NovelToon NovelToon
Zylvanca

Zylvanca

Status: tamat
Genre:Mafia / Teen Angst / Romansa / Roman-Angst Mafia / Chicklit / Tamat
Popularitas:36k
Nilai: 5
Nama Author: RR

Ketika seorang gadis yang hidupnya hanya untuk membalaskan dendam kematian keluarganya, tapi hati gadis itu ditakdirkan untuk mencintai pembunuh keluarganya. Akankah gadis itu memilih memaafkan pembunuh keluarganya atau terus pada tujuan utamanya yaitu balas dendam? Ikuti keseruannya yuk!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

"Lo pernah naik bianglala?" tanya Raka sambil menatap bianglala yang tidak jauh dari tempat mereka.

Zylva mengikuti arah pandangan Raka. Melihat bianglala yang tinggi, besar, dan indah bersinar dihiasi lampu warna-warni. "Nggak pernah." jawab Zylva dengan jujur. Dia tidak ada waktu untuk itu. Selama di Alaska gadis itu menghabiskan sebagian waktunya untuk berlatih beladiri dan menggunakan senjata.

"Gue juga nggak pernah. Katanya itu mainan orang lemah." ucap Raka sambil mengingat apa yang dikatakan mamanya ketika dia ingin naik bianglala waktu kecil.

"Lo kan lemah, kenapa nggak naik?" tanya Zylva.

"Nggak ada teman. Lo mau temenin gue naik bianglala?" tanya Raka sambil beralih menatap Zylva disampingnya.

 

Keesokan harinya Zylva datang ke sekolah seperti biasanya. Tetapi kali ini gadis itu nebeng sepupunya. Gibran. Sebenarnya bukan kemauannya, itu adalah perintah Matthew yang menyuruhnya untuk berangkat sekolah bersama Gibran.

"Kayak siput Lo bawa motor!" cetus Zylva sambil menggeplak kepala Gibran yang masih ditutupi helm dan turun dari motor tersebut.

"Gak mau nyium aspal gue." sahut Gibran.

Mereka berjalan beriringan masuk ke gedung sekolah. Naik tangga menuju kelasnya masing-masing. Sepanjang jalan mereka diperhatikan oleh siswa siswi SMA Cempaka Putih. Banyak yang mengira mereka berpacaran, karena memang tidak ada yang tahu jika Gibran mempunyai sepupu.

"Berasa artis gue." ucap Gibran.

"Kepedean!" celetuk Zylva kemudian berjalan lebih cepat meninggalkan Gibran.

Tidak mau ditinggal cowok itu mempercepat langkahnya mengikuti Zylva. "Btw, ceritain dong yang kemarin." pinta Gibran sambil menaik turunkan alisnya.

"Apaan?"

"Halah, pura-pura bego! Gimana? First date Lo sama... "

Ctak! "Akh!" Sebelum Gibran menyelesaikan pertanyaannya, Zylva lebih dulu menyentil bibir sepupunya tersebut.

"First date mata Lo!" semprot Zylva emosi.

"Cih, sok sok an. Nyatanya Lo demen dia kan." ucap Gibran.

"Gak usah ngawur!" pungkas Zylva. Kemudian gadis itu langsung masuk ke kelasnya.

Gibran hanya menggelengkan kepalanya sambil tertawa kecil. "Sekali lihat pun juga ketahuan, kalian tuh ada perasaan walau tipis-tipis." gumam Gibran sambil menatap Zylva yang sudah masuk ke kelas.

Kemudian cowok itu berjalan ke kelasnya. Tetapi tepat di depan kelasnya Gibran dihentikan oleh seseorang. "Lo pacaran sama Zylva?" tanya orang tersebut.

"Urusannya sama Lo?"

"Gak usah ngeles! Gue tahu Lo suka sama gue kan?! Secara gue ini bunga sekolah yang paling cantik!" ucap gadis di depannya yang tak lain adalah Lucy.

Hampir saja Gibran memuntahkan sarapannya mendengar kalimat yang baru saja di lontarkan Lucy. "Pede boleh, tapi jangan ketinggian. Jatuh sakit." ucap Gibran sambil menatap jijik Lucy. Kemudian berjalan melewati gadis itu.

"Lo gak cemburu?" tanya Lucy tiba-tiba.

Gibran langsung menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Lucy.

"Gak usah bertele-tele!"

"Lo gak cemburu pacar Lo jalan sama cowok lain?" tanya Lucy.

Gibran mengerutkan keningnya karena bingung. Sesaat kemudian satu sudut bibirnya terangkat sedikit. Dia mengerti apa yang dimaksud Lucy saat ini. Oke, ikuti saja permainannya. Gibran tetap menatap Lucy, seolah mulai terpengaruh dengan ucapan gadis itu.

"Zylva jalan sama Raka kemarin. Gue gak suka cewek Lo ganjen ke pacar gue!"

"Hmm kurang ajar, dia jalan sama cowok lain di belakang gue." ucap Gibran menanggapi Lucy.

"Lo gak marah sama pacar Lo?" tanya Lucy.

"Tentu saja marah! Siapa yang nggak marah jika pacarnya selingkuh!"

"Kalau begitu Lo harus hukum dia kan?"

Gibran melirik ke arah CCTV yang menyorot mereka. Dia bisa menebak Matthew atau Reygan pasti emosi melihat dirinya. Cowok itu tersenyum sekilas ke arah CCTV dan memberikan kode dengan tangan agar mereka tidak khawatir.

"Oke, gue hukum dia. Gue harus apa?" tanya Gibran.

*

"Sh***! Adek Lo udah gila!" ucap Matthew melihat hal itu.

Rahang Reygan pun sudah mengeras sejak tadi. Tetapi ketika melihat kode yang diberikan adiknya cowok itu mulai paham dengan rencana Gibran.

"Gue jamin Zylva nggak akan kenapa-kenapa." ujar Reygan.

"Lo yakin??" tanya Matthew lagi dengan nada berat yang menyeramkan.

"Dia memang selengan, tapi dia cukup cerdik." sahut Varrel yang sedang mengerjakan tugas kuliahnya. Kemudian cowok itu menaruh pulpennya dan memasukkannya buku-bukunya ke dalam tas.

"Percaya aja sama dia. Dia pasti ngelindungin Zylva sebaik mungkin." ucap Varrel sambil memakai tasnya hanya di bahu kanan. Kemudian pergi berangkat ke kampus.

Setelah dijelaskan Varrel, Matthew menjadi sedikit lebih tenang. Tetapi tetap saja ada perasaan khawatir.

*

Waktu berlalu saat ini adalah jam istirahat di SMA Cempaka Putih. Raka, Daffi, dan Gilang berkumpul di rooftop sebagaimana biasanya.

Raka menatap ke arah kota melihat kesibukan di jalan raya dengan tatapan yang serius. Sepertinya cowok itu sedang memikirkan sesuatu. Daffi sudah tenggelam dalam lamunannya. Sedangkan Gilang masih murung, cowok itu begitu kehilangan Cainsley. Hampir 10 menit mereka tidak saling bicara.

"Rak.." panggil Gilang.

Raka langsung menoleh.

"Lo... dihukum?" tanya Gilang ragu-ragu.

Raka menghela napas. Kemudian mengangguk pelan. Cowok itu memang di hukum atas kelalaiannya menjaga Cainsley. Tapi hanya di cambuk 5 kali. Jika orang tuanya tahu Cainsley mati di depan Raka dan Raka tidak bisa berbuat apa-apa, mungkin hukumannya lebih parah daripada di gantung terbalik dan dicambuk berulang kali.

"Mereka tahu gimana kematian Cainsley?" tanya Daffi.

"Nggak, mereka hanya tahu gue lalai jaga Ley."

Keheningan kembali menyelimuti mereka. Tidak ada yang berbicara sama sekali. Setelah 1 menit saling diam, Raka membuka suara.

"Lo benci Zylva?" tanya Raka yang ditujukan kepada Gilang.

Gilang hanya diam. Tetapi dari sorot matanya terlihat jelas jika cowok itu sangat membenci Zylva. "Lo sendiri? Lo gak benci dia setelah dia bunuh sepupu Lo?" tanya Gilang.

Raka menunduk. Kemudian menatap ke langit yang cerah. "Mungkin gue akan benci dia kalau gue nggak bunuh orang tua dan adik-adiknya." jawab Raka di dalam hatinya.

"Lo nggak benci dia?!" tanya Gilang sekali lagi.

"Lo harusnya tahu apa jawabannya." jawab Daffi.

"Sorry." ucap Raka lirih. "Gue memang nggak bisa benci dia. Tapi bukan karena kesalahan gue. Gue gak bisa benci dia entah karena apa gue sendiri juga nggak tahu." batin Raka sambil mengingat wajah cantik Zylva.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Zylva. Gadis itu masih membenci Raka. Tetapi juga ada rasa lain di hatinya selain rasa benci. Gejolak aneh yang selalu muncul ketika bertemu Raka. "Gak ada rasa lain. Lo hanya benci dia. Lo datang hanya untuk balas dendam. Bukan karena hal lain. Selesaiin itu. Lalu kembali ke Alaska." batin Zylva meyakinkan dirinya sendiri

...***...

...Bersambung......

1
Vvirgo☆
extra part thorr
prist dapet reygan ya thor 😁✌
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎: sok ambil😌
total 1 replies
jatuh cinta sama novel ini😩, crazy up thor 😁☝🏻
hohoh, 😌
Memang pengecut,,,, heh, setidaknya tunggu sampai bawahan lo dateng, malah di tinggalin itu mayat orang kesayangan lo.... kgak punya otak memang di Raka ini🤦‍♀️
hohoh, 😌
Lanjutkan kerjs kerasmu thor!!!
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎: siappp
total 1 replies
hohoh, 😌
tidk up kah hari ini??
hohoh, 😌: gak sabar nunggu kelanjutannya 😋
total 2 replies
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎
bagus
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱ѕυϲнιє αℓєѕγα❀シ︎
SELIR!!
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎: Terserah mo oleng ke siapa aja, asal jangan ke list suami aku😊👍 cukup a'a Sunghoon:)
total 3 replies
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱ѕυϲнιє αℓєѕγα❀シ︎
PUNYA SAYA TITIK!! NO DEBAT
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎: Ga nyampe gaplokannya 🤣✌️
total 3 replies
hohoh, 😌
bukanya Matthew ya yng memutuskan telepon nya
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎: oh iya salah😭
total 1 replies
hohoh, 😌
gitu amat sih 😆
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱ѕυϲнιє αℓєѕγα❀シ︎
Gilang punya saya 😌
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱ѕυϲнιє αℓєѕγα❀シ︎: ahh iya tau 😗
total 4 replies
hohoh, 😌
telinganya aja yang tajam, tapi bukan otaknya😆😆
hohoh, 😌
lanjut kak !...
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎
yang di sensor itu "jalang"
hohoh, 😌
bukan cewek lagi itu mah 😆
hohoh, 😌
marah ko bilang bilang🤣
hohoh, 😌
nge-JJ?
❥︎𝐦𝐢𝐧🐱{Hyura🐺}❀シ︎: tanya aja gapapa, uthor malah seneng kok kalau ada pembaca yang aktif berkomentar nanya ini itu😌
total 4 replies
hohoh, 😌
beuh😖
hohoh, 😌
Wah.... benar benar tak pandang Umur😌😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!