NovelToon NovelToon
Trap My Stepmother

Trap My Stepmother

Status: tamat
Genre:Cinta Terlarang / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Ibu Tiri / Tamat
Popularitas:77.9k
Nilai: 5
Nama Author: Maciba

Alana Pattinson harus menelan pil pahit, setelah lulus strata dua, perusahaan yang didirikan ayahnya mendadak bangkrut, terlilit hutang.

Mencari pekerjaan di luar tidaklah mudah, apalagi dengan gaji tinggi untuk membiayai rumah sakit ayah serta hidup kedua adiknya.

Alana terpaksa menerima tawaran menikah dari pria tua kaya raya, yang menjamin perusahaan ayahnya bangkit kembali, tentu dengan syarat dan ketentuan berlaku.

Namun tidak seindah yang dibayangkan, karena sosok lain datang dan mengganggu kehidupan Alana. Bahkan berani melawan untuk mengambil kedudukan Alana.

Lewis Jansen tidak terima pada kenyataan, bahwa ayahnya menyerahkan posisi pimpinan utama perusahaan kepada ibu tirinya yang masih sangat muda. Segala upaya dia lakukan demi merebut semua haknya.

Ikuti terus kisahnya hanya di Noveltoon
Trap My Stepmother

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maciba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28 Bayarlah Semua Kesalahanmu

Kamar utama kosong

Tidak ada siapapun di kamar ini. James Jansen menghilang, namun kursi rodanya berada di sisi ranjang. Alana yakin ada yang salah, tanpa banyak menunggu lagi. Dia segera keluar kamar, menarik pergelangan tangan Lewis.

“Ikut aku, Lew!” wajah Alana panik, pucat, deru napasnya terdengar cukup berat.

“Ke mana Al? Kamu mau kabur? Tua bangka itu mengusir kamu? Biar aku yang bilang!” Lewis berusaha menepis tangan ibu sambungnya. Pria ini sama sekali tidak peka apa yang sedang terjadi.

“DIAM LEWIS, Tuan James tidak ada di kamar. Rumah ini juga sepi kan? Menurutku, Ayahmu itu di rumah sakit. Siang tadi mengeluh kesakitan, dokter menyarankan untu rawat inap. Tapi Tuan menolak.” Seru Alana, pusing menghadapi tingkah Lewis yang selalu saja tidak peduli terhadap Ayahnya.

“Dia sakit? Itu hukuman karena telah menyakiti Mommy-ku. Dia pantas menerimanya Alana.” Jawab Lewis acuh, menolak mengikuti ibu tirinya untuk masuk ke dalam mobil.

PLAK

Alana hilang kendali, memukul pipi kiri Lewis hingga tanda merah tercetak di sana. “LEWIS JANSEN, bangun! Sadarlah! Ayahmu itu sakit, beliau Ayah kandungmu Lew, bagaimanapun kesalahannya, tetap keluargamu, ingat itu!” bentak Alana.

“Kamu jangan menyesal jika semuanya telah terjadi. Aku yakin kamu pasti menangis dan akan merasa bersalah seumur hidup, aku yakin itu, Lew.” Suara Alana bergetar. Dia kasihan kepada suami dan anaknya ini.

Sebenarnya mereka saling menyayangi, sangat. Tapi kesalahan masa lalu dan dendam, membelenggunya. Menutupi indra penglihatan serta mata hati masing-masing.

“Kamu … menamparku demi pria lain? Alana, dia itu tidak pantas mendapat pembelaan seperti ini.” Menunjuk dada Alana, membalas tidak kalah sengit.

“Tutup mulutmu, sekarang kita ke rumah sakit.” Tukas Alana, menghentikan perdebatan yang tidak penting.

Mobil Bugatti Chiron berwarna biru melaju sangat cepat, membelah gelapnya jalan ibu kota. Alana mengendarainya seperti orang gila. Melebihi batas kecepatan, hingga Lewis Jansen dibuat melongo.

“Sepanik itu kah? Berharga sekali James untukmu Alana?” kesal Lewis, cemburu menguasai jiwa dan raga.

Tidak seberapa lama, mobil biru terparkir di area khusus pemilik rumah sakit. Alana menarik tangan Lewis untuk mengikutinya, setengah berlari menuju bagian informasi.

Benar

Dugaan Alana sangat tepat, James Jansen tengah menerima pertolongan di ruangan khusus. Kondisinya cukup lemah, akibat terlalu banyak diserang stress. Seharusnya di usia senjanya ini sudah pensiun dan menikmati waktu tua.

Namun James tidak bisa, karena harus menyelesaikan masalah yang ada lebih dulu, dia sangat ingin kelak keturunannya bisa hidup lebih nyaman, tanpa ada perselisihan.

“Daddy?” lirih Lewis.

Untuk pertama kali pria bermanik biru itu melihat Ayahnya terbaring di atas ranjang rumah sakit. Oksigen menghalangi wajahnya, dua monitor di kiri dan kanan, membantu mendeteksi detak jantung, tingkat saturasi dan lainnya.

Bibir James menyunggingkan senyum, tidak terlihat karena terhalang.

“L-e-w-i-s.” lirih pria tua itu sangat pelan dan berat, bahkan mudah tersapu angin.

“Alana?” tangan keriput James Jansen terangkat, terulur kepada istri mudanya, berusaha meraih Alana yang diam sembari menangis di ambang pintu.

‘Silakan Nyonya, Tuan Besar sangat membutuhkan Anda.’

Alana sesenggukan, untuk ketiga kalinya harus berada di titik menyedihkan seperti ini. Alana Pattinson sangat menyayangi James Jansen, menganggapnya sama seperti Tuan Pattinson.

“Kenapa semua orang yang aku sayang harus menghabiskan waktu di rumah sakit?” lirih Alana tentu saja di dengar oleh putra sambungnya.

Seketika Lewis menoleh, tidak suka mendengar kata ‘sayang’. Dia pun memilih keluar ruangan, memberi waktu sepasang suami istri beda usia itu.

“T-Tuan James.” Alana menyeka air mata dan mencoba tersenyum lebar, tangannya membelai kepala dengan rambut putih yang sudah tampak botak di beberapa sisi.

“Terima kasih Alana. Tolong jaga Lewis, selesaikan tugasmu sesegera mungkin! Kau harus menghukum mereka semua. Aku selalu mendukungmu Alana. Aku menyayangimu seperti putriku sendiri.” Ucap James sembari menahan sakit di dada.

“Anda pasti sembuh Tuan. Aku mohon semangat, bila perlu aku akan memberitahu Lewis yang sebenarnya.” Kata Alana, tidak sanggup lagi memendam sendiri rahasia yang ada.

“Kau itu terlalu baik. Aku ini bukan anak kecil, aku hanya menunggu waktu saja Alana. Tolong jangan beritahu Lewis, itu sama sekali tidak berarti bagi hidupnya. Lakukan saja tugasmu, mengerti Alana? Sekarang kembali lah ke rumah, tidur dengan nyenyak, banyak agenda meeting yang harus kau selesaikan.” James mengusap punggung tangan Alana menggunakan ibu jarinya.

Pemandangan ini pun terlihat jelas dari sela pintu yang terpasang kaca, Lewis Jansen menghela napas. Tertawa di balik pintu, tanpa sadar pun air matanya menetes.

“Kau sakit apa James? Ini akting kan?” Bibir Lewis kaku untuk bertanya dan memberi perhatian kepada Ayahnya sendiri.

Asalnya Alana tidak mau menuruti keinginan James, tapi pria sepuh itu memaksa. Akhirnya Alana meninggalkan rumah sakit seorang diri tanpa Lewis, karena anak sambungnya itu tidak tahu kemana.

Beberapa jam berselang, Lewis Jansen memasuki ruang rawat Ayahnya. Dipandangi wajah keriput dan pucat itu. Lekat-lekat Lewis mengamati, hingga ke jemari tangan James. Tersisa kulit dan tulang. Kurus.

Dia baru menyadari penyakit yang diderita menggerogoti Ayahnya. Selama ini juga Lewis tidak pernah peduli, tidak mau tahu sedikitpun mengenai James Jansen.

Sekilas Lewis ingat bagaimana ketika mendiang Nyonya Jansen menghembuskan napas terakhirnya. Itu sangat menyakitkan. Lewis remaja duduk menemani Ibunya seorang diri tanpa kehadiran James.

Saat itu James sangat tidak peduli kepada Angelina; wanita yang telah melahirkan Lewis Jansen. James terlalu sibuk, hidup bersama para wanitanya. Barulah setelah meninggal dunia, pria itu menyadari betapa berharganya Angelina.

“Kau tahu James? Ibuku, Angelina, istrimu, wanita yang selalu kau sakiti. Sama seperti ini, aku bahkan setia menemani Mommy. Di sisa napas terakhirnya, wanita yang sangat mencintaimu itu tetap setia menunggu kehadiran suaminya. Hatiku sakit James, Mommy pergi selamanya membawa semua kesedihan.” Ucap Lewis menceritakan malam gelapnya kehilangan sosok Ibu tercinta.

“Kau bahkan tidak tahu penyakit apa yang bersarang ditubuhnya. Jadi … jangan salahkan aku, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya kan? Itulah aku. Tidak peduli kepadamu James, bayarlah semua kesalahanmu terhadap Mom. Aku pulang, semoga kau bisa bertahan lebih lama.”  

Setelah puas mengatakan semua yang mengganjal di hati, pria tampan berhidung mancung ini segera pulang. Dia tidak tahan berada di rumah sakit, ya sisi lemahnya mulai mengalah, mencair dan memaksa diri untuk memaafkan perbuatan James di masa lalu.

Sampai di depan rumah, Lewis menatap setiap sudut. Rumah megah kediaman Jansen, hingga saat ini masih tercatat atas nama Angelina. Dulu hunian ini nyaman dan hangat sekarang senyap juga sepi, apalagi dengan hadirnya pengerat seperti Debby dan Patricia menambah suram aura.

Langkah kaki Lewis semakin masuk ke dalam, dia melihat Alana yang baru saja menuju dapur. Nalurinya mengikuti wanita itu. Siluet Alana tampak jelas di bawah sinar rembulan.

TBC

**

jempolnya ya kakak🤗terima kasih

1
Ricko Jerrycho
ajing bela2in bgaadang endinya malah singkat padat dan nanggung bgt anjirr
SariRani
Debby wanita terkutuk thor!!! matikan saja dia
SariRani
bagus thor
Melani Sunardi
greget pokoke......thank you untuk karyanya thor.... semangat
Anonymous
kok mereka ga bersatu?😢. Tp memang sulit sih
Nuraini Nuraini
ceritanya menarik alurnya bagus
nacl: waaaaaah makasih banyak kak 🙏🥰
total 1 replies
IG: @sskyrach
nice
nacl: terima kasih kakak 🙏
total 1 replies
Istri Bei Ming Ye
typo tor
nacl: ashiap kak makasih 🙏
asik peka banget 🤗
total 1 replies
nacl
eh aku lupa mau up visual Lewis dan Alana 😔
besok ya 🙏
ciber ara
ceritanya bagus 👍👍👍
nacl: makasih kk 🙏😉
total 1 replies
ciber ara
nabung dulu biar mantap bacanya 😋
nacl: ihh jangan ditabung dong 🙄
total 1 replies
ciber ara
jangan ditanya kk
nacl: pengen bejek ha 😂
total 1 replies
ciber ara
weh dpt misi baru gak tu alana wmwl
nacl: iya kasian banget harus menjinakkan singa 😌
total 1 replies
ciber ara
lah? ternyata tidak seperti yang kupkirkan
nacl: hayo mikirnya apa? 🤣
total 1 replies
Manami Slyterin🌹Nami Chan🔱🎻
alana
nacl: makasih kaka nami 🙏
total 1 replies
Manami Slyterin🌹Nami Chan🔱🎻
semangat thor
nacl: makasih banyak 🙏💪
total 1 replies
sasip
masih belum paham kenapa Alana terpaksa nikahin bpk² tua ituh.. 😅
nacl: lanjut dong sampai tamat 😅
total 1 replies
sasip
alana sepertinya terpaksa menikah ya?
nacl: yup yup benarrr
total 1 replies
Yuzu💕
woahh keren keren😮
semangat kak nulisnya 💪🏻🥰
nacl: makasih 🙏
total 1 replies
ᴅɪᴇ
aslinya bagus ini sinopsisnya, cuma aku agak bingung di bab awal harus baca bab berikutnya 😅😅😅🤣🤣🤣🤣
nacl: bablas sampe tamat baca!!! 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!