NovelToon NovelToon
TIRAKAT

TIRAKAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Novel ini berdasarkan kisah nyata.

Nama tokoh, nama tempat, atau nama daerah sudah diganti demi menjaga kerahasiaan identitas asli.

Apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, laku tirakat tertentu, profesi tertentu, atau latar daerah tertentu dengan para pembaca semua, mohon dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

"DAYANG PUTRI"

Bangsa lelembut yang berbaris itu beragam wujud dan bentuk. Yang kulihat ada berwujud tubuh tanpa kepala, sosok manusia berkepala hewan, sosok pocong, bahkan sampai ada yang berwujud anak-anak namun dengan wajah dan tubuh yang mengerikan. Mereka semua berjalan searah dengan kakek tua yang tadi kulihat.

Seketika aku yang semakin merasa takut, menundukkan kepala sambil memejam kedua mataku. Kedua tanganku mengepal meremas rok. Aku tak mampu berdiri dan berteriak.

Dipenciumanku, ada aroma busuk, anyir darah, bahkan aroma tubuh hewan yang tak karuan. Semuanya bercampur menjadi satu memenuhi ruang udara di sekitarku. Ditambah lagi suara langkah kaki mereka dan ada beberapa di antara bangsa lelembut itu yang menggeram, menangis, dan ada juga suara tertawa cekikikan anak-anak.

Aku hanya bisa diam terduduk di bale bambu ini.

Selang beberapa lama kemudian, aku sudah tak lagi mencium semua aroma tadi. Dan sudah tak ada lagi suara langkah kaki bangsa lelembut itu. Aku perlahan membuka kedua mataku, mengangkat wajahku, dan... Mereka semua sudah menghilang dari pandanganku.

Yang kembali terasa hanyalah hembusan angin dingin yang mencekam. Seketika itu juga aku berlari meninggalkan rumah kosong ini. Aku berlari secepat mungkin menyusuri jalan kampung mati ini dan menerobos gelapnya hutan.

Namun aku kembali terkejut dan ketakutan, ketika aku malah kembali lagi ke rumah kosong itu!

Kembali aku berlari, menjauh, bahkan menoleh ke belakang untuk memastikan bahwa benar-benar aku menjauhi rumah kosong itu.

Tapi sekali lagi, aku dibuat lemas di dalam mimpi itu. Aku justru kembali lagi ke depan rumah kosong itu.

Aku seperti jatuh ke tanah halaman rumah itu, duduk bersimpuh. Kedua kakiku tak mampu berdiri, gemetaran, dan nafasku terengah-engah cepat. Dan saat itu juga, tiba-tiba aku mendengar suara jeritan seorang perempuan dari dalam rumah itu.

"Aaaakkhh!!! Tolooong!!! Tolong akuuu!!!"

Beberapa kali aku mendengar suara jeritan itu diiringi isak tangis yang memilukan. Aku mencoba berdiri dan menghampiri rumah itu. Dan saat aku mengintip lagi melalui celah dinding bambu, aku melihat diriku di dalam sana! Benar-benar sosok diriku sendiri ada di dalam rumah itu!

Aku lihat diriku diikat pada sebuah tiang di tengah rumah itu, menangis, penuh bercak darah diseluruh bajuku. Bahkan terlihat ke dua tanganku seperti terluka cakaran sesuatu yang mengerikan.

Lalu... Perlahan... Sosok diriku yang di dalam sana menoleh ke arahku yang sedang mengintip dari celah dinding bambu.

Saat kedua mata sosok diriku itu tepat berpandangan dengan mataku yang sedang mengintip, tiba-tiba sosok diriku itu melepas ikatan dikedua tangannya dan menunjuk ke arahku.

Dan... "BRAAAAKKK!!!"

Aku terhempas menembus dinding bambu rumah itu. Dan langsung tersungkur jatuh tepat dihadapan sosok yang menyerupai diriku sendiri.

Tangan sosok itu secara tiba-tiba memegang sebuah cambuk hitam. Sosok itu lalu memukuli tubuhku dengan kencang, dan wajahnya tertawa mengerikan, kedua matanya hitam legam, dari mulutnya keluar darah segar.

"HAHAHAHA... HAHAHAHAHA..." suaranya tertawa lepas namun berat sambil terus memukuli tubuhku dengan cambuknya.

Lalu tiba-tiba... Terdengar suara halus yang berkata padaku tapi bukan dari sosok yang sedang memukuliku, suara itu berkata...

"Panggillah aku Nisa..."

Seketika itu juga, entah dari mana aku tahu namanya, dan hanya... Seperti begitu saja masuk ke dalam kepalaku... Aku berteriak...

"DAYANG PUTRIIII....!!!"

Dan entah apa yang terjadi dalam mimpiku itu, secara tiba-tiba, wujud tubuhku berubah menjadi wujud perewangan yang sebelumnya sudah sering muncul dalam keseharianku!

Lantas, sosok di depanku yang semula tertawa sambil mencambukku dengan keras berulang kali itu, ekspresi wajahnya menjadi ketakutan saat melihat wujudku berubah.

Dan seisi rumah itu terbakar, dilahap api yang besar beserta dengan sosok yang menyerupaiku itu...

1
CADAS JALARAMBANG
betul
Kristiana Subekti
thor kau gantungkan ceritamu thor😭😭
Deni Komarullah: 🤭🤭🤭 Biar penasaran Kak... 🙏🙏🙏
total 1 replies
👣Sandaria🦋
wah. berarti memang ada ya yg begitu begitu Thor? ini kisah nyata kan? gen millenial kurang percaya ini😀
Deni Komarullah: Iya Kak... Dan ini cerita dari teman saya yang memang menggeluti dunia semacam ini...
total 1 replies
👣Sandaria🦋
gegara hobby melamun ini si Nissa, makanya hantu pengen ngajak main😅
👣Sandaria🦋
Tirakat di sini artinya apa, Thor? apakah sama dengan kelompok tarekat yg puasa dan hari raya idul fitri beda waktu?🤔 soalnya itu yg kuingat😅
👣Sandaria🦋: oh iya. berarti beda kalau gitu. aku belum paham ini cerita. ntar lanjut baca dulu. yg aku maksud tadi kelompok aliran tarekat yg biasanya puasa dan lebaran ada selisih waktu.
total 2 replies
👣Sandaria🦋
komen pertama nih, author. menarik judulnya☺️
Deni Komarullah: 😍😍😍 Terima kasih ya... Semoga suka sama ceritanya...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!