TAMAT
"Ingat, kau milikku Kiar!" Sorot menusuk dari mata hazel Tuan mafia menyandera gejolak gadis itu.
Adalah Kiara Elga, nama janda kembang berusia 20 tahun. Sebuah peristiwa menakutkan membawa gadis malang itu kepada seorang mafia.
Dave Myles nama dari ketua sekumpulan rahasia yang terkenal dengan pengaruh besarnya di bidang politik, 28 tahun usianya, sukses, tampan, gagah, tapi sialnya adalah Kiara hanya istri sirinya.
Bukan main, hanya dalam waktu satu hari saja, Kiara mampu membeli berhektar-hektar tanah sawah di kampung halamannya.
Welcome para pembaca baru karya ku, Yeay, anda telah memasuki zona bucin akut beracun🔥
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesawat
Sebuah bangunan luas yang dibuat khusus untuk menyimpan para wanita malang. Ada gaung beberapa kali jika seseorang berteriak di ruangan ini.
"Jadi kau ke sini Tuan Myles?"
Dave Myles menatap nyalang wanita kekar bertato burung merak yang terukir di lengan sebelah kiri.
Catalina menyeringai, ratu kejahatan itu berdiri lalu mengusap lembut dada bidang Dave Myles.
"Ada angin dari mana yang membuat pengusaha setampan dirimu mendatangi tempat Catalina?"
Melotot, Dave menghentakkan cekikan dengan sebelah tangannya. "Kau pasti tahu aku memperistri Kiara bukan?" tukasnya.
Catalina tertohok. "L-lalu?"
"Kenapa kau membantunya pulang ke Indonesia tanpa menginformasikan dulu padaku!" Dave mempererat cekikikan tangannya.
"A-aku t-tidak ada urusan de-dengan permasalahan rumah tangga kalian Tuan, uhuk-uhuk."
Mencoba menepis dengan kedua tangan, Catalina terbatuk-batuk hingga Dave sedikit merenggangkan ancamannya.
"Catalina hanya melayani klien setelah ada uang." Seringai iblis terbit di sudut bibir wanita itu.
"Bajingan!" Dave kalap untuk mengeluarkan pistolnya. Satu tarikan pelatuk saja, tembus peluru itu menerjang otak Catalina.
"Ingat Tuan Myles, ini markas ku." Sergah Catalina, orang-orang Catalina sigap menodongkan senjata pada Dave.
Seperti layaknya pertempuran, orang-orang Dave pun bersiap melakukan penyerangan jika memang diperlukan.
"Aku ke sini mau mengajak mu berdamai. Jangan sekalipun menjual informasi ini pada orang lain, atau kau akan menyesal!" Dave menoyor kan ujung senjatanya pada kepala beracun Catalina.
Wanita itu terkikik. "Baiklah, kalau perdamaian yang Tuan tawarkan, maka kita untung sama untung saja." Sambungnya.
"Rahasia mu ada di tangan ku, aku bisa saja menjebloskan mu ke penjara, dan membuat mu dideportasi dari sini!" Ancam Dave menceku.
"Baiklah." Catalina mengangguk setuju. Dave melepas cekikikan, tapi masih menghunus senjatanya pada kepala wanita itu.
Meski ini sarang Catalina, tapi pasukan Dave lebih banyak daripada pasukan Catalina. Dan berdamai adalah hal yang terbaik.
"Sekarang berikan data lengkap tentang keluarga istriku, atau aku mengambilnya dengan cara meretas." Kata Dave kemudian.
"Jack." Catalina memberikan kode pada laki-laki berpawakan tinggi kekar itu.
"Iya Lady."
"Ambil semua informasi istri Tuan Myles." Titah Catalina.
"Baik Lady." Laki-laki itu berlari kecil menuju ruangan lainnya.
Dave sedikit lebih lega, sebentar lagi istrinya akan dia ketemukan kembali. Tak ada yang boleh lepas dari jeratan cintanya, terlebih istri yang sudah sangat dia sayangi.
...⭕⭕⭕...
Pesawat jet komersial, sekarang Kiara sedang duduk tertegun merenungi nasibnya. Dengan uang yang sangat banyak itu, Kiara memilih terbang dengan kursi first class.
Satu milyar rupiah yang ditransaksikan antara dirinya dengan Catalina kemarin sore. Pada akhirnya Kiara bisa pulang ke Indonesia dengan tenang.
Semua kelengkapan dokumen telah Catalina berikan, dan perjanjian lainnya adalah tidak melaporkan kelompok Catalina pada kepolisian.
Kiara setuju meski tidak yakin akan menepati janjinya. Karena jujur saja, Kiara masih ingin menolong para korban loker bodong Catalina.
"Achim!" Suara bersin dari seberang kursi membuyarkan lamunan Kiara, sudah kesekian kalinya pemuda itu membuat Kiara menoleh meski tak menegur.
"Kamu sakit?" Berbahasa Indonesia Kiara mencoba bertanya untuk yang pertama kalinya, siapa tahu saja pemuda berwajah tampan ini asli Indonesia.
"Hmm?" Tak merasa kenal dengan wanita di sisinya, pemuda itu menoleh ke kanan dan kiri, tak ada manusia lagi selain dirinya. Ini berarti wanita itu memang berbicara padanya.
"Kau bertanya padaku?"
Kiara mengernyit. "Tentu saja, siapa lagi di sini selain dirimu?" Ketusnya.
Pemuda itu tergelak. "Aku kira aku transparan, dari aku duduk di sini sampai pesawat mau landing, kau baru menegur ku." Sendanya.
Tanpa merespon, Kiara menarik ujung bibirnya sinis.
"Apa kau bersedih?" Pemuda yang belum diketahui namanya itu kembali bertanya cengengesan. "Coba aku tebak permasalahan di balik wajah kuburan mu." Ia mendecak lidahnya. "Ck, ck ck! Pasti Suamimu selingkuh dengan mantan kekasihnya?"
Sontak Kiara melotot. "Kau tahu tentang itu?"
Pria muda ini kembali tergelak. "Ayolah. Aku hanya menebak, jadi jangan terlalu serius."
"Siapa kau ini?" Sambil memukuli lengan pria itu, Kiara menukas kembali. "Apa kau salah satu orang-orangnya?" Bentaknya curiga.
"Orang-orang siapa?"
"Suamiku!"
"Jadi kau benar-benar sudah bersuami?"
"Kenapa kau ini menyebalkan sekali!" Kiara berujar keras-keras.
"Aku hanya menebak, lalu kau serius. Jadi apa tebakan ku tidak meleset? Jadi benarkah suamimu selingkuh?"
"Lupakan!" Kiara berpaling, sembari melipat tangannya. Deru napas terdengar kasar, kali ini Kiara benar-benar kesal.
"Kau cantik, tapi sayang istri orang." Kiara tak menggubris sanjungan pemuda itu, sampai sebuah tangan terulur di depannya. "Aku Rega, jadi siapa namamu?"
Jangankan merespon, Kiara bahkan tak mau menoleh barang secuil.
Rega mengerut kening. "Aku bicara padamu! Bukankah aku sudah tidak lagi transparan?"
Kekonyolan Rega yang mengundang tolehan kepala Kiara. "Kau memang tidak transparan, tapi menyebalkan!"
"Jadi kau tidak mau memberitahukan siapa namamu?" Cecar Rega.
"Tidak!"
Rega tersenyum sekilas. "Lupakan perkenalan ini, aku bisa tahu nama mu dalam sekejap. Kiara."
Kiara mendelik, kenapa pemuda itu seolah tahu semua tentangnya. "Jangan bercanda kamu! Apa kau pengikut Darkness-one?"
"Hah?" Rega terhenyak. "Kelompok apa itu?"
Kiara bangkit dari duduk, ia menarik-narik tangan Rega untuk bangkit. "Jangan pura-pura kamu anak muda! Kau pasti salah satu mata-mata suamiku!"
"Jangan perlakukan aku seperti ini Gadis cantik!" Berteriak, Rega menepis semampunya. "Aku bisa tahu namamu dari pramugari cantik itu! Sumpah!"
"Nyonya." Satu orang pramugari berlari melerai keduanya. Kiara menatap wanita berpakaian seragam merah muda.
"Usir dia dari sini! Keluarkan dan turunkan dia sekarang juga! Dia mata-mata suamiku!" Ketus Kiara seenaknya.
Rega melotot. "Kau pikir ini busway?"
"Pokoknya kau harus pergi dari hadapan ku!" Sambung Kiara.
Pramugari itu melerai kembali. "Tunggu Nyonya, tapi Tuan muda Rega ini salah satu putra dari pewaris kerajaan X-meria. Jadi tidak mungkin kami mengusirnya begitu saja."
"Apa?" Kiara terhenyak, dan Rega menyeringai. Siapa sih yang berani mengusir anak sultan ini?
"Kalau kau masih keturunan dari pemilik X-meria. Sudah pasti kau juga kenal dengan suamiku!" Tuduh Kiara kembali.
"Apa seterkenal itu suamimu hah? Aku pasti lebih tampan darinya! Jika tidak, kau takkan meninggalkannya bukan?" Sombong Rega.
"Kau!" Kiara menunjuk lurus ujung hidung pemuda menyebalkan itu.
"Sudah Nyonya, saya mohon untuk duduk kembali ke kursi Anda, sebentar lagi pesawat akan mendarat. Jadi mohon kerjasamanya."
"Baiklah." Kiara duduk kembali kemudian memasang sabuk pengamannya lagi.
Rega terkikik. "Gadis pintar." Ledeknya.
"Aku lebih tua darimu!" Sentak Kiara.
"Tapi aku lebih tinggi darimu!" Sela Rega tak mau kalah.
Bosan meladeni bocah ingusan ini, Kiara membuang muka kesal. Rega hanya terkekeh sembari memasang kembali headphone di telinganya.
semangt Thor...aku suka karya²mu - TDK ada yg terlewatkn, sehat selalu BSM klurga. aku slalu menanti karya2mu....semangt💪🏻💪🏻💪🏻💖
awal nya aq ragu utk membaca novel ini, tp karena penasaran aq lanjut sampe akhir..ternyata cerita nya g mengecewakan 👍👍👍👍