NovelToon NovelToon
Menikah Karna Jebakan

Menikah Karna Jebakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Obsesi
Popularitas:130k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nora Afridana Ritonga

Setiap orang pasti ingin menikah dengan orang yang di cintainya bukan?

Lalu bagaimana jika kita Menikah Karna Jebakan? Terlebih kita tidak tau jika kita dijebak.

Begitu pula dengan Rafa yang terpaksa menikah dengan teman satu kampusnya saat kuliah dulu karna suatu insiden yang bahkan dia sendiri tidak menyadari atas perbuatannya. Sungguh, dia ingin lari namun ada orang tuanya yang akan kecewa jika mengetahui kalau Putra yang sudah mereka didik dengan susah payah malah berbuat hal yang seharusnya tidak ia lakukan.

Lantas setelah menikah, apakah pernikahan mereka akan berjalan seperti pasangan Suami Istri pada umumnya atau malah sebaliknya?

Cus Capcus ikuti kisah mereka➡

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nora Afridana Ritonga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apa aku menyakitimu?

Sebulan telah berlalu setelah dimana Rafa mengantarkan Syifa ke rumahnya, dan setelah itu juga mereka jadi semakin dekat bahkan tak jarang mereka pulang bersama. Bahkan Ibunda Syifa sudah sangat mengenal Rafa karna sudah beberapa kali mampir saat mengantarkan Syifa. Syifa masih belum tau kalau Rafa adalah anak dari pemimpin perusahaan tempat dia magang.

Malam ini Rafa dan Syifa, mereka kembali pulang bersama namun Rafa tidak mampir, dia langsung pulang di karenakan Ayahnya yang ingin berbicara sesuatu kepadanya.

Rafa sampai rumah langsung masuk saat sudah mengucapkan salam terlebih dahulu, Kedua orang tuannya dan Istrinya sedang berkumpul di ruang keluarga padahal jam sudah akan menunjukkan waktu Maghrib.

"Waalaikumsalam..." Jawab mereka bersamaan.

Elsa langsung berdiri menyambut Suaminya kemudian mengambil alih tas dan jas Rafa, Rafa pun memberikannya, itu adalah rutinitas menera saat Rafa pulang dari kantor.

"Ini bukannya sudah akan Maghrib, kenapa semua pada berkumpul disini?" Tanya Rafa membuka pembicaraan saat sudah mendudukkan pantatnya ke sofa yang biasa dia duduki dan Elsa.

"Gak apa-apa nak." Jawab Sinta lembut sambil tersenyum, namun Rafa bisa melihat bahwa senyum Ibunya itu adalah senyum palsu, sama halnya dengan Elsa yang biasanya akan selalu tersenyum saat menyambut kepulangannya, kini berganti dengan wajah sendu, namun dia berpura-pura saja tidak mengetahuinya.

"Oh iya tadi kata Abi pengen bicarain sesuatu sama Rafa, mengenai apa Bi?" Tanya Rafa sambil menatap Abinya yang tampak memasang wajah datar, dia jadi semakin bingung dengan semua orang disana.

"Abi mau..."

"Nanti saja setelah kita selesai makan malam, sekarang kalian pergilah ke kamar pasti kamu capek karna seharian bekerja." Potong Sinta cepat tak membiarkan Suaminya melanjutkan ucapannya.

"Yasudah kalau begitu kami akanke kamar dulu." Ucap Rafa sambil berdiri kemudian berjalan menuju kamarnya, Elsa pun ikut berdiri menyusul Rafa dari belakang.

Sampai di kamar, Elsa langsung menyimpan tas kerja Rafa dan meletakkan jasnya di keranjang cucian kotor, sedangkan Rafa duduk di sofa sambil membuka sepatunya, tak ada perbincangan diantara mereka membuat Rafa mengernyitkan dahinya sambil terus mengikuti gerak-gerik Elsa. Biasanya Elsa akan bertanya apapun untuk mengusir keheningan namun sekarang dia hanya diam saja dan itu membuat Rafa terheran.

Masih duduk di sofa, Rafa menunggu Elsa yang sedang menyiapkan pakaian yang akan dikenakan nya.

"Elsa..." Panggilnya saat melihat Elsa telah meletakkan pakaian untuk nya diatas ranjang tanpa sepatah kata pun, biasanya Elsa akan mengoceh hal sepele yang dirasa Rafa tidak penting, namun sekarang kenapa? Rafa terus memikirkannya.

"Ya Mas?" Balas Elsa sambil menatap Rafa tanpa memindahkan posisi nya yang masih berdiri di dekat tempat tidur.

"Eumm... tidak, tidak jadi." Jawab Rafa spontan, kenapa pula dia memanggil Elsa? apa untuk menanyakan kenapa dia diam saja begitu? sungguh itu adalah pertanyaan yang konyol.

Elsa mengernyit, kemudian setelahnya dia tersenyum lalu mengangguk dan kenapa pula malahan membuat Rafa semakin bingung? harusnya kan dia senang karna Elsa tak memperpanjang nya.

"Aku akan mandi dulu." Ucap Rafa kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya.

Sedangkan Elsa, setelah Rafa masuk ke kamar mandi, tiba-tiba tubuhnya merosot ke lantai hingga terduduk seakan tak bertenaga, dia menangis dalam diam, air matanya beberapa kali jatuh membasahi pipinya namun tak ada sedikitpun terdengar suara isakan dari bibirnya.

"Ya Tuhan.. apa salah hamba? kenapa Engkau tak habis-habis memberikan cobaan yang sangat amat berat ini? Kau mengambil Ibu dan Adikku, Ayahku, bahkan sekarang Suamiku sendiri tidak bisa mencintaiku.. apa aku begitu kotor hingga tidak boleh bahagia? jika iya mengapa tidak Kau cabut saja nyawaku ya Allah..? aku sudah lelah..." Elsa membatin sambil air matanya yang terus mengalir.

Menghapus air matanya dengan kasar, Elsa perlahan berdiri dengan bantuan tepi ranjang, dia terus menguatkan dirinya sendiri. Dia berjalan kearah sofa dan mendudukkan pantatnya disana. Diam dan melamun adalah hal yang saat ini bisa dilakukannya.

Tepat saat Azan Magrib, Rafa keluar dari kamar mandi yang sudah mengenakan kaos polosnya dan celana pendeknya seperti biasa. Elsa langsung bergantian masuk ke kamar untuk berwudhu. Lagi-lagi Elsa tak mengucapkan sepatah kata pun membuat Rafa seperti kehilangan sesuatu.

Elsa keluar dari kamar mandi setelah selesai berwudhu, dia melihat Rafa yang sedang duduk di sofa sudah mengenakan baju koko dan sarungnya tak lupa peci hitamnya yang tersemat di atas kepalanya.

Tanpa sepatah kata pun, Elsa berjalan melewati Rafa dan mengambil Mukenah nya dan dua sajadah yang terletak di samping sofa. Memakai mukenah nya terlebih dahulu kemudian mengembangkan dua sajadah yang akan dipakainya dan Rafa, semua itu tak lepas dari penglihatan Rafa.

"Mas sudah waktunya." Elsa menegur Rafa yang masih setia duduk di sofa.

"Oh? Iya.." Sambil berjalan kearah sajadah nya.

****

*Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatu...

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatu*...

Rafa berbalik saat telah selesai berdoa, biasanya Elsa akan mencium tangan nya kemudian mengoceh apapun itu asal tidak ada kecanggungan diantara mereka. Namun apa yang dilihat nya sekarang? Elsa berdiri saat Rafa berbalik, dia kembali lagi dengan membawa sebuah Al-Quran yang diyakini Rafa bahwa Elsa akan mengaji.

Beberapa kali memang Rafa pernah mendengarkan suara Elsa saat mengaji, dan dirasanya suaranya biasa-biasa tidak seperti Syifa, Ah kan Rafa jadi teringat dengan Syifa membuatnya senyum-senyum sendiri dan itu semua tak lepas sari penglihatan Elsa, hal itu semakin membuatnya sakit walau tak tau apa yang sedang dipikirkan Suaminya namun tetap saja pikirannya sudah kemana-mana.

Auzubillahiminasyaitonirrojim Bismillahirrahmanirrahim...

Elsa memulai mengajinya tanpa memperdulikan Rafa yang duduk di depannya.

Seketika Rafa menghentikan pikirannya dan beralih kearah Elsa yang sedang mengaji, namun dia bisa melihat ada yang berbeda dan biasanya saat Elsa mengaji, dia bisa merasakan bahwa Elsa sedang mengadukan segala keluh kesahnya, Rafa bisa melihat bahwa Elsa juga sedang menguatkan hatinya. Dan itu semua membuatnya semakin bingung.

Shodaqollahulajim...

Elsa menghentikan bacaan nya tepat saat Azan Isya berkumandang.

"Elsa.." Tiba-tiba Rafa memanggil Elsa saat Elsa akan berdiri ingin menyimpan Al-Qur'an nya jadi terhenti.

"Iya Mas?" Ucap Elsa yang kembali duduk.

"Apa aku menyakitimu?" Sumpah demi apapun Elsa ingin sekali mengatakan 'IYA' namun mulutnya tak sampai untuk mengatakan nya, lantas dia hanya diam beberapa saat.

"Aku akan mengembalikan Al-Qur'an ini." Sungguh itu bukanlah jawaban melainkan itu adalah cara Elsa untuk menghindar, dia tidak bisa mengatakan Iya dan juga Tidak lantas yang hanya bisa dilakukannya hanyalah menghindar.

****

Boy, Sinta, Rafa, dan Elsa sudah berkumpul di ruang keluarga saat sebelumnya sudah menyelesaikan makan malam mereka. Jujur Rafa merasa tidak enak dengan situasi mereka saat ini, dimana Ayahnya yang memasang wajah datar nya, Ibunya yang memasang senyum palsu nya, dan Elsa yang sedari tadi hanya menunduk sambil memainkan jari-jari nya.

"Ehem.. tadi Abi bilang ingin berbicara sesuatu kan?" Tanya Rafa memecahkan keheningan diantara mereka.

"Ya." Jawab Boy singkat tanpa menatap Putranya.

"Mengenai apa?" Rafa kembali melontarkan pertanyaan.

Boy tidak menjawab, dia berdiri dari duduknya kemudian masuk ke ruang kerjanya yang letaknya tak jauh dari ruang keluarga. Tak lama kemudian dia kembali dengan sebuah amplom coklat yang tidak Rafa ketahui apa isinya. Dia melemparkan amplop itu ke meja tepat di hadapan Rafa. Raf tak langsung mengambil nya, dia menatapi semua orang yang ada di ruangan itu secara bergantian kemudian memandang amplom yang dilemparkan Ayahnya.

"Ada apa ini Abi?" Tanya Rafa saat melihat wajah semua orang yang tak bersahabat.

"Buka, dan lihat sendiri." Jawab Boy datar.

Perlahan Rafa mengambil amplop tersebut dan membukanya secara perlahan. Dan betapa terkejutnya dia saat melihat isi dari dalam amplop itu.

"Jelaskan kepada kami semua maksud dari foto itu!" Sentak Boy yang terlihat sudah menahan amarahnya.

1
Xu Zhibin
Bagus Alur & penulisan ceritanya...
Xu Zhibin
Sayang banget ceritanya gk di lanjutin Thor... padahal bagus loh...😍
Xu Zhibin
Gak adil bua Rafa dong... Rafa nya blm pernah pacaran N dekat sama Cewek... Dapatnya Elsa yg udh gak Bersegel... apalagi yg merawanin Elsa itu Kai sahabatnya sendiri.. pasti kecewa banget kalo Rafa tau yang sebenarnya..
Abdul Rahim
lanjut thor !
Elisabeth Ratna Susanti
boomlike sampai sini dulu 😍
Elisabeth Ratna Susanti
like fav ❤️
Haslinda
nama bpknya lbih keren,,,boy🤦🏻‍♀️
Star Beauty Colection
ra tegel le moco
Piona Karisa
Thor aq ngk rela Rafa nikah sama Elsa😭
Humairoh Humairoh
lanjut thorr yg bnyk yak up nya hhe
Humairoh Humairoh
lanjut dong thor aelah:(
Wulandari Mey
Yaampun thor di tungguin udh lama banget hiatus semoga lanjut ya thor ceritanya sampe taman aku suka banget semangat thor 😎😎😎
Hikmah Juteck
semangat kak
Rusminah Lasio
ini othor y kmana yaaak,kok semua novel dia gabtung dri bln november
Gì cũng được💚
hadir
Mei
Semangat kak
Zakia Rosida
ceritanya baguss knp gak di lanjutin thorr kuasih penasaran ending gmn
Machan
3 like kak
Dewi Lily
keren deh
Eda Sally
keren say😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!