi... ini semua... " ucap Sinta

"Agar Mama datang dan mengatakan kalau Mama sayang sama Pandu," ucap Pandu

Sinta menundukkan wajahnya, menyesali perbuatannya kemudian dia memeluk anaknya lagi. Keduanya melepaskan rindu yang telah lama dinantikan.

1
Kartika Dewi
karyanya bagus,,ditunggu lanjutan karya berokutnya
ᴅ͜͡ ๓virus✰͜͡v᭄࿐: baca my name is virus, detective wasabi, reporter indigo juga kak 🤭
total 1 replies
D_wiwied
berasa sales asuransi lg nyari calon nasabah /Facepalm/
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
betul itu.... bsa mati muda si Dewi kalau serumah sma mertua bgtu
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
hahhahahaha.. karma di bayar kontan😁😁😁😁
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
lah.. kirain si Pandu badung anak orang kaya... miskin aja belagu 🙄🙄🙄
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦Fhanˢ⍣⃟ₛᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🦐
oh.. suaminya si Hera udah ada dimari ya sebelum di Barra😁😁😁
Ling Kun menghilang
dih semoga gak lulus
/Facepalm/
Ling Kun menghilang
kuntilanak punya sayap? bidadari kali
Ling Kun menghilang
wah kasar sekali kasian para siswa itu makanya pake otak
/Facepalm/
Ling Kun menghilang
bagiamana lulus ujian bisa²nya nyontek tuh ketahuan lah
/Facepalm/
Ling Kun menghilang
baru aja mau baca udah deg deg degan kayak horor
/Facepalm/
Hanachi
novel ringan tapi entah kenapa aku ikut baper waktu baca part Pandu mesra mesraan sama Kunti

terima kasih banyak buat novelnya /Kiss/
Hanachi
mungkin jadi gitu karena faktor ekonomi. kalau sebulan nafkahnya 1 M mah biar kata mertua julid, tetangga julid juga happy aja kayaknya .
Hanachi
kalau dilihat dari watak orang tuanya sih kayaknya bakal maju duit biar Rahmat ga dipenjara. /Smug/
Hanachi
Kunti kan ga bilang masukin obat apa ? keceplosan deh
Hanachi
ga bermaksud gimana kalau sampe dikasih obat tidur gitu ?
Hanachi
dih .. drama nya ga lucu deh, Pandu /Grimace/
Hanachi
ngeri juga ya kalau dokter menerka nerka penyakit pasien. kan bisa jadi malpraktek.
Hanachi
ternyata anak tiri, bukan anak angkat /Chuckle/
Hanachi
nah .. iya kan ??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!