NovelToon NovelToon
Luka Di Balik Janji Semu

Luka Di Balik Janji Semu

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Persahabatan / Cinta Murni / Romansa / Cinta Karena Taruhan / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:38.7k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Sheila Adalah Gadis Cantik Dengan Kepribadian Bar-Bar Dan Ceria Yang Menjalani Kehidupan Remajanya Dengan Penuh Warna. Namun, Warna Itu Memudar Sejak Ia Mengenal Devano, Seorang Laki-Laki Tampan Bertangan Dingin Yang Memiliki Kendali Penuh Atas Hati Sheila. Selama Dua Tahun Menjalin Hubungan, Sheila Selalu Menjadi Pihak Yang Mengalah Dan Menuruti Segala Keinginan Liar Devano, Meskipun Cara Berpacaran Mereka Sudah Jauh Melampaui Batas Kewajaran Remaja Pada Umumnya.​Selama Itu Pula, Sheila Mati-Matian Menjaga Satu Benteng Terakhir Dalam Dirinya, Yaitu Kehormatan Dan Keperawanannya. Namun, Devano Yang Manipulatif Mulai Menggunakan Senjata Janji Suci Dan Masa Depan Untuk Meruntuhkan Pertahanan Tersebut. Devano Memberikan Pilihan Sulit Menyerahkan Segalanya Sebagai Bukti Cinta Atau Kehilangan Dirinya Selamanya.​

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Sementara di tempat lain, lampu neon klub yang berkedip-kedip menyinari wajah Bayu yang kini babak belur. Darah segar masih menetes dari sudut bibirnya, namun sorot matanya tidak menunjukkan penyesalan sama sekali. Kebencian yang sudah mendarah daging selama bertahun-tahun kini benar-benar telah mengubahnya menjadi monster.

​Indra membantu Bayu duduk di sofa VIP yang kini berantakan dengan pecahan kaca. "Lo harus ke dokter, Bay. Rahang lo bisa geser kalau nggak diobatin." ucap Indra dengan nada yang mulai lelah.

​"Gue nggak butuh dokter," desis Bayu sambil menyeka darah dengan kasar. "Gue butuh kehancuran Devano. Gue mau dia ngerasain gimana rasanya kehilangan segalanya, sama kayak yang gue rasain waktu Sheila nolak gue di depan muka gue sendiri."

​Indra hanya bisa terdiam. Ia baru menyadari bahwa selama ini ia tidak benar-benar mengenal siapa Bayu sebenarnya. Bayu yang ia kenal sebagai sahabat yang asyik, ternyata menyimpan kegelapan yang begitu pekat.

​Tiba-tiba, Bayu merogoh saku celananya dengan tangan yang gemetar. Ia mengeluarkan ponselnya dan mencari sebuah nomor yang sudah lama tersimpan di sana—sebuah nomor yang sengaja ia simpan untuk saat-saat darurat.

​"Halo, Om..." bisik Bayu setelah panggilannya tersambung. Suaranya terdengar parau namun penuh dengan niat jahat. "Ini Bayu. Saya menerima tawaran dari Om. Saya punya rencana yang Om butuhkan untuk mengambil anak Devano dan mengambil hak asuh anak itu sepenuhnya."

​Di seberang sana, suara berat Tuan Narendra terdengar tertawa kecil. "Pilihan yang sangat bijak, Bayu. Datanglah ke kantor saya sekarang. Kita habisi harga diri wanita itu sampai dia tidak punya alasan lagi untuk bangkit dan semakin menjauhi putraku."

​Indra yang mendengar percakapan itu membelalakkan mata. "Bay! Lo gila? Itu Papanya Devano! Lo mau kerja sama dengan orang yang mau misahin Sheila dari anaknya?!"

​Bayu hanya melirik Indra dengan tatapan dingin yang mematikan. "Gue nggak peduli siapa yang menang, Dra. Yang penting... Devano harus kalah dan merasakan apa yang pernah gue rasakan." ujar Bayu dengan kilatan mata penuh dendam.

​Bayu meninggalkan Indra dan menuju kantor Tuan Narendra. Indra hanya bisa menatap punggung Bayu yang menghilang. "Semuanya berantakan. Persahabatan kita dari kecil rusak karena kalian mencintai wanita yang sama." batin Indra miris.

​Gedung Narendra Tower berdiri angkuh mencakar langit malam Jakarta. Di lantai paling atas, di dalam ruang kerja yang luas dan dingin, Tuan Narendra duduk di balik meja mahoninya. Ia tidak terkejut melihat Bayu masuk dengan wajah babak belur. Baginya, luka fisik hanyalah tanda dari bidak yang telah menjalankan tugasnya.

​"Duduklah, Bayu. Wajahmu terlihat sangat berantakan." ucap Tuan Narendra tanpa sedikit pun rasa simpati. Ia menuangkan wiski ke dalam gelas kristal dan mendorongnya ke arah Bayu.

​Bayu duduk dengan kaku, rasa nyeri di rahangnya tidak sebanding dengan kepuasan yang ia rasakan. "Devano sudah tahu semuanya, Om. Dia menghajar saya habis-habisan di klub. Tapi itu tidak penting. Sekarang dia sedang di rumah sakit, mungkin sedang bersimpuh di kaki wanita itu." cibir Bayu.

​Tuan Narendra tersenyum tipis—sebuah senyum yang tidak pernah mencapai matanya. "Putraku memang lemah jika menyangkut perasaan. Itulah sebabnya dia butuh sedikit 'dorongan' untuk menyadari siapa dirinya yang sebenarnya. Jadi, rencana apa yang kamu punya?"

​"Saya akan melancarkan misi penculikan bayi itu malam ini." ucap Bayu dengan seringai miring.

​"Bagus! Saya tunggu kabar baiknya."

​Gedung Narendra Tower malam itu menjadi saksi bisu lahirnya konspirasi yang paling menjijikkan. "Ingat, Bayu," Tuan Narendra meletakkan gelas kristalnya dengan denting yang tajam. "Jangan sampai ada satu pun jejak yang mengarah ke saya. Jika terjadi sesuatu, itu adalah murni kesalahanmu dan obsesi gilamu terhadap wanita itu. Paham?"

​"Saya mengerti, Om. Malam ini juga, jagoan kecil Devano akan menghilang tanpa jejak sebelum Sheila sempat melihat wajahnya."

​Bayu melangkah keluar dan segera menghubungi beberapa orang bayaran. Mereka bukan sembarang orang, melainkan orang-orang yang terbiasa bekerja di bawah bayang-bayang.

​Sementara itu, di taman rumah sakit, perasaan Devano mendadak tidak tenang. Instingnya sebagai seorang ayah seolah berteriak bahwa ada bahaya yang mengintai. Ia melihat dua buah mobil van hitam tanpa plat nomor masuk ke area parkir belakang rumah sakit—area yang seharusnya tertutup untuk umum.

​"Sial... apa yang mereka rencanakan?" gumam Devano.

​Tanpa membuang waktu, Devano segera berlari masuk ke dalam gedung. Ia langsung menuju lantai di mana ruang NICU berada. Di saat yang bersamaan, Arkan melihat pergerakan mencurigakan dari dua orang pria berpakaian cleaning service yang berjalan menuju arah ruang bayi dengan gerak-gerik tidak wajar.

​"Hei! Kalian dari divisi mana? Shift malam tidak punya jadwal pembersihan di area steril NICU sekarang." tegur Arkan curiga.

​Salah satu pria itu menatap Arkan tajam, tangannya meraba sesuatu di balik pinggangnya. "Jangan ikut campur, Dokter. Minggir kalau Anda masih ingin melihat matahari besok."

​Suasana NICU yang tenang pecah seketika oleh teriakan Devano. "Jauhkan tangan kalian dari ruangan itu!" raung Devano.

​Tanpa peringatan, Devano melompat dan menerjang pria pertama.

​BUGH!

​Satu pukulan mentah mendarat telak di rahang pria itu. Devano tidak peduli meski rasa nyeri menjalar dari buku jarinya yang sudah hancur.

​Krek!

​Bunyi benturan keras terdengar saat Devano menghantamkan tubuh pria kedua ke dinding koridor.

​"Argh!" pria itu mengerang, mencoba membalas dengan pukulan ke arah perut Devano.

​Bugh!

​Devano terhuyung, napasnya tercekat, namun matanya tetap menyala. Ia kembali maju, mencengkeram kerah jaket lawannya dan memberikan sundulan kepala yang keras.

​TAK!

​Darah segar mulai menetes dari dahi Devano. Ia terlihat seperti monster yang baru saja keluar dari neraka. Arkan segera menekan tombol darurat di dinding. "Keamanan! Kode Merah di Lantai 4 NICU! Cepat!"

​BRAK!

​Meja administrasi kecil di sudut lorong terguling saat salah satu preman mencoba menendang Devano.

​Bugh! Bugh! Bugh!

​Devano terus menghujami lawannya dengan pukulan bertubi-tubi. Ia memukul seolah setiap hantamannya ditujukan pada dirinya sendiri dan pengkhianatan Bayu. "Jangan... pernah... berani... sentuh... anak gue!"

​Brak!

​Pria terakhir akhirnya tersungkur ke lantai. Suara napas Devano memburu, terdengar seperti hewan buas yang terluka di tengah koridor yang kini riuh oleh suara sirine alarm.

​Wiuuu... Wiuuu... Wiuuu...

​Lampu merah di lorong mulai berkedip-kedip. Petugas keamanan berlari dari ujung koridor. Devano berdiri dengan tubuh bergetar di depan pintu kaca NICU. Ia terengah-engah, menatap tangannya yang kini benar-benar hancur. Ia tidak peduli pada keamanan yang datang mengepungnya, matanya hanya tertuju pada inkubator jauh di dalam sana—satu-satunya alasan ia masih tetap berdiri.

1
🇮🇩 NaYaNiKa 🇵🇸
Pelajaran buat perempuan kalo jatuh cinta seadanya aja. Jgn tllu buta apalg ngoyo. Krna kalo Qt jatuh ujung2nya playing victim. Pdhal salah diri sdri, jatuh buta2. Ok....
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
Sheila : Carilah AQ...

Vano : Ogah. Bidadari surga jauh LBH cantik darimu.


Diriku: Justice Prevail... 😅😅😅🤣🤣🤣
Jing_Jing22: orang mah melow dong kak🤧 bab terakhir ini🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
Bnr2 dah buta smua...
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
AQ perempuan ya. Tapi kadang suka Amazed sama perempuan modelan Sheila ini. Kalo dr awal dia gak menyerahkan dirinya ke Vano, kan gak bklan kejadian kek gini ya. Sekalipun ada tipu daya taruhan dll. Kalo mmg dia kuat pendiriannya dan sllu mau dgrin pendapat Risma, belajar dr pengalaman perempuan lain, gak akan kejadian jg kan. Tapi kan egonya sbnrnya yg menjatuhkan dia. Dan ujung2nya sibuk menyalahkan Vano. Mmg Vano salah dgn taruhannya dll. Tapi tetep aja, gak akan kejadian kalo dr awal Sheila kukuh bertahan gak ngikutin kemauan si Vano. Logisnya gitu lho. Cm kalo jalan pake rasa tanpa logika ya pasti buta2 kek gitu. Ujung2nya Denial, sibuk menyalahkan org lain tanpa berkaca. Agak kesel sbnre sama tokoh Sheila ini.
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
Sheila terlalu buta mata & hati. Vano tllu larut dlm ego remaja yg buta segalanya.
🇮🇩 SaNTy 🇵🇸
Cinta & Luka susah utk berjalan bersama.
Melepas LBH baik drpd terluka dlm diam.
Kadang kesel sama keBegoan karakternya.
Kadang benci sama egoisnya pra karakternya.
Tapi kembali LG, semoga kisah sprti ini gak ada didunia nyata.
Semangat terus menulisnyaaaaa...
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
Bagus banget asli.
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸
Bagus banget ceritanya. Kata2nya jg tersusun rapi. Kok sepi ya. Semangat lah Thor. Maafkan diriku yg terbiasa membaca tanpa ngeLike. Semoga ada waktunya membaca ulang & ngeLike.
🇮🇩 M i K u R 🇵🇸: Semangat...!!! AQ merinding excited bc Arjuna dr bbrp akunku.
Jgn down. Asli tulisanmu bagus.
total 4 replies
Jingle☘️
luar biasa
☕︎⃝❥Haikal Mengare
😭 Kasian banget 🤧, Wanita pelecehan tetap gak bisa lolos padahal dia korban😭
CACASTAR
sweet banget dengan memberikan surat pada ibunya.
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
berontak ajaa bapakmu biar kapok semua
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
nah harus tegas sheila udah ada arkan ini
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
kan dia cuma obsesi ke sheila
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
siapa iya yang ditlfn smaa arkan
penasaran saya🤭
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
kasian nuga diana jadi batu loncatan wkwkwk😭🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
untung aada arkan kalau ga da celaka kamu sheila
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
terllau egois si sheila ga mikir mateng dlu mau pergi
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
wkwkwk belum tau ajaa kehebatan arkan 🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
astag jadi kelakuan si bayu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!